
ke esokan harinya Valerie mengirim pesan pada Robby jika dirinya meminta cuti untuk beberapa hari dan Robby pun memberikan ijin .
" apa karena masalah tadi malam jadi dia tidak masuk kerja?" pikir Robby .
Dua hari Valerie tidak masuk kerja , dia memilih menghabiskan waktunya di kamar , melihat kondisi sahabatnya sila semakin tidak tega dia pun membuat janji dengan dokter kenalannya .
di sebuah rumah sakit
" val , kamu tunggu di sini dulu iya " kata sila dai pamit pergi sebentar, sedang valerie hanya menunggu saja sambil memainkan ponsel, sekilas Jiak orang asing memandang tidak ada yang salah pada Valerie namun di dalamnya Valerie adalah jiwa yang lapuk , saat itu keadaan masih cukup sepi hanya satu-dua orang yang mengantri dan kebetulan Valerie yang terakhir , dua jam dia menunggu tibalah gilirannya di dampingi oleh Sila memasuki sebuah ruangan .
Valerie menyusul sila terlebih dahulu masuk karena dia merasa gugup .
" eh sila , ternyata kamu datang lebih cepat dari perkiraan ku ? kamu sudah berhasil membujuknya?" tanya seorang pria berkacamata dengan jas putihnya itu . Sila mengangguk ,
"lalu di mana dia ?" tanya pria yang bernama Malvin itu , seorang dokter psikolog muda di rumah sakit itu , dia juga anak dari pemilik rumah sakit tempat sila bekerja , beberapa Minggu ini dia telah kembali dari studi nya di luar negeri .
" hei valerie kemarilah " panggil Sila akhirnya Valerie pun menampakkan dirinya masuk ke dalam ruangan.
" jadi dia sil? " tanya Malvin sambil menatap Valerie begitu intens .
" ya sudah aku tinggal dulu iya , nanti aku jemput " pamit Sila , meninggalkan Valerie dengan Malvin .
" duduklah " kata Malvin pada Valerie .
" perkenalkan namaku Malvin " mengulurkan tangan " Valerie " jawab Valerie gugup .
" Sila sudah bercerita tentang kondisimu padaku , tapi aku akan menanyakan beberapa hal supaya dapat memberikan penanganan yang sesuai untuk mu " kata Malvin langsung
" baik dok " jawab Valerie .
" rileks saja , jika di rasa pertanyaan saya nanti membebani kamu atau kamu merasa tidak enak untuk menjawabnya tidak apa-apa tidak usah di jawab" kata Malvin .
Valerie pun menganggukkan kepala pertanda dia paham .
sejam berlalu , akhirnya pembicaraan keduanya selesai , Valerie menghubungi Sila namun Sila mengatakan jika dia sedang ada pasien yang melahirkan . Valerie pun bergegas pulang.
__ADS_1
" Valerie tunggu " teriak Malvin menghampiri Valerie .
" dokter memanggil saya " tanya Valerie .
" tadi Sila menelpon ku katanya dia sibuk jadi dia menyuruhku mengantarmu pulang " jelas Malvin .
" gak papa kok saya bisa pulang sendiri tidak perlu merepotkan dokter " tolak Valerie .
" please jangan nolak iya nanti sila marah padaku lagipula aku tidak repot dan aku juga tidak ada pekerjaan lagi " jawab Malvin menyakinkan Valerie , dan akhirnya Valerie pun setuju .
" baiklah " Valerie dan Malvin pun pergi bersama.
" Valerie kita cari tempat maka dulu iya " ajak Malvin .
" ah tidak usah dok saya masih kenyang " Valerie kembali menolak Malvin " udah jangan bohong Sila tadi juga bilang kamu belum makan dari tadi pagi " jawab Malvin
" oh iya panggil saya Malvin saja iya biar lebih akrab " " iya dok eh maaf Malvin " jawab Valerie , Malvin pun tersenyum pada Valerie .
Mereka berdua tiba di sebuah restoran ,
keduanya sudah memesan makanan dan memakan makanan mereka .
" maksud dokter apa? " tanya Valerie ,
" iya apa kamu sedingin ini dengan orang lain ?" tanya Malvin lagi .
" iya untuk orang asing terutama lelaki saya sedikit menjaga jarak " jawab Valerie .
" oh begitu , tapi bisa kamu hilangkan jarak di antara kita ?" perkataan Malvin terdengar ambigu " maksud dokter apa iya ?" " maksud saya kan dokter yang menangani mu , saya harap kamu tidak terlalu menjaga jarak pada saya anggap saja saya teman mu " jelas Malvin .
" ohh begitu " saat sedang menikmati makanan mereka,
" Valerie kamu di sini ? " tanya Robby pada Valerie . kala itu Robby sedang ada meeting di luar kantor .
" eh iya pak " jawab Valerie canggung .
__ADS_1
" oh jadi kamu ambil cuti buat jalan sama pacar kamu iya " goda Robby .
" ehh bapak salah paham dia bukan pacar saya , iya kan ?" menatap ke arah Malvin , namun Malvin hanya diam , seakan berkata jika memang dia memiliki hubungan dengan Valerie .
" iya sudah iya selamat menikmati waktu kamu iya , saya pergi dulu " ujar Robby .
" kok dokter gak belain saya sih ? saya kan malu sama atasan saya " omel Valerie dengan muka cemberut , " iya maaf " jawab Malvin .
Setelah makan siang , Malvin mengajak Valerie jalan-jalan sebentar awalnya Valerie menolak tapi karena Malvin ingin sekali tahu lebih banyak tempat di kota ini sebab dia sudah tinggal begitu lama di luar negeri akhirnya Valerie setuju .
di taman kota
keduanya jalan-jalan dan saling berbincang-bincang , entah mengapa Valerie mudah akrab dengan Malvin mungkin karena Valerie menganggap Malvin hanya sebagai dokter yang menanganinya traumanya saja dan juga Malvin yang begitu pandai membuat orang lain ikut dalam pembicaraannya dan nyaman saat berbicara dengan Malvin .
Saat sedang asyik berbicara Valeri tidak sengaja bertemu Manuel , untung saat itu Manuel tidak melihat ke arah Valerie ,
" Valerie kamu kenapa hah?" tanya Malvin saya tahu perubahan ekspresi pada muka Valerie .
" dokter sebaiknya kita pulang saja " valerie mengajak Malvin pergi dari tempat itu dengan tanpa sengaja menggandeng lengan Malvin erat , Malvin sendiri bingung namun jelas jika di taman itu ada sesuatu yang membuat trauma nya kambuh , salah satu teman Manuel melihat Valerie sedang menggandeng tangan Malvin .
" El sepertinya aku melihat pacar mu " kata teman Manuel .
" iya gak mungkin lah dia kan lagi kerja " jawab Manuel .
" bukan yang itu maksudmu si Valerie , tuh lihat dia ada di sana dengan seorang pria " Manuel pun melihat ke arah yang sama dengan temannya ,
Manuel bergegas mengejar , namun dia kehilangan jejak, mobil Malvin telah pergi " ahh sial " teriak Manuel .
" gimana? " tanya temannya .
" dia sudah pergi " jawab Manuel terlihat kecewa namun dia merasa lega akhirnya dia bisa bertemu dengan wanita yang selama ini dia cari .
" sudah lah ayo pergi " ajak Manuel pada temannya .
" kok lho tenang aja, gak di kejar gitu " kata temannya itu .
__ADS_1
" yang penting sudah tahu dia ada di kota ini , cepat atau lambat pasti bertemu lagi " ucap Manuel karena dia sudah mengingat plat mobil yang di kendarai Valerie .
" tidak lama lagi aku akan menemukanmu Valerie , sampai waktu itu tiba kamu harus membayar hutang yang aku habiskan untuk mencari mu dan untuk pria itu aku harap kamu tidak ada hubungan apapun dengannya , karena kamu hanya milikku " batin Manuel .