
Valerie terbangun dari tidurnya tatkala Manuel membuka tirai kamar Valerie . .
Manuel berjalan ke arah Valerie hanya memakai celana dan bertelanjang dada ,
Manuel mencium bibir Valerie .
" morning kiss babe " kata nya , dia pun pergi meninggalkan Valerie sendiri di kamarnya .
jam menunjukkan pukul 7 pagi, Valerie sudah selesai sarapan, dia lekas pergi ke kampus namun tiba-tiba perutnya terasa begitu sakit sampai membuatnya meringis , Manuel yang juga sudah bersiap ke kantor melihat mimik muka Valerie yang menahan sakit jadi curiga .
" kamu sakit ?" tanya Manu padaku , aku menggelengkan kepala.
" jangan bohong Valerie " Manu segera menggendong ku kembali masuk ke dalam kamar ,
" aku gak apa-apa kok " kata ku meyakinkannya .
baru saja aku berkata demikian , tiba-tiba perut ku semakin sakit hingga aku mencengkram lengan Manuel , ini sungguh sakit aku tidak bisa menyembunyikan lagi pada nya dan Manuel juga sadar akan hal itu langsung merebahkan ku di ranjang . wajah ku semakin pucat , keringat ku bercucuran serta tubuhku yang tiba-tiba sedingin es, entah apa yang sebenarnya terjadi padaku . Manuel semakin panik saat mendapati ada bercak merah di rok ku dan paha bagian dalam karena rok yang ku gunakan sangat pendek .
" Valerie kamu berdarah " katanya, aku langsung melihat ke arah matanya tertuju . " hah " aku juga kaget masalahnya aku tidak pernah merasakan sakit yang seperti ini saat datang bulan.
" oh **** ! aku sudah sebulan lebih tidak datang bulan " aku mulai tambah panik .
" aku panggilkan dokter iya " Manuel segera memanggil dokter yang juga teman nya itu , aku sempat melarangnya menghubungi dokter " Manu aku tidak apa-apa ini mungkin karena siklus datang bulan ku terlambat jadi sakit " kataku,
Bukan membuatnya tenang , Manuel jadi semakin panik , mengapa dia begitu panik ? batin ku .
" sejak kapan kamu tidak datang bulan ? " tanya nya ,
" sebulan lebih " kataku jujur , dia mengacak rambutnya lalu dia pergi keluar aku masih merasakan sakit pun hanya bisa diam di atas kasur .
Manu kembali lagi dan membawa baskom berisi air hangat dan handuk dia juga mengambil rok bersih dari lemari ku . Manu melebarkan kaki ku aku kaget saat Manu membersihkan bercak darah yang keluar aku segera mencegahnya dan menyuruh nya berbalik dan aku menyekanya sendiri lalu mengganti pakaian dengan yang bersih .
__ADS_1
setelah selesai Manu pun membereskan semuanya .
sekitar setengah jam , dokter itu datang dan memeriksa keadaanku , aku bertanya kenapa harus di periksa bukannya hanya nyeri biasa , dokter itu hanya diam lalu mengajak Manu keluar dari kamar ku .
aku penasaran dengan pembicaraan mereka berdua aku pun menguping pembicaraan mereka dari balik pintu .
" El sejak kapan dia seperti itu ? tanya dokter itu
" tadi pagi " jawab Manuel.
" apa kalian melakukannya tadi malam )" tanya dokter itu lagi .
" melakukan apa ? " tanya Manuel tak mengerti maksud sang dokter .
" hubungan suami istri " jawab dokter itu Manuel hanya mengangguk .
" sepertinya karena usia kandungan nya masih muda dan begitu lemah jadi dia mengalami keguguran , seharusnya kau bisa menahan diri dulu hingga usia janin itu sudah kuat, untung saja kekasihmu hanya keguguran tidak sampai terjadi hal lain " jawab dokter itu . Manuel hanya diam mencerna maksud perkataan dokter .
" aku akan tuliskan resep untuk kekasihmu , dan lebih baik kau menjaganya dengan baik dia pasti syok jika mengetahui masalah kegugurannya " saran sang dokter .
di dalam kamar Valerie yang mendengar pembicaraan itu pun juga syok , kini dia mengingat jika Manuel beberapa kali melakukan hal itu tanpa memakai pengaman , sungguh bodoh sekali Valerie itu .
Valerie meraba perut nya yang rata , air matanya menetes " aku keguguran " lirihnya , Manuel yang sudah masuk melihat Valerie menangis sadar jika Valerie telah mendengar percakapannya dengan dokter tadi , Manuel memeluk tubuh Valerie .
" sudah jangan menangis , mungkin memang belum waktunya kita memiliki bayi " kata Manuel seakan tak merasa bersalah , jika bukan karenanya yang melakukan hal itu dengan kasar Valerie tidak mungkin sampai keguguran . Valerie segera mendorong tubuh Manuel menjauh darinya .
" biarkan aku sendiri Manu" Valerie meminta Manuel keluar dari kamarnya , Manuel hanya bisa pasrah dan menuruti permintaan Valerie , sedang kan Valerie menangis di dalam kamar , dia tahu jika saat ini memang bukan waktu yang tepat untuk memiliki bayi apalagi ini hasil dari hubungan di luar nikah , tapi sebagai seorang wanita tentu saja akan merasa sedih dan bersalah jika dia kehilangan buah hatinya sendiri .
" maafkan mama yang tidak tahu kehadiranmu di perut mama ini sayang, maafkan mama yang tidak bisa menjaga mu sampai kamu lahir " kata Valerie dalam tangis nya sampai akhirnya Valerie tertidur .
drtt drrt drrt suara ponsel Valerie berbunyi, Manuel yang mendengarnya langsung menerima panggilan itu .
__ADS_1
" val , kamu kenapa gak masuk kuliah " tanya Lia .
" Valerie sedag tidak enak badan" jawab Manuel ketus dan langsung mematikan ponsel Valerie .
di kampus ,
" gimana Li , apa kata Valerie " tanya Adam pada Lia .
" bukan valerie yang jawab tapi si Manuel , kata si pria brengsek itu Valerie sedang sakit " jawab Lia .
" hah sakit ? perasaan kemarin masih baik-baik saja " celetuk Maria .
" jangan-jangan itu ulah Manuel " sambung Ana , karena khawatir mereka berempat pun memutuskan untuk pergi menemui Valerie .
Bel apartemennya berbunyi , Manu melihat dari kamera di luar jika teman-teman Valerie datang ke tempat nya , awalnya Manuel malas meladeni mereka tapi mungkin ini bisa jadi alasan yang membuat Valerie lebih baik jika bertemu dengan teman-temannya .
Manuel membuka pintu , dan keempat nya pun di persilahkan masuk, meski tak senang akan kehadiran Adam tapi Manuel menahannya karena dia ingin Adam menyadari kenyataan jika Valerie adalah milik Manuel seutuhnya .
" dimana Valerie ?" tanya Lia
" ada di kamar tapi pelan-pelan bangunin nya di sedang tidur " kata Manuel .
keempatnya langsung menemui Valerie di dalam, Valerie yang saat itu sudah bangun kaget melihat kedatangan teman-temannya , apalagi Adam juga ikut .
Valerie meminta Ana mengambilkan jaket yang di gantung di belakang pintu , setelah mengambilnya Ana memberikan pada Valerie yang menggunakan jaket itu untuk menutupi bekas yang di tinggalkan Manuel di leher dan dadanya karena dirinya hanya memakai tanktop . " kamu sakit apa val " tanya Maria khawatir .
" ini cuma demam biasa bentar lagi juga bakal sembuh " jawab Valerie bohong mana mungkin dia berkata jika dia habis mengalami pendarahan , namun tanpa di duga Lia diam-diam memotret beberapa obat yang ada di atas laci Valerie , tentu saja tanpa sepengetahuan pemiliknya.
" cepat sembuh iya val " ucap Adam .
" makasih iya " jawab Valerie .
__ADS_1