Toxic Relationship With My Ex Boyfriend

Toxic Relationship With My Ex Boyfriend
episode 40


__ADS_3

Valerie membantu menyiapkan perlengkapan makan di atas meja dengan salah satu pelayan di rumah itu bernama Sarti .


" sudah non, biar saya saja yang melakukannya " namun Valerie tetap saja membantu pekerjaan Sarti .


" gak apa-apa mbak Sarti saya kan hanya ingin membantu saja, lagipula jika diam saja saya jadi mengantuk "


" aduh beruntung sekali tuan muda punya istri seperti non Valerie udah cantik , baik hati tidak seperti non Anita yang kalo datang kemari sukanya ngadu melulu ke nyonya " seloroh Sarti , Valerie tertawa mendengarnya .


" emang dia sering kemari iya mbak?" Sarti mengangguk tapi Sarti langsung berkata " tapi tenang saja Non , orang di keluarga ini tidak ada yang suka padanya cuma karena tuan muda pernah mengajaknya satu kali datang kemari saja, kami mengira tuan sangat menyukai wanita itu tapi untung tuan tidak buta " oceh Sarti membuat Valerie tertawa .


" ehem " baik Valerie dan Sarti menjadi diam seribu bahasa tatkala orang yang di bicarakan sudah muncul " siapa yang buta?" tanya Manuel pada Sarti membuat Sarti menundukkan kepala karena takut , Valerie langsung mengalihkan pembicaraan " ahh bukan siapa-siapa , mengapa kamu sudah pulang jam segini ? " tanya Valerie pada Manuel , Manuel memeluk Valerie dan mencium bibir Valerie sekilas , Valerie merasa malu apalagi Sarti melihatnya .


" papa yang meminta ku pulang , katanya takut istriku di rumah kesepian " Valerie langsung saja melepaskan diri dari Manuel " gak kok, aku gak kesepian di sini aku punya banyak teman ada mama ada Aiden dan mbak Sarti juga " sambil menata piring di hadapannya .


" oh begitu iya sudah " Manuel pergi ke dalam kamar mereka, Valerie juga tak peduli dengan hal itu tapi Sarti menjadi tidak enak karena dia di jadikan alasan oleh Valerie , Sarti tahu betul sifat Manuel seperti apa saat di rumah jadi merasa takut jika dirinya akan di pecat.


" non, kenapa Non Valerie bilang begitu sih nanti kalo tuan muda marah terus mecat saya gimana?"


" udah kamu tenang saja dia gak bakalan marah kok lihat saja sebentar lagi dia juga akan keluar , sekarang dia pasti sedang mandi " jawab Valerie penuh percaya diri . seperti dugaan Valerie seperempat jam kemudian Manuel telah keluar dari kamar dengan rambutnya yang basah .


" eh kok tebakan non Valerie benar sih " bisik Sarti pada Valerie .


Valerie hanya tersenyum tipis mendengar perkataan Sarti .


Manuel menatap Sarti dengan tatapan tajam Sarti yang mengerti maksud tuannya diapun berpamitan pada Valerie untuk melakukan tugasnya yang lain .


Manuel mengamati Valerie yang sedang merapikan meja makan setelah selesai Valerie akan pergi namun Manuel memanggilnya " Valerie kemarilah " Valerie menoleh ke arah Manuel yang duduk di sofa ruang tengah .


" ada apa? aku mau mandi dulu " Valerie tetap saja meninggalkan Manuel di ruang tengah sedangkan dirinya masuk ke dalam kamar .


Manuel menunggu Valerie hingga membuatnya tidak sabar dan masuk ke dalam kamar .


saat itu Valerie baru saja berganti baju, Manuel langsung saja mengajak Valerie duduk di sampingnya.

__ADS_1


" ada apa sih manu " Valerie sambil merapikan rambutnya,


" aku sudah mengurus surat pengunduran diri kamu di kantor " Valerie langsung berdiri .


" kamu kok gak bilang sama aku ? kamu tahukan aku sudah lama bekerja di perusahaan mana bisa berhenti begitu saja " omel Valerie .


" tapi val kita kan sudah menikah kamu juga tak perlu bekerja lagi aku bisa mencukupi seluruh kebutuhan mu " jelas Manuel .


" Manu , aku tahu itu tapi kamu tahu kan aku muda bosan di rumah dan aku juga ingin menghasilkan uang ku sendiri aku tidak mau selalu bergantung padamu " jawab Valerie


" tapi aku ingin kamu selalu bergantung padaku " batin Manuel .


" oh atau jangan-jangan kamu takut aku tahu hubungan mu dengan Anita di kantor jadi kamu melarang ku bekerja supaya aku tidak tahu tentang hubungan kalian " imbuh Valerie .


" Valerie , aku tidak begitu sayang, jangan salah paham dulu " Manuel mencoba menenangkan Valerie agar tidak berpikir buruk padanya .


" lalu kenapa? kamu malu punya istri seperti diriku atau kamu merasa tidak leluasa saat kita bekerja di kantor yang sama " sungguh Valerie sangat marah saat Manuel mengambil keputusan tanpa membicarakan dulu dengan dirinya.


" Valerie aku cuma ingin kamu fokus pada pernikahan kita dan aku juga ingin kita segera memiliki bayi makanya aku melarang kamu bekerja supaya kamu tidak terlalu capek dan stress " ungkap Manuel .


"memang apa salahnya ? aku juga sudah berumur ! atau kamu memang tidak ingin melahirkan anak untuk ku " Manuel menatap Valerie " bukan seperti itu tapi apa tidak terlalu cepat ?" jawab Valerie sambil memalingkan wajahnya dia tak mau melihat Manuel menatap dirinya terus .


" terlalu cepat ! kamu tahu sedari dulu aku sudah mengatakan jika aku ingin segera memiliki bayi dengan mu Valerie tapi kamu terus saja menolak dengan alasan kamu masih kuliah dan kita belum menikah, sekarang saat kita sudah menikah kamu masih menolak permintaan ku ?" Valerie diam dia tidak bisa berkata apapun lagi .


" aku harus mempunyai anak dari Valerie sehingga dia tidak akan pernah berpikir untuk bisa meninggalkan ku demi anak kita nanti " batin Manuel .


tok tok tok pintu kamar mereka di ketuk oleh seseorang dari luar tak lama suara sang ibu memanggilnya " El ajak istri mu ke bawah untuk makan malam " suara dari balik pintu itu.


" iya ma " jawab Manuel .


Valerie segera menyusul Manuel yang telah keluar terlebih dahulu .


di ruang makan ada ibu Manuel dan Aiden yang sudah menunggu Manuel duduk di sebelah Aiden , Valerie memilih duduk di sebelah ibu mertuanya .

__ADS_1


sang ibu mengambilkan se centong nasi untuk Kedua putra nya lalu menyuruh Valerie mengambilkan lauk untuk Manuel, makan malam mereka nampak sunyi hingga Valerie tidak sengaja tersedak karena makanannya terlalu pedas untuknya .


" uhuk uhuk " Manuel dan Aiden segera memberikan segelas air putih untuk Valerie , Manuel menatap sinis pada Aiden yang segera mengurungkan niatnya membantu Valerie , setelah itu Valerie pun meminum air dari gelas yang Adi berikan Manuel .


setelah minuman Valerie habis , Manuel langsung memanggil Sarti si pelayan " lain kali jika memasak makanan pedas , buatkan Valerie makanan yang lain " titah Manuel Sarti pun mengangguk paham .


" maaf iya mama gak tahu kalau Valerie gak suka pedas , dan karena Valerie juga menyukainya masakan itu mama kira dia juga suka pedas sama seperti kita " ibu Manuel merasa bersalah .


" Valerie memang suka masakan mama kok makannya Valerie mau belajar makan pedas biar bisa makan masakan mama terus " jawab Valerie .


" Valerie, ingat kamu punya penyakit asam lambung jangan makan terlalu pedas " membuat ibu Manuel semakin merasa bersalah .


Valerie melotot ke arah Manuel , namun Manuel seakan biasa saja menanggapi Valerie .


" sekarang sudah jarang kambuh kok ma " kata Valerie agar ibu mertuanya tidak merasa bersalah lagi .


jam sebelas malam Manuel masuk ke dalam kamarnya , Manuel sengaja membuka pintu pelan takutnya akan mengganggu Valerie yang saat ini pasti sedang tidur , tapi dia tidak menduga jika Valerie belum tidur , suara tangisan kecil keluar dari mulut Valerie .


" jangan berkata seperti itu Sila, kamu harus tetap menikah dengan Andre kasihan Andre jika kamu membatalkan pernikahan kalian dan apa yang aku lakukan untuk kalian bisa menikah akan jadi sia-sia , ayah sudah berjanji untuk menjadi wali di pernikahan kalian kelak agar nantinya tidak akan lagi yang meragukan status mu Sila , tolong demi diriku kamu harus hidup bahagia hiks hiks aku juga akan bahagia Sila" ternyata Valerie sedang melakukan video call dengan Sila sahabatnya.


" apa dia memperlakukan mu dengan baik ?" tanya Sila .


" oh tenang saja dia baik kok padaku kamu tidak perlu khawatir hanya saja bisakah kamu jangan memberitahu Malvin tentang pernikahanku beritahu saja dia kalau aku pergi bersama ayah ku" mohon Valerie pada sahabatnya .


" val , kamu harus mengatakan yang sejujurnya pada Malvin jangan membuat dia jadi berharap , aku tahu kamu tidak mau membuatnya sakit hati tapi jika kamu bohong padanya dia akan lebih sakit hati nanti nya saat di tahu kebenaran tentang mu , aku yakin Malvin bisa mengerti dan jika kalian memang berjodoh suatu saat kalian pasti akan bersama lagi " saran sila pada Valerie .


Valerie semakin menangis dia tidak mampu untuk memberitahu Malvin tentang pernikahannya " aku gak bisa Sila aku gak bisa melihatnya kecewa "


Manuel tiba-tiba berada di samping Valerie " sedang membicarakan apa hem" tanya Manuel namun terlihat sinis .


Valerie segera menghapus air matanya dan Sila segera mematikan panggilan video mereka


" ahh tidak , kami hanya membicarakan pernikahan nya dengan Andre saja " jawab Valerie berbohong . Manuel jelas tahu persis apa yang sedang dibicarakan oleh istri dan sahabatnya itu tapi dia memilih diam karena dia punya rencananya sendiri untuk mengatasi Malvin .

__ADS_1


Manuel bergegas tidur , di susul Valerie yang ikut tidur di sebelahnya .


__ADS_2