
brakkk
Valerie menutup pintu kamarnya dengan begitu keras, Manuel berusaha mengejar Valerie untuk menenangkannya, Valerie segera bersiap dengan meneteskan beberapa obat tetes mata untuk memberi kesan natural saat di menangis.
"sayang, tolong percayalah padaku Valerie aku tidak menghamilinya, kamu tahu sendirikan aku tidak akan bertindak gegabah saat melakukannya dengan orang lain!" Manuel malah mengungkap kebejatan diri sendiri.
"jadi? apa aku harus biasa saja saat tahu suamiku sering bermain dengan wanita lain? ingat Manuel alasan aku menikahi mu dan apa yang telah kita sepakati sebelumnya!" Hardik Valerie.
"aku tahu tapi sampai kapanpun aku tak akan membiarkan kamu pergi dariku Valerie! tidak akan!"
"tidak tahu malu kamu! kamu sudah berselingkuh tapi kamu masih tidak mau melepaskan ku?"
"oke aku salah! meski aku salah aku tetap tidak akan pernah menceraikanmu Valerie!"
Valerie nampak frustasi dengan kegigihan Manuel mempertahankan dirinya.
" hanya kamu satu-satunya wanita yang aku cintai Valerie!"
"cinta? apa begini yang kamu sebut cinta? kamu mengekang ku Manuel! selama ini aku sudah muak denganmu rasaku padamu sudah mati Manuel!"
"apa karena dokter itu?seharusnya aku tak membiarkannya hidup!"
"kamu! jangan pernah menyakiti Malvin, bukan dia yang salah tapi kamu! aku sudah berulang kali bilang jika aku sudah tidak ada perasaan apapun padamu Manu! ini tidak ada hubungannya dengan Malvin!"
"ohh apa karena pria bernama Adam itu! sejak kamu mengenal dirinya kamu berubah Val, untung saja dia sudah pergi!"
"kamu tahu Adam pergi? kamu tahu! apa yang kamu lakukan padanya hingga membuat dia tak pernah memberi kabar padaku!"
Manuel terkekeh"aku tidak melakukan apapun! aku hanya memberi sedikit pelajaran padanya tapi lihatlah dia tidak berani lagi mengganggumu!"
"kamu kejam! sungguh aku menyesal mengenal dirimu Manuel!"
"diam! kamu boleh mengumpat apapun sayang tapi untuk kata barusan sepertinya kurang pantas toh kita sudah lama menjalani hubungan kita dan kamu juga menikmatinya bukan?"
"jadilah Valerie yang penurut seperti dulu, maka aku akan bersikap lembut padamu sayang, ingat jangan lakukan hal bodoh jika tidak doktermu itu yang akan menerima akibatnya! aku akan mengurus masalah Anita terlebih dulu?"
Valerie ambruk di kasurnya, terduduk lemas saat rencananya tidak berpengaruh apapun pada Manuel, malah Manual yang mengancam balik dirinya.
"aku harus bagaimana?" Valerie Kembali memutar otak.
__ADS_1
Di ruang keluarga Sang ayah telah mengorek berbagai pertanyaan pada Anita, Aiden merasa aneh dengan sikap sang ayah"apa ayah akan menerima Anita? ini mungkin bisa membuat Valerie bebas dari Manuel tapi apa iya dia akan membiarkan nama baik keluarga hancur demi seorang wanita liar ini!" batin Aiden.
Manuel menghampiri Anita dan menyeretnya untuk keluar tapi sang ayah melarangnya"El, apa yang kamu lakukan? dia sedang hamil jika sesuatu terjadi padanya kamu akan menyesal!"
"aku memang berharap seperti itu!"
"El, jika kamu membawa dia keluar siap-siap juga kamu keluar dari rumah ini dan jangan harap kamu masih punya hak untuk menjadi pewaris perusahaan!"
Manuel terdiam,
"papa membelanya? apa karena di mengingatkanmu pada wanita itu?jangan harap Manuel akan seperti papa yang membuang anak istri sendiri lalu bersama dengan wanita liar itu!"
plakkk
"jaga bicara kamu El? dia juga ibumu!"
"aku hanya memiliki satu ibu!"
Aiden memijit kepalanya sendiri melihat pertengkaran ayah dan kakaknya.
"sudah ku duga! papa pasti akan mempertahankan Anita! ini bagus!"batin Aiden tapi dia sesekali menengok ke arah kamar sang mama, pasti sekarang sang mama begitu sedih ingin rasanya dia menghibur tapi dia urungkan sebab mencegah pertengkaran terus berlanjut lebih penting.
"diam! kamu bocah bau kencur berani menyela papa! kamu dan mama kamu itu sama saja!"
Aiden mengepal erat tangannya, jika bukan karena sang mama mungkin dia sudah menghajar pria tua itu.
"El,kamu yang berbuat, kamu harus berani tanggung jawab! lagipula dia sedang mengandung anakmu! dia juga darah dagingmu! kalau kamu dan Valerie tidak bisa menerima Anita tapi tolong terima anaknya sebagai anak kalian! usia kandungannya juga hampir sama, orang lain tidak akan ada yang curiga!" jelas ayah Manuel, Anita menggeleng dia tak terima dengan keputusan ayah Manuel tapi dia takut untuk menyela pria tua di hadapannya.
"Valerie tidak akan terima pa! lagipula Valerie mengandung anak kembar!" jelas Manuel.
"pikirkan dulu! ingat mereka semua anak mu kamu harus bersikap adil!"
"tidak! ini tidak adil! bagaimana bisa anakku harus di akui anak orang lain! jika ingin adil maka Manuel harus menikahiku juga!" pekik Anita.
"lihatlah dia! bukannya dia persis seperti wanita itu?" Aiden kini ikut dalam pembicaraan apalagi melihat sikap Anita yang tidak tahu malu.
"Aiden! jaga bicara kamu!" dengan nafas tersenggal-senggal menahan emosi.
"kelihatannya wanita itu masih begitu penting di matamu jadi kamu membela orang yang bernasib sama sepertinya! tapi apa kamu tidak memikirkan perasaan Valerie?" sambung Melisa yang sudah ada di hadapan suaminya.
__ADS_1
"jangan bawa-bawa dia! aku melakukan ini semua juga demi keluarga kita! bagaimanapun wanita itu mengandung anak Manuel dia cucuku! aku tak akan membiarkan cucuku hidup menderita! mulai sekarang kamu tinggal di sini sampai anak itu lahir! untuk masalah lainnya terserah Manuel dan Valerie!"
pria tua itu pergi begitu saja, kini giliran sang ibu yang mendekat ke arah Manuel "kenapa kamu berbuat seperti ini nak?kamu membenci papamu karena dia mengkhianatiku dan memilih wanita lain tapi apa yang kamu lakukan sekarang hah! kamu sama saja seperti dirinya El! Mama sungguh kecewa padamu!" Melisa seorang ibu yang pernah mengalami hal itu pasti merasa kecewa apalagi kini sang anak pun melakukan hal yang sama seperti suaminya lakukan dulu.
"Mama tenang iya,"Aiden memeluk sang mama dari samping berharap sang mama tidak terbawa emosi yang akan membuat kadar gulanya naik.
"dan kamu Anita! kamu bisa tinggal disini tapi ingat status kamu jangan sampai kamu kelewat batas!" titah Melisa sebelum dirinya di bawa Aiden kembali ke dalam kamar.
Suasana semakin sepi, hanya Isak tangis Anita yang masih memohon pada Manuel agar mau menikahi dirinya"sampai kapanpun aku tidak akan pernah menikahi mu Anita! dan aku tidak percaya jika kamu mengandung anakku! tidak akan pernah!" sambil mencengkram rahang Anita dengan kuat.
Manuel kembali ke dalam kamar untuk kembali menemui Valerie yang saat ini sudah mengemasi barang-barang miliknya"mau kemana kamu!" Hardik Manuel saat Valerie akan pergi membawa koper miliknya, nyali Valerie langsung menciut apalagi tatapan Manuel begitu menyeramkan padanya.
"aku,, aku tentu saja ingin pergi dari sini!" dengan sekuat tenaga dia akhirnya berhasil mengutarakan maksudnya.
Manuel menutup pintu dengan keras, Valerie pun kaget, perlahan dia mencari tempat agar jauh dari dari Manuel yang kini semakin mendekat ke arahnya.
"aku tidak akan membiarkanmu pergi Valerie! kamu boleh memukulku memakiku tapi jangan pergi tinggalkan ku Valerie" Manuel memeluk erat tubuh Valerie yang saat ini merasa heran dengan sikap Manuel padanya"apa ini hanya akal-akalannya saja! supaya aku luluh!" pikir Valerie.
"lepas Manu!" bentak Valerie sambil mendorong tubuh Manuel dari dirinya.
Manuel segera menyeka rembesan air mata dari wajahnya, itu sangat jarang dilihat oleh Valerie.
"dia benar-benar bersedih! seperti waktu itu!" raut wajah, ekspresi yang di tampilkan Manuel saat ini persis sama pada waktu Valerie keguguran.
Valerie memalingkan wajah tak ingin dirinya terperangkap lagi oleh tipu daya Manuel.
"aku ingin pulang Manuel! dan segera ceraikan diriku!" ucapan Valerie terdengar tegas tapi Manuel hanya menyeringai.
"atas dasar apa kamu meminta cerai Valerie?" tandas Manuel.
"kamu sudah berselingkuh Manuel! bahkan dia sampai hamil!" terang Valerie.
Manuel terkekeh mendengarnya" oke aku salah aku memang beberapa kali berhubungan dengan Anita! tapi bukankah kamu juga sudah tahu wahai istriku!"
"apa maksud kamu Manu?" Valerie merasa gugup takut jika Manuel telah mengetahui rencana miliknya.
"jangan berpura-pura lagi Valerie! aku tahu kamu meminta Aiden mengawasi Anita kan?kamu juga pasti tahu siapa ayah dari anak yang di kandung Anita!sedari awal aku sudah tahu hanya ingin tahu apa rencana kamu! kamu ingin lepas dari ku tidak semuda itu Valerie! jadi urungkan saja niatmu itu!"
"tapi tetap saja kamu selingkuh!" Manuel kembali mendekat"aku selingkuh karena aku takut menyakitimu sayang! kamu tahukan seperti apa diriku! makanya aku mencari pelampiasan lain tapi tenang saja ini untuk yang terakhir kali"sambil mengelus pipi Valerie tapi segera di hempaskan oleh Valerie yang kini menatap jijik pada Manuel.
__ADS_1
"brengsek!"umpat Valerie lalu pergi keluar kamar.