Toxic Relationship With My Ex Boyfriend

Toxic Relationship With My Ex Boyfriend
episode 31


__ADS_3

Dua orang pria duduk berhadapan satu sama lain di sebuah cafe , mereka adalah dua orang yang tidak saling mengenal tapi mereka memiliki tujuan yang sama yaitu memenangkan hati dari seorang wanita bernama Valerie Wilson .


dua orang ini memiliki pasion yang berbeda , salah satunya dari mereka seorang pekerja keras dan sebentar lagi akan menjadi pewaris dari Gultom grup , pria yang mapan dengan usia yang sudah matang untuk menikah , sedangkan yang satunya seorang anak dari dokter bedah ternama di kota itu yang memiliki sebuah rumah sakit besar dan beberapa pabrik obat-obatan , pria ini juga peraih gelar profesor di usianya yang masih muda, dia baru saja kembali dari luar negeri beberapa bulan yang lalu dan bekerja di rumah sakit milik sang ayah .


Awalnya mereka tidak sengaja saling bertemu saat Malvin mengantar Valerie ke kantor , saat itu Manuel juga berada di sana melihat wanita pujaannya keluar dari mobil pria lain , Manuel langsung bertindak karena ini masih di wilayah kantor Manuel harus bisa menahan diri jadi dia memutuskan mengajak Malvin untuk berbincang-bincang di sebuah cafe terdekat dari kantor . Malvin juga tak merasa keberatan karena Manuel mengajaknya dengan cara yang sopan apalagi menyangkut Valerie .


" bisa ikut sebentar dengan ku ? sepertinya ada beberapa hal yang perlu kita bahas tentang Valerie " ajak Manuel , Malvin pun setuju .


Hingga kini mereka masih menutup mulut belum ada yang memulai pembicaraan, tiba-tiba Manuel menghela nafasnya lalu berkata " mungkin kamu sudah tahu tentang diriku dari Valerie , jadi aku tak perlu memperkenalkan diriku lagi " kata Manuel membuka pembicaraan .


Malvin menjawab " benar dia memang menceritakannya padaku tentang bagaimana perlakuan Anda, dan karena itulah dia mengalami kondisi seperti ini , bisakah Anda tidak mengganggu nya lagi? biarkan dia menjalani kehidupannya yang sekarang tanpa anda yang hanya masa lalu buruk baginya " Manuel seakan merasa tersinggung tapi dia masih bisa menahan emosi .


" saya tahu kamu memang dokter yang menangani Valerie dia sendiri yang memberitahuku jika kalian hanya seorang pasien dan dokter saja, lalu mengapa dokter ini malah mengatur kehidupan pasien bukan fokus pada mengobati penyakit pasien ? apa dokter memiliki perasaan pada Valerie ?" tanya Manuel .


Malvin tersenyum lalu berkata " benar saya akui saya memiliki perasaan terhadapnya , dia wanita yang baik , cantik dan juga memiliki karir yang bagus pasti banyak juga pria yang mendekatinya ? lagipula sekarang dia tidak sedang menjalin hubungan dengan pria manapun , bukankah itu wajar jika saya menyukainya?tidak seperti seseorang yang belum sadar diri kalo sudah di tinggalkan " skakmat dari Malvin membuat Manuel mengangkat alisnya " kamu boleh saja menyukainya tapi ingatlah selamanya aku tidak akan membiarkan Valerie bersama pria lain , apalagi dengan dirimu " Manuel berdiri dan kembali berkata " kau tahu kemarin malam saat kami pergi berdua , Valerie telah bersedia menerima ku kembali, jadi kamu yang seorang dokter fokus saja mengobatinya jangan berharap lebih " seringai Manuel lalu pergi meninggalkan Malvin .


" apa yang di katakan dia barusan benar ? aku tak percaya jika Valerie bisa mengambil keputusan semacam itu ! aku harus menanyakannya langsung " pikir Malvin.


Di saat pulang kantor Valerie berjalan sendirian keluar kantor, sebelumnya Malvin mengirim pesan untuk menjemputnya namun Valerie menolak karena dia ingin pergi berbelanja,


saat akan memesan taxi , tiba-tiba mobil spot berwarna hitam berhenti di depannya , ternyata itu Manuel .


" naiklah aku akan mengantar kamu pulang " ajak Manuel .


" tidak perlu aku masih ingin pergi membeli sesuatu " tolak Valerie .


" aku akan mengantarmu , tolong jangan menolak Valerie " dengan berat hati akhirnya Valerie naik kedalam mobil Manuel . sesuai janji Manuel mengantar Valerie ke toko make up , Manuel juga ikut masuk ke dalam bersama Valerie, saat itu Valerie mencoba sebuah lip tint keluaran baru pada bibir nya .


" apakah bagus tanya Valerie pada Manuel karena dia terbiasa berbelanja dengan Sila dan juga meminta pendapat Sila , jadi dia tidak sadar bertanya pada Manuel " kamu terlihat cantik " jawab Manuel .


Setelah selesai berbelanja, Manuel mengajak Valerie makan malam namun Valerie menolak karena dia masih menjalani diet .


di jalan keduanya jarang mengobrol , hingga Manuel bertanya " apa Anita membuat masalah padamu ?" tanya Manuel .

__ADS_1


Valerie menoleh ke arah Manuel " apa dia tahu tentang kejadian semalam ?" batin Valerie .


" mengapa kamu bertanya seperti itu ?" selidik Valerie .


" saat kita pergi makan malam berdua, Anita datang ke apartemenku dan dia melihat foto mu di dalam kamar jadi dia marah" jelas Manuel .


" jadi karena itu tadi malam dia memberiku obat bius ?" Valerie langsung tahu alasan di balik perlakuan Anita padanya .


Valerie tidak habis pikir, dia rela mengorbankan dirinya untuk membantu temannya sendiri tapi nyatanya temannya malah menganggapnya sebagai musuh .


" obat bius ? maksud kamu apa val?" tanya Manuel segera menghentikan mobilnya ke tepi .


Akhirnya Valerie menceritakan kronologi kejadian tersebut pada Manuel .


" aishh sudah berapa kali aku bilang jangan pergi ke tempat seperti itu mengapa kamu masih pergi ke sana ? kamu itu tidak bisa minum banyak " Manuel memarahi Valerie , karena sedari dulu Manuel memang melarang pergi Valerie ke tempat seperti itu saat di ajak temannya , tapi Manuel akan mengijinkannya jika dia pergi bersama dengannya .


" iya karena aku juga takut jika Anita pergi sendirian ke sana ? dia kan begitu polos " Manuel tertawa mendengar Valerie.


Valerie hanya mengangguk .


ponsel Manuel berdering , tertulis nama Anita di layarnya , Manuel langsung mematikan panggilan Anita , namun Anita terus saja menghubungi Manuel .


" angkatlah dulu siapa tahu penting " kata Valerie yang merasa terganggu dengan bunyi ponsel Manuel . Manuel pun segera mengangkatnya .


Manuel juga meloundspeaker suara Anita agar Valerie mendengarnya , saat itu Valerie begitu kesal pada Anita yang memfitnah dirinya menggoda Robby dan Aiden " jadi dia yang selama ini membuat rumor di kantor " Valerie merasa geram pada Anita melihat ekspresi Valerie yang kesal Manuel langsung mematikan ponselnya .


" aku tidak menyangka orang yang aku anggap teman baik malah berbuat seperti ini padaku " gerutu Valerie .


" mungkin dia iri padamu sudahlah masalah Anita biar aku yang urus " ujar Manuel . " tidak , ini urusan ku dengannya biar aku saja yang mengatasinya " jawab Valerie pada Manuel .


kini giliran ponsel Valerie yang berdering , panggilan itu juga berasal dari Anita yang memintanya bertemu di kosan Anita , Anita beralasan jika badannya sakit dan butuh bantuan Valerie untuk membawanya ke rumah sakit .


disinilah terlintas sebuah ide gila dalam benak Valerie , akhirnya Valerie pun meminta Manuel ke tempat tinggal Anita .

__ADS_1


tentu saja Manuel tidak keberatan karena dia juga ingin membuat Anita menyerah pada dirinya .


tiba di kosan Anita, Valerie mengetuk pintu kamar Anita , beberapa saat Anita keluar dari kamar dan langsung menangis di hadapan Valerie dan menceritakan masalah nya dengan Manuel , Anita sengaja memancing Valerie agar menceritakan apa yang dia alami bersama Noel semalam .


namun tiba-tiba saja Manuel berada tepat di belakang Valerie , membuat Anita syok .


" ka kalian " menatap Valerie dan Manuel bergantian, apalagi saat ini Manuel memeluk pinggang Valerie .


" ada apa nit? oh iya bukannya kamu tadi berkata jika Manuel meninggalkan mu Karena telah di goda oleh seorang wanita jelek dan murahan ? apa yang kamu maksud adalah diriku ? " sindir Valerie .


melihat Valerie marah Manuel malah tersenyum.


Anita tak bisa menjawab , dia malah menangis dan mencoba memukul Valerie namun di halangi oleh Manuel " kamu tega El, jika kamu tidak mencintai ku mengapa kamu mengenalkan ku pada keluargamu hah? " teriak Anita , membuat Valerie tersenyum tipis namun di hatinya ada rasa cemburu karena sedari dulu Manuel tidak pernah mengatakan tentang keluarganya , dia hanya tahu tentang Aiden saja .


Anita berteriak dan mengatakan semuanya perkataan kotor nya pada keduanya , Valerie sangat kesal mendengarnya bahkan dia mengatakan jika merebut Manuel dari dirinya .


Valerie pun mendekat pada Manuel dan segera mencium Manuel tepat di hadapan Anita , Manuel memeluk tubuh valerie erat , dan membuat Anita semakin histeris , Valerie melepaskan ciuman itu dan tersenyum puas .


" seperti kamu mempermainkan pertemanan kita , memberikan obat pada minumanku dan menyuruh temanmu untuk melecehkan aku ! sekarang aku juga akan mempermainkan mu Anita , kamu mengatakan aku merebut Manuel darimu ? jelas kamu tahu tanpa aku merebutnya pun Manuel akan kembali lagi padaku ! sedangkan kamu sendiri harus berkaca sebab yang pertama menjadi orang ketiga dalam hubunganku dan Manuel itu kamu , jadi jika sekarang aku kembali bersama dengan Manuel kamu tidak pantas mengatakan itu pada ku " kata Valerie kemudian pergi keluar dari tempat Anita .


" hosh hosh " nafas Valerie menjadi cepat dan detak jantungnya juga , di dalam sana ingin rasanya Valerie mencakar menjambak rambut Anita untuk melampiaskannya tapi dia tidak melakukannya karena apa bedanya dirinya dan Anita . " kamu gak apa-apa" tanya Manuel , Valerie menjawab " gak kok, ayo pulang " ajak Valerie .


setibanya di rumah , sebelum Valerie turun .


" yang tadi kamu katakan benar kan" tanya Manuel memastikan .


" yang mana ?" tanya Valerie .


" saat di tempat Anita ? kamu menerima ku lagi val ?" tanya Manuel .


Valerie ingat namun sebenarnya dia hanya menggunakan Manuel untuk mempermainkan Anita tapi Manuel pasti tidak akan terima jika tahu alasan sebenarnya , untuk saat ini terpaksa dia harus berbohong " iya " jawab Valerie cepat dirinya langsung keluar dari mobil Manuel dan masuk kedalam rumah .


di dalam mobil Manuel merasa senang dia kembali ke apartemennya dengan hati yang berbunga - bunga.

__ADS_1


__ADS_2