
Valerie kembali ke dalam untuk mencari Manuel tapi langkahnya terhenti melihat Malvin ada di depannya dan memberikan secarik kertas pada Valerie " ini resep obat untukmu jika kamu masih merasa takut tapi aku harap kamu tidak meminum nya " " karena aku ingin kamu bahagia Valerie " Malvin pun pergi setelah memberikan kertas itu pada Valerie .
" terima kasih " ucap Valerie " Malvin tersenyum dan melambaikan tangannya tanpa menoleh ke arah Valerie .
" aku tidak bisa berada di samping mu lagi Valerie hanya itu yang bisa aku lakukan untuk mu" pikir Malvin .
Valerie begitu senang karena Malvin masih peduli padanya sambil melihat tulisan tangan Malvin entah mengapa rasa cemas dan ketakutan nya jadi hilang setelah melihat tulisan Malvin .
" sepertinya aku memang tidak perlu meminum nya karena melihat tulisanmu saja hatiku merasa tenang Vin " Valerie menyimpan rapat resep obat yang di berikan Malvin padanya di dalam tas kecil miliknya .
Sekian lama mencari akhirnya dia berhasil menemukan sang suami yang saat ini sedang berdiri sambil mengamati suasana pesta itu " Manu ayo kita pulang" sontak membuatnya kaget karena tiba-tiba saja Valerie berada di sampingnya " sayang kamu mengagetkan ku saja " Valerie hanya tersenyum menatap Manuel , Manuel merasa jika suasana hati Valerie lebih baik juga merasa senang " kamu mau pulang ? " Valerie hanya mengangguk .
" baiklah tapi kita harus berpamitan dulu ke yang lain " Manuel mengajak Valerie sambil menggandeng tangannya untuk berpamitan kepada Andre dan yang lainnya .
tapi sebelum itu terjadi tiba-tiba saja Valerie merasa pusing dan lemas hingga
bruk
Valerie ambruk begitu saja para undangan dan keluarga yang melihatnya langsung mendekat ke arah Valerie sedang kan Manuel langsung menggendong tubuh istrinya itu , Sila yang juga seorang dokter apalagi melihat Valerie tiba-tiba pingsan pun mengikuti Manuel yang saat ini membawanya ke ruangan istirahat yang di sediakan di tempat itu .
Manuel dengan pelan merebahkan tubuh Valerie di atas sofa , Sila yang menyusul Manuel segera memeriksa keadaan sahabatnya untung saja Sila selalu membawa alat medisnya kemanapun untuk berjaga - jaga .
" bagaimana kondisi Valerie ?" tanya Manuel dengan cemas.
Sila hanya menghela nafasnya " dia baik - baik saja" jawab Sila tapi raut wajah Sila membuat Manuel tidak percaya .
" kamu tidak berbohongkan ?" tanya Manuel .
__ADS_1
Valerie tersadar dari pingsannya dan mencoba untuk bangun . Manuel dan Sila segera membantu Valerie dan yang memberikan air putih untuk di minum .
" masih pusing ?" tanya Sila , Valerie hanya mengangguk pelan .
" besok kamu datanglah ke tempat ku kita akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut" perkataan Sila membuat Manuel semakin khawatir pada istrinya"tadi kamu bilang dia baik- baik saja tapi kenapa harus ada pemeriksaan lagi ? " Manuel menjadi emosi .
Sila kembali menghela nafasnya " tentu saja Valerie baik - baik saja tapi kita perlu memastikan dengan benar kondisi janin yang ada di dalam rahimnya " Valerie yang mendengar pernyataan sahabatnya itu jadi kaget " maksud mu istriku hamil ?" Manuel berbinar mendengar nya apalagi perkataan Sila begitu meyakinkan .
Valerie meraba perut nya , air matanya menetes dia tak menyangka jika dia sekarang akan menjadi seorang ibu , Valerie begitu bahagia atas kehamilannya dan Manuel juga sangat bahagia sambil memeluk sang istri " akhirnya kita akan memiliki bayi " tapi Sila hanya menatap penuh arti pada Valerie entah mengapa Sila tidak begitu senang akan kehamilan sahabatnya .
Keluarga Manuel dan Valerie menghampiri mereka dan tentu saja mereka semua begitu gembira mendapat kabar tentang kehamilan Valerie .
keesokan harinya Manuel begitu antusias untuk mengantar Valerie ke rumah sakit tapi Valerie menolak " Aku bisa pergi sendiri Manu , kamu pergi kerja saja iya , hari ini kan ada rapat penting " jelas Valerie , membuat raut muka sang suami kesal Valerie perlahan mendekat ke arah Manuel meyakinkan suaminya " aku tahu kamu khawatir tapi apa kamu bisa percaya padamu ku Manu, aku pasti akan menjaga diri dengan baik " jelas Valerie " tapi alasan ku ingin menemani mu bukan itu saja , aku juga ingin tahu kondisi bayi kita " sambil meraba perut Valerie .
" dan juga aku tidak ingin kamu bertemu dengan Malvin " batin Manuel .
" oh begitu , baiklah kita akan bertemu di rumah sakit nanti jika kamu sudah selesai rapat iya, aku akan meminta Sila menunggu diriku " ucap Valerie membuat Manuel setuju .
Tak selang beberapa menit dari keberangkatan sang suami Valerie juga keluar untuk menemui Sila .
sebelum menemui Sila , Valerie mampir ketempat makan yang dia kunjungi pertama kali bersama Malvin , Valerie memesan dua minuman untuk dia bawa pada Sila .
Valerie tiba di rumah sakit tempat dimana Sila bekerja dan juga tempat yang sama di mana Malvin berada , saat di jalan dia kembali berpapasan dengan perawat yang beberapa waktu lalu dia temui " mau bertemu dengan dokter Malvin? sayang sekali dokter Malvin baru saja pergi dengan seorang wanita mereka terlihat sangat mesra " kata sang perawat dengan tatapan mengejek .
dengan tenang Valerie menjawab " tidak, saya ingin bertemu dengan teman saya dokter Sila "
setibanya Valerie di tempat Sila yang sudah lama menunggu dirinya , segera Valerie meluapkan kekesalannya itu " dia kira dia siapa ! apa hubungan nya Malvin pergi dengan siapa ?mengapa harus memberitahukannya padaku ?" sambil meremas gelas kopinya untung saja gelas itu sudah kosong .
__ADS_1
" kamu kenapa Valerie? baru datang kok sudah kesal apa ada orang yang mengganggu mu ?"
" itu tadi aku bertemu dengan seorang perawat yang menyebalkan ahh tapi sudahlah tidak perlu di bahas lagi " Valerie duduk di bangku yang sudah di sediakan .
" Val, kamu tahu mengapa aku meminta mu datang kemari ?" " tentu saja untuk memeriksa janinku " Sila menghela nafas kasar " ok baiklah , sebelum kita mulai pemeriksaan nya kamu harus jawab yang jujur pertanyaan ku " Valerie mengangguk paham .
" sejak kapan kamu tidak datang bulan ? " Valerie mencoba mengingat - ingat karena selama beberapa bulan ini siklus haidnya tidak lancar mungkin karena pekerjaannya yang begitu padat .
" entahlah mungkin dua bulan lebih " jawab Valerie asal . Sila menyuruh Valerie untuk pergi ke ruang pemeriksaan di sana ada sebuah tempat tidur khusus untuk pemeriksaan genital .
" ohh iya Valerie tadi kamu habis minum banyak kan? " Valerie mengangguk
" oke kita akan mulai pemeriksaan sebelum itu kamu lepas ****** ***** mu lalu tidur lah dan berbaringlah di tempat tidur dengan posisi kedua kaki di tekuk dan terbuka " Valerie menurut perintah dari sahabatnya meski dirinya sedikit merasa malu " kita akan melakukan USG transvaginal jadi setelah ini aku akan memasukkan sebuah tranduser yang dapat melihat kedalam bagian rahim mu untuk mengetahui kondisi janin dan usia janin di dalam perut mu , kamu tidak masalah kan ? " jelas Sila.
" tentu saja tidak " jawab Valerie terdengar gugup .
" rileks saja Valerie " Sila berusaha menenangkan Valerie agar tidak gugup . Sila mulai melakukan pemeriksaan dengan pelan dan Valerie berusaha menahan suaranya saat benda itu di masukkan ke dalam rahim miliknya , Sila melihat ke arah layar yang menampilkan janin yang ada di dalam tubuh Valerie " sepertinya janinnya terlihat sehat tapi untuk hasil yang baik dan lebih akurat kita akan menunggu sehari setelah hasil pemeriksaannya keluar " Sila menyudahi pemeriksaan tersebut dan Valerie pun merapikan dirinya .
" jadi aku harus datang lagi kesini besok ? " tanya Valerie
" besok aku mulai cuti untuk bulan madu Valerie tapi untuk hasil pemeriksaan nanti aku akan kirim kan langsung padamu oh iya aku punya satu pertanyaan lagi buatmu tapi aku harap kamu tidak tersinggung "
" pertanyaan apa? " tanya Valerie
" apa saat kamu dan Malvin berhubungan kalian memakai pengaman ?" tanya Sila tiba-tiba membuat Valerie jadi sadar jika dia beberapa kali berhubungan dengan Malvin tanpa pengaman .
" tidak " jawab Valerie
__ADS_1
" berdasarkan dari hasil penilaian dan pengalaman ku selama menjadi dokter usia kandungan mu itu memasuki Minggu ke 10 sedangkan pernikahan mu dengan Manuel baru sekitar 7 Minggu tapi semoga saja penilaian ku itu salah " Valerie menjadi khawatir mendengar perkataan sahabatnya " Sila , tolong jangan kirimkan hasil pemeriksaan ke rumah ku iya cukup kamu hubungi diriku aku pasti percaya dengan mu " pinta Valerie dia harus berjaga-jaga takutnya perkataan Sila memang benar adanya , Valerie takut Manuel marah dan mencoba mencelakai janin yang ada di dalam perutnya kini " tapi Valerie jika seandainya janin itu milik Malvin kamu akan bagaimana ? apa kamu akan memberitahu Malvin ? " Valerie menggeleng dan wajahnya terlihat murung .
" iya semoga saja perkiraanku itu salah " Valerie keluar dari ruangan Sila dengan wajah yang suram dia takut jika perkataan Sila benar terjadi bagaimana dia bisa menjelaskan semuanya pada Manuel dan keluarganya . tanpa dia sadari dia malah menuju ke arah ruangan tempat Malvin .