
"kamu mau ngomong apa sih sila? kenapa harus cari tempat di luar?" tanya Valerie.
"em, aku mau bahas soal masalah kandungan kamu val!" jawab sila langsung.
"emang kenapa dengan kandunganku? apa ada masalah?" tanya Valerie.
"gak ada sih malah kabar baik, karena kamu mengandung bayi kembar!" sontak valerie langsung memeluk sahabatnya itu.
"benaran kamu!" Valerie nampak masih tidak percaya.
"benar lah, ini bisa jadi alasan kuat saat keluarga Kenzo mulai curiga dengan perut kamu yang semakin membesar!" terang sila, namun Valerie tetap merasa sedih lantaran ayah kandung dari bayi yang di kandungnya tidak mengetahui hal ini.
"kamu kok bengong?" tanya Sila.
"aku lagi mikir aja sil, kabar gembira seperti ini seharusnya aku senang tapi bagaimana aku bisa senang jika ayah mereka aja gak tau tentang keberadaan mereka!" Valerie mulai menangis, sila langsung memeluk sahabatnya itu.
"tenanglah Val, suatu saat dia akan tahu kok!" jawab sila malah membuat Valerie semakin sedih.
"pasti dia akan sedih saat tahu anaknya malah diakui anak orang lain, dan saat semuanya terbongkar bagaimana aku harus menjelaskannya pada keluarga ku sil! aku takut Sil, aku sudah mulai berbohong dan kini harus menambah satu kebohongan lagi!" ungkap Valerie.
hingga sore Valerie baru pulang menghabiskan waktu bersama sila,
namun sang suami tak kunjung pulang.
"kamu habis dari mana saja?" tanya Valerie mendapati Manuel yang pulang larut lagi.
"iya habis kerja lah!" jawab Manuel sambil melepas kemeja miliknya lalu bergegas menuju ke dalam kamar mandi sebelum Valerie menghalangi.
__ADS_1
Valerie berdecak kesal dengan sikap Manuel yang seakan kembali seperti sebelumnya saat mereka tinggal bersama dulu.
"tenang saja sayang, mama gak akan biarin kamu di rawat oleh pria seperti dia! Mama yakin kita akan kembali berkumpul dengan papa kandungmu secepatnya!" sambil mengelus perutnya.
Valerie terus menunggu Manuel hingga dia selesai mandi"tumben banget langsung mandi! enggak kangen sama aku?" tutur Valerie, Manuel tersenyum tipis dan mengecup bibir Valerie, Valerie berusaha bersikap biasa namun dalam hati dia tidak tahan lagi jika harus bersandiwara untuk berpura-pura mencintai pria yang di gadang-gadang sebagai suami ini.
"maaf sayang, aku tadi udah gerah banget makanya langsung pergi mandi?" seraya mengelus rambut Valerie namun langsung di tepis oleh Valerie, Valerie menekan tubuh Manuel hingga dia terbaring di ranjang empuk miliknya, Valerie memainkan jari lentiknya berputar diarea bidang Manuel membuat Manuel memejamkan matanya, Valerie memang berniat memancing Manuel dan ingin tahu responnya seperti apa"kamu sudah lama tidak pernah menyentuhku Manu?apa karena aku hamil? atau karena kamu sudah bosan denganku? atau kamu punya simpanan?" pertanyaan Valerie membuat Manuel agak gugup namun dia segera tenang kembali dan berkata"sayang, kamu tahukan aku sangat menantikan kehamilanmu selama beberapa tahun ini! aku tidak ingin kejadian waktu itu terulang lagi! aku tidak ingin kehilangan anak kita lagi val?"jelas Manuel sambil mengelus perut Valerie.
"benarkah hanya itu?tapi kenapa kamu harus berbohong Manu? jelas papa dan Aiden bilang kamu tidak masuk kantor hari ini?" Manuel langsung menjadi gagap.
"dulu kamu begitu menginginkanku, kamu janji akan berubah tapi aku akan sangat kecewa jika kamu mengingkari janjimu lagi Manu! jika dulu aku bisa pergi meninggalkanmu maka sekarang pun aku juga bisa melakukannya!" bisik Valerie pada telinga Manuel.
"dengarkan penjelasan ku val, aku tidak bermaksud membohongi dirimu, aku hanya ada urusan lain di luar kantor! kamu tahu kan aku juga punya usaha sendiri selain perusahan papa!" kilah Manuel yang nyatanya dia pergi bersama Anita ke sebuah hotel.
"benarkah! kali ini aku akan percaya tapi jika aku tahu kamu kembali bertingkah jangan pernah berharap aku memaafkanmu lagi!" Valerie langsung membelakangi Manuel sedangkan Manuel memeluk pinggang Valerie erat, dan menciumi pundak Valerie.
"aku benar-benar tidak melakukan hal semacam itu lagi val, tolong kamu jangan marah iya!"
"Valerie sudah mulai curiga aku harus lebih berhati-hati saat bertemu dengan Anita"pikir Manuel.
hari berikutnya Manuel mencoba mendekati Valerie namun Valerie memasang muka enggan meladeni Manuel, saat Manuel akan pergi bekerja pun Valerie masih belum keluar dari dalam kamar mandi.
"duh! aku sudah tidak kuat lagi jika harus memainkan drama kehidupan suami istri romantis ini! bikin eneg aja!" gumamnya sambil berkaca dan merapikan rambutnya.
"sayang, masih lama mandinya? aku udah hampir telat loh!" teriak Manuel di luar,
"aduh perut aku sakit Manu! masih mules! gak perlu nungguin aku!" jawab Valerie uang tentu saja berbohong.
__ADS_1
"tapi kamu gak apa-apa kan?" tanya Manuel khawatir.
"enggak kok, cuma masalah biasa aja!"lega mendengar jawaban Valerie, Manuel langsung berangkat lebih dulu ke kantor tanpa ritual cium kening sang istri.
Di rasa Manuel sudah pergi Valerie langsung keluar dari kamar dan menuju dapur sayang Aiden ada di sana sedang mengambil air minum.
"tumben gak ngantar El sampai depan rumah!" tanya Aiden.
"gak lagi males!" jawab Valerie sambil menyeduh susu hamil miliknya.
"kalau males kenapa gak tinggalin dia aja! aku bisa kok bahagian kamu lebih dari dia!" Valerie langsung tersedak mendengar ucapan Aiden.
"den, jangan mengada-ada kamu!" sambil mengelap tumpahan susu di meja.
"aku serius Val, jika kamu takut dengan El, aku bisa membawa kamu pergi dari sini! kita mulai kehidupan baru kita!" dengan raut wajah serius.
"sudah berapa kali aku bilang aku gak bisa Aiden! aku gak bisa nerima kamu!" Valerie mencoba menghindar saat Aiden mendekatinya, Aiden memegang bahu Valerie, Aiden menatap valerie dengan tatapan sendu" kenapa kamu gak bisa menerimaku? apa karena kamu masih mencintai El? atau karena aku adalah adiknya?"Aiden menantikan jawaban dari Valerie.
"meskipun kamu bukan adik Manu tapi hatiku sudah ada pemiliknya Aiden hanya dia yang aku cintai saat ini!" sambil menekan dadanya yang sakit saat dirinya kembali mengingat Malvin yang kini pergi meninggal dirinya sama seperti Adam dulu.
"Aiden, tolong jangan buat hubungan kita jauh hanya karena perasaan kamu padaku! aku sudah menganggap kamu seperti saudaraku sendiri Aiden," mata Valerie mulai berkaca-kaca begitu pula Aiden yang kini melepaskan pegangan pada bahu Valerie.
"apa dia pria yang pernah aku temui saat di pesta perusahaan?" Valerie langsung tersentak namun dia hanya diam, Aiden memeluk tubuh Valerie"syukurlah, aku hanya takut kamu masih menaruh perasaan pada El yang jelas terus menyakitimu Val," Aiden memang sudah mengetahui hubungan gelap Manuel dan Anita tapi sang ayah malah menyuruh Aiden bungkam lantaran sang ayah takut jika kesalahan Manuel yang berselingkuh akan mempengaruhi kerjasamanya dengan ayah Valerie.
"maksud kamu?" Valerie penasaran dengan perkataan Aiden namun Aiden berkilah"maksud aku, aku takut kamu mudah memaafkan dirinya setelah apa yang dia lakukan padamu Val, aku gak terima setidaknya dia harus mendapat pelajar agar dia merasa kapok!"
"jangan bohong Aiden, aku tahu kamu tidak pandai berbohong! apa kamu tahu jika Manuel kembali bertingkah?" Valerie terus mendesak Aiden hingga akhirnya Aiden berkata jujur kepada Valerie, jelas Valerie senang karena dia bisa mendapat alasan untuk berpisah dari Manuel tapi dia juga merasa kecewa karena ayah mertuanya malah berusaha menutupi perselingkuhan Manuel hanya demi sebuah keuntungan.
__ADS_1
"makasih iya Aiden, dengan begini aku tahu apa yang harus aku lakukan pada mereka berdua!" sambil tersenyum penuh maksud.
"jika kamu perlu bantuan dari aku selalu siap kapanpun Val?" Aiden menyanggupi akan membantu Valerie sebab dia tidak ingin orang yang dikasihinya harus menderita demi keegoisan sang kakak dan keserakahan sang ayah yang menurut aiden sudah keterlaluan.