Toxic Relationship With My Ex Boyfriend

Toxic Relationship With My Ex Boyfriend
episode 24


__ADS_3

Valerie meregangkan tubuhnya tatkala waktu pulang kantor sudah tiba, seusai membereskan meja kerjanya, Valerie segera bergegas pulang bersama karyawan lain , Anita menghampiri Valerie " RI nanti malam ada acara tidak? " tanya Anita


" em sepertinya ada, memang kenapa nit ? " jawab valerie sambil berjalan ..


" iya padahal aku ingin mengajak mu pergi menemui El? aku ingin diam- diam pergi ke tempatnya karena aku merasa dia menyembunyikan sesuatu ? atau mungkin dia memiliki wanita lain" Valerie terdiam , dia takut Anita mengetahui jika dirinya akan pergi bersama Manuel , itu akan membuat Anita sakit hati nantinya.


" berfikir positif saja nit, selama tiga tahun bersama dia tak pernah mengkhianatimu kan berarti dia sangat mencintaimu jadi jangan terlalu banyak berfikir " valerie mencoba menghilangkan kecurigaan Anita pada Manuel .


" andai saja kamu tahu yang sebenarnya Anita " batin Valerie .


Malvin sudah menunggu Valerie lama , melihat Valerie sudah berjalan ke arahnya Malvin berinisiatif memanggil Valerie " Valerie " sapa Malvin , membuat beberapa teman Valerie ikut mendengarnya dan sil Malvin menjadi pusat perhatian .


" Ri, sepertinya pacarmu sudah menunggu dirimu " anita lalu pergi meninggalkan Valerie , Valerie berjalan pelan menghampiri Malvin dalam hati " aku harus bagaimana menjelaskan pada Malvin ?"


" ayo naik" ajak Malvin , saat keduanya sudah berada di dalam mobil .


" Malvin , maaf iya karena tidak bisa membalas pesan mu aku " belum sempat Valerie menyelesaikan perkataanya Malvin segera menjawab " tak apa, sila sudah menceritakan semuanya padaku , dia juga bilang kamu akan pergi makan malam dengannya " dengan raut wajah yang kecewa Malvin menyetir mobilnya dengan kecepatan sedang .


" aku harus bagaimana Vin? aku takut " keluh Valerie . sambil mengemudikan mobilnya sebelah tangan Malvin menggenggam tangan Valerie .


" kamu tenang saja kan ada aku " jelas Malvin menenangkan Valerie ,


detak jantung Valerie berdetak cepat sudah lama dia tak merasakan perasaan yang dulu dia rasakan saat pertama jatuh cinta " Valerie harus tenang , kamu sudah memiliki janji dengan Adam untuk menunggunya kembali , kamu tidak boleh mengingkarinya Valerie , Adam sudah berkorban banyak untukmu jangan menyakitinya lagi " pikir valerie


" aku tak akan membiarkan mu bersama pria seperti dia Valerie , kamu layak untuk bahagia " sambung Malvin masih tetap pada posisinya .


Entah mengapa setelah Malvin berbicara seperti itu Valerie merasa semakin bingung .

__ADS_1


" jika Malvin terus seperti ini aku akan berpaling darimu Adam , kamu harus segera kembali " batin Valerie .


jalanan begitu macet , suasana menjadi semakin canggung diantara Valerie dan Malvin , apalagi Malvin tak pernah melepaskan genggaman tangannya pada Valerie , Valerie terkadang menatap Malvin dan beralih menatap kedua tangan yang saling menggenggam erat . Valerie bisa saja melepaskannya tapi dirinya seakan enggan melakukannya , begitupula Malvin yang masih setia menggenggam erat tangan valerie yang hangat dan halus itu .


drtt drrt suara ponsel Malvin


mau tak mau Malvin melepaskan tangan Valerie , dan mengambil ponsel dari saku celana, Malvin sibuk berbicara dengan si penelpon sedang kan Valerie melihat kendaraan yang juga terkena macet dari arah jendela mobil .


Valerie menampilkan senyum tipisnya, muka Valerie juga merona saat mengingat kejadian barusan .


berhasil melewati kemacetan jalan, keduanya sudah tiba dirumah sila ,di sana ada sila yang ternyata sudah pulang dari rumah sakit lebih awal , ketiga nya berbincang tentang masalah yang di hadapi Valerie .


" sebaiknya kamu resign saja dari perusahaan tempat kamu bekerja " sila memberi saran pada Valerie , dirinya tidak ingin Valerie terlibat dalam masa lalu nya .


" tapi kontrakku baru saja di perpanjang , jika aku harus mengundurkan diri aku harus bayar denda juga, aku mana ada uang sebanyak itu " tandas Valerie .


" tenang val masalah itu kamu bisa pinjam punya ku atau Malvin, iya kan vin ?" Malvin mengangguk setuju , Sila masih berusaha meyakinkan Valerie .


" dia sudah mengatakan padaku kemanapun aku pergi dia akan mengejar ku, kalian sendiri yang bilang jika aku harus berani menghadapi rasa takut ku akan masa lalu jadi mengapa sekarang ingin aku pergi " imbuh Valerie .


" karena aku tidak mau kamu dekat dengannya " batin Malvin .


" baiklah jika kamu memang maunya begitu , kami tidak memaksa tapi kamu harus tetap waspada saat berada di dekatnya " kata Malvin sambil mengacak rambut Valerie , membuat Valerie meliriknya dengan tajam dengan wajah cemberut , terlihat menggemaskan di mata Malvin .


ketiga manusia itu sudah mencapai kesepakatan dan juga mereka sudah mempersiapkan rencana untuk mengawasi Valerie dan Manuel yang akan pergi makan malam , dimana Malvin dan sila akan membuntuti keduanya .


malam pun tiba, Valerie telah siap mengenakan rok span panjang dan kaos lengan panjangnya , dia mengikat rambut seperti ekor kuda , baik sial dan Malvin juga sudah bersiap .

__ADS_1


Malvin menatap ke arah Valerie seakan tidak suka dengan penampilan valerie " ada apa?" tanya Valerie .


" aku cemburu, kamu mengatakan tidak mau pergi dengannya tapi lihatlah dirimu, berpenampilan cantik untuk menemuinya " jawab Malvin langsung pada intinya


deg


Valerie seakan merasa bersalah padahal dia dan malvin tidak memiliki hubungan apapun .


" aku tidak berdandan untuk Manuel ! tapi untuk diriku sendiri, bagaimana orang lain memandang ku nanti jika aku terlihat jelek " jawab Valerie


Malvin hanya diam , Valerie mendekat ke arah Malvin mencubit pipi kanan Malvin .


" lucu sekali sih kalau lagi cemburu " goda Valerie , Malvin memegang tangan Valerie mencium punggung tangan Valerie .


" kamu pikir itu lucu? aku sangat cemburu val, mendengar mu pergi dengannya saja aku tidak terima apalagi aku harus melihat kalian bermesraan nanti nya " lirih Malvin .


klakson mobil Manuel berbunyi di luar , Valerie segera pamit kepada Malvin dan Sila , keduanya memberi nasihat agar Valerie tetap tenang karena mereka akan mengawasi Valerie


kini Valerie telah masuk ke dalam mobil Manuel, Manuel terlihat rapi dengan kemeja biru langitnya , jika dulu mungkin Valerie akan memuja pria di sebelahnya saat ini dia hanya diam , keduanya pun berangkat di susul Malvin dan sila yang membuntuti mobil Manuel .


sayang sekali Malvin kehilangan jejak karena tiba-tiba saja ada begitu banyak motor yang melintas di depannya .


Valerie sesekali melihat dari kaca spion , dia tidak melihat mobil Malvin , dirinya menjadi panik , Manuel yang mengetahui semuanya pun berkata dengan santai" ada apa valerie sayang ? kau tak perlu cemas,aku hanya membereskan pengganggu saja , aku ingin makan malam kita berjalan lancar " dengan senyum devilnya.


Valerie menelan salivanya sendiri , dia pun membuka tas namun dia lupa tak membawa ponsel sila .


" kita mau kemana Manu ?" tanya valerie mencoba untuk tetap tenang .

__ADS_1


Manuel tersenyum lalu berkata " ketempat yang akan membuat kamu mengingat kenangan kita sayang " .


Valerie jadi semakin panik karena dia tak tahu dia akan pergi kemana apalagi dia bersama Manuel . Valerie harap Manuel tidak berbuat macam-macam padanya .


__ADS_2