Toxic Relationship With My Ex Boyfriend

Toxic Relationship With My Ex Boyfriend
episode 55


__ADS_3

"kamu habis menangis lagi?" tanya Manuel sambil menyeka pipi valerie yang basah namun Valerie menepis Manuel karena refleks.


Manuel agak geram dengan tingkah Valerie tapi iya dia harus sabar mengingat ini di rumah mertuanya.


"maaf Manu, aku barusan gak sengaja!" timpal Valerie hingga membuat Manuel menghela nafas berat dan menjatuhkan diri di atas tempat tidur.


"oke, aku ngerti kamu pasti rindu sama kamarmu ini! kemarilah!" Valerie duduk di sebelah Manuel yang tengah berbaring.


"bagaimana kondisi calon bayi kita?" mencium sambil mengelus perut Valerie dengan gemas.


"cukup Manu! kamu membuatku geli!"mencoba menjauhkan kepala Manuel dari bagian perutnya.


"jangan larang aku sayang,aku ingin bermain dengannya!" masih terus membelai perut Valerie.


"iya tapi nanti dulu! aku mau bicara sama kamu tentang calon anak kita!" Manuel seketika berhenti dan mendongakkan kepala menatap Valerie yang kini meraba Surai hitam miliknya.


"ada apa dengan calon anak kita?"wajah Manuel mulai terlihat serius.


"em, aku hamil anak kembar Manu!" saking bahagianya Manuel mendengar perkataan Valerie membuat dia semakin tidak percaya"benar yang kamu bilang barusan?kamu tidak bohong kan?" penuh harap, Valerie menggeleng


cup "makasih sayang! aku bahagia sekali mendengarnya!kenapa kamu tidak memberitahu sebelumnya?" tanya Manuel setelah selesai mencumbu Valerie.


"kamu akhir-akhir ini selalu jarang di rumah Manu, dan waktu kita bersama juga berkurang!jadi aku baru bis mengatakannya sekarang!"


kecupan pada kening Valerie dari Manuel karena Manuel sadar jika akhir-akhir ini dia lebih memperhatikan simpanannya di bandingkan Valerie yang tengah hamil, mungkin karena hal itulah Valerie sering acuh padanya.


"maaf sayang, mulai sekarang aku akan lebih perhatian sama kamu dan mereka," Kembali mengusap perut Valerie dengan lembut.

__ADS_1


"bagaimana kamu ada waktu, sementara kamu begitu sibuk dengan wanita lain!" batin Valerie.


"aku capek, mau tidur! Manuel agak menggeser tubuhnya agar Valerie bisa memiliki ruang yang cukup untuk dirinya tidur. Tak hanya itu Manuel bahkan rela lengannya menjadi bantal valerie yang kini sudah terlelap dalam dekapan diri Manuel, bau wangi dari kulit Valerie menusuk ke batang hidungnya, ada sensasi aneh yang membangkitkan birahi Manuel namun berusaha ditahan mengingat perjalanan dirinya dan Valerie masihlah panjang, masih ada banyak waktu dan kesempatan untuk menikmati tubuh indah istrinya.


prianggg brakkk


perabotan dan berbagai macam benda di lempar begitu saja oleh Anita dikala dirinya sedang cemburu karena kini dia harus ditinggal Manuel yang sedang pergi berlibur bersama Valerie.


"arghh baru sebentar aku bisa menghabiskan waktu dengan Manuel kini dia malah pergi bersama wanita itu! apa aku selama ini kurang memuaskan dirinya! mengapa dia malah mengajak wanita yang tengah hamil itu pergi, bukan aku! mengapa!"Anita tidak akan membiarkan liburan Manuel berjalan lancar tanpa dirinya.


"awas saja kau akan meneror kamu Manuel! aku akan buat Valerie tahu tentang hubungan kita secara perlahan!" Anita sudah bertekad pada pendiriannya sebab dia tidak ingin berbagi kasih sayang dengan wanita lain apalagi dengan Valerie.


esok harinya Valerie sedang jalan-jalan di sekitar kediamannya, banyak dari tetangga mereka yang menanyakan kabar Valerie apalagi dia pulang dengan keadaan tengah berbadan dua, hingga banyak asumsi beredar di antara mereka.


"aduh jangan-jangan dia hamil di luar nikah! soalnya kita kan gak pernah liat dia pulang selama dua tahun ini dan kalau anaknya menikah pak Arnold pasti mengadakan pesta!" ujar salah satu ibu-ibu, Valerie yang lewat di depan mereka malah menyapa dengan senyuman serta tak lama Manuel menyusul Valerie"sayang, jalan nya pelan aja! kamu lagi hamil?" para ibu-ibu yang asing dengan wajah Manuel lantas menyapanya"mas ganteng bukan orang sini iya!" sapa salah satu dari mereka.


"oh pantes gak pernah liat! mas datang sama Valerie iya?mas ini siapanya valerie?" tanya ibu-ibu yang lain.


"saya Manuel, suami Valerie mungkin ibu-ibu belum kenal saya,apalagi pernikahan saya dan Valerie dirayakan di tempat saya, emm maaf saya harus segera menyusul istri saya Bu,"membuat kumpulan ibu-ibu kompleks itu melongo.


"aduh jadi kita sudah salah menilai Valerie dong! dia pasti dengar omongan kita tadi!" mereka merasa bersalah karena menuduh Valerie yang bukan-bukan.


Valerie terus berjalan santai untuk meregangkan otot kakinya yang sering kram jika dia terlalu sering duduk atau rebahan.


Valerie menoleh kebelakang dimana Manuel sedang mengejar dirinya,"sayang kamu lagi hamil tapi jalannya cepat banget emang perut kamu gak sakit?" tanya Manuel, tentu saja sakit tapi dia lebih sakit Jiak terus mendengar mulut pedas tetangga.


"aku pingin mampir beli bubur di sana! takut kehabisan," sambil menunjuk sebuah kedai di sebrang jalan sekitar 300 meter dari tempat dirinya dan Manuel berdiri.

__ADS_1


"iya sudah ayo kesana!" mereka berdua berjalan menuju tempat biasa Valerie dulu membeli sarapan bubur ayam Langganannya.


"loh Bu, bapaknya kemana kok jualan sendiri?" sapa Luna sambil mengamati penjual bubur itu meracik bubur buatannya.


"iya non,bapak lagi ngurus kedai kamu di tempat lain!" sambil terus menatap wajah Valerie yang tidak asing bagi ibu itu.


"ini non Valerie kan? putrinya pak Arnold? ibu sudah lama sekali gak ketemu non Valerie makin cantik aja! makin berisi," sambil mengamati tubuh valerie apalagi saat melihat perut Valerie yang membuncit di balik kaos ketatnya"iya nih Bu, mungkin efek hamil, oh iya buatin Valerie dia porsi iya Bu, tapi yang satunya pedas!"


sambil meracik bubur buatannya sesekali ibu penjual bubur itu menanyakan kabar valerie selama ini"oh jadi non Valerie sekarang ikut tinggal sama suami non, kirain non Valerie bakal menetap disini!"


"iya gak bisa Bu, kan suami saya kerjanya di sana!" melihat Valerie sangat akrab dan riang mengobrol dengan orang lain, Manuel jadi senang, mungkin selama ini yang Valerie inginkan adalah kebebasan seperti ini.


Bubur pesanan mereka tiba, keduanya menikmati sarapan mereka sambil mengobrol dengan penjual bubur tak terasa sudah semakin terik setelah selesai menyantap bubur mereka memutuskan kembali ke rumah.


raut wajah valerie lebih ceria dibandingkan sebelum mereka tiba di rumah valerie, tentu saja rumah kita pasti akan lebih terasa nyaman dibandingkan rumah orang lain.


"kamu senang tinggal di sini?"Valerie mengangguk,"kalau kamu senang kita bisa tinggal disini lebih lama atau jika kamu mau kita bisa pindah kemari!"valerie berhenti menatap Manuel dengan tatapan heran.


"kamu serius?"tanya Valerie,


"iya serius!" jawab Manuel cepat.


"enggak dulu lah, aku masih betah tinggal di tempatmu! apalagi mama kamu baik banget sama aku!gak tega aku ninggalin dia!" Valerie segera masuk kedalam kamar.


Valerie langsung melepas bajunya yang sudah terkena keringat saat ingin mengganti pakaian bersih manuel memeluk dirinya dari belakang, bersandar di bahu Valerie dengan manja, Valerie yang sudah hafal betul gelagat Manuel hanya menghela nafas"kita di rumah orang tua aku loh! jangan macam-macam!" mengingatkan Manuel, namun Manuel masih mencoba merayu Valerie untuk melayani dirinya, usaha Manuel membuahkan hasil,"bagaimana caranya aku menghindar?" hingga saat Valerie dan Manuel hampir melakukan penyatuan tiba-tiba saja pintu kamar di ketuk, ibu valerie memanggil valerie.


"sebentar!" Valerie segera mengenakan kembali pakaian miliknya sedangkan Manuel segera masuk kedalam kamar mandi untuk mendinginkan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2