Toxic Relationship With My Ex Boyfriend

Toxic Relationship With My Ex Boyfriend
episode 9


__ADS_3

Valerie hanya bisa menangis dia tak berani mengucapkan apapun , mungkin jika Manuel melepaskan Valerie , dia pasti akan menerima Adam tapi Manuel bukan orang seperti itu , Valerie takut jika dia nekat meninggalkan Manuel akan berbuat jahat pada orang terdekat Valerie termasuk Adam .


" maaf Adam aku tidak bisa , aku mohon jangan mempersulit diriku " kata ku padanya .


Adam memegang wajahku hingga mataku dengan jelas melihat wajahnya " apa Manuel mengancam mu ? " selidik Adam , aku berusaha menutupi nya dari Adam aku juga tak berani menjawabnya namun Adam seakan tahu semuanya .


" jika kamu tidak bisa meninggalkannya aku tidak apa, tapi berikan aku kesempatan juga val, meski aku harus jadi yang kedua aku tak masalah tolong terima aku val " mohon nya .


" bagaimana aku bisa menyakiti perasaan laki-laki di hadapan ku ini sedang dia mau menerima segala kekurangan ku bahkan dia rela aku duakan , aku sungguh tak tega menyakitinya " batinku gundah .


" ta tapi bagaimana jika Manuel tahu, aku takut dia akan melakukan hal buruk padamu Adam " kataku padanya .


" dia tidak akan tahu jika kamu tidak memberitahu nya Valerie , kamu tidak perlu khawatir aku tidak akan mengganggu dirimu saat kamu bersamanya jadi dia tak akan curiga " kata Adam meyakinkanku .


" baiklah " jawabku singkat dan Adam masih menatapku " jadi kamu menerima ku ?" tanya Adam padaku , aku hanya mengangguk pelan , dia segera memeluk tubuhku , dadanya berdetak kencang sekali saat memelukku, begitu pula diriku dan entah mengapa rasanya ada perasaan begitu nyaman saat bersamanya .


" makasih Valerie " ucapnya sambil melepas pelukannya padaku , terlihat dia seperti habis menangis , mukanya merah seperti merasa malu .


aku pun tertawa melihat ekspresinya itu dan anehnya dia malah ikut tertawa pula .


Sekitar jam 9 malam kami sampai di depan rumah Lia , Adam mengantarku kesana agar Manuel tidak curiga , sebelum pulang Adam memelukku dan mencium puncak kepala ku , aku jadi malu apalagi Lia juga melihatnya , setelah Adam pergi aku masuk ke dalam rumah Lia , agar tidak curiga aku menghubungi Manuel lewat videocall ternyata dia masih berada di kantor karena lembur , aku juga memperlihatkan diriku yang saat ini bersama Lia di kamar , tak lupa aku juga meminta ijin padanya untuk menginap di rumah Lia dan untungnya Manuel mengijinkan nya .


" jadi kalian sudah jadian ?" tanya Lia , Valerie menjawab " iya tapi aku masih takut Li , aku takut yang kulakukan ini salah " sambil merebahkan tubuh di atas kasur milik Lia .


" salah ? apa karena kamu menduakan Manuel ? " Valerie mengangguk


" val, kenapa sih kamu terus mempertahankan nya? sudah jelas kamu tidak bahagia ! val, jangan hanya memikirkan kebahagiaan Manuel coba pikirkan kebahagiaanmu sendiri , jangan terus melabeli dirimu harus setia sedangkan Manuel bebas bersama wanita lain, memang kenapa jika harus di cap playgirl toh hanya kita yang tahu jelas bagaimana perasaan yang ada dalam diri kita " jelas Lia .


Valerie merenung kan perkataan Lia .

__ADS_1


" tapi aku tidak pernah berbuat seperti ini sebelumnya nanti kalau ketahuan bagaimana ? iya kalau Manuel bisa melepas ku tapi kalau tidak ? " imbuh Valerie .


" tenang saja selama kamu mengikuti saran ku pasti tidak akan ketahuan " jawab Lia dengan percaya diri.


" iya iya percaya , kamu kan ahlinya " ucap Valerie sambil tertawa .


di apartemen Manuel ,


Manuel pulang larut malam, sesampainya di sana Manuel terbiasa mengecek kamar Valerie .


" Valerie kamu sudah tidur ? " sambil memasuki kamar wanitanya itu .


" Ck, aku lupa Valerie hari ini menginap di rumah temannya " Manuel memutuskan kembali ke dalam kamar miliknya , sudah seminggu Manuel menahan hasrat untuk tidak menyentuh Valerie mengingat Valerie yang mengalami keguguran membuatnya harus mandi air dingin agar menghilangkan hasratnya itu tak terkecuali untuk malam ini . Di dalam kamar mandi dia tak henti-hentinya menyebut nama Valerie sambil melakukan solo karirnya itu .


Tak berbeda jauh di tempat Adam dirinya juga tidak bisa tidur karena terus memikirkan Valerie , dirinya tak menduga bahwa Valerie menerima nya meski harus jadi yang kedua Adam berharap lama-kelamaan Valerie bisa meninggalkan Manuel dan lebih memilih bersamanya . " ini baru awal saja , aku janji akan membuat Valerie perlahan meninggalkan mu Manuel " batin Adam .


pagi pun tiba , Valerie tidur sangat nyenyak di rumah Lia , Lia membangunkan Valerie karena mereka harus segera berangkat ke kampus tapi Valerie tak kunjung bangun hingga


" iya iya gak usah teriak juga " omel Valerie karena tidurnya terganggu .


" susah banget sih di banguninnya, iya terpaksa harus teriak " jelas Lia .


" iyakan aku capek banget Li " keluh Valerie sambil meregangkan tubuhnya .


" capek ? emang habis diapain aja sama Adam " goda Lia


" apa apaan sih " valerie melempar bantal ke arah Lia , Valerie segera masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri ,


di luar rumah Lia tak menyangka jika Manuel ada di depan rumahnya .

__ADS_1


" ya ampun di tinggal sehari aja udah nyariin " pikir Lia .


sehabis mandi Valerie telah berganti baju yang kemarin di belikan oleh Lia .


" val , bodyguard mu udah nunggu in di bawa " bodyguard ?" Valerie melihat ke bawah dari arah jendela kamar Lia .


" Manu ? " Valerie pun bergegas pergi ke bawah dia takut Manuel akan marah jika dirinya tak kunjung menemuinya .


" Manu , ngapain kamu di sini?" tanya Valerie saat menghampiri manuel .


" jemput kamu " jawab Manuel enteng .


" ngapain pakai di jemput sih ! padahal kemarin Adam bilang mau menjemputku , nanti kalo dia lihat Manu di sini bagaimana ? " Valerie sangat kesal pada Manuel.


" tapi aku mau pergi kuliah " kata Valerie


" iya kan sekalian bareng aku juga mau berangkat ke kantor " jawab Manuel .


" tenang aja val, aku sudah chat Adam kalo kita sudah berangkat " bisik Lia , Valerie jadi merasa tenang mendengarnya .


Valerie dan Lia berangkat bersama di antar oleh Manuel .


sesampainya di kampus , Lia turun terlebih dahulu sedangkan saat Valerie akan ikut turun Manuel mencegahnya .


" ada apa lagi Manu " tanya Valerie seakan sudah malas meladeni pria itu , Manuel langsung mencium Valerie beberapa menit setidaknya untuk mengobati rasa rindunya pada tubuh Valerie .


" belajar yang benar , nanti pulangnya


aku akan menjemputmu " kata Manuel , Valerie langsung keluar dari mobil Manuel dan menyusul Lia yang sudah berjalan agak jauh darinya .

__ADS_1


Kebetulan Adam melihat kejadian itu , hatinya sakit tapi ini memang sudah menjadi pilihannya mau tidak mau dia harus menahan diri untuk saat ini dan ternyata Manuel memang sengaja mencium Valerie agar Adam tahu dan menyerah untuk mendekati Valerie .Manuel menyeringai melihat usahanya berhasil membuat Adam cemburu, Manuel yang merasa senang telah mempermainkan perasaan Adam pun pergi menuju kantor tempat dia bekerja .


__ADS_2