Toxic Relationship With My Ex Boyfriend

Toxic Relationship With My Ex Boyfriend
episode 45


__ADS_3

Valerie telah kembali ke rumah sang suami pada sore hari , namun pikirannya masih memikirkan Malvin , hingga tak sengaja Valerie hampir tersandung saat menaiki anak tangga , untung Aiden dengan cepat menopang tubuh Valerie , Valerie akhirnya tersadar dari pemikiran nya itu .


" kalau jalan jangan sambil melamun , bahaya " Aiden Lalu pergi meninggalkan Valerie " sudah pulang ?" sapa Manuel namun Valerie masih diam saja tak menjawab pertanyaan dari sang suami " Valerie kamu dengar tidak ?" Manuel mengulangi pertanyaan nya pada Valerie " ada apa Vin ?" jawab Valerie membuat dirinya langsung menutup mulutnya rapat dan berharap pendengaran Manuel bermasalah dan tidak mendengar apa yang dia katakan tadi " kamu panggil siapa tadi ! Vin? jadi kamu masih memikirkan pria itu ? oh jangan-jangan kamu tapi habis bertemu dengan nya di tempat Sila " hardik Manuel .


" tidak kok aku hanya salah sebut saja tadi " jawab Valerie berbohong .


" salah sebut ? berarti kamu sedang memikirkan nya ? ikut aku !" Manuel marah, dia segera menarik tangan Valerie dan membawanya ke lantai atas tepat dimana kamar mereka berada .


" lepas Manu , sakit " sang ibu mendengar teriakan dari Valerie dia pergi menghampiri mereka , saat di depan pintu " El , kamu kok kasar sekali pada istrimu " ibu Manuel memarahi putranya .


" jangan membelanya ma , dia pantas menerima nya , dia sudah punya suami tapi masih saja memikirkan pria lain " Manuel langsung membawa Valerie masuk ke dalam kamar mereka dan mengunci pintunya " El , jangan berbuat kasar padanya nak , dia itu istrimu ! jika ada masalah tolong bicarakan baik-baik " teriak sang ibu .


di dalam kamar Manuel langsung menghempaskan tubuh Valerie di atas kasur tak hanya sampai di situ Manuel mengambil sabuk miliknya untuk memberi Valerie pelajaran karena sudah bertemu pria lain dan juga untuk melampiaskan amarah Manuel .


" ampun Manu , aku janji tidak akan memikirkannya lagi " mohon Valerie sambil menahan rasa sakit .


tak lama suara tangisan Valerie terdengar semakin keras beserta suara teriakan seakan merasakan kesakitan , ibu Manuel menjadi teringat perlakuan kasar suaminya pada dirinya dulu saat Manuel masih kecil .


ibu Manuel menggedor-gedor pintu berharap Manuel membuka nya, Aiden yang melihat mamanya berdiri di depan pintu kamar sang kakak pun menghampirinya " ada apa ma?" tanya Aiden , samar-samar Aiden juga mendengar suara teriakan Valerie menjadi panik " El, buka pintu nya El " teriak Aiden , karena begitu khawatir Aiden mendobrak pintu itu hingga berhasil membuat pintu itu terbuka .

__ADS_1


Aiden dan ibunya langsung masuk dan mereka kaget saat melihat Valerie yang sudah terbaring di kasur sambil menangis dan Manuel yang memegang sabuk miliknya yang terbuat dari kulit asli itu patah .


ibu mertuanya langsung berlari ke arah Valerie dan berusaha menenangkan Valerie yang menangis dan gemetar ketakutan , baju belakang Valerie juga rusak dan di sana ada bekas cambukan Manuel yang membuat punggung Valerie memerah , ibu Manuel memeluk tubuh Valerie , sedangkan Aiden yang juga melihat nya mencoba memukul Manuel namun dia gagal karena Manuel berhasil menghindar " dasar keji kamu Manuel ! suami macam apa kamu ini ! bukannya memberi kebahagiaan dan perlindungan pada istrimu kamu malah menyakitinya " bentak Aiden pada sang kakak .


" jangan ikut campur masalah rumah tangga ku ! " Manuel memperingati Aiden untuk tahu batasan.


" cukup " teriak sang ibu membuat kedua putranya diam ,


" Aiden bantu mama ambilkan kotak obat dan kamu Manuel lebih baik kamu keluar " Aiden segera mengambil kotak obat dan Manuel pun keluar dari kamarnya , sebenarnya Manuel juga menyesal telah berbuat kasar pada Valerie tapi dia begitu marah dan cemburu saat Valerie masih memikirkan pria lain padahal dia sudah menjadi istri Manuel .


Valerie menangis di dalam pelukan ibu mertuanya " tenang iya sayang , dia tidak akan berani melakukannya lagi , ada mama di sini kamu jangan takut " ibu Manuel mencoba menenangkan Valerie, Aiden sudah datang membawa semua perlengkapan yang ibunya butuhkan .


dia sengaja berjaga di di depan pintu kamar agar bisa mencegah Manuel untuk masuk ke dalam supaya tidak membuat Valerie merasa takut lagi .


" auw " teriak Valerie di sertai tangisan kecil saat ibu mertuanya mengobati luka yang ada di punggung Valerie .


Aiden yang berjaga di depan pintu juga mendengar teriak Valerie , membuat hatinya juga merasa sedih melihat wanita yang dia kagumi merasa kesakitan tapi dirinya tidak bisa membantu apapun.


ibu Manuel telah keluar dari kamar Valerie , dia juga menyuruh Aiden untuk berjaga - jaga di dekat kamar " Aiden tolong kamu jaga Valerie sebentar iya mama harus menyiapkan makan malam dulu " Aiden mengangguk " oh iya gimana keadaan Valerie ma?" sahut Aiden " baik-baik saja tapi jangan di ganggu sekarang dia sudah tidur "

__ADS_1


Aiden duduk ke kursi sambil menonton tv sedangkan Manuel ingin masuk ke dalam kamar " mau di apain lagi Valerie? masih belum puas sudah membuatnya kesakitan " Manuel tidak menanggapi Aiden dan terus masuk ke dalam kamar , berjalan perlahan menghampiri Valerie yang tertidur dengan posisi tengkurap dan punggungnya yang terbuka memperlihatkan bekas merah beberapa juga ada yang sampai lecet dan mengeluarkan darah pada punggung mulus itu tak hanya di bagian punggung saja luka itu juga ada pada lengan paha bagian atas miliknya hanya tidak separah pada bagian punggung . Manuel mengacak rambutnya , dia tak menyangka jika telah melukai Valerie dengan begitu parah .


Manuel membelai lembut kepala Valerie " Valerie mau pulang yah , Valerie takut " rengek nya dalam mata masih terpejam .


Manuel memilih untuk tidak mengganggu Valerie sekarang atau dia akan kehilangan Valerie lagi jika Manuel terlalu memaksa Valerie agak menerima dirinya .


hari itu juga Manuel berangkat menyusul sang ayah yang sedang melakukan perjalanan dinas kantor ke luar negeri .


" Valerie ayo makan dulu " Valerie menggelengkan kepala nya " Valerie tidak lapar ma tadi siang Valerie sudah makan di rumah Sila " memang benar sebelum pulang Valerie sudah makan masakan Malvin yang terakhir di rumah Sila.


" iya sudah kalau kamu lapar bilang mama atau Aiden iya " Valerie hanya mengangguk .


keesokan harinya Valerie sudah bangun lebih awal , namun dia tidak melihat Manuel " syukurlah dia tidak ada di sini " batin Valerie.


kini Valerie bergegas ke dapur untuk membantu sang mertua membuat sarapan " kamu sudah merasa lebih baik?" tanya sang mertua penuh kasih sayang " sudah ma, mama mau masak apa ? Valerie bantu " jawab Valerie .


" tidak usah sayang , kamu istirahat saja oh iya tadi malam Manuel berangkat keluar negeri untuk perjalanan dinas mungkin dia akan kembali setengah bulan lagi " jelas sang Mertua .


" syukurlah aku tidak akan bertemu dengannya dalam waktu yang lama " pikir Valerie merasa senang .

__ADS_1


__ADS_2