
suara alunan musik mengiringi langkah seorang wanita didampingi oleh seorang pria paruh baya di samping nya , selangkah demi selangka menghampiri pria yang sedang menunggunya di altar , banyak pasang mata menatapnya akan tetapi wanita itu tersenyum saat salah satu dari pasang mata itu menatap ke arahnya tanpa berkedip sambil tersenyum sesekali dia juga mengusap air matanya ,dia adalah Valerie yang berdiri di barisan para tamu yang hadir di upacara pernikahan sahabatnya .
Sila melihat ke arah Valerie langkahnya akan berbelok menghampiri sahabatnya seakan dia tak sanggup untuk melangkah maju lagi , Valerie menggelengkan kepalanya memberi isyarat agar Sila tetap melangkah ke tempat calon suaminya berada .
"terima kasih Valerie " ucap Sila sambil menyeka air matanya saat melewati Valerie , Valerie tersenyum kembali tersenyum mendengar ucapan sahabatnya . sebuah tangan memegang bahunya . Valerie melirik tangan siapa yang menyentuh dirinya , tentu saja itu tangan dari pria yang ada di sebelahnya yang berstatus sebagai suami sah nya .
Selama upacara pernikahan berlangsung Valerie tidak melewatkan sedikit pun pandangannya dari sahabat nya yang baru menikah itu, kebahagiaan jelas terpancar diantara kedua manusia yang sudah melepas masa lajang mereka dan menjalin ikatan suci pernikahan .
Banyak tamu memberi selamat pada keduanya baik dari teman, kerabat serta kolega keluarga Andre . Tiba giliran Valerie dan Manuel yang memberi selamat pada sahabatnya .
" selamat iya Sila , Akhirnya kalian menikah juga aku harap kalian bahagia selamanya " Ujar Valerie tanpa berkata-kata Sila langsung memeluk tubuh Valerie , sungguh Sila sangat berterima kasih pada sahabatnya yang rela berkorban untuk kebahagiaan dirinya, tapi dia juga merasa bersalah dan bagaimana bisa dia bahagia dia atas penderitaan sahabatnya " hiks hiks terima kasih Valerie dan juga maaf karena harus membuatmu membuat keputusan sebesar ini demi diriku "
" jangan menangis Sila ini hari pernikahan mu kamu harus bahagia bukan menangis seperti ini " omel Valerie pada sahabatnya , Manuel seakan teringat momen pernikahan nya yang saat itu tidak ada senyuman yang terukir di wajah Valerie " dia memberi nasihat pada orang lain tapi dia sendiri tidak bisa melakukannya " dengan senyum kecut .
" selamat iya atas pernikahan kalian " ucap Manuel membuat Valerie dan Sila melepas pelukan mereka.
" oh iya ndre jaga Sila iya dia adalah sahabat paling berharga yang aku punya jangan sampai kamu berani menyakiti nya jika sampai itu terjadi aku akan marah padamu " Andre hanya membalas singkat " jangan khawatir " tapi tatapan Andre dan Sila tiba-tiba berubah seakan ada kecemasan di antara keduanya " ada apa ?" Valerie bertanya sambil menoleh ke arah mata mereka memandang
" Malvin " lirih Valerie saat pria itu tiba di hadapannya , pandangan Valerie tertuju pada pria dengan jas hitam itu, detak jantung Valerie berdetak cepat apalagi pria yang sudah mengisi hatinya itu membawa seorang wanita di sampingnya " selamat iya atas pernikahan kalian" ucap Malvin , Valerie tersentak kaget saat tubuhnya di tarik oleh Manuel untuk mendekat padanya ternyata suami itu sedari tadi melihat Valerie yang menatap Malvin membuatnya cemburu .
" siapa dia Vin? " tanya Sila menatap wanita di sebelah Malvin .
belum sempat Malvin menjawab wanita itu berkata " aku adalah pacar Malvin" jawabnya ramah sambil menatap ke arah Valerie " dia kan wanita yang ada di rumah teman Malvin, jadi mereka sekarang berpacaran " seketika raut wajah Valerie menjadi murung , sungguh dia tidak suka Malvin bersama wanita itu .
Malvin sesekali mencuri pandang ke arah Valerie .
__ADS_1
" oh ternyata dokter Malvin juga di undang iya tidak sangka kita bertemu lagi di sini ! lihat lah dokter mu itu terlihat serasi sekali dengan pacarnya " Valerie hanya menatap ke arah Malvin dan wanita yang ada di sampingnya " dia semakin kurus " batin Malvin menatap tubuh Valerie .
" ahh maaf aku harus per" namun tangan Valerie di tahan oleh Manuel .
" oh iya dokter pasti juga sudah tahu tentang pernikahan ku dan Valerie , aku sungguh minta maaf karena tidak mengundang mu di acara pernikahan kami padahal jika bukan karena keinginan istri ku yang ingin pernikahan secara tertutup aku sudah pasti mengundang mu" Manuel dengan nada mengejek .
" tidak apa lagipula saat itu saya juga berada di luar kota secara kebetulan jadi meskipun saya di undang pun tidak akan bisa hadir tapi bukannya anda harus bersyukur karena tidak mengundang saya? bisa saja karena kehadiran saya dapat mengganggu pernikahan kalian " jawab Malvin .
" Manu sebaiknya kita menemui ayah saja biarkan mereka mengobrol " pinta Valerie berharap Manuel tidak membuat masalah pada pernikahan sahabatnya .
" kenapa ? apa kamu tidak ingin berbicara dengan dokter mu ini ? mumpung dia ada di sini ?ku lihat dia begitu merindukanmu sayang " sindir Manuel membuat Valerie merasa kesal .
" cukup Manu , jangan buat masalah " Manuel yang mendengarnya hanya terkekeh .
" aku tidak membuat masalah sayang jadi jangan khawatir " Malvin sungguh tidak bisa lebih lama menahan dirinya yang melihat wanita tercintanya bersama pria lain yang membuat hatinya cemburu.
Manuel langsung menarik tangan Valerie dan menyeretnya untuk pergi bersamanya , Malvin tentu saja menyusul karena takut jika Manuel bersikap kasar pada Valerie .
"Manu lepas banyak orang yang melihat kita " pinta Valerie agar Manuel mengendalikan dirinya .
Manuel akhirnya melepaskan Valerie di tempat yang sepi di luar gedung .
"katakan Valerie jika yang di katakan wanita tadi itu bohong kan ?" tanya Manuel , Valerie hanya memalingkan wajahnya tidak berani menatap sang suami .
" jadi apa saja yang sudah kalian lakukan ! jawab Valerie !" bentak Manuel membuat Valerie merasa ketakutan apalagi cengkaram tangan Manuel pada bahunya " a aku " Valerie merasa sulit untuk berbicara,
__ADS_1
" jangan membentak Valerie , dia tidak salah dan kami tidak melakukan hal apapun saat itu jika bukan karena jebakan pacarmu itu membuatku harus terburu - buru pergi menyelamatkan Valerie tanpa melihat kondisi mobil ku pasti kami juga tidak akan sampai menginap di rumah teman ku " jelas Malvin . " apa yang sudah di lakukan Anita padamu Valerie ?" sekali lagi Manuel bertanya pada Valerie tapi sang empunya hanya diam .
" dia mencoba memberi obat pada Valerie dan membuatnya mabuk dan menyuruh preman melecehkan Valerie" mendengar penuturan Malvin , Manuel kembali bertanya " benarkah itu " Valerie mengangguk .
" Manu aku ingin pulang " ajak Valerie pada sang suami Valerie tidak berani menatap diri Malvin.
" baiklah kita pulang "
" lho kalian mau kemana ?" Arnold menghampiri mereka bertiga, sesekali Arnold juga menatap ke arah Malvin yang menatap ke arah Valerie penuh arti .
" apakah dia pria yang Valerie bicarakan? " ada perasaan bersalah menyelimuti diri Arnold.
" sayang kamu mau pulang ? apa kamu tidak mau menemani Sila ?" tanya Arnold pada putrinya .
Valerie jelas merasa ketakutan , Arnold langsung merebut Valerie dari menantunya " apa yang terjadi ?" tanya Arnold .
" maaf tuan sepertinya Valerie terlalu tertekan dan membuat nya kembali merasakan ketakutan secara berlebihan " jawab Malvin " siapa kamu ?" tanya Arnold dengan tatapan tajam " ahh saya Malvin, dokter yang menangani Valerie sekaligus teman dekatnya " Manuel dengan cepat akan memukul Malvin namun di tahan oleh Arnold karena merasa putrinya yang mencengkram lengan nya kuat saat Manuel akan bertindak " jadi benar dia pria yang di sukai Valerie " .
" jadi maksud kamu putriku tidak bahagia ?" celetuk Arnold , Malvin hanya diam sambil memperhatikan Valerie yang masih tidak berani menatapnya " tuan bisa tanyakan sendiri pada nya karena sekarang saya tidak ada hak untuk menjawabnya , saya permisi " pamit Malvin.
"Manuel bisa tinggalkan kami berdua sebentar ? aku ingin berbicara dengan putriku " Manuel hanya mengangguk dia akhirnya juga pergi meninggalkan Valerie bersama sang ayah .
" apa benar yang dia katakan ? apa karena keputusan ayah kamu menjadi seperti ini sayang "
" tentu saja tapi apa gunanya Valerie menjawab toh semuanya sudah terjadi dan tidak dapat kembali seperti dulu lagi " batin Valerie .
__ADS_1
" jadi pria itu bernama Malvin ? dia kekasihmu ?" Valerie menatap wajah sang ayah " iya tapi itu dulu sekarang kamu tidak ada hubungan apapun jadi ayah tenang saja " raut wajah Valerie terlihat murung saat Arnold menanyakan hal itu padanya " maaf kan ayah sayang " ucap Arnold " tidak perlu meminta maaf ayah, semua sudah terjadi " jawab Valerie berniat untuk pergi meninggalkan sang ayah " apa kamu marah pada ayahmu ini ?" Valerie menoleh " tentu saja tidak ayah bagaimana aku bisa marah padamu ? kau adalah ayah ku semua yang kau lakukan demi kebaikan ku "
ucapan Valerie terdengar manis namun Arnold merasa jika Valerie sangat kecewa padanya dan seakan semakin menjauh darinya .