Toxic Relationship With My Ex Boyfriend

Toxic Relationship With My Ex Boyfriend
episode 21


__ADS_3

Di saat semua sedang bekerja tiba-tiba salah seorang asisten Presdir membawa begitu banyak kotak hadiah , dan juga membawa beberapa orang untuk membawakannya , di sini para karyawan dan karyawati berkumpul dan di panggil satu persatu untuk mengambil kotak tersebut .


Valerie di panggil terakhir karena di urutkan berdasarkan huruf alfabet.


Namun asisten bingung karena kurang satu kotak dan akhirnya dia masih harus mencari kotak yang hilang itu , untung saja asisten itu menemukannya dan segera memberikan Valerie. Di saat itulah asisten menjelaskan tentang isi kotak itu " masing - masing telah menerima sebuah kotak yang berisi pakaian yang akan digunakan untuk pesta nanti malam untuk merayakan ulang tahun perusahaan yang akan diadakan di ballroom hotel xxx mulai jam 7 nanti , untuk itu semua wajib hadir jika tidak hadir maka akan di potong gaji sebanyak 3 bulan dan tidak di perkenankan mengganti atau menukar pakaian tersebut dengan orang lain karena itu adalah hadiah dari perusahaan"


Valerie membuka kotak tersebut dan saat itu Valerie langsung menutupnya .


" astaga, apa perusahaan tidak rugi jika menghadiahi gaun semacam ini pada kami semua " pikir Valerie . akhirnya semua karyawan pulang lebih awal , Valerie ingin pulang ke rumah namun Anita mengajaknya pergi ke kostan miliknya karena dekat dengan hotel tempat acara itu di gelar . akhirnya Valerie pun setuju .


malam hari di ballroom kebanyak tamu sudah hadir , acara pesta itu di gelar begitu mewah , saat semua berbincang-bincang kehadiran sosok yang asing bagi para karyawan perusahaan bertanya-tanya , dua orang lelaki tampan berdiri berdampingan di sebelah Pimpinan perusahaan .


" ya ampun tampan sekali mereka berdua pasti anak pak presdir " kata salah satu karyawan .


Valerie yang saat itu merasa ragu untuk masuk ke dalam .


" nit, aku pulang aja iya " Valerie merasa tidak nyaman mengenakan gaunnya yang tampak terlalu mewah di bandingkan yang lainnya .


" kalian berdua kok masih di sini, ayo masuk " ajak Robby pada bawahannya itu namun sesekali dirinya melirik ke arah Valerie , apalagi saat itu Valerie memakai make up yang agak tebal dari biasanya , serta gaun yang sedikit terbuka namun membuatnya begitu cantik dan berkelas .



dengan rambutnya yang dia urai untuk menutup bagian belakang punggung mulusnya yang terbuka .


Valerie dan Anita berjalan berdua tepat di belakang Robby, semua pandangan mengarah pada Valerie baik pria maupun wanita .


Semua berbincang- bincang satu sama lain sambil menikmati acara sedangkan Valerie merasa risih dengan tatapan karyawan pria yang seakan menatap tubuhnya , apalagi saat ini Anita sedang pergi mengambil beberapa makanan , Valerie tidak ikut sebab dia masih menjalani diet nya .


" Valerie , kok sendirian ?" sapa Robby pada Valerie .


" iya pak , Anita sedang pergi " jawab Valerie .


acara pun di mulai dengan sambutan dari pimpinan perusahaan mereka hingga acara dansa pun di mulai , banyak yang mencari teman dansa , begitu pula Valerie yang mendapat ajakan berdansa dari karyawan pria bahkan petinggi perusahaan namun dia tolak.

__ADS_1


" Valerie , ayo berdansa dengan ku ?" ajak Robby , namun Valerie masih menolak ajakan Robby .


" maaf pak saya tidak bisa berdansa " jawab Valerie .


Hingga seorang pria mengulurkan tangannya pada Valerie . Valerie melihat siapa orang yang masih berani mengajaknya berdansa .


" Aiden " Valerie nampak terkejut akan kehadiran Aiden di acara perusahaannya.


" iya apa kabar bidadari cantik , aku kira kita tidak akan bertemu lagi , aku sangat merindukanmu " sapa Aiden dengan senyumnya namun penampilan Aiden sekarang lebih berwibawa dari sebelumnya .


" mengapa kamu bisa di sini ?" tanya Valerie .


" aishh aku kesini di ajak ayahku , El juga ada di sana " sambil menunjuk ke arah pimpinan perusahaan tempat dia bekerja , disana juga ada Manuel yang melihat ke arah Valerie lalu tersenyum padanya .


" aku mau pulang " pamit valerie namun di cegah oleh Aiden .


" tenang , dia tidak akan melakukan apa pun padamu di sini banyak orang dan kau tahu ada aku dan Robby yang akan menjagamu " ujar Aiden sambil menatap Robby .


" ta tapi " menutup mulut Valerie dengan jari telunjuknya .


" ayo lah jika kamu mau ikut bersama ku, Manuel tidak akan berani mendekatimu , dia suka menjaga image nya " bisik Aiden , Valerie pun akhirnya setuju .


Aiden dan Valerie berjalan bergandengan tangan menuju tengah ballroom untuk berdansa, Aiden memegang pinggang ramping Valerie , keduanya berdansa semua orang melihat dan banyak yang berkomentar jika keduanya serasi, namun api cemburu membara pada Manuel , Manuel akan menghampiri keduanya .


" Manuel , jangan membuat masalah dengan adikmu , biarkan dia " larang sang ayah membuat Manuel akhirnya diam saja.


Meski sedikit kaku Valerie berusaha berdansa sebaik mungkin dirinya tidak mau dipermalukan oleh yang lain .


satu putaran lagu telah selesai , Valerie pun segera pergi dari ruangan itu untuk keluar mencari udara segar dan menenangkan dirinya yang begitu gugup akibat di tatap orang banyak .


" takdir macam apa ini ! mengapa dia harus jadi anak presdir " kesalnya sambil meminum segelas Martini .


" ehem , kau membicarakan ku sayang " Manuel tiba- tiba berada di sampingnya menatap tubuh wanitanya yang begitu indah di balut gaun yang dia pilihkan sendiri untuknya " kau terlihat sangat cocok dengan gaun yang aku pilihkan " puji Manuel pada Valerie .

__ADS_1


efek minuman membuat Valerie sedikit tidak sadar pertahanan dirinya goyah , Manuel memanfaatkan kesempatan itu untuk mendekati wanitanya , menarik tubuh Valerie ke dekatnya , ******* bibir Valerie dengan gemasnya tak lupa tangan kanannya yang menyelusuri kaki jenjang Valerie membuat tubuh Valerie meremang dan menjadi semakin panas meski dirinya berada di luar , Manuel berpindah ke arah leher Valerie dan mengecupnya , memijat kedua gundukan kesayangan nya itu saat Manuel meregangkan kaki Valerie segera Valerie berusaha menyadarkan diri dan mendorong Manuel agar menjauhi dirinya.


Valerie menarik nafasnya dalam-dalam , Manuel menyeringai puas melihat ekspresi Valerie , muka Valerie memerah sedangkan tubuhnya sedikit berkeringat .


" mungkin hati dan pikiranmu masih menolak diriku Valerie tapi tidak dengan tubuhmu " kata Manuel sambil bersandar di balkon di samping Valerie .


Manuel masih menahan dirinya mengingat ini di tempat umum , dan Valerie segera membenahi gaunnya yang sedikit berantakan karena ulah Manuel .


" memang nya kenapa ? kita berdua sudah dewasa hal seperti ini wajar saja bukan " ucap Valerie membuat Manuel , menatap Valerie .


" jangan bilang selama ini kamu sudah tidur dengan pria lain " tanya Manuel serius .


" hahhaha , memangnya kenapa hem?" Manuel menarik Valerie ke dekapannya , Valerie berusaha memberontak namun Manuel semakin erat memeluknya lalu berbisik " ingat kamu milikku jika aku tahu kamu sampai melakukanya dengan pria lain aku pastikan kamu hancur Valerie " kemudian Manuel pergi ke dalam ballroom .


Sedangkan Valerie menitikkan matanya " aku sudah berusaha menahannya , mengapa tubuhku masih bisa dengan mudah di kendalikan olehnya " Valerie begitu kesal karena kejadian yang baru dia alami . apalagi aroma tubuh Manuel melekat pada dirinya .


Aiden datang menghampiri Valerie yang setengah mabuk , memakaikan jasnya agar valerie tidak kedinginan dan memapahnya keluar ,


" aku antar kamu pulang iya " tawar Aiden pada Valerie . Valerie hanya menganggukkan kepala namun langkahnya terhenti saat sebuah tangan kekar menahan pundaknya .


" mau di bawa kemana valerie ku ?" tanya Malvin .


melihat Malvin datang Valerie langsung saja beralih ke dekat Malvin dengan setengah sadar Valerie melepas jas Aiden dan mengembalikannya pada Aiden .


" Malvin sudah datang menjemput ku kamu tidak usah repot-repot lagi Aiden, ayo pulang Malvin " Valerie menarik Malvin pergi .


di dalam mobil Valerie tertidur hingga


beberapa saat Valerie sudah ada di rumah di bantu Malvin yang membuka pintu, hari ini Sila tidak ada di rumah jadi hanya Valerie yang ada di rumah itu , Malvin memapah Valerie hingga masuk kedalam kamar , saat Malvin ingin pergi Valerie memegang tangan Malvin .


Valerie menangis dia menceritakan semuanya yang Manuel lakukan pada Valerie saat di pesta , Malvin mendengarnya menjadi kesal .


" tolong hapuskan bekasnya dari tubuhku Malvin " lirih Valerie .

__ADS_1


Malvin mendengarnya mengangkat alisnya sebelah , seakan Valerie memberikan kode padanya untuk melakukan hal itu .


" tidak Valerie kamu sedang mabuk " jawab Malvin tak berani menatap wajah Valerie karena takut tergoda, namun Valerie langsung saja menghadapkan wajah Malvin agar berhadapan dengannya hingga akhirnya Valerie dan Malvin menghabiskan malam yang panas itu hingga membuat keduanya kelelahan .


__ADS_2