Toxic Relationship With My Ex Boyfriend

Toxic Relationship With My Ex Boyfriend
episode 63


__ADS_3

Hari ini ialah jadwal Valerie cek kandungan, seperti kesepakatan antara dia dan sila sebelumnya dia pun menjadikan sila sebagai dokter yang dia pilih untuk memeriksa kandungannya, untung saja Sila istri dari Andre yang masih satu keluarga dengan Manuel jadi ayah mertuanya pun setuju saja bahkan sah mertua juga menyuruh Sila memeriksa kondisi kehamilan Anita, awalnya Anita menolak namun karena tidak ada pilihan lain yang membuatnya mau tidak mau harus setuju.


untuk menghindari kecurigaan Manuel dan yang lainnya, Sila terpaksa berjaga-jaga dengan hasil pemeriksaan palsu tentang kondisi Valerie.


"Val lebih baik kamu segera meninggalkan dirinya Val, aku begitu khawatir tentang keselamatan kamu dan juga mereka," sambil mengelus perut Valerie.


"tapi gimana caranya Sil? aku sudah meminta cerai Manu saat perselingkuhannya terbongkar tapi apa hasilnya! dia tetap tidak ingin bercerai," Valerie terlihat begitu frustasi.


"minta bantuan ayahmu saja Val" Valerie menggeleng"tidak bisa sil, aku takut penyakit ayah kambuh."


"penyakit itu kan sudah lama, dan aku lihat ayahmu begitu menjaga kesehatan dirinya, mungkin saja penyakitnya tidak akan kambuh lagi Val, setidaknya kamu harus mencoba berbicara dengan orang tuamu jangan kamu paksakan lagi Val, aku sangat kasihan padamu! kamu berhak hidup bahagia," Sila masih berusaha membujuk Valerie agar menceritakan semuanya pada keluarganya terutama sang ayah.


"tapi bagaimana jika terjadi sesuatu dengan ayahku?aku tak mau mengambil resiko!"Valerie begitu takut jika sang ayah akan sakit setelah mendengar semua ceritanya.


"Val, ini hanya satu-satu cara agar kamu bisa berpisah dengan Manuel!"


"apa tidak ada cara lain lagi?" tanya Valerie,

__ADS_1


kedua saling berpikir, Anita yang juga sudah tiba di ruangan Sila untuk cek kehamilan pun membuat Sila menyunggingkan senyum.


"sepertinya aku punya cara," kata Sila sambil menatap Anita intens.


"kenapa kalian menatapku seperti itu! kalian pasti punya niat buruk padaku!" seloroh Anita melihat kedua wanita dihadapannya itu menatapnya.


"sil, jangan bilang rencanamu berkaitan dengan Anita ?" bisik valerie yang di jawab anggukan dari Sila.


"benar! aku memang berniat mengajak Anita bekerja sama untuk membantumu lepas dari Manuel," jawab Sila secara terang-terangan, kedua wanita hamil itu melotot ke arah Sila hampir bersamaan.


akhirnya sila mengajak Anita duduk di sebelah Valerie, awalnya kedua bumil itu saling tidak suka namun setelah mendengar penjelasan Sila kedua merasa ide Sila bisa diterima.


"iya jika berhasil maka aku bisa bercerai dengan Manuel," Valerie terlihat optimis, Anita hanya melongo melihat valerie yang begitu senang jika dirinya bisa bercerai dengan Manuel, di lain sisi Anita jug akan diuntungkan jika valerie bercerai dengan Manuel maka dirinya bisa bersama dengan pria yang disukainya itu.


"gimana? kalian setuju?"tanay Sila, Valerie dan Anita saling menatap,


"demi bisa bercerai dengan Manu aku setuju!" ungkap Valerie.

__ADS_1


"oke, aku juga setuju asal aku bisa menikah dengannya!" jawab Anita.


Valerie dan Anita pulang kerumah bersama, para penghuni rumah itu nampak heran dengan kedekatan kedua wanita yang seharusnya menjadi rival.


"Valerie, bagaimana pemeriksaannya ?" tanya Melisa,


"baik kok ma, punya Anita juga baik!" jawab Valerie sambil tersenyum ke arah Anita,


Tak lama Manuel yang sudah pulang dari kantor juga menanyakan hal yang sama pada Valerie,"baik kok, kamu gak tanya kondisi kandungan Anita?" tanya Valerie setelah berhasil lepas dari dekapan Manuel.


Manuel nampak enggan, namun melihat Valerie begitu berharap akhirnya Manuel bertanya" bagaimana hasilnya?" tanya Manuel dingin, Anita tersenyum lalu berkata"dia sangat sehat El!"Manuel hanya menatap sebentar ke arah perut Anita, setelahnya Manuel mengajak Valerie masuk kedalam kamar mereka.


Melihat mood Valerie yang sudah membaik, terlintas keinginan yang sudah dia tahan beberapa hari ini untuk dia tuntaskan, namun lagi-lagi Valerie menolak dirinya.


"aku capek Manu, lain kali saja!" tolak Valerie saat Manuel mulai meraba bagian tubuh Valerie.


Akhirnya Manuel harus kembali mengalah dan hanya memeluk tubuh Valerie sebelum dia pergi mandi.

__ADS_1


__ADS_2