
di tempat tinggal Manuel , Robby mencoba membuat sahabatnya itu tenang namun pukulan yang malah dia dapat .
" kau mengenalnya ? kau tahu aku mencarinya selama ini dan kau menyembunyikannya selama itu padaku ! sahabat macam apa kau rob " bentak Manuel pada Robby pun membalas " kalau memang aku mengenalnya kenapa ? justru karena aku sahabatmu aku ingin kamu sadar El , dia sudah tidak mencintaimu lagi dan kamu juga sudah punya wanita lain bagaimana jika kamu menyakiti perasaannya "
Manuel terdiam , Manuel berjalan ke arah lemari mengambil sebotol minuman keras dan meneguknya , Robby hanya menggelengkan kepala melihat sahabatnya itu, dia pun akhirnya pergi membiarkan Manuel sendiri .
Valerie tiba di rumah , saat sila membuka pintu tanpa berkata apapun Valerie langsung masuk ke dalam kamar , dia segera melucuti pakaiannya dan membuangnya ke tong sampah , dia juga menggosok tubuhnya dengan kasar sambil menangis , sungguh dia tidak mau tubuhnya kembali di sentuh oleh pria seperti Manuel .
Sila yang merasa ada yang aneh dengan Valerie segera mendobrak pintu kamar dan melihat keadaan Valerie yang kacau, sial langsung mengambil gaun tidur dan memakaikannya pada tubuh polos Valerie .
" sudah iya jangan menangis ! sudah malam tidurlah " ucap sila sambil memeluk tubuh Valerie , sekitar setengah jam sila menemani valerie hingga Valerie tidur , sila pun pergi keluar dan menghubungi Malvin untuk menanyakan pada Malvin apa yang sebenarnya terjadi, akhirnya Malvin menceritakan segalanya Bahkan Malvin juga menceritakan jika dirinya telah mengungkapkan perasaannya pada Valerie.
" hah ! aku gak salah dengar kan vin ?" sila begitu tak percaya jika Malvin yang begitu angkuh dan dingin pada orang lain itu mengungkapnya perasaan ada sahabatnya sendiri . tapi memang Sila mengakui jika Valerie memang begitu memikat laki-laki karena pad awalnya nya Andre juga menyukai Valerie namun setelah Valerie menolaknya dan Bahakan menjodohkan nya dengan Sila lah baru setelah itu Andre lama kelamaan mulai ada perasaan dengan sila bahkan keduanya akan menikah bulan depan .
" oke Vin, nanti aku kabari lagi iya, bye " sila mengakhiri panggilan nya pada Malvin .
sedangkan di rumah Malvin , masih menatap langit malam dari balkon kamarnya , Malvin membuka kacamata miliknya , mata hanzel itu menatap langit seakan memikirkan sesuatu .
selama ini hatinya tidak pernah goyah sedikitpun setelah kematian kekasihnya namun sekarang tanpa di duga dia mulai merasakan kembali rasa yang telah lama tidak dia rasakan saat bersama Valerie , keinginan melindungi, menjaga dan memiliki begitu besar itu langsung muncul saat pertama kali berjumpa dengan Valerie .
tok tok tok ,
" masuk " ucap Malvin , saat itu seorang pria masuk ke dalam kamar malvin , dia adalah ayah Malvin , Malvin duduk di tepi ranjang sedangkan ayahnya duduk di sofa , di situ ayah Malvin memberikan sebuah buku catatan dan sebuah amplop kecil .
" apa matamu sudah membaik ?" tanya sang ayah , Malvin mengangguk .
" baguslah , kamu tahukan orang tua dari pendonor matamu tidak meminta apapun , namun mereka meminta kamu untuk mengabulkan permohonan dari anak mereka " jelas sang ayah .
" iya aku tahu, tapi aku sendiri tidak mengerti maksud perkataannya padaku saat itu ayah , aku harus menjaga miliknya ? apa itu " tanya Malvin pada sang ayah.
" itu adalah barang yang di kirimkan mereka pada ayah sebulan yang lalu, itu adalah buku harian dari anak mereka , juga sebuah surat yang di titipkan untuk mu dan juga orang yang berarti bagi nya , kamu baca dan pahami lah, ayah sendiri tidak berani membukanya karena itu di tujukan padamu " ayah Malvin berjalan keluar kamar .
" aku harap kamu tidak terlalu terbebani dengan semua itu nak , jika kamu tidak bisa melakukannya ayah akan meminta maaf pada orang tuanya " jelas sang ayah sambil menutup pintu .
__ADS_1
Malvin mengambil buku itu dari meja , di sana ada dua buah surat satu untuknya namun satunya lagi tidak ada nama , Malvin membaca surat untuk dirinya itu terlebih dahulu , begitu tercengang saat Malvin mengetahui isi surat yang dia baca yang mengharuskan dia menjaga wanita yang di cintai oleh pendonor matanya sekaligus orang yang juga terlibat kecelakaan antara dirinya dan juga kekasihnya hingga tewas di tempat .
" dasar gila , masa hanya karena mata aku harus menjaga dan melindungi wanita itu selamanya bukankan sama halnya menikahinya ? lagi pula aku juga kehilangan kekasihku " gerutunya kesal .
Namun dia penasaran dengan isi buku harian dan membukanya , saat itu sebuah foto jatuh ke lantai dan Malvin mengambilnya , di balik foto itu tertulis "my dream ,heh " Malvin pun membalikkan foto itu dan saat melihat foto itu Malvin hanya diam , dia pun menaruh barang itu di dalam laci mejanya .
mengacak rambutnya seakan penuh tekanan. " kenapa tuhan begitu mempermainkan ku " lirihnya Malvin pun memejamkan mata nya .
pagi hari Malvin bangun seperti biasa, dia tidak memakai kacamatanya lagi karena penglihatannya sudah normal kembali .
Malvin bersiap pergi ke rumah sakit namun sebelum berangkat dia kaget melihat Valerie ada di dalam rumahnya , sedang duduk di sofa ruang tamu nya .
" Valerie kenapa kamu di sini ? " tanya Malvin kaget .
" kata sila kamu sakit , dia menyuruhku membawakan bubur tapi kamu baik-baik saja, ternyata dia mengerjaiku " ocehan Valerie dengan muka cemberutnya membuat Malvin tertawa ,
" kenapa tertawa ?" tanya Valerie ,
" sakit apa? kenapa kamu menggunakan seragam ?" tanya Valerie lagi .
" sakit karena kamu tidak menjawab pernyataan cinta ku kemarin " bisik Malvin di telinga Valerie .
blushh pipi valerie memerah semerah tomat apalagi dia juga mengingat saat Malvin mencium bibirnya .
" ehem " suara serak membuat keduanya kaget .
" siapa dia Vin?" tanya sang ayah .
" oh dia Valerie yah , Valerie kenalkan dia ayahku " Valerie dengan sopan memberi salam pada ayah Malvin .
" kamu pacar anak saya ?" tanya sang ayah .
Valerie menggeleng namun dengan cepat Malvin menjawab " iya yah , oh iya kami berangkat dulu iya " pamit Malvin sambil mengajak Valerie pergi dari rumah itu .
__ADS_1
" Malvin kamu apa-apan sih ! siapa juga yang mau jadi pacar kamu " begitu kesal pada Malvin .
"beri aku alasan kenapa kamu tidak mau menjadi pacar ku ?" tanya Malvin .
Valerie masih diam .
" apa karena mantan pacar mu itu ? kamu masih belum melupakannya " tanya Malvin .
" tidak , bukan karena itu " jawab Valerie cepat .
" lalu kenapa ?" tanya Malvin .
" karena aku sedang menunggu seseorang " jawab Valerie .
" siapa ? " tanya Malvin .
" orang yang akan menikahi ku dia sudah berjanji padaku " jawab Valerie membuat hati Malvin sakit .
" oh , begitu iya " jawab Malvin , hingga Valerie tiba di kantor , keduanya hanya diam , sampai Valerie keluar dari mobil Malvin .
" apa aku terlalu kasar iya padanya , oh iya Malvin hari ini tumben tidak memakai kacamata ?" batin Valerie sambil berjalan ke dalam kantor . saat akan memasuki lift Valerie menghentikan langkahnya saat melihat Robby,Robby langsung menarik Valerie masuk ke dalam lift " bapak ini apa-apain sih " omel Valerie .
" kamu yang apa-apaan val ! kamu seperti menghindari saya padahal saya tidak salah apa-apa " jelas Robby .
" itu karena saya gak mau dekat-dekat dengan bapak " sahut Valerie .
" apa cuma karena aku berteman dengannya kamu juga membenciku ?" Robby pun terlihat kecewa , sebab nyatanya dia memiliki perasaan pada Valerie jika saja dia belum menikah pasti dia akan mengejar Valerie seperti Manuel .
" tidak , saya menghindari bapak karena banyak yang berbicara buruk tentang saya dan bapak, mereka mengira saya menggoda bapak " jawab Valerie jujur , pintu lift terbuka Valerie segera membenahi pakaiannya yang agak berantakan supaya terlihat lebih rapi .
" haish ternyata begitu " gumam Robby.
Namun salah seorang pegawai yang melihat mereka keluar dari lift yang sama pun curiga bila mereka memang memiliki hubungan lain apalagi Valerie yang keluar merapikan pakaiannya .
__ADS_1