Toxic Relationship With My Ex Boyfriend

Toxic Relationship With My Ex Boyfriend
episode 56


__ADS_3

"Valerie, di luar ada teman kamu yang datang!" kata ibu Valerie,


Valerie menjadi penasaran dengan teman yang datang menemui dirinya, sudah dua tahun an dirinya tidak pernah ada kontak dengan teman-temannya selain dengan Sila.


melihat sosok yang tengah duduk di ruang tamu Valerie berlari menghampiri lalu memeluk tubuh sang sahabat"Maria! aku kangen banget sama kamu Maria!"tangis rindu pecah diantara valerie dan Maria,


"kamu kemana aja Val, aku sama yang lain khawatir banget, kamu gak ada kabar,untung aja aku sekarang tinggal di dekat sini! kemarin aku lihat kamu pas mau berangkat kerja! dan akhirnya aku mampir ke sini!" Maria menangis dalam pelukan Valerie.


"maaf mar, aku gak bermaksud buat kalian semua khawatir tapi saat itu aku juga gak ada pilihan lain mar!" dada Valerie sesak tiap kali mengingat saat dirinya di usir oleh ayahnya dari rumah.


"gak apa-apa kok yang penting kamu baik-baik aja!" Maria melepas pelukannya, dia mengamati tubuh Valerie yang sudah berubah"kamu hamil Val?" Valerie mengangguk.


"cie udah nikah?kebangetan banget kamu gak undang kami! jika Anna tahu pasti dia bakal meledak! marah in kamu Val!"ucap Maria yang memang selalu bawel sejak dulu.


Valerie hanya tertawa saat Maria terus saja mengoceh tidak jelas di hadapannya"btw, suami kamu gak ikut kemari?" tanya Maria sambil celingak- celinguk ke segala arah, dengan enggan Valerie menjawab"ikut kok!" Maria mengerutkan dahi"jawabnya kok kayak males gitu?kenapa? kamu lagi bertengkar dengan suami kamu?" Valerie menggeleng.


"AHA! pasti karena takut dia naksir sama aku iya?" "emang kamu bakal mau sama suami teman sendiri?"Valerie malah mencubit pipi Maria dengan gemas.


" lah terus kenapa? ohhh pasti dia jelek atau tua makanya kamu malu ngenalin dia ke aku! aku sih gak masalah kok Val, yang penting kamu bahagia dari pada tampan tapi tingkahnya kayak si pacar kamu yang dulu itu, si manusialan yang sukanya selingkuh melulu!"


"ehem, siapa yang kamu sebut sialan itu hem?" suara Manuel membuat Maria langsung kaget,


"val, kok dia ada di sini?" menoleh ke arah Valerie dengan cemas takut pria di sebrang sana menyakiti sahabatnya lagi, dengan santai Manuel berjalan mendekati mereka dan duduk di salah satu kursi kosong, melihat ke arah Valerie yang masih enggan memperkenalkan dia dihadapan Maria.


"sayang, masa kamu diam saja suami kamu dikatain sahabat kamu!"

__ADS_1


"suami? dia cuma bercanda kan Val?" Maria masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar, Manuel terkekeh mendengar sahabat istrinya yang selalu berusaha menghasut Valerie untuk meninggalkannya kini malah terlihat konyol di hadapan Manuel.


Valerie hanya menundukkan kepala" kamu sungguh bodoh Valerie! buat apa kamu jauh-jauh pergi jika kamu masih bersama dengan dia!" sambil menunjuk ke arah Manuel dengan jarinya.


"aku tidak masalah kamu pergi jauh tanpa memberi kabar, yang penting kamu bisa lepas dari pria brengsek ini! tapi kenapa sekarang malah menikah dengannya! apa selama kamu pergi tidak ada satu pun lelaki yang mau sama kamu! sehingga kamu harus kembali bersama dengannya!" sambil mengguncang tubuh Valerie, dan saat ini Valerie hanya bisa menangis dan menerima kekecewaan dari Maria.


"Mar, aku tahu kamu kecewa tapi aku hanya" tanpa menunggu penjelasan Valerie, Maria kembali berkata" hanya apa! hanya tidak bisa melupakannya! hanya cinta padanya! makan tuh cinta val!"Maria bergegas ingin pergi dari rumah Valerie jika dia terus berada di tempat itu pasti dia sudah mati berdiri"Maria kamu mau kemana mar! tunggu!" Valerie mengejar Maria yang akan membuka pintu mobil"mar, aku tahu kamu kecewa tapi aku juga terpaksa menikah dengannya mar! aku terpaksa!" ungkap Valerie tak berdaya.


mendengar alasan dari Valerie, Maria juga ikut sedih.


tapi dia tidak bisa berlama-lama sebab Manuel memanggil Valerie untuk masuk kedalam.


"ini kartu nama aku, kamu bisa menghubungiku kapan saja Val, aku pasti akan datang menemuimu!" lalu masuk kedalam mobil dan pergi dari kediaman Valerie.


"apa yang kamu omongin di luar?" kamu ngadu sama Maria?" tuduh Manuel,


"ngadu?untuk apa!" balas Valerie.


"jangan bohong kamu Val,aku gak suka kamu kembali bergaul dengan teman-temanmu itu! mereka membawa pengaruh buruk padamu dan hubungan kita!" bentak Manuel dengan nada tinggi.


"pengaruh buruk! mereka ngelakuin itu juga demi kebaikanku! toh emang dasar kamunya aja yang brengsek!" Manuel hendak memukul Valerie namun kedatangan Arnold membuat Manuel mengurungkan niatnya, Valerie langsung masuk ke dalam kamar dan saya ini Manuel sedang berhadapan dengan ayah mertua.


"dalam rumah tangga pasti akan ada pertengkaran tapi apa harus main tangan!"Arnold menekan bahu Manuel dengan keras, Manuel agak kaget dengan kekuatan sang mertua meski dia sudah berumur.


"jika kamu memperlakukan dia dengan cara seperti yang kamu lakukan barusan, kamu akan langsung berhadapan denganku! ini bukan teguran Manuel tapi ini peringatan dari om!"ancam Arnold dengan sungguh-sungguh.

__ADS_1


dua hari setelah kejadian itu Valerie dan Manuel memutuskan pamit pulang kepada orang tua Valerie"jangan sampai kecapekan iya nak! ingat kamu lagi hamil gak usah maksain diri buat ngerjain hal berat dulu! oh satu hal lagi jangan sering-sering makan manis apalagi es krim!" tutur sang ibu.valerie hanya mengangguk,"Manuel jaga Valerie dengan baik,jangan sampai membuat dia stress itu bahaya bagi pertumbuhan janin!" kini beralih menasihati Manuel.


Manuel dan Valerie kini berangkat ke bandara untuk bergegas pergi ke tujuan mereka selanjutnya yaitu kota Newzealand.


"kamu masih marah sama aku?" mengelus kepala Valerie yang bersandar di kursi"pikir saja sendiri!" Valerie membuang muka setelah menepis tangan Manuel darinya, Manuel mengepal geram ingin rasanya dia memberi pelajaran pada wanita di sampingnya yang sudah dua hari tidak bersikap ramah padanya.


"sabar Manuel!" pikirnya.


apalagi sejak kemarin Anita terus mengirim gambar hot Anita, membuat Manuel terbakar hasrat namun dia bisa menuntaskannya lantaran Valerie masih marah padanya, emosi Manuel menjadi tidak stabil dan mudah marah.


Sekitar 9 jam perjalanan mereka akhirnya tiba di sebuah rumah mewah di dekat pantai.


"ini rumah siapa Manu?" Valerie takjub dengan hunian yang kini dia masuki, beberapa penjaga menyambut kedatangan sang pemilik.


"tentu saja rumah kita! gimana? kamu suka?" Valerie mengangguk.


"jadi kamu tidak marah lagi padaku!" seru Manuel memeluk tubuh sang istri.


"Manu, jangan begini aku malu?" kilah Valerie saat beberapa pasang mata menatap mereka berdua, Manuel tersenyum"kenapa harus malu! kita sudah menikah!" Valerie tak menanggapi Manuel dia kini fokus menelusuri rumah mewah milik sang suami.


sampai tiba di depan sebuah kamar, Manuel mengajak Valerie masuk ke dalam, ranjang besar telah di hias dengan banyak taburan kelopak mawar merah, Manuel mulai mendekati Valerie lagi dan memeluknya dari belakang, mulai melancarkan aksinya pada tubuh Valerie dengan tangan miliknya, sentuhan demi sentuhan membuat Valerie meremang, kelihaian Manuel dalam menjamah tubuhnya harus di acungi jempol, apalagi kini keduanya telah ambruk di atas kasur empuk itu, dengan keadaan yang sudah polos, tak ingin menyia-nyiakan waktu Manuel langsung menyatukan diri dengan Valerie.


Sudah lama dia menahan hasrat pada tubuh Valerie untuk di nikmatinya lagi, kini harapan itu sudah terwujud.


"ugghhjh" lenguhan Manuel saat mencapai puncak yang entah sudah berapa kali, sendangkan Valerie sudah lemas tak berdaya di bawah kungkungan Manuel"Manu, sudah dulu! aku sudah ngantuk!" mohon Valerie saat tangan Manuel memandikan intinya lagi, Manuel mengecup puncak kepala Valerie dan mengakhirinya kenakalan tanganya itu dan menyuruh Valerie untuk tidur.

__ADS_1


__ADS_2