Toxic Relationship With My Ex Boyfriend

Toxic Relationship With My Ex Boyfriend
episode 35


__ADS_3

Valerie pergi ke rumah Andre , saat itu hanya ada orang tua Andre yang ada di rumah .


" Valerie tumben kamu kesini ?" Tanya ibu Andre .


" Andre nya ada di rumah tan? saya cari di kantornya tidak ada " tanya Valerie .


ibu Andre menghela nafas berat seakan tahu maksud kedatangan Valerie .


" maaf val jika kamu mencarinya untuk membahas masalah pembatalan pernikahan Andre dan Sila seperti nya Andre bukan orang yang tepat sebab yang memutuskannya adalah ayah Manuel " jelas ibu Andre .


" bukannya Andre anak Tante? mengapa harus ayah Manuel yang memutuskan dengan siapa Andre harus menikah? " sungguh Valerie tidak menyangka jika ayah Manuel begitu mementingkan status dari Sila.


" ayah Andre sudah meninggal dan sejak kecil Andre begitu dekat dengan ayah Manuel jadi setiap keputusan yang keluar dari nya Andre pasti akan menuruti nya, jika kamu memang peduli dengan hubungan Andre dan Sila lebih baik kamu bicarakan dengan ayah Manuel secara langsung atau kamu bisa meminta bantuan Manuel agar membujuk ayahnya ,di keluarga mereka hanya Manuel lah yang bisa melawan perkataan kakak ku itu "


" aku gak mungkin meminta bantuan Manuel , jelas dia akan memanfaatkan situasi untuk mengekang ku lagi nantinya " pikir Valerie .


" jika kamu mau menemui kakak ku , Tante akan berikan alamatnya " ibu Andre memberikan alamat rumah keluarga Manuel .


" terima kasih Tante, saya pamit dulu " Valerie meninggalkan rumah Andre dengan perasaan kecewa sambil memegang kertas yang berisi alamat rumah ayah Manuel .


Akhirnya Valerie memutuskan untuk pergi ke rumah itu . beberapa waktu Valerie telah tiba , seakan tahu kehadiran Valerie seorang pelayan mempersilahkan Valerie masuk ke dalam rumah mewah bak istana itu .


Valerie melihat seorang wanita yang menuruni tangga dia berjalan ke arah Valerie , pelayan yang tadi menyambutnya pun pergi entah kemana .


" kamu siapa? ada keperluan kamu datang ke rumah ini?" tanya wanita yang ternyata ibu Manuel .


"perkenalkan nama saya Valerie , saya kemari untuk mencari pak Rudy ada hal yang perlu saya bicarakan dengan beliau " kata Valerie memperkenalkan diri .


ibu Manuel masih menatapnya intens


" oh , silahkan duduk dulu saya akan panggilkan suami saya" ibu Manuel kembali naik ke lantai atas , sedangkan Valerie menunggu sambil duduk di sofa , sekitar sepuluh menit Valerie menunggu tidak ada tanda-tanda kehadiran orang yang di cari Valerie .


" apa beliau sengaja membuatku menunggu ?" pikir Valerie .


tak tak tak suara langkah kaki terdengar menuruni tangga , Valerie melihat ke arah tangga berharap orang yang di carinya sudah datang namun siapa sangka jika itu adalah Manuel .


" itukan Valerie ? untuk apa dia datang kemari ? apa karena aku tak memberi kabar padanya ? tapi darimana dia tahu rumah ku ?" batin Manuel mendekat ke arah Valerie .

__ADS_1


" kamu di sini? sudah berapa lama? mengapa tidak menghubungi ku aku kan bisa menjemputmu ?" tanya Manuel duduk di samping Valerie .


" ahh baru sebentar " jawab Valerie menjauhkan dirinya dari Manuel .


" ada apa? tidak mau dekat denganku ? apa karena aku tidak lebih menarik dari dokter mu itu sayang ?" tanya Manuel dengan sinis .


" jangan berpikir berlebihan aku hanya tidak mau orang tuamu tahu saja " jawab Valerie .


Manuel terkekeh , sambil memegang bagian belakang kepala Valerie , hingga kedua wajah itu sangat dekat .


Valerie melihat raut wajah Manuel yang marah padanya .


" jangan kira aku tidak tahu hubungan kalian seperti apa ! ingat Valerie jika kamu tidak menjauhinya aku sendiri yang akan membuatnya jauh dari mu, jangan mencoba mempermainkan ku Valerie " ancam Manuel .


Valerie segera mendorong Manuel untuk jauh darinya saat ibu Manuel dan ayahnya datang .


Valerie segera berdiri dan memberi salam pada ayah Manuel .


" duduklah " pinta Rudy , Valerie kembali ke tempatnya .


" ada keperluan apa kamu mencari ku?" tanya Rudy .


" ohh jadi sahabatmu itu menyuruh mu kemari untuk memohon padaku atau kamu sendiri yang berinisiatif membantunya karena keberatan kamu membatalkan pernikahan mereka ? " Rudy dengan santai menanggapi Valerie


" tentu saja saya keberatan dengan keputusan sepihak om untuk membatalkan pernikahan Andre dan Sila hanya karena identitas Sila " jawab Valerie terus terang .


Manuel ternyata salah dia mengira Valerie akan datang mencari dirinya ternyata karena masalah Andre dan Sila.


Rudy tertawa mendengar penjelasan Valerie .


" lalu apa yang kamu inginkan ?" tanya Rudy .


" tentu saja saya ingin om untuk mencabut keputusan om dan merestui pernikahan mereka " pinta Valerie meski dia berbicara lantang di depan Rudy namun tangannya terlihat gemetar .


" kamu tahu sebagai orang tua tentu saja ingin yang terbaik untuk anaknya , sikap saya dan Andre juga demikian , saya tidak ingin orang yang menikah dengannya memiliki asal usul yang tidak jelas dan itu juga akan merusak reputasi Andre kelak , sebelum semua itu terjadi tentu saya harus mencegahnya" ujar Rudy .


Valerie semakin emosi mendengar ucapan Rudy . " tapi apa om tidak berpikir akan menyakiti perasaan Andre mereka berdua saling mencintai " jawab Valerie , Rudy kembali tertawa sedangkan Manuel dan ibunya hanya jadi penonton saja.

__ADS_1


" apa kamu yakin Andre benar-benar mencintai Sila ? bisa saja Andre menikahi Sila hanya karena kamu menjodohkan keduanya , jelas kamu tahu sendiri siapa yang Andre cintai " Valerie menjadi kembali memikirkan perkataan Rudy .


Rudy menyeringai puas melihat Valerie tidak bisa menjawabnya .


" mas sudahlah jangan mempersulit Andre lagi biarkan dia memilih pasangan hidupnya sendiri dan jangan mempersulit gadis ini juga" saran ibu Manuel .


" benar yang mama katakan, lebih baik segera nikahkan saja Andre dan Sila, selanjutnya giliran ku dengan Valerie ,iya kan sayang" sambil memeluk Valerie , sontak membuat Valerie segera melepaskan tangan Manuel dari dirinya . kedua orang tua Manuel menatap Valerie dan Manuel .


" baiklah aku akan mempertimbangkannya tapi aku punya beberapa pertanyaan pada mu? tolong jawab jujur " imbuh Rudy .


Valerie mengangguk "mengapa kamu lebih memilih kabur dari rumah dan memutuskan hubungan dengan keluarga mu di bandingkan dengan menikahi putraku Manuel ?" tanya Rudy dengan serius .


semua orang menantikan jawaban Valerie .


" maaf om untuk itu lebih baik tanyakan sendiri pada Manuel , saya permisi dulu " Valerie segera berdiri dan berniat pergi ,Manuel memegang tangan Valerie dan menariknya keras hingga Valerie kembali duduk, Valerie mengepalkan tangan menahan rasa takut nya .


" El jangan berbuat kasar padanya " teriak sang ibu memarahi Manuel namun Manuel hanya diam .sang ibu menatap Rudy yang hanya diam saja tanpa memarahi anak kesayangannya itu .


" kamu bilang kamu ingin saya untuk merestui pernikahan Andre bukan? saya hanya bertanya saja dan kamu tak bisa menjawab !apa kurangnya putra ku ? apa kamu meremehkan keluarga kami ? apa kamu tidak memikirkan perasaan keluarga mu dan keluarga kami huh !" bentak Rudy pada Valerie .


" saya akan merestui hubungan Andre dan sila tapi jika kamu mau meminta maaf pada kami dan juga pada keluargamu "


" baik saya minta maaf kepada tante dan om karena membuat kalian kecewa tapi saya juga punya hak untuk menolak apalagi setelah apa yang dilakukan Manuel kepada saya, dan untuk masalah antara saya dan keluarga saya rasa itu bukan hak anda untuk ikut campur " jawab Valerie .


plak sebuah tamparan mendarat pada pipi mulus Valerie . Valerie melihat arah orang yang memukulnya , di situ ada ayah Valerie .


" begini kah kelakuanmu pada orang yang lebih tua? keluar dari rumah bukannya intropeksi diri malah semakin kurang ajar" Valerie memegang pipi nya , dia berniat pergi namun Arnold menyuruh bawahannya pergi menangkap Valerie " lepas " teriak Valerie .


" ayah akan bawa kamu pulang dan jangan harap kamu bisa keluar sebelum kamu berubah pikiran" kata Arnold dengan emosi .


" gak sampai kapanpun Valerie gak mau menikah dengannya ! Valerie tidak mencintainya ayah! Valerie juga punya calon sendiri " teriak Valerie sambil meronta minta di lepaskan .


Manuel yang mendengarnya begitu emosi , Valerie dengan terang-terangan mengungkapkan penolakannya di depan Manuel .


ibu Manuel menahan anaknya untuk tidak ikut campur masalah ayah dan anak .


" bawa dia pergi " kata Arnold pada bawahannya .

__ADS_1


" tenang saja aku akan membujuk Valerie untuk mau menikah dengan mu " kata Arnold pada Manuel hanya mengangguk .


akhirnya Valerie di bawa pergi oleh sang ayah meniggalkan kediaman Manuel .


__ADS_2