Toxic Relationship With My Ex Boyfriend

Toxic Relationship With My Ex Boyfriend
episode 62


__ADS_3

Aiden yang mendengar semua pembicaraan Valerie dan Manuel merasa kesal terhadap kakaknya sendiri, pada saat Manuel berpapasan dengannya Aiden langsung menghajar Manuel,


bugh beberapa kali Aiden melayangkan tinju pada Manuel meski bisa mengenai tubuh Manuel nyatanya Aiden masih kalah saat Manuel mulai melakukan perlawanan.


"ada apa denganmu Aiden! aku ini saudaramu!" bentak Manuel sambil mencengkram Krah baju milik Aiden.


"kalau kamu memang saudaraku, kau tidak akan begitu kejam pada istrimu El!"teriak Aiden dengan penuh emosi.


"jadi karena itu kamu memukulku?sudah aku peringatkan berkali-kali jangan ikut campur masalah rumah tanggaku! dan jauhi Valerie!" Manuel kembali mencengkram kuat Aiden, Aiden sudah tidak ada energi untuk melawan Manuel yang jelas lebih kuat dari dirinya hanya bisa pasrah saat Manuel melayangkan tinju pada bagian abdomen Aiden hingga membuatnya meringis kesakitan lalu Manuel melepaskan Aiden yang kini berlutut sambil menahan nyeri.


"kamu masih belum mampu melindungi dirimu sendiri malah sok jadi pahlawan untuk melindungi Valerie! ingat Aiden walaupun Valerie tidak mencintaiku lagi kamu pun tidak akan pernah masuk ke dalam hatinya! apalagi berpikir untuk memilikinya!" ancam Manuel yang sudah pergi entah kemana.


Aiden berdiri dengan sempoyongan, mencoba berjalan namun hampir saja dia terjadi karena hilang keseimbangan dan untung saja Valerie tiba tepat waktu dan membantu Aiden masuk ke dalam kamar miliknya.

__ADS_1


"kamu habis berkelahi dengan Manu?" tanya Valerie yang sudah curiga dengan suara gaduh yang di dengarnya.


Aiden mengangguk pelan, Valerie mengambil kotak obat lalu memberikannya pada Aiden"nih obati lukanya!" kata Valerie sambil menaruh kotak obat di samping Aiden"kalau di film-film tuh cewek nya yang ngobatin! ini masak aku sendiri?" guru Aiden yang malah membuat valerie menjitak kepala Aiden.


"makanya jangan kebanyakan nonton film! oh iya ngapain kalian sampai berantem?" Valerie menduga mereka berkelahi pasti karena dirinya namun dia masih berusaha bertanya pada Aiden.


"ini urusan pria!" kilah Aiden tak mau seng bidadarinya khawatir.


"oh jadi gitu?ya sudah aku bisa cari tahu sendiri dari Manu!" Aiden menghentikan Valerie dengan memegang lengan Valerie"Val, jika kamu sudah tidak kuat, aku bisa membawa mu pergi dari sini! terserah kemana pun kamu pergi!"Valerie dengan pelan melepaskan tangan Aiden"Aiden sudah aku bilang aku tak akan pernah pergi dengan dirimu!"


saat itulah Anita memergoki Valerie yang baru kembali dari kamar Aiden"aku gak nyangka jika kamu seperti ini Valerie! kamu sudah menikah dengan El tapi kamu masih menggoda adiknya!" cibir Anita.


Valerie tak menghiraukan omongan Anita, yang terus menghina dirinya hingga sampai pada saat Anita berkata"apa mungkin anak kamu itu hasil patungan para lelaki itu?"

__ADS_1


Valerie membalikkan badan dan menampar Anita beberapa kali"jaga bicara kamu Anita! seharusnya perkataan mu itu lebih tepat untuk kamu! jika kamu masih ingin tinggal di sini maka jangan sampai membuatku marah atau aku akan membongkar semuanya Anita!" ancam Valerie membuat Anita merasa ketakutan.


Anita tidak habis pikir jika Valerie mengetahui rahasia miliknya.


"Bagaimana dia bisa tahu? jika Valerie saja tahu apalagi El?" Anita mulai panik takut jika Manuel sudah tahu dan pasti dia akan mendapat pelajaran dari Manuel.


"gak! aku harus cari cara agar semuanya tidak terbongkar!" gumamnya.


Di tempat Malvin yang saat ini sedang terbangun dari tidurnya akibat bermimpi tentang Valerie yang menggendong dua bayi seakan menunggunya di sebrang jembatan"sebegitu rindunya aku padamu Valerie sampai aku bermimpi tentang dirimu," senyum pahit Malvin ketika melihat ponsel miliknya berniat menghubungi Valerie namun dia urungkan.


"asal kamu bahagia Val, aku akan mencoba merelakanmu," memandang foto Valerie yang baru beberapa hari di posting di sosmednya.


lengan kekar Manuel menghentikan pergerakan Valerie yang sedari tadi sibuk mengutak-atik ponsel miliknya"kamu ngapain dari tadi main itu terus! sudah malam kamu harus istirahat?" larang Manuel setelah merebut ponsel Valerie.

__ADS_1


Valerie berdecak kesal, dengan wajah cemberut dia pun menarik selimut hingga menutupi sebahu.


Manuel menggelengkan kepala melihat tingkah Valerie bagaikan anak kecil tapi di lain sisi dia merasa gemas ingin rasanya dia menerkam Valerie andai saja Valerie sudah tidak marah pada dirinya.


__ADS_2