
Valerie dan Manuel makan malam bersama, di sela-sela makan mereka terlihat Manuel sibuk dengan ponsel miliknya , jika sebelumnya Valerie pasti akan menegur Manuel sekarang Valerie membiarkan Manuel , hingga makan malam berakhir Valerie malah menonton tv sendirian dan membiarkan Manuel sibuk dengan ponselnya , Manuel sampai sadar jika sekarang dia sedang bersama Valerie .
" aissh aku lupa kalau ada Valerie dia pasti marah " pikir ku , aku pun menghampiri Valerie , siapa sangka Valerie duluan yang mengajakku menonton tv bersama dan sialnya ponselku tiba-tiba berdering .
" udah angkat aja dulu siapa tahu penting" katanya padaku , aku pun pergi menjauh darinya karena yang sedang menelponku adalah wanita yang baru-baru ini aku kencani , malam ini kami sudah ada janji makan malam berdua tapi karena aku dan Valerie sudah makan malam, aku membatalkan janjiku dengan wanita itu ,
" lain kali saja iya, aku sedang sibuk " jawab ku pada wanita itu .
" El , kamu gimana sih ! aku udah dandan dan aku juga buat alasan nginep di rumah teman cuma buat ketemu kamu , dan aku juga sudah memesan hotel buat kita " katanya . aku begitu bimbang antara pergi atau menemani Valerie , akhirnya aku memutuskan untuk menemui wanita itu .
" val, teman-temanku mengajakku pergi futsal apa boleh ?" tanya ku pada Valerie .
" oh , tumben kamu minta ijin, biasanya kan enggak pernah " jawabnya sambil terus menyaksikan sinetron di layar tv .
aku merasa tersinggung mendengarnya tapi memang itulah kenyataan nya memang aku tak pernah meminta ijin darinya saat aku akan pergi , aku tak pernah mengatakan aku pergi dengan siapa ? kemana? padanya sampai kadang aku memarahinya saat dia bertanya kepadaku, aku merasa dia terlalu cerewet tapi saat dia bersikap seperti ini padaku kenapa aku merasa semakin tidak tenang ? seakan aku rindu sosok nya yang cerewet itu.
" jadi di bolehin gak nih ?" tanya ku lagi.
" emang aku bisa melarang mu pergi " jawabnya sambil memakan kripik kentang .
akhirnya aku pergi menemui wanita itu , berharap dengan bertemu dengannya membuatku merasa lebih baik karena sikap Valerie yang acuh tak acuh padaku akhir-akhir ini.
Tapi tak ku sangka saat bersama wanita itu yang ada dalam benakku hanya ada Valerie , aku merasa khawatir Valerie akan meninggalkanku , lagi-lagi aku memikirkan hal yang tidak mungkin karena Valerie sangat polos dan penurut Valerie tidak mungkin meninggalkan diriku begitu saja. aku sampai di rumah pukul 2 pagi, biasanya Valerie akan menunggu pulang hingga dirinya tertidur di sofa tapi lagi-lagi kali ini berbeda , aku tak melihat tv yang menyala dan Valerie yang tertidur di sofa, semua terasa aneh ,aku pun mengecek kamar Valerie dan melihatnya tidur pulas di kamar .
" ahh mungkin dia terlalu lelah" pikir ku , aku pun masuk ke dalam kamar dan kemudian tidur .
Esok harinya , aku bangun sekitar jam 7 pagi, jika biasanya Valerie membuatkan ku kopi dan menyiapkan sarapan untukku hari ini tidak ada yang apapun di meja makan, aku sungguh merasa heran apa Valerie belum bangun? aku masuk ke kamarnya untuk memastikan , tapi dia sudah tidak ada di kamar , tapi
__ADS_1
di atas meja riasnya aku menemukan kertas bertuliskan " aku pergi keluar bersama teman-teman ku " tulisnya , aku merobek kertas itu dan membuang ke tempat sampah .
" Padahal ini hari libur , seharusnya dia menghabiskan waktunya bersamaku atau dia sedang marah karena aku pulang terlambat atau sebenarnya dia tahu jika aku kembali berselingkuh, ahh tidak mungkin sekarang aku kan lebih berhati-hati menemui selingkuhan ku dan kami tidak sembarang bertemu di tempat terbuka " batinku resah .
Pagi ini Valerie pergi bersama teman-temannya untuk pergi ke sebuah pantai tak lupa Adam juga ikut beserta pacar Lia namanya Rama , mereka berenam pergi mengendarai mobil milik Rama , di depan ada Lia dan pacarnya yang menyetir di tengah ada Ana dan Maria yang terus saja berisik dan di belakang tentu saja Valerie dan Adam .
" val kok diam aja dari tadi " tanya Lia dari depan .
" kamu sakit val?" tanya Adam cemas Valerie menggeleng .
" pacarnya Lia bawa mobilnya kasar banget , pengen muntah rasanya " oceh Valerie , sambil menyandarkan kepalanya di bahu Adam , Adam pun meminta minyak kayu putih pada Ana , awalnya Adam memberikan minyak kayu putih itu pada Valerie untuk dia oleskan ke perut Valerie tapi kedua tangan Valerie memegang kantong plastik di tangannya . " val aku pakaikan minyak kayu putih iya di perut kamu biar mendingan" kata Adam meminta ijin , Valerie diam sejenak lalu beberapa detik kemudian dia mengangguk , Adam membuka sedikit kaos yang di kenakan Valerie , dia membuka tutup minyak kayu putih itu lalu menuangkan nya ke tangan kemudian dia mengoleskan kebagian perut Valerie yang rata dengan begitu lembut dan memijitnya pelan , sebenarnya Valerie merasa malu namun karena memang perutnya sakit dia terpaksa mengiyakan Adam .
" putih dan lembut " batin Adam , setelah selesai Adam merapikan baju Valerie .
sejam kemudian mereka telah sampai di tempat tujuan , Adam membangunkan Valerie yang tertidur .
Valerie dan teman-teman nya begitu takjub dengan pemandangan tepi pantai , sesampainya di sana tentu saja mereka segera berganti pakaian dengan bikini yang telah mereka siapkan , tak terkecuali Valerie , saat semua nya sudah berganti pakaian dan berjalan ke arah pantai , Valerie berjalan di belakang dengan mengenakan bikini berwarna putih , dengan cd bertali , Adam yang menunggu Valerie pun kaget saat melihat penampilan Valerie , wajah Adam langsung merah saat Valerie mendekat ke arahnya begitu juga Valerie yang tampak canggung saat Adam menatap dirinya " oh Tuhan , jika di suguhi pemandangan seperti ini terus aku juga bisa hilang kendali " batin Adam frustasi .
Adam tak sadar menelan ludahnya sendiri , badannya menjadi begitu gerah .
" val , ayo ikut aku sebentar " Adam langsung menarik tangan Valerie dan mengajaknya ke dalam villa,
di dalam villa Adam mencari kain pantai yang Maria titipkan di tas Adam lalu Adam segera memakaikan kain itu untuk menutupi bagian bawah tubuh Valerie .
" begini kan lebih baik " kata Adam .
" memangnya penampilan ku jelek iya dam , kok di tutupi segala " protes Valerie .
__ADS_1
" hah , gak kok kamu pakai apa aja cantik kok val, tapi kalau gak di tutupi bahaya buat yang melihatnya " jawab Adam . seakan tahu maksud perkataan Adam , Valerie pun tertawa di susul Adam yang ikut tertawa juga .
" ayo kita susul yang lain " ajak Adam , Valerie pun menggandeng tangan Adam dan berjalan berdua ke arah pantai .
di tepi pantai , semuanya sibuk sendiri apalagi Lia yang sibuk bermesraan dengan pacarnya , Maria sibuk berfoto dengan Ana .
" kita mau ngapain dam ?" tanya Valerie ,
" mau aku foto ?" tawar Adam , Valerie segera melakukan pose sesuai keinginannya dan Adam memotretnya dengan kamera yang Adam bawa, Adam begitu terpesona karena Valerie begitu pandai berpose layaknya model apalagi bentuk tubuh Valerie sangat mendukung .
hingga semua teman nya mendekati Valerie dan akhirnya mereka berfoto bersama , cuaca semakin panas yang lain memilih kembali ke villa tapi Adam dan Valerie masih tetap berada di pantai mereka berteduh di bawah pohon besar sambil menikmati pemandangan laut dan deburan ombak .
" val, katanya berteriak di tempat seperti ini bisa meringankan beban di hati lho" kata Adam ,
" benarkah ? " tanya Valerie tak begitu percaya .
" iya benar coba lah " jawab Adam meyakinkan Valerie .
" gak mau , kamu contoh in dulu lah " pinta Valerie . " oke dengar kan baik-baik iya " Adam lalu berjalan mendekati bibir pantai , sebelum melakukannya Adam berbalik ke arah Valerie , Valerie memperhatikannya dari kejauhan sambil duduk di bawa pohon .
Adam mulai berteriak " Valeri aku sungguh mencintaimu, aku ingin kamu memberikan perasaanmu seutuhnya padaku ?" teriak Adam dan valerie mendengarnya , Lalu Adam kembali lagi menghampiri Valerie
" dam " Adam menempelkan ujung jari telunjuk nya pada bibir Valerie " stts tidak perlu di jawab sekarang , aku kan cuma mengeluarkan isi hatiku saja , Sekarang giliran mu , utarakan semua yang kamu inginkan anggap saja aku tidak ada supaya kamu merasa bebas " katanya.
Valerie akhirnya berdiri lalu dia berjalan seperti Adam sebelumnya , di saat itu deburan ombak membasahi tubuhnya hingga di atas lutut , Valerie menarik nafasnya dalam sambil memejamkan mata " Manuel aku sungguh lelah dengan mu aku sudah muak menjalani hubungan ini , kapan kamu akan bisa melepaskan aku ? tolong biarkan aku pergi Manu " teriak Valerie sambil air matanya keluar
Adam tertegun mendengarnya Adam menghampiri Valerie , Adam mengusap air mata Valerie . " makasih iya dam " ucapnya lirih . setelah itu mereka kembali ke dalam villa .
__ADS_1