
di dalam apartemen Manuel , valerie langsung, masuk menuju kamarnya namun dia terkejut saat ada tangan yang menahan dia membuka pintu . Valerie semakin terkejut melihat ada pria asing berada di depannya . " hai bidadari cantik , sedang apa kamu di sini?" tanya pria itu .
"jelas aku ingin masuk ke kamarku sendiri seharusnya aku yang tanya kamu apa yang kamu lakukan di sini? " tanya Valerie ketus , Valerie ingat jika pria di hadapannya saat ini adalah pria yang tempo hari dia tabrak di kampus .
pria itu seakan tak percaya mendengar perkataan Valerie . " kamu pasti bohong kan ?" tanya pria itu lagi mencoba memastikan.
" Manuel " teriak pria itu membuat Manuel keluar dari kamar miliknya .
" ada apa " jawab Manuel keluar dari kamar , seakan tidak senang Manuel langsung menarik Valerie ke dalam dekapannya , Valerie nampak bingung dengan apa yang terjadi sekarang namun setelah di perhatikan wajah keduanya sedikit mirip satu sama lain dan jelas tubuh Manuel lebih tinggi dan wajahnya lebih tampan dari pria itu .
" Valerie , kamu sudah pulang sayang ? kenalkan dia Aiden adikku, dan Aiden ini Valerie kekasihku " perkataan Manuel membuat kaget keduanya . Valerie memang menjalani hubungan lama dengan Manuel tapi Manuel tidak pernah mau membahas keluarga nya saat Valerie menanyakan hal itu Setelah berkenalan Manuel mengajak keduanya duduk di ruang tv , Kedua nya masih diam hingga Manuel berkata " kamu sudah tahukan aku tinggal bersama dengan Valerie jadi lebih baik kamu kembali ke asrama saja " katanya pada sang adik , Aiden berdiri " El , aku kemari juga atas keinginan mama ! dia sangat mengkhawatirkan mu dan dia menyuruhku tinggal bersama mu El , jadi aku tidak bisa pergi begitu saja , lagipula masih ada kamar lain kan ? aku juga tak akan menganggu kalian" jawab Aiden sambil melirik ke arah Valerie
" tapi itu kamar ku " protes Valerie " iya kalau begitu aku bisa tidur dengan Manuel atau kamu yang tidur dengannya " sahut Aiden ." aku berusaha mengindari Manuel masa aku harus tidur dengan nya ?" pikir Valerie .
" tidak bisa , valerie tidak mungkin tidur dengan ku " bela Manuel " jika mereka tahu isi kamarku bisa gawat " batin Manuel
" tapi kamu juga tidak bisa " imbuh Manuel menatap Aiden .
Meski tidak tahu apa akan berhasil Valerie memanfaatkan situasi dengan baik " kalau begitu aku kembali ke tempat tinggal ku saja , bagaimana pun dia kan adik kamu " jawab Valerie .
" tapi valerie , aku tidak tenang jika kamu jauh dariku " ujar Manuel .
" justru aku sangat tenang Manuel " batin Valerie .
" tidak apa , Kita kan masih bisa bertemu " Valerie mencoba meyakinkan Manuel .
" ya sudah kamu bisa pindah mulai besok , sekarang kamu tinggal dulu di sini biarkan Aiden tidur di sofa, oh iya jangan lupa kunci pintu kamarmu " Valerie pun pergi ke dalam kamar nya ,
__ADS_1
" sudah kamu apakan saja dia ?" tanya Aiden , Manuel mengeluarkan smirk nya
" menurutmu ?" Aiden terlihat kesal kemudian pergi keluar dari apartemen Manuel " bagaimana bisa wanita seperti dirinya bersanding dengan Manuel , pria itu sungguh tidak pantas " pikir Aiden
pagi hari, Valerie bangun pagi karena dia ingin pergi ke gym , karena merasa haus dia pun pergi ke dapur sayang nya dia lupa jika di tempat nya ada penghuni baru .
" selamat pagi bidadari ku " sapa Aiden yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Valerie hanya menatap Aiden sambil meneguk air putih di botol.
" val kamu mau pergi kemana pagi-pagi ?" tanya Aiden .
" mau pergi olahraga " jawab Valerie .
" sama siapa ?" tanya Aiden .
" oh sama laki-laki yang gandeng tangan mu itu iya " ucap Aiden di dekat telinga Valerie.
" hati-hati val jangan bermain api dengan El " Aiden pun pergi meninggalkan Valerie .
Valerie pun akan pergi dan lagi-lagi Aiden tepat berada di belakangnya .
" bareng iya val , biar bisa lebih dekat dengan mu " ujar Aiden .
" hati-hati jangan bermain api dengan Manu " ucap Valerie pada Aiden , membuat Aiden terkekeh mendengarnya.
" kalian mau pergi kemana huh? " tanya Manuel .
__ADS_1
" ini mau ikut Valerie nge-gym " jawab Aiden .
" Valerie bukannya aku sudah pernah bilang jangan pergi ke tempat seperti itu tanpa diriku"
" tapi aku pergi dengan Aiden sama saja kan, dia kan adikmu " jawab Valerie
" dia adikku tapi bukan adikmu , dia termasuk orang lain dalam hubungan kita , jika kamu mau pergi kamu tunggu aku bersiap dulu jangan kemana mana, atau tidak usah pergi " ucap Manuel tegas , di situ Aiden tahu bagaimana kondisi hubungan Manuel dan Valerie " yang sabar iya , aku pergi dulu an " pamit Aiden . akhirnya mau tidak mau Valerie harus pergi bersama dengan Manuel .
di tempat gym, banyak mata pria tertuju pada valerie yang sedang berolahraga sedang dari kejauhan Manuel yang juga melakukan hal yang sama juga terus mengamati kekasihnya itu hingga beberapa pemuda menghampiri Valerie dan terlihat sedang menggodanya, Manuel langsung menghampiri mereka dan mengajak Valerie pulang , Valerie marah pada Manuel yang terlalu posesif padanya. ke esokan harinya Valerie memutuskan kembali ke apartemen miliknya dengan di bantu Manuel beserta Aiden , sikap Valerie semakin acuh pada Manuel membuat Manuel harus lebih bersabar menghadapi Valerie .
namun kejadian itu terus berulang sekitar dua Minggu an , aku sungguh kesal di buatnya apalagi dia selalu menolak dan mencari alasan saat aku ingin berhubungan dengannya . kali ini aku pergi menemuinya di apartemen milik Valerie menemaninya mengerjakan tugas kuliah dan karena hari sudah larut aku memutuskan tinggal di tempatnya , dia pun mengijinkanku dan menyuruhku tidur di kamar yang lain , tapi aku mencoba merayunya " malam ini begitu dingin , bagaimana kalau aku menghangatmu sayang " Valerie masih tetap menolak ku , hingga saat dia tidur malam ini , aku masuk ke dalam kamarnya Valerie , aku melihatnya hanya memakai gaun tidur pendek dan tipis hingga pakaian dalamnya pun tercetak jelas , darah ku berdesir , saat aku naik ke atas tempat tidurnya dia tiba-tiba bangun, sepertinya dia begitu terkejut melihatku , dia juga langsung menutupi bagian tubuhnya dengan selimut .
" Manu , kenapa malam malam kamu di sini ?" tanya nya padaku , kulihat dia begitu gelisah seakan enggan melihatku berada di kamarnya . aku masih diam mengamati dirinya,
" ini sudah malam sebaiknya kamu kembali ke kamar mu saja " katanya membuat ku kesal .
" lagi - lagi dia ingin menolak ku " batinku
" aku ingin tidur bersama mu " kataku terus terang , dia semakin gelisah ,kulihat dia meremas bagian selimut nya,
" tapi Manu , aku masih belum siap aku masih mengingat kejadian sebelumnya aku masih belum bisa melupakannya Manu, tolong beri aku waktu " selalu saja alasan itu yang dia katakan padaku membuat ku begitu muak tanpa persetujuannya aku segera menindihnya meskipun dia menolak , memberontak bahkan menangis pun aku tak peduli , yang terpenting saat ini aku bisa menuntaskan hasrat ku padanya .
hingga jam 3 pagi aku masih terjaga dan terus melanjutkan aksiku , meski dia terus memohon padaku untuk berhenti aku tak melepaskannya " Manu, aku lelah " ucapnya dengan mata sayu menatapku , aku juga tidak menghitung berapa kali aku sudah menyemburkan benih ku pada rahimnya , yang jelas pasti sudah sangat banyak, peluh dan keringat tentu saja membanjiri tubuhku begitupula dirinya , sprei lusuh pun jadi saksi begitu panas nya kami semalam , sampai akhirnya dia tertidur karena kelelahan di bawah kungkungan ku, aku mengecup keningnya dan kemudian menyusulnya tidur .
Mentari sudah menampakkan nya sinarnya begitu tinggi, aku terbangun karena ponsel miliknya berbunyi dan aku melihat wanitaku masih tertidur begitu pulas , aku mengambil ponsel yang berada di sebelahnya , aku begitu kesal melihat nama yang tertera di layar ponsel miliknya , aku matikan panggilan itu lalu aku mengirimkan sebuah pesan padanya jika Valerie masih tidur tak lupa aku juga mengirimkan fotonya yang sedang tidur dengan kondisi yang sangat lelah dengan begitu banyak karya yang aku tinggalkan di leher dan dadanya aku harap dengan begitu dia sadar diri dan tidak mendekati Valerie lagi, setelah dia selesai membaca pesanku aku langsung menghapus isi pesan itu dari ponsel Valerie .
aku meringis saat merasakan sakit di punggung ku , aku merabanya ternyata ada bekas cakaran yang di tinggalkan Valerie semalam, tapi itu sepadan .
__ADS_1
.