
usai pelajaran berakhir , aku dan Adam pergi ke kantin berdua , meski Manu sudah melarang ku bertemu Adam tapi aku tidak bisa melakukannya apalagi kamu satu kelas dan untungnya Manu tidak mengetahui hal itu .
Di sana sudah ada ketiga temanku yang sedang menunggu kami berdua , Ana melambaikan tangannya dengan refleks aku langsung menggandeng tangan Adam dan mengajaknya berkumpul bersama ketiga wanita itu.
aku duduk di sebelah Lia, sedangkan Adam duduk di sebelah Ana kami berdua duduk berhadapan.
ketiga temanku sudah memesan makanan terlebih dahulu , aku pun berniat memesan sendiri makanan untukku namun Adam melarang ku , aku masih bersikeras ingin memesan sendiri namun Lia menahan tanganku dan menyuruhku membiarkan Adam yang memesan makanan .
Adam akhirnya pergi , dan aku kembali duduk.
" apa apaan sih Li " kataku ketus ,
" udah biarin aja Adam yang pesan lagian dia pasti senang kan bisa ngelakuin itu buat mu " kata Lia sambil menyantap makanannya .
aku hanya diam tak berkata apa-apa lagi, ponsel baru berbunyi terlihat nama Manuel di layar ponselku, aku lebih memilih mengabaikannya .
" ponsel baru ? tumben " selorok Ana.
" iya iya lah baru pasti yang lama udah di hancurin sama si Manusialan. itu kan " sanggah Maria .
aku hanya mengangguk mengiyakan perkataan nya .
" emang seberapa dekat hubungan mu dengan Adam sampai dia marah !" tanya Lia .
" iya kita akhir-akhir ini memang lebih banyak menghabiskan waktu berdua apalagi saat tidak ada kalian dan Manu yang sibuk di kantornya itu " jawab ku terus terang .
" aahh aku punya ide gimana kalo kamu pacarin aja si Adam , iya itung-itung buat balas si Manu " ucapan Lia padaku .
" gila iya , masa Valerie yang polos ini kamu ajarin begitu " protes Maria .
" polos ? kalian pikir Valerie masih polos jika bersama dengan Manuel " perkataan Lia membuat ku merasa canggung .
__ADS_1
Saat itu pula Adam sudah tiba dengan membawakan aku jus stoberi dan semangkuk mie goreng kesukaanku " makasih " ucap ku lalu menyantap makanan itu , sedangkan Adam hanya memesan es kopi saja.
Selesai menyantap makanan ku, tiba-tiba ana berkata " val nanti sepulang kuliah kita mau main ke tempat mu iya "
bak di sambar petir aku kaget bukan main , begitu pula dengan Adam .
" aku harus bagaimana ? jika menolak mereka pasti makin curiga " pikir ku .
" ahh iya " jawab ku .
Setelah selesai makan dan kembali ke pelajaran berikutnya aku terus tidak konsentrasi dalam belajar .
" sudah , terus terang saja pada mereka aku yakin mereka akan mengerti tentang keadaan mu , jangan di tutup-tutupi lagi val " kata Adam memberi ku saran .
Sepulang kuliah, ketiga temanku sudah menunggu di parkiran .
" dimana Adam ?" tanya Ana ,aku menjawab " Adam masih ada kegiatan di kampus "
Pada akhirnya aku membawa mereka bertiga ke apartemen Manu , aku menjelaskan semuanya pada ketiga sahabatku itu perihal aku tinggal di tempat Manu, mereka sempat syok namun tetap menyemangati ku .
" memang beda iya kalo punya pacar yang sudah bekerja " kata Maria seakan takjub dengan apartemen milik manu yang terkesan mewah .
" kalian mau minum apa ?" tawar ku .
" terserah val , yang penting segar " jawab Ana .
aku mengambilkan minuman kaleng dari dalam kulkas dan menaruhnya di meja , saat itu ketiga nya sedang duduk di sofa .
" kalian udah lama tinggal bareng ?" tanya Lia .
" gak kok sekitar sebulan yang lalu " jawab ku pada mereka .
__ADS_1
" jadi kamu dan pria itu tidur sekamar ?" tanya Maria .
aku menggeleng .
" kami punya kamar masing-masing " jawab ku meski kadang Manu sering tidur di kamarku .
Mereka bertiga pun mengajak ku pergi ke kamar ku , akhirnya kami berempat menghabiskan waktu kami sampai sore hari .
sore hari, selesai bekerja aku segera pulang ke apartemen aku begitu cemas karena Valerie tidak menjawab panggilanku tadi siang hingga sore , aku takut dia akan kabur dari ku . sesampainya di tempat tinggal kami, aku langsung membuka pintu , aku tak melihat Valerie di ruangan itu namun aku mendengar suara berisik dari kamar Valerie , aku membuka pintu kamar nya , dan aku lihat Valerie sedang berjoget sambil bernyanyi bersama temannya , tawanya begitu lepas sudah lama aku tak melihat Valerie ku begitu ceria , aku tak mau mengganggu waktunya dan akhirnya aku memilih masuk ke dalam kamarku sendiri .
jam sudah menunjukkan pukul enam sore , aku sudah selesai mandi dan saat aku keluar kamar aku melihat Valerie dan ketiga temannya , mungkin ketiga temanya itu berpamitan pulang sebab aku memperhatikan mereka yang sudah menenteng tas nya , namun pandangan mereka terlihat tidak menyukai ku tapi aku tak peduli yang penting adalah Valerie masih menyukaiku.
" kamu sudah pulang " tanya Valerie padaku , aku langsung menghampiri Valerie dan mencium bibir nya sekilas , Valerie nampak kaget mungkin dia malu di lihat oleh teman-temannya tapi memang ini yang aku inginkan .
" sudah dari tadi , tapi karena kamu sedang asyik dengan teman-teman mu aku tak mau mengganggu , oh iya tidak sekalian ajak teman mu makan malam di sini sayang " tawar ku pada Valerie .
" apa boleh ?" tanya nya .
" tentu saja " jawab ku sambil tersenyum lembut padanya .
Namun salah satu teman nya yang bernama Lia dengan tegas menolak dan langsung pamit pulang di susul kedua temannya itu .
" maaf iya, aku mengajak teman ku kemari tanpa meminta ijin dulu " ucap Valerie padaku .
" tidak apa-apa lain kali kamu bisa mengajak mereka kemari kalo mau tapi tidak untuk teman mu yang bernama Adam itu " kataku padanya dia hanya mengangguk .
Aku mengajak Valerie ke dapur kali ini aku memasakkan steak untuk makan malam kami berdua , aku harus bisa meyakinkan Valerie jika aku sudah berubah untuk membuatnya tidak menjaga jarak lagi padaku . Valerie telah menghabiskan makanan nya , dia juga membantuku membereskan dapur . setelah selesai kami memutuskan untuk menonton tv kebetulan film yang di putar adalah film romantis , ini bisa jadi momen untuk mendekati Valerie.
Valerie sedang asyik menonton film sambil memakan cemilannya ,
" Valerie sayang " panggil di dekat telinganya sedikit ku tiup daun telinganya , aku melihat reaksi dari tubuhnya yang meremang karena ini salah satu bagian sensitif miliknya .
__ADS_1
" apa " jawabnya sungguh aku tak tahan lagi dengan hanya melihatnya memakai pakaian tidur bisa membuat ku begitu bergairah .
aku langsung saja menyambar bibir ranumnya itu ku sesap bibirnya tak lupa tangan ku sudah bermain di bagian bawahnya . aku sungguh tak tahan lagi aku segera melucuti pakaiannya dan milikku hingga akhirnya aku berhasil mendapatkan apa yang aku tahan sejak kemarin .