
Valerie menjalani pekerjaaan di kantor seperti biasa namun banyak orang yang seakan menjauhi dirinya bahkan rumah tentang dirinya dan Robby semakin panas , ingin Valerie menghampirinya mereka dan memakinya namun dia masih tahan karena semakin membuat mereka tidak percaya pada Valerie dan menganggap valerie hanya ingin menutupi rumor tersebut .
siang hari saat jam akan siang valerie berniat mengajak Anita makan tapi Anita di bawa pergi oleh teman kerja yang lain , membuat nya mau tak mau harus makan sendirian .
saat sedang menikmati maka siangnya tiba-tiba Robby duduk di sebelah Valerie , membuat valerie di perhatikan oleh banyak orang .
" apa kehadiran ku membuatmu tidak nyaman?" tanya Robby .
" sudah jelas masih saja tanya " batin valerie .
Robby merasa tidak keberatan akan rumor yang beredar diantara keduanya ,karena hubungan Robby dan istrinya juga tidak baik, sang istri selalu saja kelayapan dan bahkan Robby sering menangkap basah istrinya sedang selingkuh namun karena Robby memikirkan tentang nasib anaknya yang masih kecil Robby harus sabar dan memaafkan sang istri.
" tentu saja , apa kamu tuli hingga tidak tahu rumor tentangmu dan valerie , atau jangan-jangan kamu merasa senang ?" sahut Aiden yang juga berada di depan Valerie .
Robby merasa tersinggung atas ucapan Aiden .
" val, kamu tidak akan berpikir begitu kan?" tanya Robby pada valerie namun Valerie tidak menjawab dan hanya menikmati makanan yang ada di depannya .
melihat Valerie yang mengabaikannya Robby pun pergi .
" huft , akhirnya pergi juga " gumam Valerie . Aiden tertawa mendengar ocehan Valerie.
" kamu tidak marah pada mereka Valerie ?" tanya Aiden .
" marah ? tentu saja aku marah Aiden " jawab Valerie .
" tapi mengapa kamu diam saja ? " tanya Aiden lagi .
" iya karena aku malas meladeni mereka , anggap saja mereka iri padaku " jawab Valerie .
" kamu tahu Valerie dari pertama kali aku bertemu dengan mu aku sangat mengagumi dirimu , tidak hanya cantik kamu pun orang yang kuat " jelas Aiden .
" aku kuat ! aku bukan superhero Aiden " Valerie merasa tidak terima dengan perkataan Aiden .
__ADS_1
" aishh bukan kuat yang seperti itu ! pokoknya bidadari ku ini begitu mengagumkan di mataku " puji Aiden .
"jangan selalu berkata seperti itu Aiden atau besok akan beredar rumor tentang kita " omel Valerie .
" aku tidak keberatan malah aku berharap bukan hanya rumor saja melainkan sebuah kenyataan Valerie " perkataan Aiden membuat Valerie menghentikannya aktivitasnya .
" jangan bercanda Aiden ! itu tidak lucu ! jika yang lain mendengar , tidak akan baik bagi kita " Valerie berkata dengan tegas pada Aiden .
" aku tidak bercanda , aku sungguh menyukaimu Valerie " Aiden terdengar serius, nafsu makan Valerie hilang , Valerie segera bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Aiden, Aiden pun mengikuti Valerie , sampai di depan lift Aiden menarik tangan Valerie.
" Valerie dengarkan aku serius dengan perkataan ku barusan , aku menyukaimu sejak kita bertemu di kampus , tapi saat aku tahu kamu bersama Manuel aku mencoba melupakanmu tapi tetap saja tidak bisa tapi aku sangat senang saat kamu meninggalkan Manuel , aku harap kamu bahagia tanpa Manuel dan akhirnya kita bertemu aku ingin kamu memberiku kesempatan val" di sekitar Valerie dan Aiden berada begitu sepi jadi Aiden dengan berani berkata lantang seperti barusan namun ada satu orang yang tak sengaja melintas , dia adalah Anita yang menguping pembicaraan mereka berdua .
" tidak bisa Aiden aku tidak memiliki perasaan apapun padamu ! aku sudah menganggap mu seperti adikku sendiri, lebih baik kamu cari wanita lain saja Aiden dan jika Manuel tahu dia pasti marah padamu " valerie pun masuk ke dalam lift .
Anita menghentakkan kakinya saking kesalnya pada Valerie " huh ! kenapa banyak lelaki yang begitu menyukai Valerie ! aku semakin tidak menyukaimu Valerie " gerutu Anita .
di rumah sakit
Malvin saat ini berada di ruangan kerjanya , dia membaca buku harian milik sang pendonor matanya , sesekali dia tertawa sambil membaca buku namun. terkadang dia tampak serius dan ada rasa sakit di hatinya .
Malvin juga melihat foto yang di tinggalkan sang pendonor mata yang merupakan foto dari kekasihnya .
" bagaimana aku bisa memenuhi permintaanmu, jika dia mengetahui semuanya apa dia akan menerima diriku ? dia pasti akan membenciku , apa lagi saat ini hubungan ku dengan Valerie arghhh aku sang pusing saat memikirkannya " oceh Malvin.
sebuah pesan masuk Malvin segera membuka pesan yang di kirim Valerie padanya ,
" Malvin , hari ini aku ada jadwal ? " tanya valerie .
" iya , aku jemput kamu sepulang kerja " jawab Malvin.
" tidak perlu, aku sudah minta ijin untuk pulang lebih awal , aku akan segera kesana , tunggu aku " tulis Valerie .
Valerie sudah ijin pada Robby dan Robby pun mengijinkannya pulang lebih awal , saat dia berjalan keluar dari ruangan dengan menenteng tasnya , Anita yang lewat bertanya " RI , kamu mau pulang?" tanya Anita .
__ADS_1
" iya , aku ada urusan pribadi jadi aku meminta ijin pulang lebih awal , aku pulang dulu iya " pamit Valerie pada Anita, Anita hanya mengangguk sedang dalam hatinya " pasti mau menemui Manuel lagi"
seperempat jam perjalanan valeria akhirnya sampai di rumah sakit tempat Malvin bekerja , Valerie akan masuk ke dalam ruangan tempat Malvin menerima pasien namun perawat di sana mengatakan jika Malvin berada di ruang kerjanya dan menyuruh Valerie untuk pergi ke sana langsung .
Valerie pun mencari ruangan kerja Malvin, saat sudah berada di depan pintu samar-samar valerie melihat Malvin yang marah pada seorang perawat , pakaian perawat itu nampak berantakan namun tidak pada pakaian Malvin.
" Malvin " teriak Valerie menghampiri Malvin, perawat itu seakan malu saat Valerie menatapnya .
" Valerie kamu jangan salah paham dulu, aku tidak melakukan apapun dengan nya dia yang tiba datang ke ruangan ku saat aku istirahat " jelas Malvin dirinya tak mau valerie salah paham padanya .
Valerie diam dan hanya memandang perawat itu .
" dengar iya , aku tahu Malvin sangat tampan dan banyak wanita yang mengejarnya , tapi apakah kamu tidak malu saat kamu menggunakan cara seperti ini untuk menggoda lelaki , pergilah aku tak mau melihat mu oh iya jangan ulangi hal ini lagi "usir Valerie pada perawat tersebut.
Malvin merasa senang karena telah membantunya mengusir wanita itu.
" kamu sudah makan siang? tadi aku mampir membelikan makanan untukmu " kata valerie sambil meletakkan makanan yang dia beli tadi .
" untuk ku ?" tanya Malvin .
Valerie mengangguk , Malvin pun tersenyum dan membuka isi dari kantong tersebut , sebuah lunch box dengan nasi lengkap berserta lauk Kari Jepang dengan daging ayam serta salad buah , tak lupa Valerie juga membeli minuman untuk Malvin .
" makasih iya " kata Malvin sambil memakan makanan yang Valerie bawa.
sesekali Malvin juga menyuapi Valerie dengan salad buah , keduanya nampak menikmati momen sederhana itu .
selesai menyantap makanan nya Malvin pun mengajak Valerie untuk keluar , menuju taman yang ada di rumah sakit itu .
di belakang rumah sakit ada taman yang besar yang di tumbuhi berbagai pohon dan bunga , di taman itu ada banyak bangku yang di gunakan pasien atau orang biasa bersantai .
Malvin mengajak Valerie berkeliling taman itu, awalnya Valerie tak mengerti maksud Malvin mengajaknya kemarin, namun saat Malvin menyuruh Valerie duduk, Malvin bertanya" apa trauma kamu masih sering kambuh, jika terus begitu kita akan melakukan hipnoterapi " Valerie terkejut " tapi kamu bilang tidak akan melakukannya padaku " jawab Valerie .
" ini cara cepat agar kamu melupakan masa lalu mu " jawab Malvin sedang dalam hati" tepatnya melupakan Manuel dan orang yang sedang kamu tunggu itu " batin Malvin .
__ADS_1
" aku tidak mau melakukannya Malvin, aku tidak mau melupakan kenangan ku di masa lalu " tolak Valerie.
" tapi val" " please Malvin , jangan paksa aku melakukannya " mohon Valerie , membuat Malvin tak berdaya .