Toxic Relationship With My Ex Boyfriend

Toxic Relationship With My Ex Boyfriend
episode 50


__ADS_3

Malvin berjalan kembali ke ruangannya setelah berhasil menyingkirkan Sonya yang terus menempel dan mengganggu pekerjaannya , Sonya adalah adik Alson dan saat ini Alson memintanya untuk menjaga sang adik saat dirinya tidak ada namun siapa sangka jika Sonya malah terus menempel padanya hingga membuatnya terpaksa membawa Sonya ke acara pernikahan Sila dan hari ini Sonya kembali berbuat ulah di ruang sakit dengan memberitahu para pegawai rumah sakit jika dirinya adalah kekasih dari Malvin .


Malvin sudah hilang kesabaran dan menyeret Sonya untuk pergi dari tempatnya bekerja . " Vin aku itu mau menemani mu disini boleh iya " rengek Sonya manja saat Malvin bersikeras membawanya keluar dari lingkungan rumah sakit .


" Sonya berapa kali aku bilang jangan mengganggu ku saat bekerja " bentak Malvin membuat Sonya merasa takut .


" sekarang kamu pulanglah dulu nanti malam kita pergi makan malam bersama" Sonya yang mendengar perkataan Malvin merasa senang dia dengan patuh menuruti perintah Malvin dan pulang ke rumahnya .


tapi saat akan memasuki ruangannya dia melihat Valerie yang lewat namun pandangan Valerie seakan tidak fokus terlihat seperti memikirkan sesuatu .


" Valerie " Valerie langsung menoleh ke arah Malvin .


"untuk apa kamu datang kemari ?" tanya Malvin .


" ahh aku menemui Sila " jawab Valerie .


" oh , kamu ke sini sendirian ?" tanya Malvin sekali lagi .


" iya , tapi ada sopir yang menunggu ku di luar " suasana menjadi canggung diantara keduanya .


" apa bisa kita berbicara sebentar ?" Valerie langsung menatap wajah Malvin .


" tentang apa? aku takut terjadi kesalahpahaman apalagi tadi ada seorang perawat yang tiba-tiba mengatakan jika kamu baru saja pergi dengan kekasihmu "


" ah maksudmu Sonya ? dia bukan kekasih ku dia hanya adik dari Alson aku harap kamu tidak salah paham padaku Valerie "


" untuk apa kamu menjelaskan nya pada ku Malvin ? aku bukan siapa-siapa mu " mendengar ucapan Valerie membuat dirinya merasa sakit hati " iya benar juga kalau begitu maaf sudah menganggu mu" ucap Malvin mulai sadar diri dan mengurungkan niatnya untuk mengajak Valerie berbincang .


" oh gak jadi iya ? katanya ingin berbicara dengan ku " celetuk Valerie .

__ADS_1


" kamu mau ? masuklah " Malvin mempersilahkan Valerie masuk kedalam ruangannya .


Valerie mengamati ruangan dimana dia sekarang berada, bayangan dirinya dan Malvin yang beberapa waktu lalu menghabiskan waktu berdua di ruangan itu kembali teringat di benak Valerie .


" duduklah " pinta Malvin .


" bagaimana kondisi mu ? apa sudah lebih baik ?" tanya Malvin .


" iya sekarang aku jauh lebih baik " "apalagi saat bersama mu " batin Valerie.


" ohh baguslah, aku yakin kamu pasti bisa sembuh " namun Valerie hanya diam tidak berkata apapun dia hanya menatap Malvin .


" jika bisa biarkan waktu berhenti supaya aku bisa bersamamu sedikit lebih lama Valerie"


" Malvin jika seandainya ada orang yang berbohong untuk menutupi suatu kebenaran agar orang lain tidak sakit hati apa itu salah ?" tanya Valerie pada Malvin .


" yang namanya berbohong itu jelas tidak ada yang benar tapi jika dengan mengatakan suatu kebenaran akan membuat banyak pihak yang tersakiti mungkin saja berbohong bisa jadi solusi tapi ingat sekali berbohong akan ada kebohongan lain dan jika suatu saat kebohongan itu terungkap pasti akan lebih menyakitkan " jelas Malvin .


tak terasa Valerie menitikkan air matanya , Malvin mengusapnya pelan dengan sapu tangan miliknya " ada apa ? apa terjadi sesuatu padamu ?" tanya Malvin dengan begitu lembut .


Valerie menggeleng dan mengambil sapu tangan Malvin dan mengelap sendiri air mata yang jatuh di pipinya.


" katakan saja siapa tahu dengan kamu mengatakan padaku aku bisa membantu atau setidaknya bisa membuatmu merasa lebih baik "


" kemarin ayahku bertanya padaku tentang mu tapi aku hanya menjawab jika dirimu hanya dokter yang menangani ku saja , aku tak mau ayah merasa bersalah karena memaksaku menikah dengan Manuel jika dia tahu aku sudah memiliki pria lain" Valerie terpaksa berbohong pada Malvin .


" oh begitu rupanya , apa kamu sudah makan siang ? kebetulan aku bertemu Sila tadi dia juga memberiku kue , apa kamu mau ?"


" mau tapi sedikit saja " jawab Valerie .

__ADS_1


Malvin tersenyum sambil menyendok kue dan menyuapi Valerie , terlihat Valerie memakan kue itu dengan lahap hingga tak menyisakan Malvin sedikitpun .


" kuenya habis ? " tanya Valerie .


" kamu masih mau ? " Valerie mengangguk , melihat tingkah Valerie seakan seperti anak kecil membuat Malvin ingin sekali mencubit pipi Valerie .


" maaf kuenya sudah kamu habiskan semua " sambil mengelap krim yang tertinggal di sudut bibir Valerie .


ponsel Valerie berdering " sayang, apa pemeriksaannya sudah selesai ? bagaimana kondisi calon anak kita ?" ternyata Manuel menghubungi Valerie untuk menanyakan kondisi janin yang ada di perut sang istri.


" sudah kata sila janinnya sehat tapi lebih baik menunggu hasil pemeriksaan lengkapnya saja , jika hasilnya sudah keluar Sila akan mengabari ku " Jawab Valerie .


Malvin yang mendengar pembicaraan Valerie terkejut " jadi dia hamil? " kenyataan yang dia ketahui membuatnya semakin merasa sakit hati belum lama dia mendengar pernikahan orang yang dicintai sekarang dia malah mendengar sendiri jika wanita yang di cintanya tengah hamil anak dari orang lain.


" Malvin aku harus pulang , makasih iya " pamit Valerie , Malvin hanya mengangguk tanpa bisa berkata lagi.


Valerie terburu-buru meninggalkan Malvin agar terhindar dari pertanyaan Malvin dan juga Valerie tidak ingin lebih merasa bersalah pada Malvin karena kabar kehamilannya .


Di perjalanan pulang tanpa sadar Valerie terus menggenggam sapu tangan milik Malvin , Valerie mengendus aroma parfum Malvin yang melekat di sapu tangan itu kemudian Valerie menaruhnya di dalam tas miliknya .


sesampainya di rumah Valerie langsung di sambut oleh Manuel yang sudah ada di rumah juga , Manuel begitu khawatir saat Valerie berniat membantu ibunya memasak dia segera menyuruh Valerie untuk pergi beristirahat .


" Manu aku tidak lelah jadi jangan menyuruhku beristirahat aku ingin membantu mama" tandas Valerie .


"tidak bisa aku gak mau kamu dan calon anak kita kelelahan " Manuel segera menggendong Valerie ke dalam kamar meski terus memberontak pada akhirnya Valerie menurut pada Manuel .


" Manu kamu ini berlebihan " oceh Valerie " sayang aku melakukan ini semua karena aku tidak mau kejadian seperti dulu terulang lagi aku tidak ingin kehilangan anak kita lagi " pikiran Valerie dipenuhi oleh perkataan Sila tadi siang semakin dia pikirkan semakin pusing kepalanya " oke aku akan istirahat " jawab Valerie sambil memijit keningnya .


Malvin yang sudah berjanji untuk mengajak Sonya makan malam bersama menemui Sonya di rumahnya , Sonya sangat semangat melihat Malvin terlah datang menjemput dirinya , Sonya memang menyukai Malvin sedari dulu namun dia tahu jika Malvin masih bersama sahabat dari kakak iparnya itu jadi Sonya tidak berani mendekati Malvin tapi setelah mendengar kabar jika kekasih Malvin meninggal dunia membuat Sonya merasa jika masih ada harapan untuk mengisi kekosongan di hati Malvin .

__ADS_1


Sayang saat dia bertemu Malvin untuk pertama kali setelah kecelakaan itu ternyata Malvin datang ke rumahnya tengah malam dengan membawa wanita cantik bersamanya, melihat pakaian yang di kenakan oleh wanita yang terlihat terlalu terbuka Sonya beranggapan jika wanita di sebelahnya adalah seorang ****** yang merayu Malvin. tapi siapa sangka jika Malvin dengan terang-terangan memperkenalkan wanita itu sebagai kekasihnya bahkan Malvin tidur sekamar dengan wanita itu. .hair Sonya terbakar cemburu , tapi setelah pertemuan kedua bersama wanita yang tak lain Valerie di acara pernikahan SIla membuat Sonya tahu jika wanita itu sudah menikah jadi dirinya tidak ada saingan lagi untuk mendapatkan Malvin .


sejak saat itu Sonya semakin berani mendekati Malvin .


__ADS_2