
"Manu! aku boleh tanya sesuatu?" Valerie sambil mendekati sang suami sesaat setelah mengantar tamu mereka pergi
"tanya apa sayang?" jawab Manuel membelai wajah Valerie,
"kenapa kamu bisa kenal dengan Adrian?" tanya Valerie.
"tentu saja dia temanku!di juga rekan bisnisku!" jawab Manuel.
"dia juga yang membantuku melenyapkan musuh-musuhku!" batin Manuel.
"oh, dia begitu baik pada kak Ranti! mereka pasti saling mencintai?"
"memangnya aku tidak baik? bukankah kita juga saling mencintai?" Manuel malah balik bertanya.
Valerie beranjak pergi, namun Manuel mencegahnya"jawab Valerie?"
"bukankah kamu tahu sendiri hubungan kita?jangan malah bertanya padaku?" sindir Valerie pada Manuel yang membuat dia tak bisa berkutik.
"besok aku ingin pergi jalan-jalan! kak Ranti telah memberi tahu tempat-tempat yang bagus! kita harus kesana!"
"oke, kita pergi! sekarang cepatlah tidur! agar besok kita bisa pergi lebih awal !" Manuel pergi keluar entah apa yang di kerjakannya pada malam hari yang jelas Valerie senang saat dia tidur sendiri tanpa Manuel yang selalu membuat dia merasa waspada.
Valerie hampir sebulan mengelilingi Newzealand, sudah banyak tempat dia singgahi, kehamilan tidak membuat tekadnya untuk menjelajah Negera yang terkenal dengan wisata alam terbuka.
Bak menyelam sambil minum air, Valerie bisa mendapatkan apa yang diinginkannya, berlibur dan menjalankan rencana untuk membuat Anita sang selingkuhan seperti ular yang kena bedal.
Valerie semakin berbunga tatkala Manuel yang di sibukkan oleh panggilan dari Anita yang semakin memancing emosi Manuel,Jika Valerie jadi Manuel mungkin dia sudah melempar ponsel miliknya saking kesalnya.
"kok gak di terima?siapa tahu penting!" kata Valerie yang tengah menikmati makan malam bersama Manuel.
"biarkan saja, mungkin hanya panggilan iseng!" jawab Manuel yang tak terpengaruh oleh panggilan itu.
"iya siapa tahu penting! atau aku saja yang terima!" tawar Valerie.
"gak usah biarkan saja!" Manuel mematikan ponsel miliknya tak mau makan malam dengan bidadarinya terganggu.
Setelah puas makan, Valerie mengajak Manuel berselfi ria.
"kamu mulai aktif lagi di sosmed?" tanya Manuel yang ikut melihat sang istri sedang memposting foto mereka di media sosial miliknya, tidak hanya malam itu setiap mereka pergi ke suatu tempat Valerie akan mempostingnya.
Valerie hanya mengangguk sesekali menyedot minuman miliknya.
"sebenarnya sih males tapi demi keberhasilan rencana meski iya terpaksa, toh masih bisa di hapus!" batin Valerie.
di kamar kost-an Anita,
"enak sekali kalian! jalan bareng, makan malam bareng! pakai pamer di sosmed segala! pasti Valerie memang sengaja! awas saja aku akan balas kamu lebih dari ini Val!" Anita tersenyum licik, sepertinya dia sudah menyiapkan kejutan untuk Valerie.
"besok kita pulang!" Valerie dengan berkacak pinggang di hadapan Manuel.
"bukannya ada tempat yang belum kamu kunjungi? kenapa tiba-tiba minta pulang?" tanya Manuel.
"iya pokoknya kita pulang! si kembar pingin opor ayam buatan mama!" jawab Valerie dengan manyun.
__ADS_1
Manuel terkekeh mendengar alasan dari Valerie.
"kamu atau si kembar ?" goda Manuel.
" iya ketiganya!" jawab Valerie dengan lantang, memang Valerie sangat ingin masakan sang mertua itu secara tiba-tiba untung saja rencananya sudah berjalan lancar jika tidak sia-sia dia sampai datang jauh dan balik di tengah jalan.
"oke, aku pesan tiket dulu!"sesuai permintaan sang istri, Manuel dan Valerie pulang besok malamnya, berbeda di saat berangkat kini di perjalanan pulang Valerie menghabiskan waktunya untuk tidur.
mereka tiba sore hari di rumah, begitu pulang sang mama mertua langsung menyambut menantu kesayangan itu dengan pelukan, tak lupa dia memasak makanan yang di inginkan menantunya.
"kok mama tahu kalo aku pengen makan itu?"
"Manuel yang bilang ke mama, sudah sana cepat bersihkan badan kamu terus kita makan bareng iya!" sang mertua mengajak Valerie lekas ke kamar dan di ikuti Manuel yang menjadi tukang angkat barang dan koper.
" lain kali ajarkan Valerie masak kayak gini ma?"
"ngapain kamu masak kan ada mama? kamu cukup ngurus suami sama calon cucu mama aja satu lagi ngurus diri kamu aja biar tetap cantik!" jawab sang mertua.
"makasih ma, mama baik banget, di rumah Valerie aja jarang dimasakin kayak gini?" wajah Valerie agak murung mengingat orang tuanya yang dulu super sibuk dia sering di temani oleh sang nenek apalagi semenjak kelahiran sang adik membuat Valerie semakin merasa tersisih.
"em, iya sudah mama bakal masakin masakan kesukaan kamu setiap hari gimana?" sang ibu mertua dengan penuh perhatian.
Acara makan Valerie harus terganggu oleh suara ricuh di luar rumah.
"ada apa iya ma?" Valerie dan sang mertua menatap heran apalagi Manuel dengan tergesa-gesa pergi keluar.
"kamu tunggu di sini saja! takutnya ada orang jahat diluar! Mama mau nyusul El?" Valerie hanya mengangguk paham.
"
"lepas! aku mau bertemu El!" anita meronta-ronta saat beberapa penjaga mencoba mengusirnya, dia memegang pagar dengan kuat.
"berani sekali kalian berbuat seperti ini padaku! awas saja kalian! setelah aku jadi nyonya rumah ini aku pastikan memecat kalian!" ancam Anita namun di abaikan.
"lepaskan dia!" Manuel tiba di tempat, setelah majikan mereka menyuruh melepaskan Anita langsung mendekat ke arah Manuel, mencoba memeluk tubuh kekar yang sudah di rindukannya.
namun Manuel menghindar, hampir saja Anita terjungkal.
"El lihatlah mereka berani sekali berbuat kasar padaku! kamu harus kasih mereka pelajar El?" dengan manja.
"untuk apa kamu kemari?" tanya Manuel setelah menyuruh para penjaga pergi.
"ya untuk ketemu kamu lah! aku tuh kangen hampir dua bulan kamu pergi jarang kasih kabar ke aku! emang kamu gak kangen sama aku?" celoteh Anita,
"aku baru saja pulang? besok juga bisa ketemu di kantor!" Manuel menjawab dengan malas.
"gak bisa El, aku mau ketemu sekarang karena aku punya kabar gembira buat kamu!" dengan menunjuk kan surat dari dokter yang menyatakan jika Anita hamil dua bulan.
"apa! kamu hamil? jangan ngaco kamu nit?aku sudah memakai pengaman!" Manuel masih tidak percaya namun dengan enteng Anita menjawab.
"apa kamu lupa beberapa kali saat kamu mabuk kamu melakukannya tanpa pengaman El! ini anak kamu! kamu harus tanggung jawab El!" teriak Anita dengan sengaja berharap banyak orang yang mendengarnya terutama Valerie.
"apa!" Melisa syok mendengar Anita berbicara seperti itu, dada Melisa menjadi sakit, matanya perlahan kabur dan akhirnya,
__ADS_1
brughhh
Melisa pingsan, Manuel langsung membawa mamanya masuk ke dalam ruang di mana Valerie yang saat itu akan menyusul keluar harus mengikuti Manuel yang membawa mertuanya ke dalam kamar.
"Manu! mengapa mama bisa pingsan manu? apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Valerie yang kini duduk di sebelah Melisa yang terbaring.
Manuel hanya diam, menatap Valerie dalam.
"El, urusan kita belum selesai El? kamu harus tanggung jawab!" ternyata Anita tanpa sopan santun menyelonong masuk ke dalam kamar, Valerie langsung berdiri"Anita!" Valerie mulai sadar jika penyebab sang mertua pingsan ialah Anita.
"Sayang! dengarkan penjelasan ku oke!" Manuel terlihat panik takut kedua wanita itu saling bertengkar.
Untung saja fokus Valerie tertuju pada sang mertua yang sudah sadar, Valerie langsung mendekat ke arah Melisa dan memberinya segelas air putih.
Melisa mulai tenang namun menyuruh Manuel dan Anita pergi keluar, sedangkan Valerie tetap bersama dengan dirinya.
Tangis Melisa pecah dalam pelukan sang menantu, Melisa begitu malu dengan kelakuan sang anak yang begitu kelewatan.
Dan kini bagaimana dia bisa tega melihat menantu kesayangan dirinya mengalami nasib yang sama seperti dirinya dulu.
Valerie juga ikut merasa sedih, melihat sang mertua terlihat tak berdaya, tapi dilain sisi inilah yang Valerie tunggu-tunggu, tentu saja Valerie tahu jika ini akan membuat keluarga mereka kecewa tapi ya memang harus terjadi biarlah terjadi.
"ma, kalau boleh tahu mengapa Anita bisa datang kemari?" Tanya Valerie yang jelas tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Melisa semakin sedih bercampur tidak enak hati untuk menjelaskan pada Valerie apa yang di dengarnya.
"baiklah jika mama tidak mau menjawab biar Valerie tanya langsung pada Manu!" pancing Valerie,
tapi Melisa masih saja enggan berkata namun dia juga tidak bisa melarang Valerie turun sebab dia tidak ingin membela salah satu dari mereka.
"sayang apapun yang terjadi kamu tetaplah menantu mama! Mama hanya mengakui kamu sebagai mantu mama! tidak ada yang lain!" tegas Melisa.
"begitu dalam kasih sayang mama padaku! tapi maaf ma, Valerie harus menjalankan rencana ini jika tidak Valerie takut kebohongan Valerie malah membuat mama semakin kecewa pada Valerie jika Valerie tetap jadi mantu mama!"Valerie menyusul Manuel dan Anita yang sedang bertengkar di ruang tamu.
"pergi kamu dari sini! ingat nit! aku tidak akan menikahimu sekalipun kamu memang hamil anakku ! karena satu-satunya wanita dalam hidupku hanya ada Valerie saja!" bentak Manuel pad Anita yang kini sedang menangis terduduk di lantai, terlihat wajahnya habis terkena pukulan.
"Anita hamil?"Valerie berpura-pura terkejut mendengarnya.
Manuel menghampiri Valerie berusaha menjelaskan namun Valerie perlahan mundur"sayang, jangan percaya padanya dia pasti bohong!" Manuel mencoba membela diri di depan Valerie.
"kapan terakhir kali kalian bertemu?"tanya Valerie menatap ke arah Anita.
"sebelum kalian pergi liburan! aku dan Manuel sering bertemu! kami juga sering check in hotel jika kamu tidak percaya aku punya buktinya, aku bisa kirimkan bukti foto kami di hotel"jawab Anita parcaya diri.
"jadi Anita diam-diam mengambil gambar?"batin Manuel dan Valerie yang membuat Valerie tak harus mengeluarkan bukti yang dia miliki.
Anita mengirim foto-foto dirinya dan El di beberapa tempat.
plakkk
"aku tak habis pikir sama kamu nit? kamu sudah tahu jika Manuel sudah punya istri tapi kamu malah berani menggodanya!"
Anita tak berharap reaksi Valerie seperti sekarang, dia berpikir jika Valerie akan menangis dan meminta cerai pada Manuel.
__ADS_1
Manuel menjadi besar kepala melihat sang istri tidak mudah percaya pada Anita.
tak lama ayah mertua Valerie datang bersama dengan Aiden.