
Manuel memanggil Valerie untuk mendekat ke arah dirinya , Valerie pun berjalan ke arah Manuel .
" kenapa kalian menikah tidak mengundang ku ?" tanya Robby sambil memandang Valerie , sungguh Manuel tidak suka jika wanita nya di pandang oleh pria lain apalagi sorot mata Robby yang seakan merindukan istrinya itu .
" karena pernikahannya di adakan begitu mendadak jadi kami tidak sempat mengirim undangan iya kan sayang " sambil melirik ke arah Manuel " iya jadi kami hanya mengundang kerabat terdekat saja , tapi lain kali kita bisa kumpul bersama untuk makan malam sekalian ajaklah istri dan anakmu " sahut Manuel seakan mengatakan jika " kamu sudah punya istri dan anak jagalah matamu itu "
Robby yang melihat Valerie seakan menjauhinya dia pun berdiri seraya berkata" baiklah aku akan berbicara pada istriku , kalian tetapkan saja tanggal dan tempatnya sekalian juga undang yang lain " Robby menutup pintu ruangan Manuel dengan agak keras.
" huft akhirnya pergi juga " gumam Valerie , saat ini Manuel berdiri di hadapan Valerie " apa yang sudah Robby lakukan padamu?" tanya Manuel " tidak pak Robby tidak melakukan apapun " Valerie tidak mungkin mengatakan jika dia merasa Robby begitu perhatian padanya Valerie takut Manuel salah paham dan bertengkar dengan Robby .
" oh iya aku harus segera pulang " pamit Valerie secara tiba-tiba tapi Manuel langsung mengambil kunci mobil yang di pakai Valerie .
" Manu kembalikan kunci mobilnya " Manu malah menaruh kunci mobilnya pada saku celana miliknya dan kembali ke tempat duduknya .
" aku tadi berangkat dengan Aiden jadi kamu tunggu di sini kita pulang bersama "
Dengan kesal Valerie berjalan ke arah sofa di sebrang meja kerja Manuel , Valerie duduk di sana dan bermain game hingga dirinya tertidur .
__ADS_1
Sedangkan pagi ini Malvin sudah pulang ke rumah , dirinya sungguh lelah dia berniat untuk istirahat sebentar dan di sore hari dia ingin menemui Valerie untuk menjelaskan semuanya karena dia beberapa ini begitu sibuk , dia juga berniat melamar Valerie, baru saja mata Malvin terpejam ayah nya menelpon dan menyuruhnya segera ke rumah sakit, dia bergegas ke rumah sakit karena sang ayah membutuhkan bantuannya .
Malvin baru saja keluar dari ruang sakit dan melihat Sila yang juga menuju ke arah parkir , Malvin menghampiri Sila dan menanyakan keadaan Valerie karena tadi siang Malvin mencoba menghubungi Valerie tapi tidak ada jawaban. Sila menjadi bingung bagaimana menjelaskan semuanya pada Malvin terlebih Valeri juga belum mau menemui Malvin untuk menjelaskan semuanya .
melihat gerak gerik Sila yang seakan menyembunyikan sesuatu membuat Malvin curiga " oke jika kamu tidak mau memberitahunya tidak masalah aku akan menemuinya di kantor " ucap Malvin , Sila langsung menahan lengan Malvin dan mengajaknya berbicara " maaf Val aku harus segera memberitahu Malvin kebenarannya supaya dia tidak lagi mengharapkan mu " pikir Sila.
" sebenarnya ada apa dengan Valeri ? " Tanya Malvin pada Sila .
" Vin , sebaiknya kamu lupakan saja Valerie " perkataan Sila membuat Malvin sadar pasti terjadi sesuatu pada Valerie , mulai dari pembatalan pernikahan Sila secara mendadak dari pihak Andre yang merupakan kerabat Manuel dan kebakaran yang terjadi di pabrik ayahnya memang ada hubungannya dengan Manuel sebenarnya Malvin sudah mengumpul bukti dan juga saksi jika dia melihat Manuel membawa beberapa orang untuk membuat masalah tapi Malvin diam karena sang ayah melarangnya karena status dan kekuasaan keluarga Manuel yang lebih tinggi daripada keluarga mereka apalagi sang ayah juga mendapatkan ancaman dari orang tidak di kenal agar menyuruh Malvin menjauhi Valerie " apa yang di lakukan pria itu ada Valerie?" tanya Malvin langsung , Sila dengan berat hati harus mengatakan yang sebenarnya dengan air mata yang sudah mengalir deras di pipinya " demi bisa membuat ayah Manuel merestui pernikahan ku dan Andre dan juga takut Manuel berbuat jahat padamu karena Valerie mencoba menghubungimu tapi tidak ada jawaban, Valerie rela mengorbankan dirinya sendiri dengan menikahi Manuel "
bak di sambar petir Malvin langsung lemah tak bertenaga , wanita yang ingin dia nikahi sudah dimiliki pria lain.
Malvin tidak bisa berbuat apa-apa dia tidak bisa menyalahkan Valerie maupun Sila dia hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri yang lemah dan tak bisa melindungi wanita yang dia cintai .
" mereka sudah menikah Vin , tolong jangan ganggu Valerie lagi ! Valerie sudah sangat menderita dengan menikahinya jika kamu menemuinya kita tidak bisa menjamin apa yang akan Manuel lakukan padanya" Sila memberi nasihat pada Malvin untuk tidak bertindak gegabah dan membahayakan Valerie .
Malvin hanya terdiam saat Sila berbicara dalam hatinya sangat hancur namun dia juga harus menahan diri karena dirinya yang sekarang tidak sebanding dengan Manuel , dia tidak bisa melindungi yang lain meski dia bisa membawa Valerie pergi dari Manuel , Malvin tidak bisa begitu egois akan perasaannya sendiri dia juga memikirkan sang ayah keluarga satu-satunya yang dia miliki , sekarang dia hanya bisa merelakan dan mendoakan Valerie agar dia bahagia dengan kehidupan dan status barunya .
__ADS_1
" tapi bisakah kamu membantuku untuk bisa bertemu dengan Valerie ? aku yakin Valerie tidak akan mau menemui diriku jika aku yang memintanya, aku mohon padamu Sila bantu aku sekali saja aku ingin bertemu dengannya untuk terakhir kali setelah itu aku tidak akan menganggu nya lagi " Sila tidak tega melihat Malvin yang memohon padanya , sungguh dia berharap Malvin lah yang menjadi pendamping Valerie " baiklah , aku akan mengaturnya untuk mu tapi setelah itu kamu jangan mengganggunya lagi " Malvin mengangguk setuju .
Malvin segera pergi meninggalkan Sila" maaf Valerie sudah memberitahu Malvin semuanya , aku masih berharap kamu bisa kembali bersama dengan Malvin karena jodoh pasti bertemu " Sila segera menaiki mobilnya untuk pulang .
Valerie terbangun saat merasakan posisinya tak lagi sama .Manuel menggendong tubuh Valerie karena sudah sore dan mereka harus pulang ke rumah tapi melihat Valerie yang tertidur pulas Manuel tidak tega untuk membangunkan sang istri akhirnya Manuel menggendong tubuh Valerie .
" emm mau kemana kita?" tanya Valerie dengan mata yang masih sedikit terpejam . " pulang " Valerie meminta Manuel untuk menurunkannya , tapi suaminya menolak dan Valerie mengancam Manuel " turunkan aku atau tidak usah tidur dengan ku malam ini " dengan berat hati Manuel menurunkan Valerie , Valerie segera merapikan dirinya lalu memakai kacamata dan masker dan berjalan keluar dari ruangan Manuel , sang suami langsung mengikuti Valerie dan bertanya mengapa dia harus menutupi wajah " kenapa harus memakai masker dan kacamata segala huh! kamu malu orang di kantor mengenalmu ?" tanya Manuel sambil berjalan .
" tentu saja aku malu , aku belum sempat berpamitan pada mereka lalu saat mereka tahu aku sekarang menjadi istrimu pasti mereka mengira diriku sombong " jelas Valerie , Manuel langsung melepas kacamata dan masker Valerie secara terpaksa dan saat itu juga para karyawan keluar dari ruangan masing-masing untuk pulang " Manu " teriak Valerie kesal saat kacamata dan maskernya di lepas .
" Riri ?" sapa beberapa teman kerjanya .
karena sudah ketahuan oleh temannya mau tak mau Valerie harus menyapa mereka " ha hai " sapa Valerie dengan canggung apalagi di sebelah nya ada Manuel .
" kemana saja kamu ? pergi kok gak pamit dulu ? kata si Anita kamu mengundurkan diri karena sudah membuat tamu terhormat perusahaan marah iya , duh makanya kalau kerja itu yang benar jangan suka ke gatelan " tanya teman Valerie seakan senang Valerie keluar dari perusahaan.
" Valerie sayang ayo kita pulang " ajak Manuel , membuat beberapa teman kerja Valerie melongo karena wakil Presdir memanggil Valerie dengan sebutan sayang dan menggandeng tangan Valerie erat dengan sengaja Valerie berkata" oh iya maaf iya aku tidak berpamitan dulu, karena pernikahan ku yang mendadak dan aku sendiri tidak tahu jika suamiku sudah mengurus pengunduran diriku " jawab Valerie sambil melingkarkan tangannya pada lengan Manuel seolah memberitahukan jika Manuel lah pria yang dia nikahi apalagi kedua nya memakai cincin yang sama.
__ADS_1
namun saat di dalam lift Valerie langsung melepaskan tangannya dari manuel " kenapa di lepas sayang , bukannya tadi kamu berusaha memamerkan suamimu ini pada teman kerja mu ? " ledek Manuel , membuat Valerie semakin kesal padanya.
" diam gak " kesal Valerie , Manuel pun tertawa karena ekspresi Valerie saat sedang marah begitu lucu .