Toxic Relationship With My Ex Boyfriend

Toxic Relationship With My Ex Boyfriend
episode 16


__ADS_3

Dua tahun berlalu Valerie menjalani kehidupan tanpa tahu kabar keluarganya , kini dia tinggal bersama Sila yang bekerja sebagai seorang dokter , Valerie juga bekerja disebuah perusahaan besar meski awalnya dia menjadi karyawan biasa belakangan ini dia telah di angkat menjadi asisten manajer berkat kegigihan dan kerja kerasnya , sehingga kehidupan sehari-hari Valerie berjalan lancar .


" sil , aku berangkat kerja dulu iya " pamit Valery sambil memakai sepatu .


" gak bareng aja nih " ajak Sila pada sahabatnya .


" gak usah ,aku naik taxi aja " jawab Valery


" eh val ada yang ketinggalan tuh " kata Sila menunjuk ke arah meja .


" apa?" sahut Valerie .


" kacamatamu " Valerie segera mengambil kacamata yang ada di atas meja lalu memakainya , iya merubah tampilannya 180 derajat dari yang dulu, kini dia memakai rambut palsu sepunggung dan dia pun memakai kacamata serta hanya memakai bedak tipis dan lipsglos pink-nya , di tempat kerja saat ini juga dia di panggil Riri saja,


saat memasuki kantor .


" hai Ri , tumben datangnya telat" sapa seorang wanita bernama Anita dia juga salah satu rekan kerja Valerie " iya tadi lama nunggu taxi" celetuk Valerie .


Di kantor Valerie menjalani hari-hari dengan lancar karena sikapnya yang ramah pada semua orang namun terkadang Valerie kerap mendapat cibiran karena di nilai memakai jalur belakang untuk meraih posisinya saat ini .


" huh tampilan aja sok polos tapi gak tau juga aslinya gimana " sindir salah satu karyawan yang merasa tersaingi oleh Valerie namun Valerie tak peduli yang penting dia bekerja dengan baik dan atas usahanya sendiri .


" Ri, kayaknya pak manajer naksir kamu deh " bisik Anita .


" iya gak mungkin lah nit , di sudah menikah dan jangan mengada -ada " jawab Valerie cepat .


" tapi dia menatap kamu terus tuh " namun Valerie enggan melihat ke arah sang atasan .


" biarin aja lah " jawab valerie . sang atasan masih memandang wajah Valerie

__ADS_1


" kayak familiar kalo lihat muka Riri , tapi ketemu Riri di mana iya" gumam sang manajer itu karena dulu Valerie hanya karyawan biasa sang atasan tidak terlalu mengenalinya namun karena sekarang sering bertemu ada kesan familiar dari Valerie .


sepulang kerja , Valerie dan teman sekantor pergi makan bersama , dia juga ikut ke sebuah tempat karaoke , meski Valerie tidak ikut menyanyi namun dia cukup senang . kegiatan mereka di akhirnya berakhir karena hari sudah malam , semua berpencar ke arah tujuan masing-masing begitupula Valerie yang berjalan sendiri menunggu bus lewat .


Di sebuah bar di kota yang sama " hai bro apa kabar ?" sapa atasan Valerie pada seseorang yang ternyata dia adalah Manuel yang tiba di kota itu untuk menemui sang ayah yang telah lama berpisah dari keluarganya .


" gimana udah ketemu sama kekasihmu yang kabur itu " goda salah satu temannya .


" masih belum " jawab Manuel sambil meneguk minumannya .


" emang mau di ngapain kalo ketemu ? kan sudah ada penggantinya " kata Robby nama atasan Valerie.


" kalau ketemu dia akan aku ikat dan kumasukkan dalam kandang biar gak bisa kabur lagi " jelas Manuel sambil tertawa .


" emang kucing ? " semuanya juga ikut tertawa .


" salah sendiri jadi laki tukang selingkuh mulu jadi di tinggalin kan " sindir teman lainnya .


Saat pulang dari bar aku memilih jalan kaki karena letak nya dekat dengan hotel tempat ku tinggal , aku tak sengaja bertabrakan dengan seorang wanita , aroma tubuh yang di pancarkan begitu familiar , namun wanita itu terlihat tergesa-gesa sehingga aku tidak begitu jelas melihatnya .


" sorry " deg suara itu begitu lama tidak aku dengar , aku menoleh dan segera mengejarnya yang kala itu menyebrang jalan tapi tiba-tiba lampu menjadi hijau membuat diriku tak bisa mengejarnya lagi .


" Valerie " aku rasa dia memang Valerie ku .


Aku kembali mengingat saat terakhir bersamanya , aku yang sudah merencanakan pernikahan kami namun dia tiba-tiba saja menghilang meninggalkan ku membuat ku marah dan kecewa padanya , dua tahun aku selalu mencarinya , namun dia seperti hilang di telan bumi . aku begitu frustasi hingga aku bertemu seorang wanita yang sedikit menarik perhatian ku karena sifat polosnya yang agak mirip seperti Valerie ku dulu , aku pun menjalin hubungan dengannya namun dia harus bekerja di luar kota jadi aku pun menyusulnya ke kota tempat dia bekerja dan juga karena aku ingin bertemu dengan ayah yang sudah menelantarkan keluarganya sendiri .


" apa memang Valerie ada di sini ?" pikirku ,


Valerie menoleh ke sebrang jalan , keduanya berhadapan namun sebuah mobil melintas di depan mereka sehingga mereka tidak dapat melihat wajah satu sama lain.

__ADS_1


" mungkin perasaanku saja " Valerie kembali meneruskan perjalanannya .


sesampainya di rumah ,


" tumben pulang telat " tanya sila padaku


" iya tadi di ajak makan sama teman kerja " jelas ku sambil merebahkan diri di sofa panjang ruang tamu.


" oh , cewek atau cowok ?" selidik sila padaku


" iya cewek lah " jawab ku cepat sambil mencopot wig yang membuat ku gerah .


" val, kok gak pakai rambut asli aja sih jika pengen tampil beda tuh warna in rambut dan ubah model rambut mu jangan pakai wig mulu " omel sahabat ku sila . aku pun mulai berpikir demikian . ini sudah dua tahun dan dia tidak mencari ku mungkin karena dia sudah bisa melupakanku jadi apa salahnya kembali pada sosok diriku yang semula .


" iya juga iya , besok kamu antar aku ke salon iya " sila pun menyetujui nya .


" oh iya val, aku punya kenalan dokter baru di rumah sakit, dia itu anak dari pemilik rumah sakit itu , dia ganteng banget , tapi sulit banget di dekati nya banyak perawat dan dokter lain yang mencoba dekat namun di cuekin sama dia, untung aja aku punya topik yang bisa membuatnya tertarik " cerita Sila , Valerie hanya memainkan ponselnya sambil mendengarkan perkataan sahabatnya itu .


" ingat lho udah punya Andre " kataku padanya .


" ishh iya iya aku tahu " kata sila .


Esok harinya aku pergi ke salon bersama Sila , hari ini aku tidak memakai wig yang selama ini aku pakai saat bekerja , aku mengurai rambut hitam lurus sepinggang ku , sudah lama aku tak bebas seperti sekarang .


" val yakin mau potong rambutmu ? jangan lah val , rambut mu itu bagus ganti model aja lah " pinta Sila ,


" lah kalo yang lain curiga gimana ?" kataku padanya .


" iya ganti warna aja sama ganti model rambut , mereka pasti tahu kan style jaman sekarang jadi mereka gak bakal curiga , lagian rambut juga punya mu gak usah memperdulikan omongan orang " sanggah sila

__ADS_1


" benar juga iya , untuk apa memikirkan pendapat mereka tentang ku " jawab ku


" itu baru sahabatku " ujar sila .


__ADS_2