
di dalam rumah , Valerie terus mencari di mana dia menaruh ponsel miliknya .
kepalanya sampai pusing mencoba mengingat waktu terakhir kali dia memegang ponsel nya itu , setelah ingat Valerie menepuk jidatnya sendiri merutuki kelalaiannya itu .
" ya ampun Valerie , ponselmu pasti ada di mobil Manuel, bodoh banget sih kamu " umpatnya kesal . " bagaimana cara ku mengambilnya ? aku tak mau bertemu Manuel , ahh aku tanyakan saja pada Anita besok di kantor " kata Valerie .
di dalam mobil
Setelah mengantar Anita pulang , Manuel memutuskan untuk pergi menemui temannya namun dia selalu terpikirkan Valerie tiba-tiba suara ponsel berbunyi namun itu bukan suara ponsel miliknya , Manuel mencari sumber suara itu dan ternyata sebuah ponsel tergeletak di kursi belakang mobilnya .
Manuel mengambil ponsel itu dan melihat sebuah panggilan tertera dengan nama " dokter Malvin " gumam Manuel sayang sekali ponsel Valerie terkunci dia pun menyimpan ponsel itu di sebelahnya , memutar balik mobilnya dan pergi ke rumah Valerie .
di rumah valerie merasa gelisah , entah mengapa pikirannya tidak enak .
" tiba-tiba kok aku merasa takut di rumah sendiri an " gumamnya , Sila tak kunjung pulang hingga jam 9 malam .
Suara mobil berhenti di depan rumah "itu pasti sila " pikir Valerie , tanpa melihat dulu Valerie langsung saja membuka pintu " dari mana saja sih kamu " saat tahu di hadapannya bukan lah Sila , Valerie segera menutup pintu namun dihalangi oleh Manuel
brak pintu itu terbuka sepenuhnya sedangkan Valerie terlihat ketakutan karena Manuel terlihat marah .
" begitu tidak inginnya kamu bertemu dengan ku valerie ?" tanya Manuel , Valerie tak menjawab Manuel semakin mendekat ke arah Valerie , dengan perlahan namun pasti dia menatap Valerie yang ketakutan dan berjalan mundur menghindarinya , hingga memasuki ruang tamu Manuel langsung menutup pintu rumah itu dan menguncinya .
" Manu, apa yang kamu lakukan , berikan kuncinya " bentak Valerie saat Manuel mengantongi kunci rumah nya .
" tenang Valerie, aku akan memberikannya nanti, tapi setelah kita menyelesaikan masalah di antara kita " Manuel duduk di kursi ruang tamu , melihat sekeliling rumah .
" semua sudah selesai Manuel tolong jangan ganggu aku " mohon Valerie .
" kemari, duduk lah " sambil meminta Valerie duduk di pangkuannya .
" kamu gila iya kamu pikir aku wanita seperti apa " Valerie merasa terhina atas permintaan Manuel , Manuel langsung berdiri dan mendekati Valerie .
__ADS_1
" bukannya kamu bilang itu hal yang wajar diantara orang dewasa " sambil mengeluarkan smirknya , Manuel langsung saja mengangkat tubuh Valeri dan melemparkannya ke sofa , Manuel kembali mendekati tubuh Valerie .
" dengar Valerie meski kamu menolak ku berkali-kali pun aku akan terus mengejarmu " bisik nya pada valerie , Manuel mengamati tubuh Valerie yang sudah lama ia rindukan .
" kamu sudah memiliki wanita lain mengapa kamu tidak melepaskan ku?" jawab Valerie , mencoba berdiri namun Manuel memegang kedua tangan Valerie erat . ingin dia memberontak namun kakinya kini juga di kunci oleh kaki Manuel .
" yang aku inginkan cuma kamu sayang, aku tahu aku salah padamu tapi bisakah kita mengulangi lagi hubungan kita ? ayo kita menikah Valerie aku janji tidak akan lagi berbuat kasar padamu " ucap Manuel . "gak, aku gak mau menikah dengan mu , tolong lepaskan aku " rintih Valerie menahan sakit di pergelangan tangan nya .
tok tok tok
Manuel segera melepaskan valerie , dirinya melihat dari balik jendela , ada seorang wanita di depan pintu , Valerie masih memegangi tangannya yang sakit berjalan mendekat ke arah pintu ..
" berikan kuncinya Manuel , itu pasti Sila " pinta Valerie .
" Valerie bukakan pintu nya ! " teriak Sila dari luar .
" Manuel berikan kuncinya " Manuel mengangkat alisnya sebelah " oke aku akan berikan kuncinya asalkan besok malam ikut dengan ku untuk makan malam " sambil memutar - mutar kunci di jarinya .
" untuk ponsel aku sita dulu , aku berikan saat kita bertemu besok malam " Manuel memberikan kunci rumah pada Valerie , sebelum keluar Manuel mencium pipi kanan Valerie lalu tersenyum , Valerie segera membuka pintu dan nampak lah Sila yang sudah kesal pada Valerie " siapa dia val?" tanya Sila saat Manuel ikut keluar bersama valerie
" Manuel , calon suami Valerie " Manuel dengan percaya diri mengenalkan dirinya ,
" Manuel ? bukannya dia mantan kekasih Valerie " batin sila
Sila menatap Valerie , valerie hanya menggelengkan kepala memberikan isyarat jika semuanya tidak benar " sudah malam , sebaiknya kamu segera pulang " sila mengajak Valerie masuk ke dalam , suara mesin mobil Manuel menyala dan sila mengintip lewat tirai jendela , mobil milik Manuel telah pergi dari pekarangan rumah nya .
" dia tidak berbuat macam-macam padamu kan?" tanya Sila sambil mengamati tubuh Valerie .
Valerie memeluk Sila sambil menangis, Sila tak berani lagi bertanya apapun pada sahabatnya itu .
semalaman Valerie tidak bisa tidur , pagi hari ini dia sudah rapi dengan memakai kemeja putih lengan panjang dan rok berwarna krem selutut untuk pergi ke kantor " Valerie , Malvin tadi malam menghubungiku katanya mengapa kamu tidak mengangkat dan membalas pesan nya " kata sila ,
__ADS_1
" bagaimana aku bisa membalas pesannya ponselku saja ada pada Manuel " jawab Valerie .
" what ! kenapa bisa ?" tanya sila .
" panjang cerita nya , makanya mau tidak mau aku harus pergi dengannya supaya bisa mengambil ponselku " sambil mengemas bekal miliknya .
" haduh kok gak beli aja yang baru sih val, aku khawatir banget lho kalau kamu pergi sama dia " saran sila .
Valerie menghela nafas " gak bisa sil, di situ banyak kenangan ku dengan keluarga ku dan juga Adam dan nomor itu lah yang sering aku gunakan untuk menghubungi Adam dulu " jelas Valerie .
" iya sudah lah, begini saja nanti kamu bawa ponselku sementara jika ada apa-apa kan kamu bisa menghubungi Malvin " Valerie juga setuju dengan usulan sila .
siang ini Valerie begitu mengantuk dan tidak konsentrasi dalam bekerja , Robby pun memberikan segelas kopi untuk Valerie .
" minumlah " kata Robby .
" untuk saya pak ?" Valerie semakin heran dengan tingkah laku Robby padanya akhir-akhir ini .
Valerie akan meminum kopi buatan Robby namun langsung di rebut oleh Aiden yang juga ada di sana , Aiden meminum kopi panas itu .
" kamu " Robby geram pada Aiden .
" sudahlah pak tidak apa-apa , saya bisa buat sendiri nanti" Valerie mencoba menengahi kedua pria itu .
" val, siang ini makan bersama ku iya " ajak Aiden
" em aku sudah membawa bekalku sendiri , maaf iya Aiden " jawab Valerie .
" baiklah kalo begitu " Aiden segera pergi meninggalkan Valerie sedangkan Robby masih berada di sana .
" bapak ngapain bengong di situ " kata salah satu karyawan yang lewat , Robby pun akhirnya pergi meninggalkan Valerie dan kembali ke tempat duduknya .
__ADS_1