
Valerie menghirup udara segar dari atas balkon sinar matahari yang merasuk ke dalam tubuhnya melewati jutaan pori-pori kulit nya itu.
Sebuah panggilan masuk dari sahabatnya Sila yang saat itu memberitahukan hasil dari pemeriksaan Valerie " setelah kamu mengetahui semua ini apa kamu masih berniat mempertahankan janin mu ? "
Valerie begitu syok mendengar penjelasan Sila tentang bayinya yang ternyata hasil hubungannya dengan Malvin .
" tidak Sila aku akan tetap mempertahankan bayi ku aku tak mau kehilangan bayi ku lagi " jawab Valerie .
"Lalu bagaimana jika suamimu tahu ? "
" dia tidak akan tahu jika kamu tidak memberitahunya Sila , aku mohon padamu Sila tolonglah aku , bantu aku menutupi kebenaran ini setidaknya sampai bayi ku lahir dengan selamat Sila aku mohon " Valerie berharap Sila mau membantu dirinya menyembunyikan kebenaran ini " baiklah aku akan membuat hasil pemeriksaan palsu yang nanti nya akan aku kirimkan padamu lalu setiap bulan kamu harus menjadikan aku dokter mu jadi kebohongan mu tidak akan ketahuan "
pembicaraan mereka harus terputus saat Manuel telah keluar dari kamar mandi .
dengan cepat Valerie langsung mematikan panggilan Sila" tumben sekali kamu bangun lebih pagi " tandas Manuel .
" iya sepertinya karena dia ingin pergi jalan-jalan " sambil mengelus perutnya .
" oh jadi calon anak kita ingin jalan-jalan ? baiklah aku akan mengajak kalian pergi jalan-jalan hari ini " Valerie cukup senang mendengarnya dia pun pergi bersiap-siap .
Sayangnya kesenangan itu tak berlangsung lama sebab kini Valerie cukup merasa bersalah karena telah membohongi suaminya " Manu sangat bahagia mendengar kabar aku hamil tapi jika dia mengetahui yang sebenarnya aku takut dia akan marah padaku "
Manuel datang menghampiri Valerie yang masih termenung di depan meja riasnya " katanya mau jalan-jalan ? aku dari tadi nungguin kamu di bawah "
" Manu , lain kali saja iya jalan-jalan nya " muka Valerie nampak murung " aku tidak ingin pergi tapi mengapa aku merasa kecewa ? apa benar jika ini perasaan janin yang ada di perut ku ? " batinnya
__ADS_1
" kenapa? bukannya tadi senang ? apa itu pengaruh dari nya " sambil mengelus perut Valerie
" mungkin " Manuel berjongkok di depan Valerie " Manuel mendekatkan wajahnya untuk mencium perut Valerie seakan menyadari perbuatan Manuel padanya Valerie langsung berdiri " kamu mau apa Manu ? " Valerie nampak begitu panik
" hah aku hanya ingin mencium bayi kita saja" jawab Manuel yang sudah kembali pada posisi berdiri .
" bayi kita ? ini buka bayi mu Manuel " pikir Valerie yang semakin membuatnya merasa pusing hingga badannya tidak seimbang dan jatuh ke kasur .
" Valerie " Manuel yang melihat keadaan istrinya itu tentu saja merasa khawatir .
" kamu sakit ? kita pergi ke rumah sakit iya " tanya Manuel
" tidak usah aku hanya merasa lelah saja biarkan aku istirahat saja " jelas Valerie menolak di bawa ke rumah sakit sebab dia takut kebohongan nya terbongkar .
" iya sudah kamu istirahat saja , aku akan menemanimu di sini " Manuel membantu Valerie membenarkan posisi tidurnya .
Valerie memejamkan matanya meski sebenarnya dia tidak bisa tidur atau merasa tenang , pikirannya penuh dengan rasa bersalah atas kebohongan yang dia lakukan bukan hanya membohongi suaminya bahkan dia juga membohongi seluruh keluarga nya .
" aku harus bagaimana ? " tak terasa air matanya mengalir kala itu Manuel masih setia menemani sang istri jadi Manuel juga melihat dengan mata kepalanya sendiri jika Valerie menangis " apa dia tidak senang dengan kehamilannya ? apa karena dia tidak mencintaiku jadi dia tidak ingin mengandung anak ku ?" pikir Manuel .
Kedua manusia itu saling menyelam dalam pemikirannya masing-masing sampai suara ponsel milik Manuel berdering , Manuel melihat Valerie ya g masih memejamkan mata dengan pelan Manuel turun dari tempat tidur dan berjalan keluar dari kamar nya .
Valerie membuka matanya " untuk apa dia mengendap- endap seperti itu ? atau jangan - jangan dia kembali selingkuh , aku harus menyusulnya " Valerie membuntuti kemana suaminya itu pergi .
Manuel memilih menerima sebuah panggilan video di halaman samping rumahnya " ada apa lagi ? sudah aku bilang jangan ganggu aku lagi " hardik Manuel yang terlihat kesal .
__ADS_1
" Manuel kamu harus tahu iya aku kemarin melihat Valerie pergi ke rumah sakit ! dan kamu tahu apa yang aku lihat dia itu sedang bermesraan dengan pria lain jika kamu tidak percaya aku akan kirimkan buktinya " ternyata Anita lah yang menghubungi Manuel sebelumnya Anita sempat menemani ibunya yang pergi berobat ke rumah sakit tak sengaja dirinya melihat Valerie yang sedang asik berbincang dengan Malvin apalagi terlihat Malvin mengusap pipi Valerie yang sedang menangis .
" Manuel kamu jangan tertipu dengan wanita seperti dia ! dia itu tidak setia Manuel hanya aku yang setia dan serius mencintaimu " Anita mencoba membuat Manuel kembali percaya padanya .
" jangan berbohong Anita ? aku tidak suka kamu menjelekkan Valerie " tandas Manuel.
" aku tidak bohong jika kamu tidak percaya datanglah padaku aku akan memberikan bukti perselingkuhan mereka padamu " Anita menutup panggilan itu.
Valerie yang saat itu bersembunyi di balik tiang tak sengaja menyenggol sebuah pot bunga hingga pot bunga itu terjatuh dan pecah .
Valerie segara berlari masuk ke dalam rumahnya " bagaimana bisa pot ini terjatuh ! pasti tadi ada orang yang menguping " Manuel menjadi begitu kesal karena obrolannya dengan Anita di ketahui oleh orang lain namun sayang Mane tidak tahu siapa orang itu .
" Anita tahu aku menemui Malvin dan dia juga punya bukti ? apa yang Anita maksud adalah kebenaran tentang bayi ku " Valerie menjadi semakin cemas hingga di sadar jika Manuel telah berada di dalam kamar " kamu sudah bangun ?" tiba-tiba suara Manuel mengejutkan Valerie " iy iya aku baru saja bangun " Valerie mencoba menutupi kepanikannya sedangkan Manuel mengamati tingkah laku istrinya yang seakan menyembunyikan sesuatu " Manuel mengamati kaki Valerie yang kotor " jadi Valerie tadi mendengar pembicaraan ku dan Anita " .Manuel langsung melontarkan pertanyaan pada Valerie .
" kamu tadi sudah mendengarnya ? kamu tidak memberi pembelaan ? apa memang benar yang di katakan Anita ? "
" itu tidak benar Manu , aku hanya bertemu dengannya tanpa sengaja karena Sila bekerja di sana , kami hanya mengobrol sebentar " jelas Valerie terlihat gugup .
" apa dia tahu kamu sedang hamil " Valerie mengangguk " apa yang dia katakan ? " selidik Manuel sambil menatap mata Valerie " tentu saja dia hanya diam Manu, memangnya ada seorang pria merasa bahagia saat wanita yang di sukai nya mengandung anak dari pria lain "
Manuel terkekeh " benar juga aku pun akan bersikap demikian jika kamu berani mengandung bayi pria lain bahkan aku akan langsung membinasakan bayi itu agar dia tidak lahir ke dunia " Valerie menelan ludahnya sendiri " untuk saat ini aku akan percaya dengan mu sayang , tapi jika aku melihat dan mendengar dari orang lain lagi jika kamu masih berhubungan dengannya aku pastikan bukan cuma pabrik nya saja yang akan aku bakar tapi dia dan keluarganya juga akan aku hancurkan "imbuh Manuel
Valerie merasa takut dengan ancaman yang diberikan Manuel padanya " Manu tolong jangan lakukan itu pada Malvin aku janji tidak akan menemuinya lagi " Valerie menggenggam tangan Manuel erat untuk memohon agar suaminya itu tidak menargetkan Malvin .
" baiklah tapi kamu harus lebih patuh lagi padaku sayang , mengerti " Valerie mengangguk paham pada perkataan Manuel .
__ADS_1