Toxic Relationship With My Ex Boyfriend

Toxic Relationship With My Ex Boyfriend
episode 8


__ADS_3

Valerie dan teman-temannya asyik mengobrol dengan begitu seru sayangnya kehadiran Manuel membuat suasana menjadi canggung apalagi Manuel harus melihat Adam yang menyuapi Valerie dengan buah jeruk , buah favorit Valerie .


Valerie sampai tersedak melihat Manuel menatap tajam ke arah nya , atmosfir ruangan itu juga ikut berubah . ketiga temannya yang sadar akan kecemburuan Manuel pada Adam pun memilih pamit agar tidak terjadi perkelahian antara keduanya pria tersebut .


" val kami pamit dulu iya, cepat sembuh " ucap Lia sambil memberi kode pada yang lain untuk segera pergi dari tempat itu .


" aku pulang dulu iya " pamit Adam sambil mengacak rambut Valerie .


Manuel mengantar ke empat teman Valerie hingga ke depan pintu , setelah semuanya pergi , Manuel segera menghampiri Valerie di dalam kamar.


" aku pulang dulu iya , cihh " katanya menirukan gaya Adam yang berbicara pada Valerie .


Valerie hanya diam tak menanggapi Manuel yang membicarakan ketidaksukaan dirinya pada Adam .Manuel tiba-tiba menghadapkan Valerie padanya .


" kamu masih marah sama aku ? aku tahu gara-gara keegoisanku kita kehilangan calon anak kita tapi aku juga sedih val , aku juga merasa kehilangan bukan cuma kamu saja, kamu tahukan sedari dulu aku sangat menginginkan anak dari mu tapi kamu selalu menolak karena kamu masih ingin kuliah dan saat keinginanku terwujud dia malah meninggalkan kita sebelum dia lahir " ungkap Manuel jujur , Valerie menatap manik mata hitam Manuel , air mata keluar dari mata pria itu meski tidak banyak tapi Valerie cukup perhatian dia mengusap lembut dengan jari lentik nya.


" maaf aku kira hanya diriku yang merasakannya Manu " Valerie berinisiatif memeluk tubuh pria di hadapannya itu dengan erat dengan penuh penyesalan akan pikiran buruknya tentang pria itu setidaknya Manuel masih punya rasa tanggung jawab dan penyesalan meski cara yang dia ungkapkan salah .


" meski yang pergi tak akan bisa kembali aku harap kamu tidak menyalahkan dirimu sendiri Valerie , kita masih punya banyak waktu jangan memikirkannya terus, untuk itu kamu harus sembuh dan jaga kesehatanmu " jelas Manuel tanpa melepaskan pelukannya .


di lain tempat , Adam sudah mengantar Maria dan Ana pulang ke asrama, kini Adam tinggal mengantar Lia pulang ke rumah nya namun Lia menolak dia mengajak Adam pergi ke sebuah apotek terdekat , setelah sampai di tempat tujuan Lia mengajak Adam untuk menanyakan jenis obat dan kegunaan obat yang dia foto di kamar Valerie .


" ngapain sih kita kemari ? emang mau beli obat apa?" tanya Adam .


" bukan beli tapi cuma tanya , kamu tahu gak aku tadi diam - diam foto obat Valerie aku curiga Valerie sembunyikan sesuatu dari kita semua " jelas Lia ,


Seorang apoteker pun menemui mereka dan menjelaskan jenis serta kegunaan obat tersebut " obat seperti ini biasanya di gunakan untuk pasien yang mengalami abortus atau biasa kita sebut keguguran namun obat ini biasanya di berikan melalui resep dokter dan tidak sembarangan di jual belikan" jelas sang apoteker membuat keduanya syok terutama Adam .


Setelah keluar dari tempat itu Adam hanya diam , rasa sedih , kecewa dan marah pasti ada dalam hatinya . Lia mengajak Adam duduk di sebuah bangku .


" dam aku tahu kamu pasti sangat kecewa dan sakit hati mendengar kenyataan ini , mungkin Valerie yang kamu cintai saat ini tidak seperti yang kamu harapkan tapi aku mohon jangan membenci dan menjauhinya " mohon Lia secara tulus sambil menahan air mata agar tak sampai jatuh membasahi pipinya .


" kenapa dia berbohong Li? mengapa dia menutupi semuanya " kata Adam dengan nada berat seakan menahan sesuatu yang dalam .


" Adam , sebagai seorang wanita lajang tentu hal seperti ini merupakan aib baginya , jelas saja Valerie tidak mau menceritakan yang sebenarnya " kata Lia.


" lalu apa dia sengaja menggugurkannya ? " tanya Adam

__ADS_1


" aku tidak tahu tapi melihat sikap keduanya terlihat mereka sangat sedih , tapi aku sendiri juga tidak yakin " jawab Lia .


Adam terkekeh


" kamu tahu Li , meski mengetahui kenyataan ini perasaan ku padanya tidak berubah malah aku semakin menyukainya Li aku ingin sekali merebut dan membawanya pergi sejauh mungkin dari bajingan itu tapi di sisi lain Valerie masih tidak bisa meninggalkan pria itu "


" syukur lah , aku juga berharap Valerie segera sadar dan meninggalkannya , aku akan membantu mu dam tapi setelah kamu berhasil kamu harus menjaga Valerie baik-baik jangan buat dia menderita " kata Lia .


" makasih Li " jawab Adam . akhirnya kedua orang itu pulang ke tempat masing-masing.


Seminggu setelahnya Valerie kembali ke kampus , kondisinya menjadi jauh lebih baik .


Sekian lama tak bertemu tentu saja membuat empat sekawan itu senang , begitu pula Adam yang sangat senang wanita yang di sukai nya sudah kembali .


" apa kabar val " sapa Adam pada Valerie sambil duduk di samping Valerie .


" baik dam " jawab Valerie .


"val , pulang sekolah nanti kamu ada acara tidak ?" Valerie menggelengkan kepalanya lalu berkata " memang kenapa? " tanya Valerie .


" mau ajak kamu jalan-jalan itu pun kalo kamu mau sih " jawab Adam .


" kemana aja yang penting kamu suka " jelas Adam .


" tapi yang lain juga ikut kan? " Adam sedikit ragu untuk menjawabnya .


" jadi cuma kita berdua ? " imbuh Valerie , Adam pun mengangguk .


" okay , tapi kamu harus bantu aku cari alasan dulu biar Manuel tidak curiga , bagaimana ?" " oke " jawab Adam .


sesuai kesepakatan sesudah kuliah Adam dan Valerie akan pergi berdua , saat di parkiran Adam dengan sengaja membuka pintu mobil untuk Valerie " tumben banget sih " kata Valerie, disusul Adam kini juga sudah berada di dalam mobil .


" dam , gimana? " tanya Valerie


" gimana apa nya?" kata Adam .


" yang tadi itu loh " kata Valerie .

__ADS_1


" oh itu , kamu sudah menghubungi ? " Valerie menggelengkan kepalanya .


" bagus , sekarang kamu telfon dia atau chat dia lalu bilang kamu mau belanja bareng Lia " Valerie pun mengikuti perkataan Adam , dia mengirim pesan pada Manuel .


" tapi dam kalo dia tanya Lia gimana?" Valerie nampak ragu .


" tenang aku sudah bilang Lia dan Lia mau membantu kita " jelas Adam .


" jangan - jangan mereka memang sudah merencanakan ini dari awal " pikir Valerie .


Sekitar satu setengah jam berlalu akhirnya Adam dan Valerie tiba di sebuah Galery Seni milik kakak perempuan Adam , Adam segera mengajak Valerie masuk ke dalam, Adam sengaja memilih tempat ini karena sebagian besar keluarganya akan hadir di acara tersebut dirinya ingin mengenalkan Valerie pada kerabatnya .


saat keduanya memasuki galery dan melihat-lihat isi galery itu seorang wanita paruh baya memanggil Adam .


" sayang kamu kok lama sekali sih datangnya " kata wanita yang ternyata orang tua Adam .


" iya ma, jalannya agak macet , oh iya kenalin ma ini Valerie , Valerie ini mama ku " Valerie pun berkenalan dengan mama Adam .


"ini Valerie yang sering kamu ceritakan pada mama ? wah cantik sekali , duh kalo gini mama pingin cepat-cepat punya cucu deh " goda mama Adam , mendengarnya Valerie pun tersipu malu .


Sang mama merebut Valerie dari Adam dan mengenalkan Valerie ke kerabatnya yang lain , Adam tidak enak hati pada Valerie apalagi sang mama memperkenalkan Valerie pada yang lain sebagai kekasihnya namun di luar dugaan ternyata Valerie terlihat senang dan biasa saja saat berkumpul dan berbincang dengan keluarga besar Adam.


acara pembukaan galery itu telah selesai , Adam dan Valerie pamit pulang terlebih dahulu namun sebelum pulang Adam mengajaknya kesebuah tempat yang tak jauh dari area itu , Adam mengajaknya ke sebuah bukit di tengah kota , menjelang malam pemandangan lampu yang gemerlap begitu indah .


" makasih iya dam, sudah mengajakku ketempat yang indah ini " katanya Valerie pada Adam , Adam hanya memandangi wajah Valerie yang sedang melihat pemandangan kota dari atas bukit itu .


" val sebenarnya aku mengajakmu kemari karena ada yang ingin aku bicarakan padamu " jelas Adam terdengar serius , Valerie pun menoleh ke arah Adam .


" bicara padaku ? tentang apa ?" tanya Valerie .


" tentang kita berdua " Valerie yang seakan tahu maksud perkataan Adam pun , berkata " maaf dam , jika yang kamu maksud itu masalah perasaan mu padaku aku tidak bisa dam "


Adam memegang kedua tangan Valerie dengan tangan nya " kamu sudah tahu tentang perasaanku padamu ? kamu tahu jika aku menyukai mu ? sejak kapan ?" tanya Adam merasa malu padahal Adam sudah lama menutupi nya dari Valerie , "apa begitu terlihat jelas rasa suka ku padamu " batin Adam .


" sudah lama " jawab Valerie tanpa mengalihkan pandangan nya dari Adam dia begitu gugup saat Adam menatap dirinya begitu intens.


" jadi apa aku masih punya kesempatan Valerie ?" tanya Adam , Valerie bingung bagaimana harus menjawab nya , tapi Valerie tidak mungkin menggantungkan perasaan Adam , Adam terlalu baik untuknya .

__ADS_1


" Adam , kamu tahu sendiri aku punya hubungan dengan Manuel , maaf kan aku aku tidak bisa " begitu sesak rasanya Adam mendengarnya namun dia tetap berusaha menyakinkan Valerie " iya aku tahu bagaimana hubunganmu dengan nya , aku tahu bagaimana dia yang selalu mengekang mu, mengkhianati bahkan kamu pun merasa tidak aman bersamanya benar kan ? aku juga tahu kamu sering menghabiskan malam bersamanya , aku tahu semuanya Valerie, bahkan aku tahu bahwa kamu sakit bukan sakit pada umumnya melainkan kamu sudah mengalami keguguran benar bukan? " Valerie kaget mendengar pernyataan Adam , mata Valerie berkaca-kaca dia merasa sangat malu saat ini .


" jika kamu tahu semuanya kenapa kamu masih berbicara padaku tentang perasaanmu Adam " suara Valerie mulai meninggi " karena aku mencintaimu Valerie Wilson , aku sungguh dan sangat mencintai mu meski aku tahu kamu tidak memiliki perasaan apapun padaku meski tahu kamu sudah menyerahkan sepenuhnya raga dan perasaanmu kepada pria itu, bahkan saat tahu kamu pernah mengandung benih dari pria itu aku tetap tidak bisa menghapus perasan ku padamu, tolong beri aku satu kesempatan untuk membuatmu bahagia lebih dari saat kau bersama nya " Valerie hanya bisa menangis dia tak tahu harus bagaimana lagi menghadapi Adam .


__ADS_2