Toxic Relationship With My Ex Boyfriend

Toxic Relationship With My Ex Boyfriend
episode 25


__ADS_3

manuel membawa Valerie ke sebuah restoran di tepi laut , saat kedatangan mereka ada seorang pegawai yang datang menyambut kedatangan mereka karena Manuel telah memesan sebuah tempat khusus untuk makan malam .


Manuel dan valerie berjalan mengikuti pegawai restoran itu hingga tibalah mereka di tepi pantai , valerie mengamati sebuah meja makan dengan dua kursi yang dihiasi bunga mawar merah di atas pasir serta dikelilingi lampu yang menjadi satu-satunya penerangan , Manuel mengulurkan tanganya Valerie sedikit gugup namun dia memberikan tanganya pada Manuel, Manuel tersenyum manis seperti Manuel yang dulu Valerie cintai .


Manuel mengajak valerie mendekat ke arah meja makan, Valerie melihat ada beberapa lilin dan peralatan makan yang tersedia, Manuel memberikan setangkai mawar merah pada valerie , valerie memang menyukai bunga jadi Valerie menerima pemberian Manuel dengan sedikit mencium aroma mawar yang segar , Lalu Manuel menarik kursi dan mempersilahkan Valerie duduk terlebih dahulu disusul dirinya yang kini duduk di hadapan Valerie .


Deburan ombak dan angin laut pun dirasakan Valerie ada perasaan tenang di hatinya . sesekali Valerie memejamkan matanya saat angin laut menerpa tubuhnya , membelai dirinya sambil memegang bunga pemberian Manuel .


Manuel senang karena usahanya tidak sia-sia membawa Valerie ketempat ini .


menu hidangan makan malam pun tiba , mulai dari hidangan pembuka hingga pencuci mulut , keduanya tampak menikmati makan malam mereka.


seusai makan malam , Manuel mengajak Valerie berkeliling pantai, meski sudah malam sinar rembulan mengiringi langkah keduanya .


" val , apa kamu masih ingat saat pertama kali kita bertemu ? dulu kamu hampir terseret ombak saat berenang di pantai, waktu itu aku yang menyelamatkanmu , dan sejak saat itulah kita jadi dekat " cerita Manuel .


" aku ingat , makanya kamu melarang ku pergi ke pantai lagi setelah kejadian itu bukan ?" tanya Valerie .


" benar , tapi bukan cuma itu alasannya " jawab Manuel .


"memang ada lagi?" tanya Valerie penasaran .


" aku tak mau kamu jadi pusat perhatian " ungkap Manuel .


Valerie tertawa , entah hari ini valerie merasa jika Manuel bersikap seperti Manuel yang dia cintai membuatnya tidak merasa takut lagi saat berdekatan dengan Manuel " sebenarnya aku ini masih mencintaimu atau membencimu Manu " Valerie bingung dengan perasaannya pada Manuel .


mendengar valerie menertawakan dirinya

__ADS_1


membuat Manuel dengan gemas menggelitik tubuh Valerie hingga membuat badan Valerie lemas karena tertawa .


Valerie memohon pada Manuel untuk berhenti , Valerie menstabilkan pernafasannya , Manuel memeluk tubuh Valerie dengan lembut .


" sungguh aku senang bisa bertemu denganmu lagi valerie, aku tahu aku selalu menyakitimu tapi selain dirimu tidak ada yang bisa menggantikan posisimu Valerie , aku mohon maafkan diriku di masa lalu, aku ingin memulai kembali semuanya dari awal Valerie " suara detak jantung Manuel terdengar di telinga Valerie .


Valerie semakin bingung harus menjawab apa pada Manuel , hatinya sudah terlalu lelah untuk menjalani hubungan seperti dulu yang begitu menguras batin dan raganya apalagi dia sudah berjanji pada Adam untuk menunggu Adam kembali .


Valerie melepas pelukan Manuel sambil memalingkan mukanya tidak berani menatap Manuel , hingga Manuel memegang wajah Valerie hingga berhadapan dengan wajah Manuel .


" Valerie please berikan aku kesempatan lagi " mohon Manuel .


" maaf Manuel aku tidak bisa " jawab Valerie .


" why ? give me a reason Valerie ?" tanya Manuel


" aku akan meninggalkannya demi dirimu" jawab Manuel.


" apa dengan begini aku bisa membantu Anita lepas dari Manuel ? Anita wanita yang baik aku tak ingin dia bernasib sama seperti ku , setelah Anita bisa mengetahui sifat asli Manuel aku akan meninggalkannya juga bukannya dia selalu mempermainkan perasaanku? aku ingin dia juga merasakannya " batin Valerie .


" baiklah , aku menunggu " jawab Valeri , Manuel sangat senang mendengar jawaban Valerie , Manuel kembali memeluk tubuh Valerie ,


di tempat lain Malvin dan Sila sibuk mencari keberadaan Valerie dan Manuel , ke beberapa restoran yang mungkin saja mereka kunjungi, Malvin memukul setirnya karena tidak bisa menemukan Valerie , dia tidak bisa tenang saat wanita yang dicintainya pergi dengan pria lain, apalagi malam hari .


" argghh , sebenarnya pergi kemana mereka?" sambil mengacak rambutnya , Sila sampai terkejut melihat tingkah Malvin yang begitu mengkhawatirkan sahabatnya itu .


ponsel sila berdering.

__ADS_1


" Valerie " gumam sila segera menjawab panggilan dari Valerie .


" val , kamu di mana ?" tanya sila , mendengar sila menyebut nama Valerie Malvin langsung merebut ponsel sila " kamu ada dimana? dia tak berbuat macam-macam kan?" tanya Malvin terlihat begitu cemas .


" tidak kok , iya sudah nanti aku kabari lagi " jawab valerie kemudian menutup telepon .


" Manu , ini sudah malam sebaiknya kita pulang " ajak valerie karena badannya mulai kedinginan, Manuel pun mengajak Valerie pulang .


sebelumnya , setelah pembicaraan diantara Valerie dan Manuel berakhir akhirnya Manuel mengembalikan ponsel milik valerie , Valerie begitu senang namun saat Valerie akan mengembalikannya Manuel berkata" siapa dokter Malvin?" tanya Manuel .


" em dia dokter yang menangani ku " jawab Valerie


" memang kamu sakit apa ?" tanya Manuel panik


" hanya masalah kejiwaan ku saja tapi sekarang mulai membaik " jelas Valerie langsung , Manuel nampak merasa bersalah .


" pasti semua gara-gara diriku, maaf kan aku Valerie " Valerie terkejut mendengar Manuel menyadari kesalahannya , namun dia tidak memberikan tanggapan apapun.


Sekarang Valerie menghubungi sila agar dirinya tidak mengkhawatirkan keadaanya , namun saat ingin berbicara terdengar suara Malvin yang bertanya , untuk membuat Manuel tidak curiga valerie pun menjawabnya singkat dan segera menutup telepon .


Manuel masih mengawasi Valerie , dia masih tidak percaya jika Malvin hanya sekedar dokter yang menangani valerie , Manuel merasa ada sesuatu yang terlewatkan olehnya , tapi Manuel tidak ambil pusing toh sekarang valerie telah memberinya kesempatan , namun sayangnya dia harus memikirkan cara terbaik memutuskan hubungan dengan Anita , Manuel tahu jika anita wanita yang cerewet dan tergila-gila padanya , akan sulit lepas dari Anita mengingat orang tua Manuel juga sudah tahu tentang Anita .


Valerie memeluk tubuh Manuel agar tidak lagi menaruh rasa curiga , di tambah lagi valerie mencium pipi Manuel .


" hanya itu " goda Manuel sambil mengeratkan pelukannya pada tubuh valerie , Manuel pun mencium bibir Valerie , suasana pantai mendukung kegiatan keduanya , Valerie terhanyut dalam permainan Manuel , hingga tanpa sadar dia mengalungkan tangannya pada tubuh Manuel, sedangkan Manuel memegang tengkuk Valerie supaya bisa memperdalam aksinya , sesekali Manuel melepaskan tautan bibirnya untuk sekedar memberikan ruang valerie bernafas , selanjutnya dia akan kembali ******* nya lagi . tanpa menganggur tangan Manuel sudah menjelajahi lekuk tubuh valerie , apalagi bagian depan Valerie yang begitu padat berisi membuat Manuel begitu gemas memainkannya .


Valerie menyudahi aksi Manuel dan merapikan dirinya, jika tidak bisa mengontrol takutnya Manuel akan melakukan hal lain pada nya .

__ADS_1


__ADS_2