
manuel membawa Valerie ke sebuah restoran di tepi laut , saat kedatangan mereka ada seorang pegawai yang datang menyambut kedatangan mereka karena Manuel telah memesan sebuah tempat khusus untuk makan malam .
Manuel dan valerie berjalan mengikuti pegawai restoran itu hingga tibalah mereka di tepi pantai , valerie mengamati sebuah meja makan dengan dua kursi yang dihiasi bunga mawar merah di atas pasir serta dikelilingi lampu yang menjadi satu-satunya penerangan , Manuel mengulurkan tanganya Valerie sedikit gugup namun dia memberikan tanganya pada Manuel, Manuel tersenyum manis seperti Manuel yang dulu Valerie cintai .
Manuel mengajak valerie mendekat ke arah meja makan, Valerie melihat ada beberapa lilin dan peralatan makan yang tersedia, Manuel memberikan setangkai mawar merah pada valerie , valerie memang menyukai bunga jadi Valerie menerima pemberian Manuel dengan sedikit mencium aroma mawar yang segar , Lalu Manuel menarik kursi dan mempersilahkan Valerie duduk terlebih dahulu disusul dirinya yang kini duduk di hadapan Valerie .
Deburan ombak dan angin laut pun dirasakan Valerie ada perasaan tenang di hatinya . sesekali Valerie memejamkan matanya saat angin laut menerpa tubuhnya , membelai dirinya sambil memegang bunga pemberian Manuel .
Manuel senang karena usahanya tidak sia-sia membawa Valerie ketempat ini .
menu hidangan makan malam pun tiba , mulai dari hidangan pembuka hingga pencuci mulut , keduanya tampak menikmati makan malam mereka.
seusai makan malam , Manuel mengajak Valerie berkeliling pantai, meski sudah malam sinar rembulan mengiringi langkah keduanya .
" val , apa kamu masih ingat saat pertama kali kita bertemu ? dulu kamu hampir terseret ombak saat berenang di pantai, waktu itu aku yang menyelamatkanmu , dan sejak saat itulah kita jadi dekat " cerita Manuel .
" aku ingat , makanya kamu melarang ku pergi ke pantai lagi setelah kejadian itu bukan ?" tanya Valerie .
" benar , tapi bukan cuma itu alasannya " jawab Manuel .
"memang ada lagi?" tanya Valerie penasaran .
" aku tak mau kamu jadi pusat perhatian " ungkap Manuel .
Valerie tertawa , entah hari ini valerie merasa jika Manuel bersikap seperti Manuel yang dia cintai membuatnya tidak merasa takut lagi saat berdekatan dengan Manuel " sebenarnya aku ini masih mencintaimu atau membencimu Manu " Valerie bingung dengan perasaannya pada Manuel .
mendengar valerie menertawakan dirinya
__ADS_1
membuat Manuel dengan gemas menggelitik tubuh Valerie hingga membuat badan Valerie lemas karena tertawa .
Valerie memohon pada Manuel untuk berhenti , Valerie menstabilkan pernafasannya , Manuel memeluk tubuh Valerie dengan lembut .
" sungguh aku senang bisa bertemu denganmu lagi valerie, aku tahu aku selalu menyakitimu tapi selain dirimu tidak ada yang bisa menggantikan posisimu Valerie , aku mohon maafkan diriku di masa lalu, aku ingin memulai kembali semuanya dari awal Valerie " suara detak jantung Manuel terdengar di telinga Valerie .
Valerie semakin bingung harus menjawab apa pada Manuel , hatinya sudah terlalu lelah untuk menjalani hubungan seperti dulu yang begitu menguras batin dan raganya apalagi dia sudah berjanji pada Adam untuk menunggu Adam kembali .
Valerie melepas pelukan Manuel sambil memalingkan mukanya tidak berani menatap Manuel , hingga Manuel memegang wajah Valerie hingga berhadapan dengan wajah Manuel .
" Valerie please berikan aku kesempatan lagi " mohon Manuel .
" maaf Manuel aku tidak bisa " jawab Valerie .
" why ? give me a reason Valerie ?" tanya Manuel
" aku akan meninggalkannya demi dirimu" jawab Manuel.
" apa dengan begini aku bisa membantu Anita lepas dari Manuel ? Anita wanita yang baik aku tak ingin dia bernasib sama seperti ku , setelah Anita bisa mengetahui sifat asli Manuel aku akan meninggalkannya juga bukannya dia selalu mempermainkan perasaanku? aku ingin dia juga merasakannya " batin Valerie .
" baiklah , aku menunggu " jawab Valeri , Manuel sangat senang mendengar jawaban Valerie , Manuel kembali memeluk tubuh Valerie ,
di tempat lain Malvin dan Sila sibuk mencari keberadaan Valerie dan Manuel , ke beberapa restoran yang mungkin saja mereka kunjungi, Malvin memukul setirnya karena tidak bisa menemukan Valerie , dia tidak bisa tenang saat wanita yang dicintainya pergi dengan pria lain, apalagi malam hari .
" argghh , sebenarnya pergi kemana mereka?" sambil mengacak rambutnya , Sila sampai terkejut melihat tingkah Malvin yang begitu mengkhawatirkan sahabatnya itu .
ponsel sila berdering.
__ADS_1
" Valerie " gumam sila segera menjawab panggilan dari Valerie .
" val , kamu di mana ?" tanya sila , mendengar sila menyebut nama Valerie Malvin langsung merebut ponsel sila " kamu ada dimana? dia tak berbuat macam-macam kan?" tanya Malvin terlihat begitu cemas .
" tidak kok , iya sudah nanti aku kabari lagi " jawab valerie kemudian menutup telepon .
" Manu , ini sudah malam sebaiknya kita pulang " ajak valerie karena badannya mulai kedinginan, Manuel pun mengajak Valerie pulang .
sebelumnya , setelah pembicaraan diantara Valerie dan Manuel berakhir akhirnya Manuel mengembalikan ponsel milik valerie , Valerie begitu senang namun saat Valerie akan mengembalikannya Manuel berkata" siapa dokter Malvin?" tanya Manuel .
" em dia dokter yang menangani ku " jawab Valerie
" memang kamu sakit apa ?" tanya Manuel panik
" hanya masalah kejiwaan ku saja tapi sekarang mulai membaik " jelas Valerie langsung , Manuel nampak merasa bersalah .
" pasti semua gara-gara diriku, maaf kan aku Valerie " Valerie terkejut mendengar Manuel menyadari kesalahannya , namun dia tidak memberikan tanggapan apapun.
Sekarang Valerie menghubungi sila agar dirinya tidak mengkhawatirkan keadaanya , namun saat ingin berbicara terdengar suara Malvin yang bertanya , untuk membuat Manuel tidak curiga valerie pun menjawabnya singkat dan segera menutup telepon .
Manuel masih mengawasi Valerie , dia masih tidak percaya jika Malvin hanya sekedar dokter yang menangani valerie , Manuel merasa ada sesuatu yang terlewatkan olehnya , tapi Manuel tidak ambil pusing toh sekarang valerie telah memberinya kesempatan , namun sayangnya dia harus memikirkan cara terbaik memutuskan hubungan dengan Anita , Manuel tahu jika anita wanita yang cerewet dan tergila-gila padanya , akan sulit lepas dari Anita mengingat orang tua Manuel juga sudah tahu tentang Anita .
Valerie memeluk tubuh Manuel agar tidak lagi menaruh rasa curiga , di tambah lagi valerie mencium pipi Manuel .
" hanya itu " goda Manuel sambil mengeratkan pelukannya pada tubuh valerie , Manuel pun mencium bibir Valerie , suasana pantai mendukung kegiatan keduanya , Valerie terhanyut dalam permainan Manuel , hingga tanpa sadar dia mengalungkan tangannya pada tubuh Manuel, sedangkan Manuel memegang tengkuk Valerie supaya bisa memperdalam aksinya , sesekali Manuel melepaskan tautan bibirnya untuk sekedar memberikan ruang valerie bernafas , selanjutnya dia akan kembali ******* nya lagi . tanpa menganggur tangan Manuel sudah menjelajahi lekuk tubuh valerie , apalagi bagian depan Valerie yang begitu padat berisi membuat Manuel begitu gemas memainkannya .
Valerie menyudahi aksi Manuel dan merapikan dirinya, jika tidak bisa mengontrol takutnya Manuel akan melakukan hal lain pada nya .
__ADS_1