
Arnold langsung menyuruh bawahannya untuk membawa Valerie ke dalam kamar dan mengunci pintu nya dari luar " ayah , buka in pintu nya yah ! " teriak Valerie dari balik pintu .
Arnold berada di depan pintu kamar Valerie , di dalam dia mendengar suara Valerie yang terus menangis dan meminta untuk di bukakan pintu " please tolong bukakan pintunya Valerie janji untuk menuruti semua permintaan ayah tapi tolong jangan paksa Valerie menikah dengan Manuel " mohon Valerie pada sang ayah .
Sambil menangis Valerie mencoba mencari jalan keluar , dia melihat jendela namun sayang Valerie lupa jika tempat ini berada di lantai 17 tidak mungkin Valerie terjun lewat jendela , Valerie mencari alat yang bisa di gunakan untuk membuka pintu di meja dan di dalam lemari namun tidak ada, seakan kamar itu memang telah ayahnya siapkan untuk mengurung dirinya . Valerie jadi mengingat saat dirinya masih kecil dimana saat Valerie membuat kesalahan atau karena nilainya buruk dia akan di kurung di dalam kamar sampai Valerie meminta maaf dan menyesali perbuatannya.
" ayah akan memberi mu pilihan Valerie pikirkan baik-baik , menikah dengan Manuel atau jangan harap kamu bisa keluar rumah dan Sila batal menikah dengan kekasihnya " kata Arnold membuat Valerie ingat jika dirinya meninggalkan Sila tanpa memberi kabar , Sila pasti akan sangat khawatir padanya namun ponsel Valerie ikut di sita oleh sang ayah .
" ayah akan memberikan mu waktu sehari untuk memutuskan nya , jika Sila tahu kamulah penyebab dirinya tidak bisa menikah apa yang dipikirkannya Valerie? tentu saja dia kecewa orang yang selama ini dia bantu malah jadi penyebab pernikahannya batal namun jika kamu bersedia menikah dengan Manuel tentu ayah akan membantu nya menjadi wali untuk Sila dan agar Sila tidak dipermalukan oleh keluarga besar suaminya " imbuh Arnold , membuat Valerie semakin bingung untuk membuat keputusan .
Untuk saat ini memberitahu semua perbuatan Manuel padanya kepada sang ayah malah tidak akan berguna pasti ayahnya mengira Valerie mencari alasan saja tapi dia tidak bisa membiarkan sahabatnya sedih apalagi Sila telah banyak membantu Valerie selama ini.
Meski sang ayah sudah memberinya waktu satu hari untuk memutuskan semua Valerie tidak bisa menunggu lebih lama lagi , dia takut Sila melakukan hal yang ekstrim .
" baiklah Valerie sudah memutuskannya ayah , tapi bisakah ayah membuka pintunya terlebih dulu" mohon Valerie tak lama Arnold membuka pintu di saat itu Arnold melihat putrinya yang menangis .
" apa keputusan mu ? " tanya Arnold .
__ADS_1
" Valerie akan menikah dengan Manuel , tapi Valerie mohon tolong bantu Sila yah " mohon Valerie pada sang ayah .
" oke ayah akan mengurus masalah Sila tapi jika kamu berani membohongi ayah dan kabur lagi lihat saja bukan hanya pernikahan Sila yang batal tapi karirnya juga akan hancur , kamu mengerti " Valerie hanya mengangguk paham .
Namun saat sang ayah ingin memeluknya , Valerie malah menghindar Arnold tahu jika Valerie begitu kecewa pada dirinya .
Di saat yang sama Malvin harus pergi keluar kota karena salah satu pabrik obat milik sang ayah terkena masalah dan sang ayah sangat sibuk jadi dialah yang harus pergi setelah berhasil menenangkan Sila tak lama berselang Andre menghubungi Sila awalnya Sila tidak mau menerima panggilan namun Andre mengirim pesan jika ayah Manuel telah merestui Andre dan Sila bahkan ayah Manuel juga lah yang akan membiayai segala kebutuhan pernikahan mereka , sila langsung menghubungi Andre untuk mengklarifikasi semuanya , kedua nya begitu bahagia, namun berbeda dengan Valerie karena saat itu juga Arnold meminta beberapa toko perhiasan dan gaun pengantin terkenal untuk datang ke tempatnya , Valerie di suruh memilih cincin pernikahannya dengan Manuel , ternyata Arnold telah mengundang Manuel juga saat tiba di tempat Arnold , Manuel terlihat sangat bahagia namun berbeda dengan Valerie . setelah selesai memilih cincin , kini saatnya memilih baju pengantin , semua gaun pengantin yang di coba Valerie terlihat cantik namun Manuel memutuskan untuk memilih gaun yang terbaik yang akan di kenakan calon istrinya itu .
Valerie berada di kamar menatap dirinya di cermin dengan memakai gaun pengantin pilihan Manuel , ingin rasanya dia loncat dari gedung itu tapi setelah dia mendapat kabar dari Sila tentang pernikahan nya yang tidak jadi di batalkan Valerie merasa mungkin keputusan yang dia ambil kali ini memanglah yang terbaik , tapi bagaimana tentang hubungannya dan Malvin sedari tadi Valerie mencoba menghubungi Malvin tapi nomor Malvin tidak aktif .
" kamu sedang menghubungi siapa ?" tanya Manuel yang sudah ada di kamar Valerie , sambil menyembunyikan ponsel miliknya " aku hanya menelpon sila saja " jawab Valerie , Manuel terus berjalan mendekati Valerie , dan langsung merebut ponsel Valerie .
" kamu kira aku bisa melakukan apa hem?aku bisa saja membuatnya lebih buruk lagi dari ini jika kamu masih tetap berhubungan dengannya , apalagi jika pernikahan kita sampai batal " ancam Manuel pada Valerie " kamu jahat Manuel, kamu tidak pernah berubah sedikitpun " lirih Valerie, Valerie akhirnya pergi .
Valerie kembali ke tempat duduknya di sebelah sang ayah " yah kenapa begitu terburu-buru memilih gaun pengantin sih memang nya kapan Valerie akan menikah?" tanya Valerie pada sang ayah .
dengan mengelus kepala Valerie " dua hari lagi kalian akan menikah, ayah dan calon mertuamu telah mempersiapkan pesta pernikahan kalian dan besok ibu serta adikmu akan tiba di kota ini " bisakah Valerie meminta satu hal ini juga kan pernikahan Valerie juga " pinta Valerie saat itu Manuel juga datang menghampirinya ,
__ADS_1
" kamu minta apa sayang ?" tanya sang ayah .
" Valerie tidak mau acara pernikahan yang mewah, Valerie mau pernikahan yang tertutup saja yang dihadiri keluarga besar kita ayah " sang ayah diam sejenak .
" Valerie mohon " mohon Valerie sambil memegang tangan Arnold .
Arnold melihat ke arah Manuel dan Manuel memberi kode untuk mengiyakan permohonan Valerie " baiklah jika itu mau kamu " Valerie memeluk sang ayah dan menangis dalam pelukan ayah nya " terima kasih ayah " jika dulu saat putrinya mengucapkan terima kasih pada ayahnya dengan senyum bahagia baru kali ini dai mendengarnya dengan tangisan tentu saja Arnold juga merasa sedih tapi dia harus tetap menahannya .
" begitu tidak inginnya kamu menikah denganku Valerie " batin Manuel, pada akhirnya Manuel memilih berpamitan pada Arnold .
Setelah kepergian Manuel , Valerie juga pergi ke dalam kamarnya untuk beristirahat sebelumnya Valerie mengatakan pada Sila jika dirinya bersama ayahnya , karena ayahnya telah memaafkan Valerie .
Hingga hari pernikahan Valerie dan Manuel tiba , dimana semua sesuai dengan yang Valerie inginkan , diadakan secara tertutup dan di hadiri oleh kerabat terdekat dari kedua keluarga , saat itu Sila pun juga tidak hadir karena Valerie tidak memberitahunya hanya Andre yang hadir karena dia merupakan kerabat dari keluarga Manuel .
acara di lakukan di sebuah lapangan golf dengan tema outdoor .
semua tamu melihat ke arah Valerie yang bergandengan dengan sang ayah menuju Manuel dan pendeta .
__ADS_1
Setelah Valerie berada di depan pendeta upacara pernikahan pun dimulai , pernikahan keduanya pun berjalan lancar .