Toxic Relationship With My Ex Boyfriend

Toxic Relationship With My Ex Boyfriend
episode 57


__ADS_3

"sampai aku harus hidup begini?" memandang langit cerah di pinggir pantai, air laut menyapa kaki jenjang miliknya, dingin namun menyejukkan, hembusan angin menerpa tubuhnya, meraba halus pada kulitnya yang putih.


senyum getir di wajah Valerie tatkala melihat sepasang kekasih sedang berlari-lari di area pantai, mengingatkan dia pada kenangan dirinya bersama Adam.


sesak di dada mulai terasa setiap dia memikirkan Adam, entah kemana pria itu pergi, setiap hari Valerie selalu mengecek ponsel bekas miliknya walau Manuel telah membelikan ponsel baru berharap ada sebuah pesan yang di kirim oleh Adam untuknya.


"hey girl, what are you doing alone in here?aren't you trying to kill yourself?" apalagi pria yang bertanya padanya ini malah duduk di sebelah Valerie, mengulurkan tangan"Justin! What is your name, babe!"dengan tatapan genit, Valerie yang memang tidak suka pada pria semacam Justin enggan menjawab


"oh I know, you are not happy with my presence because I made you fail?" Valerie semakin ilfill dengan perkataan Justin yang terlalu kepo, apalagi tuduhannya itu salah.


"pria sinting!" gerutu Valerie beranjak pergi dari tempatnya.


"aishh kamu ternyata bisa bahasa juga? aku pikir kamu orang asing!" Justin mengikuti langkah Valerie.


"hei, tunggu! aku belum tahu nama kamu!" berusaha meraih tangan Valerie.


"kamu gak sopan banget!kita tuh gak saling kenal!"mencoba melepas tangan Justin yang memegang tangan Valerie.


"aku hanya ingin berkenalan denganmu?"jawab Justin sembari melepas tangan Valerie.


"kalau aku gak mau?" jawab Valerie


"aku bakal maksa! please aku sedang taruhan dengan teman-temanku! jadi aku mohon kasih tahu nama kamu iya!" memohon sangat pada Valerie, Valerie memutar bola mata dan merasa jengah pada Justin tapi dia juga tidak ingin di ikuti terus orang pria asing dihadapannya.


"oke! hanya nama saja kan?" Valerie memastikan dan Justin mengangguk lalu membuka layar ponsel miliknya dan menyambungkan telpon dengan teman-temannya, setelah itu dia memperkenalkan Valerie pada teman-teman Justin,Justin berterimakasih pada Valerie Karen telah membantu dirinya"thanks iya Valerie!"Valerie hanya tersenyum pada Justin,namu saat dirinya akan pergi Justin malah mencegahnya"kamu tidak akan bunuh diri kan?" Valerie tertawa mendengarnya pertanyaan Justin.


"untuk apa aku bunuh diri di tempat umum?lagi pula aku hanya sedang menikmati pemandangan laut! tapi kamu malah datang dan berkata seperti itu!" sambil menahan tawa, Justin agak malu mendengar penjelasan Valerie.

__ADS_1


"aku kira kamu bakal an bunuh diri dengan menceburkan diri ke laut!" Valerie semakin terpingkal melihat ekspresi lucu Justin.


"iya nggak lah ngapain aku ngelakuin itu!"


"iya maaf soalnya tadi kamu kayak melamun! oh iya kamu kesini sendiri?" tanya Justin mengingat selama dia mengawasi gerak gerik Valerie hanya terlihat sendirian, dengan cepat Valerie menjawab"aku kesini sama suami aku tapi dia lagi ada urusan bisnis sama temannya di dalam, aku gak mau ganggu dia makanya aku jalan-jalan sendiri!" ungkap Valerie sambil menunjuk ke arah gedung tinggi di dekat mereka.


"ohhh, jadi kamu sudah menikah?" dengan agak kecewa.


"iya, emang kamu gak liat aku ini udah kayak ibu-ibu loh, apalagi aku sedang hamil!" celoteh Valerie,Justin melihat dari atas kebawah tubuh Valerie "tidak! kamu terlihat muda and beautiful Valerie, if you don't cover your belly, I guess everyone thinks you're single! aku pun begitu saat pertama melihat kamu!" jelas Justin.


"sayang ternyata kamu di sini! aku dari tadi nyari kamu!" suara Manuel langsung membuat Valerie takut.


"siapa dia?" tanya Manuel dengan tegas pada sang istri.


"oh jadi dia suami kamu! beruntung sekali dia! oh iya kenalkan aku Justin, aku tidak sengaja bertemu Valerie , aku kira dia akan bunuh diri tapi aku salah!"dengan ramah, namun Manuel seakan tidak puas dengan jawaban dari Justin dan kembali menatap Valerie "em, yang dia katakan benar kok! kamu sudah selesai?" tanya Valerie meraih lengan kekar seng suami kedalam pelukannya.


"sudah! untung saja aku bergegas menyelesaikan pekerjaan ku jika tidak mungkin aku tidak akan mengetahui hal ini!" dengan melirik Justin,


"Manu! bisa gak kamu jangan selalu curiga sama aku!aku sama Justin itu baru kenal!" mencoba membela Justin malah semakin membuat Manuel kesal, dan mencengkram pergelangan tangan Valerie dengan kuat"auwww sakit Manu!" ringis Valerie.


Manuel menarik Valerie dengan kasar tanpa peduli orang-orang melihat ke arah mereka, Valerie menggigit lengan Manuel keras agar bisa melepaskan tangannya.


Valerie yang ketakutan berlari dari kejaran Manuel, dia ingin cepat sampai ke rumah dan bersembunyi dari pria itu.


brukk


Valerie menabrak seorang wanita hamil, dia meminta maaf pada wanita itu tak sengaja menjatuhkan buku miliknya karena dia takut Manuel masih mengejar dirinya.

__ADS_1


hingga Valerie sampai di rumah dia malah kalah cepat dengan Manuel yang sudah menunggu Valerie dikamar.


"kamu sudah mulai membangkang Valerie! kamu tahukan aku paling tidak suka dengan wanita yang tidak penurut!" sambil melepas ikat pinggang kulit milikinya, Valerie terus mundur hingga dia terjatuh di lantai marmer yang dingin."Manu, ampun Manu! aku janji tidak akan begitu lagi!" Valerie begitu takut saat Manuel memegang ikat pinggangnya membaut dia mengingat kejadian dulu saat Valerie harus dipukul oleh benda itu.


"bangun!"bentak Manuel, ketakutan pada diri Valerie membuatnya menuruti perkataan Manuel, setelah dia berdiri Manuel langsung melempar tubuh Valerie ke atas kasur dan mengayunkan ikat pinggang miliknya pada tubuh Valerie sebanyak tiga kali dan itu sudah cukup untuk membuat valerie ketakutan dan merasa sakit secara bersamaan.


guratan merah terlihat pada lengan, betis dan paha miliknya, untung saja valerie meringkuk membuat perutnya aman dari kebiadaban Manuel.


Tapi setelah menghukum Valerie, Manuel dengan tanpa rasa bersalah malah memeluk tubuh istrinya bahkan dia mengecup luka yang ada di lengan Valerie"maaf sayang, aku benar-benar tidak bisa menahan diri saat kamu bersama pria lain, aku sangat cemburu!"Valerie hanya diam namun gerakan pelan menjauh dari Manuel malah semakin membuat Manuel semakin erat memeluk dirinya, Valerie menangis dalam diam.


Sebuah panggilan masuk, Manuel langsung beranjak keluar dan menerima panggilan yang ternyata dari salah satu teman bisnisnya bernama Adrian seorang pengusaha sukses.


"halo,Adrian! tumben sekali kamu mengubungiku di jam segini!"


"ahh begini tadi istriku tak sengaja menabrak seorang wanita lalu barang wanita itu terjatuh lalu istriku tak sengaja menemukan foto istrimu, istriku ingin mengembalikan barang milik istrimu tolong berikan alamat tempat tinggalmu pada kami!" jelas Adrian.


"oh, kalau begitu sekalian kita makan malam bersama saja di tempat ku! aku akan mengirim alamat rumah padamu"


Manuel kembali menemui Valerie yang sudah selesai mandi.


"apa kamu tadi menabrak orang sayang?" tanya Manuel,


Valerie mengingat-ingat dan dia mengangguk"kamu menjatuhkan barang mu?" tanya Manuel lagi.


Valerie baru ingat jika dia tidak membawa buku miliknya saat masuk ke dalam rumah.


"sepertinya iya!"setelah mengecek tas yang di pakainya saat jalan-jalan tadi siang.

__ADS_1


"wanita yang kamu tabrak tadi istri dari teman ku Adrian, mereka berniat mengembalikan barang milikmu, sekalian saja mengundang mereka untuk makan malam bersama kita, kamu tidak keberatan kan?"


"tentu saja tidak! hitung-hitung buat terima kasih sama mereka mau mengembalikan barang milikku!"


__ADS_2