Toxic Relationship With My Ex Boyfriend

Toxic Relationship With My Ex Boyfriend
episode 54


__ADS_3

di sebuah makam, seorang pria menaruh sebuket bunga mawar putih di makam dengan nama Adam Frederick.


Malvin berlutut di depan makam Adam,memegang batu nisan dan mengambil sebuah foto dari saku jasnya


"aku sudah bertemu dengan wanita ada di dalam foto ini!, kau tahu saat pertama kali aku bertemu dengannya aku langsung terpukau oleh pesona dari dirinya, Valerie, nama yang begitu indah seperti pemiliknya, tapi saat aku tahu surat dari dirimu dan juga membaca buku harian milikmu, aku tak pernah merasa terbebani oleh permintaanmu malah aku merasa ini semua skenario dari Tuhan untuk mempertemukan diriku dengannya, aku tak bermaksud merebut cintanya untukmu dam! karena aku tahu selama ini dia terus menunggu dirimu!meski dengan hati yang sudah tidak utuh lagi dia tetap bertahan demi dirimu! tapi aku tetap menyatakan perasaanku padanya dan dia pun menerimaku sayang rasa cintanya padaku tidak lebih besar dari perasaan dia padamu, meski dia tidak pernah cerita padaku, aku yakin dia menyukaiku karena dia merindukan sosokmu Adam! selamanya kamu tidak akan terganti dihatinya, aku cukup iri padamu meski kamu telah pergi perasaannya padamu tetap dia jaga!"Malvin menceritakan tentang setiap momen dirinya dan Valerie sambil sesekali tertawa mengingat kembali kenangan mereka berdua.


"aku kemari tidak sekedar menyampaikan tentang pertemuan kami dan perasaanku padanya tapi aku juga ingin minta maaf padamu dam, aku belum bisa memenuhi permintaan kamu yang terakhir, bukan aku tidak ingin sayangnya aku masih belum cukup kuat untuk membawa dia pergi dari sisinya! makanya aku kembali lagi kemari untuk mengejar impianku, agar kelak aku bisa bersanding dengannya dan bisa melindungi dia!" ujar Malvin sendu, Malvin tidak bisa lagi menyampaikan apa yang di alami Valerie belakangan ini, sungguh dia tak sanggup jika mengingat wanita yang dicintainya kini telah menikah dengan pria yang membuat Valerie menderita selama ini, mungkin jika Adam ada dihadapan Malvin pasti sudah babak belur dihajar Adam, sebab dia tidak mampu menjaga hal paling berharga bagi Adam, orang yang mendonorkan mata untuk dirinya.


"jika memang aku dan Valerie tidak ditakdirkan bersama biarkan aku tetap menjaga dia di sisiku sebagai temannya,kamu tidak keberatan kan? kalau begitu aku pamit dulu, lain kali aku pasti datang kemari dan saat itu tiba, aku janji akan membawa Valerie ke hadapanmu!" suasana menjadi hening, hembusan angin berputar di area sekitar makam Adam, tetesan air entah jatuh darimana membasahi pipi Malvin yang kini beranjak pergi dari tempat itu.


"Adam!!" teriak Valerie sekeras-kerasnya yang tengah tertidur di sofa saat sedang menunggu kepulangan Manuel.


jendela kaca berbunyi dan gorden bergerak saat tertiup angin, Valerie segera beranjak menutup jendela kamar miliknya"Valerie mengusap air mata yang tak tahu kapan dia mengeluarkannya"Adam kamu dimana?kenapa sampai sekarang kamu tidak pernah memberi kabar padaku dam!apa alasan kamu sampai tidak bisa menghubungiku! apa kamu sudah melupakanku?"tangis Valerie pecah saat dia menatap foto terakhir kali dia bersama Adam.


Adam bukan sekedar teman maupun orang di cintainya tapi dia terlalu berharga bagi Valerie lebih dari dirinya selama ini Valerie berusaha kuat demi Adam tapi hingga kehadiran Malvin mulai mengisi hatinya sosok Adam tak pernah hilang dalam benak Valerie.


"kamu habis menangis?" tiba-tiba Manuel sudah ada di kamar mereka, Valerie segera mengusap bekas airmata pada wajahnya.


"ada masalah?" tanya Manuel, Valerie menggeleng"aku cuma kangen orang tuaku saja! bisakah kamu ambil cuti dan menemaniku pergi kerumah orang tuaku Manu?" pinta Valerie dengan memelas.


"baiklah kita akan pergi ke sana Minggu depan sekalian, karena kita akan mengadakan bulan madu aku sudah memesan tiket penerbangan untuk kita berdua?" sambil mengecup puncak kepala Valerie.

__ADS_1


"bulan madu? kemana?" tanya Valerie.


"rahasia! yang jelas pasti kamu suka dengan tempat yang akan kita datangi, jadi sebelum kita berangkat berlibur kita akan pergi ke rumah orang tua kamu terlebih dulu!" Valerie mengangguk setuju.


Akhirnya yang di tunggu-tunggu Valerie tiba, kini dia dan Manuel berada di depan rumah keluarga Valerie, kedatangan mereka langsung di sambut oleh kedua orang tua Valerie sedangkan sang adik kini sedang menempuh pendidikan di luar negeri.


"pasti kamu capek!ibu antar ke kamar iya!" Valerie hanya menurut sang sang ibu mengajaknya masuk kedalam kamar karena dia memang sangat merasa lelah.


Sedangkan Manuel kini berbincang-bincang dengan Arnold mertuanya.


"bagaimana hubunganmu dengan Valerie? apa dia masih sering menemui pria itu?" tanya Arnold pada menantu nya.


"hubungan kami baik-baik di tambah dengan kehamilannya dia sudah bisa menerima diriku yah! lagipula Valerie tidak akan bisa bertemu dengan pria yang ayah mertua maksud, dia sudah pergi keluar negeri," jelas Manuel dengan tenang.


"kamu pasti lelah! susul istrimu dan istirahatlah!" Arnold berdiri dari tempat duduknya, dia kini memandang langit malam di atas kediamannya.


Arnold sengaja merahasiakan pertemuan dirinya dengan Malvin, pria yang kata Manuel tengah menjadi orang ketiga dalam hubungan Manuel dan Valerie, saat itu Malvin masih ada di rumah sakit dia bertemu dengan Arnold yang kebetulan ingin bertemu dengan dirinya setelah beberapa waktu mengikuti setiap kegiatan yang Malvin lakukan.


"bapak, ada yang bisa saya bantu?" saya lihat bapak terus mengikuti saya beberapa hari ini!" seraya duduk di hadapan Arnold.


Arnold tersenyum tipis, namun seketika berubah suram, Arnold pun menanyakan tentang hubungan pria yang dibuntutinya beberapa hari ini dengan sang putri.

__ADS_1


"mungkin anda sudah mendengarnya dari cerita Valerie, makanya anda ingin memastikan semuanya dengan bertemu saya benarkan!" jelas Malvin.


"tapi anda mungkin tidak tahu jelas kondisi saat pertama kali saya bertemu dengan Valerie, dia salah satu pasien saya tapi lama-kelamaan kami semakin dekat sayangnya itu tidak berlangsung lama," Malvin berusaha untuk tidak memperlihatkan luka di hatinya.


"apa kamu benar-benar mencintai putriku?" tanya Arnold memastikan,Malvin tersenyum sambil mengangguk" sangat cinta malah!" lirihnya.


"jadi karena alasan ini kamu menjadi penghalang antara putriku dan Manuel?" Malvin heran namun dia tersenyum tipis dan berkata"saya tidak pernah merasa jadi penghalang bagi hubungan Valerie dan Manuel malah sebaliknya, jelas anda tahu sendiri hubungan mereka berdua seperti apa!"jawab Malvin begitu tenang.


Arnold menghela nafas kasar, semakin dia tahu tentang masalah Valerie semakin besar pula rasa bersalah pada putrinya, hanya karena kemarahan dia malah memberi luka baru untuk hidup putrinya, Mana bisa dia tenang saat tahu apa saja yang telah Manuel lakukan pada putrinya itu dan bagaimana bisa dia mendukung bahkan ikut andil dalam rencana Manuel.


"tapi anda tidak perlu khawatir, saya tidak akan mengganggu hubungan Valerie dan Manuel, saya hanya berharap dengan kepergian saya, Valerie bisa kembali menerima Manuel apalagi mereka akan memiliki anak," sambil tersenyum kecut.


"kamu mau pergi?kemana?" tanya Arnold.


"saya akan meneruskan studi saya di luar negeri!" jawab Malvin sambil meneguk kopi miliknya yang mulai agak dingin.


"saya harap om lebih menaruh perhatian lebih pada Valerie, dia butuh banyak dukungan dari orang terdekatnya, terutama anda selaku orang tua Valerie!" Malvin beranjak dari empat duduknya dan pergi meninggalkan Arnold sendiri, Arnold menatap punggung Malvin yang semakin hilang dari pandangannya.


"maafkan ayah Valerie!" ingatan pada pertemuannya dengan Malvin selalu mengganggu dirinya akhir-akhir ini dan di tambah lagi Valerie yang datang kerumahnya membuat rasa bersalah Arnold semakin dalam, dia tak berani menatap putrinya apalagi bertanya bahkan Valerie juga agaknya juga sama.


di dalam kamar, valerie sedang bernostalgia pada barang-barang lama yang telah dia tinggalkan, sebuah buku gambar besar dia ambil, Valerie membuka halaman demi halaman buku yang penuh coretan cat miliknya,hingga dia membuka halaman terakhir"Adam!" meraba lukisan Adam yang dia gambar langsung saat bersama Adam di pantai.

__ADS_1


Pintu kamarnya terbuka menampilkan Manuel yang ada di depan pintu, segera valerie menutup buku gambar miliknya dan meletakkannya di dalam tempat semula.


Ini adalah kedua kalinya Manuel masuk kedalam kamar Valerie yang saat pertama kali dia telah merenggut harta paling berharga Valerie di dalam kamar ini.


__ADS_2