
Andre mencerna perkataan calon istrinya itu , dia pun mengerti maksud dari Sila dan Andre langsung melayangkan pukulan pada Manuel.
Perkelahian pun tak terelakkan sampai sang ayah menyuruh Aiden melerai keduanya tapi Aiden malah memanas-manasi Andre agar memukul Manuel . sang ayah pun memukul Aiden dengan tongkatnya , Aiden akhirnya memisahkan keduanya .
" apa-apa an kalian ini ! " bentak sang pria tua .
" dasar bangsat ! gara-gara bajingan seperti mu Valerie menderita, aku malu punya kakak seperti mu " maki Andre pada Manuel .
" oh aku tak habis pikir padamu ndre , kamu begitu peduli pada masalah sahabat dari calon istrimu ? ini terlalu berlebihan ndre , apa mungkin wanita yang sering kamu ceritakan dulu itu Valerie ? tanya Manuel .
" kalo iya kenapa hah ! " hardik Andre membuat Manuel murka dan memukul Andre , sang ayah geram lalu memanggil bodyguardnya dan mengunci pergerakan mereka berdua, Andre di kurung di dalam kamarnya sedangkan Aiden dan Manuel di suruh pergi dari rumah itu .
Ibu Andre yang saat itu hanya diam menyaksikan semua dari lantai atas sekarang dia turun menemui pria tua yang sedang menahan emosi itu .
" aku tak menyangka jika sifat kakak menurun pada kedua anakmu itu , untung saja Aiden meniru sifat ibunya " celetuk ibu Andre .
" diam ! " bentak pria tua itu .
" bagaimana kamu mendidik Andre menjadi begitu tidak sopan pada yang lebih tua " imbuh pria itu.
" dengar kak, aku sudah memperingatkan mu sedari dulu untuk tidak mengkhianati keluarga mu dan pergi dengan wanita itu apalagi kalian sampai memiliki anak, karena itu akan berpengaruh pada mental anak-anakmu, lihatlah Manuel sekarang bahkan dia lebih kejam dari mu kak , kau tahu Andre sering menceritakan padaku tentang Valerie , Andre memang terlebih dulu menyukai Valerie sebelum Sila tapi Valerie berulangkali menolaknya itu karena dia masih trauma dengan mantan kekasihnya, kau tahu mengapa ? karena Manuel melakukan kekerasan fisik dan mental padanya jadi jangan salahkan Andre lagi kak, Andre juga putramu dia melakukan apa yang harus dia lakukan sebagai seorang teman" jelas sang adik.
di dalam rumah Sila , Sila langsung saja memeluk tubuh Valerie , dia begitu merasa bersalah dengan Valerie , dia tidak tahu jika Andre masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Manuel ..
" maaf kan aku val, jika tahu begitu aku tidak akan menerima lamaran Andre " lirihnya .
Valerie langsung menegur Sila " sil, jangan bicara seperti itu ! kamu dan Andre saling mencintai , jangan hanya karena masalahku ini membuat mu mengambil keputusan yang salah ! aku tidak apa-apa lihatlah aku sudah tidak merasa takut seperti sebelumnya " ujar Valerie .
" tapi kamu tahu sendiri kan keluarga Andre seperti nya tidak menyukaiku val" Sila merasa minder .
__ADS_1
" sudah lah tidak usah dipikirkan mungkin karena mereka belum mengenal dirimu saja " kata Valerie menguatkan Sila.
" sebenarnya aku juga memiliki ketakutan yang sama padamu sil , tapi aku yakin kalian berdua bisa melewatinya " batin Valerie .
Setelah menenangkan Sila , Valerie kembali ke kamar nya, berganti pakaian santai dan menonton tv di kamar tapi pikirannya begitu tidak tenang , dia terus memikirkan masalah Sila dirinya takut jika pernikahan Sila dibatalkan .
ponsel Valerie berdering , Malvin menghubunginya , Valerie segera menerima panggilan dari Malvin tak lama Valerie melihat dari jendela kamarnya di lantai atas , melihat ke bawah di mana Malvin menunggu di luar .
Valerie segera turun ke bawah dan membuka pintu untuk Malvin .
saat itu Valerie lupa jika dirinya hanya memakai hotpants dan tanktop saja . tapi sudah terlambat untuk Valerie berganti pakaian , Malvin sudah ada di hadapannya .
" masuk Vin " kata Valerie .
Malvin segera masuk ke dalam " di mana Sila ? " tanya Malvin .
" oh sepertinya dia tidur di kamar " jawab Valerie menuju ke arah dapur untuk membuatkan minuman untuk Malvin , Valerie menuangkan jus jeruk pada sebuah gelas , lalu saat akan berbalik Malvin sudah berada di depannya mengangkat tubuh Valerie secara tiba-tiba ke atas meja .
" Vin , aku mau turun ! " Malvin masih menatap Valerie tanpa bersuara sedangkan Valerie meminta di lepaskan .
" jika Sila melihat dia akan salah paham Vin " kata Valerie . Malvin semakin mendekatkan diri pada Valerie .
Valerie sangat jelas mendengar suara detak jantung Malvin . Valerie menatap wajah Malvin " ada apa Vin?" tanya Valerie dengan lembut .
" kemarin aku bertemu Manuel , dia berkata padaku jika kamu memberinya kesempatan lagi " kini Malvin memeluk erat tubuh Valerie .
" jelaskan padaku bahwa semua itu tidak benarkan ? " tanya Malvin , Valerie hanya diam .
" apa kurangnya aku dari dirinya? mengapa kamu menolak ku sedangkan kamu memberi dia kesempatan ! kamu tidak adil Valerie" kata Malvin kecewa .
__ADS_1
Valerie mengingat kembali kenangannya dengan Adam , Adam dulu juga mengatakan hal yang sama dengan yang di katakan Malvin .
" Vin , aku bisa jelasin semuanya , tapi lepaskan dulu " meminta Malvin melepaskan pelukannya .
Malvin segera melepaskan pelukan nya pada tubuh Valerie . tapi dia tidak membiarkan Valerie turun dari meja , akhirnya Valerie menceritakan semua mulai dari saat makan malam bersama Manuel hingga alasan Anita memberinya obat bius . " sekarang kamu tahu kan aku hanya ingin mempermainkannya saja " ucap Valerie , bukanya senang Malvin seakan marah .
"kenapa kamu mengambil resiko sampai seperti ini ! apa kamu mau masuk dalam genggamannya lagi " Malvin memarahi Valerie .
" bukannya cepat atau lambat juga akan begitu? lagipula masih ada dirimu Malvin " sambil tersenyum pada Malvin.
Malvin tidak tahan melihat Valerie tersenyum padanya, diapun mencium Valerie , tidak menolak Valerie malah mengalungkan tangannya pada leher Malvin , Malvin turun pada leher Valerie memberi tanda di sekitar leher jenjang Valerie , kemudian Malvin menggendong tubuh Valerie dan membawanya ke dalam kamar .
Malvin merebahkan Valerie di atas kasur dan kembali menc****nya dengan lebih ganas , apalagi bagian atas Valerie sudah polos tanpa apapun , Malvin menenggelamkan kepalanya dia antara kedua bukit dan memainkan mereka sepuasnya , sedangkan Valerie berusaha menahan suaranya agar tidak keluar dari mulutnya dia takut Sila mendengar kegiatan mereka berdua , hingga kain terakhir yang menutupi tubuh valerie pun telah di lempar entah kemana oleh Malvin, kini giliran Malvin yang melucuti pakaian miliknya dibantu oleh Valerie , setelah semua lolos, Malvin pun memposisikan diri di depan Valerie , setelah beberapa saat semua bagian sudah berada di dalam Valerie , Malvin mulai menggerakkan nya dan kembali menyesap bibir Valerie dan untuk mencegah Valerie mengeluarkan suaranya , akibatnya Valerie hanya bisa meremas sprei nya , kegiatan mereka berakhir saat hari mulai gelap entah sudah kali ke berapa Malvin menyemburkan lahar panas pada Valerie, saat ini Valerie berbaring di sebelah Malvin , dia mendengar suara ponsel namun tiba-tiba saja tangan Malvin menjalar pada punggung Valerie , saat ini Malvin juga sudah berada di belakang Valerie memeluk tubuh Valerie dari belakang dan mencium punggung Valerie .
akhirnya Valerie tidak jadi mengangkat telepon dan sekarang dia malah memegang tangan Malvin yang melingkar di perutnya " sudah iya Vin , aku capek " sambil melepaskan tangan Malvin darinya " baiklah " Malvin mengecup puncak kepala Valerie , Malvin pun bangun dan segera membersihkan dirinya di kamar mandi , sedangkan Valerie lebih memilih tidur .
" val bangun " Sila membangunkan Valerie
" ada apa sih sil ? ganggu tidur orang saja " ketus Valerie bangun dengan menutupi tubuhnya yang polos dengan selimut .
" sil tolong ambilkan baju untukku " sambil menunjuk baju yang berserakan di lantai. Sila memungut nya dan melemparnya pada Valerie . setelah menunggu Valerie memakai bajunya kini giliran Sila yang memarahi Valerie " enak ya sahabat lagi sedih , situ malah asyik pacaran malah sampai di bawah masuk kamar lagi " omel Sila sambil menjewer telinga Valerie . " auww sakit sil " rengek Sila .
" tuh udah di masakin sama Malvin , dia nungguin di bawah " kata sila kemudian keluar dari kamar Valerie .
karena badannya terasa lengket dia pun pergi mandi terlebih dahulu .
setengah jam Malvin dan Sila menunggu, akhirnya Valerie sudah datang , badannya lebih terlihat segar daripada sebelumnya , namun Valerie merasa sedikit perih pada bagian bawahnya , untuk duduk dia lebih berhati-hati .
Akhirnya ketiga nya pun makan malam bersama, Malvin berada di rumah Sila sampai sekitar jam sepuluh malam , diapun berpamitan pada Sila dan Valerie mengantarnya sampai depan rumah .
__ADS_1
" Val , aku harap kamu tidak melanjutkan rencana mu lagi " ucap Malvin mengingatkan Valerie pun mengangguk sebelum pulang keduanya saling berciuman dan akhirnya Malvin pun pergi dari rumah Valerie.
di dalam sila langsung mengintrogasi Valerie tentang hubungan Malvin dan Valerie , namun Valerie tidak mau menjawabnya dan memilih tidur.