Toxic Relationship With My Ex Boyfriend

Toxic Relationship With My Ex Boyfriend
episode 61


__ADS_3

Sepekan Anita telah berada di rumah itu, mengingat ayah mertua yang begitu kukuh mempertahankan Anita membuat penghuni lainnya juga tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi Valerie yang hanya menantu di keluarga ini.


"kok gak di makan ayamnya?" tanya Melisa pada Valerie yang menyisihkan paha ayam di piringnya.


Valerie menatap tajam ke arah Anita yang tersenyum licik, Valerie jelas tahu jika Anita menambahkan cabai bubuk di dalam ayam kecap buatan Melisa untuk Valerie.


"iya tuh udah di masakin kok gak dimakan gak menghargai banget!" Anita mencoba memanas-manasi.


Valerie tidak kehilangan akal dan begitu saja masuk pada perangkap Anita"ma, bukan Valerie gak mau makan tapi Valerie maunya ayam kecap yang kayak kemarin, ini gak sama ma!" dengan manja pada sang mertua.


Melisa pun teringat jika kemarin Manuel yang memasak sendiri untuk Valerie sebagai salah satu cara yang Manuel kerahkan untuk membuat Valerie kembali berbicara dengan dirinya karena sejak kejadian itu Valerie terus mengabaikan Manuel.


"oh, kemarin Manuel yang buat! kalau gitu harus tunggu dia pulang kantor dulu!"jawab Melisa sambil tersenyum.


"apa! Manuel masak buat Valerie! sial! aku berencana membuat hubungan Tante Lisa dan Valerie renggang dengan menambahkan cabe tapi malah ini yang aku dengar!" kesal Anita.


"kena mental kan!" batin Valerie kesenangan.


"tapi karena mama udah susah payah masak gimana kalau suruh Anita saja yang makan! sayang kalau di buang!" Melisa sebenarnya enggan jika masakan spesialnya di makan Anita namun karena Valerie sudah memberikannya pada Anita,dia pun pasrah"makan lah Anita!" kata Melisa dengan malas.


Anita menatap sepotong ayam itu sudah ada di atas piring miliknya, sesekali dia menatap Valerie yang begitu antusias menunggu dirinya memakan makanan yang sudah dia racik dengan bubuk cabe satu botol.


glek, Anita menelan salivanya sambil memotong bagian kecil dari ayam itu lalu memasukkannya ke dalam mulutnya"uhuk uhuk uhuk" belum sampai dia telan rasa pedas menusuk hidung dan tenggorokannya, Anita langsung meminum segelas penuh air putih di sampingnya.


Melisa heran dengan sikap Anita, namun Valerie malah tersenyum ke arah Melisa" kamu sengaja kan! kamu nyuruh aku makan ayam yang ada bubuk cabe nya!" Anita berteriak ke arah Valerie.

__ADS_1


"bubuk cabe! mana mungkin ayam itu ada bubuk cabenya! Valerie tidak suka pedas!" ujar Melisa.


"enakkan ayamnya! itu hasil racikan kamu sendiri loh!" ejek Valerie.


"kamu! kamu sudah tahu jadi kamu tadi sengaja membuatku memakannya!" maki Anita tanpa sadar Melisa mulai geram dengan tingkah wanita liar itu.


plakkk


" berani kamu melakukan itu pada menantu ku!" Melisa tak terima jika Anita bisa sampai berbuat seperti itu ada Valerie.


"Tan, kenapa Tante bela dia! jelas aku yang kena! Tante gak adil! kenapa terus membelanya padahal aku juga hamil cucumu!" Anita sangat kesal karena semua orang membela Valerie dan tidak memperdulikan dirinya.


"itu karena ulah kamu sendiri Anita!" sambung Valerie.


"jaga sikapmu! di rumah ini hanya anak Valerie yang pantas jadi cucuku! jika aku tahu kamu berbuat seperti ini lagi aku tidak akan segan-segan mengusirmu!" imbuh Melisa sebelum mengajak Valerie pergi dari ruang makan.


Ponsel Valerie berdering, begitu menatap layar dan mengetahui siapa yang menghubungi dirinya air mata Valerie mulai berjatuhan.


"halo yah, tumben jam segini telfon! ayah gak ke kantor?" tanya Valerie.


"ini lagi di kantor! cuma ayah beberapa hari ini terus kepikiran sama kamu, kamu di sana baik-baik saja? Manuel tidak melakukan hal buruk padamu kan sayang?" mendengar kecemasan ayahnya Valerie merasa terharu namun hanya sekilas nyatanya ayahnya lah yang membuat Valerie harus menikah dengan Manuel dan berakhir hidup seperti sekarang.


"Valerie baik-baik saja yah! gimana dengan ayah dan yang lain?"


"kami semua sehat" jawab Arnold membuat Valerie merasa lega, beberapa menit dia berbincang dengan sang ayah namun obrolan mereka harus terputus saat ayahnya harus segera rapat dengan koleganya.

__ADS_1


"jadi ayah masih belum tahu?berdasarkan sifat papa mertua pasti dia menyembunyikannya dari ayah! dasar pria licik! pasti sifat Manuel menurun dari dirinya!" gerutu Valerie.


"kamu mengumpat siapa Hem?" Manuel sudah ada di belakang Valerie, Valerie langsung menoleh kebelakang, dengan santai dia menjawab" papa kamu?" Manuel mengangkat sebelah alisnya.


"papa? ada apa dengannya?" tanya Manuel.


"segitunya papa kamu sampai rela menutupi kebejatan anaknya dari luar?"cibir Valerie.


"apa maksud kamu Val?" masih tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan sang istri.


"gak usah pura-pura gak tau kamu!papa kamu dan ayah aku tuh rekan bisnis, dan ayahku sudah mendanai proyek papa kamu! dan ayah juga sudah menempatkan beberapa orang untuk membantu, masa mereka tidak tahu kalau kamu sudah menghamili wanita lain padahal orang di perusahaan juga sudah banyak yang tahu!" memang di dalam perusahaan ayah manuk sudah banyak yang tahu kabar tersebut karena Aiden yang menyebarkannya, dia tak akan membiarkan Manuel merasa senang karena sang ayah terus menutupi kebejatannya itu dan berharap orang suruhan Arnold menyampaikan kabar itu ada Arnold namun Rudy Gultom menyuap mereka untuk tutup mulut hingga membuat kabar itu tak sampai pada telinga Arnold Wilson.


"kalau begitu mengapa kamu tidak memberi tahu nya sendiri?" tantang Manuel.


Jelas Valerie tak akan mau memberitahu Arnold karena dia tahu Arnold punya penyakit jantung.


"sayang, jangan terus melawanku! jadilah istri penurut Valerie dan aku janji tidak akan menyakiti mu dan anak-anak kita!" sambil menyecup kening Valerie.


"mereka belum lahir saja kamu sudah menyakitinya Manu!" lirih Valerie.


"menyakitinya dengan memisahkan mereka dari ayah kandungnya!" batin Valerie.


"kamu harus sabar setelah anak itu lahir aku akan melakukan tes DNA, setelah itu Anita dan bayinya akan pergi dari sini sayang!" Manuel memeluk erat tubuh Valerie.


"aku lelah Manuel! sungguh aku lelah! biarkan aku istirahat!" Valerie melepas pelukan Manuel.

__ADS_1


Manuel hanya bisa diam saat Valerie mulai melangkah pergi jauh darinya, Manuel tahu jika Valerie pasti sangat membenci dirinya tapi itu lebih baik daripada Valerie tidak memiliki perasaan apapun padanya.


"jika kamu sudah tidak bisa mencintaiku lagi maka bencilah aku Valerie, setidaknya benci dan cinta sama-sama akan membuat kamu terus mengingatku Valerie tapi jangan harap kamu bisa meninggalkan ku karena kamu hanya milikku!" batin Manuel.


__ADS_2