Toxic Relationship With My Ex Boyfriend

Toxic Relationship With My Ex Boyfriend
episode 17


__ADS_3

Saat di depan salon , mereka bertemu Robby dan istrinya yang juga ke salon di mana Sila dan Valerie berada , langsung memakai kacamatanya namun dia lupa jika dirinya tidak memakai wignya .


Robby menyapa Valerie , namun Robby kaget akan penampilan valerie , terutama bagian rambut dan cara berpakaian, saat di kantor Valeri terlihat rapi dan feminim namun di luar dia hanya menggunakan celana panjang high waist berwarna coklat dengan crop top tanpa lengan berwarna putih yang sedikit memperlihatkan perutnya yang rata dan yang lebih membuat Robby kaget Valerie menggunakan make up meski itu terlihat tipis .


" Riri kamu juga ke sini ?" tanya Robby pada Valerie .


" eh iya pak " jawab Valerie kaku karena kepergok atasannya .


Setelah berbincang - bincang dengan atasan beserta istrinya kini giliran Valeri dan sila untuk melakukan perawatan rambut , Valerie meminta rambutnya sedikit di potong dan di curly


" duh gimana nih pak Robby pasti kaget banget sama penampilanku " Valerie mulai merasa resah


" udahlah gak usah di pikirin lagian terserah kita mau berpenampilan seperti apa " jawab Sila sambil memainkan ponselnya .


Setelah selesai Valeri dan Sila segera keluar , Robby saat itu melihat Valerie nampak terpesona apalagi saat Valerie tersenyum .


" sadar diri , kamu sudah beristri " batin Robby .


" pak Robby saya duluan iya " pamit Valerie ,


" tunggu dulu aku ingat wajah itu seperti foto yang ada di ponsel Manuel , astaga jadi dia yang selama ini di cari Manuel " gumam Robby .


Robby segera menghubungi Manuel namun dia urungkan " untuk apa aku ikut campur urusan orang lain lagipula Manuel memang pasti di tinggalkan karena sifatnya yang seperti itu " Robby pun kembali ke dalam menemani sang istri .


ke esokan harinya di kantor Valerie datang dengan menguncir rambutnya , penampilannya sedikit berubah membuat semua orang memandangnya ,


" kayak nya dia mulai menunjukkan taring nya , mungkin dia bakal godain pak manajer " cibiran demi cibiran dia terima namun dia tak peduli .


" selamat pagi Valerie " sapa Robby dengan ramah namun terdengar aneh di telinga Valerie .


" tunggu kenapa pak Robby memanggil ku Valerie padahal biasanya tidak , apa karena dia mendengar sila memanggilku begitu jadi dia ikut-ikutan juga" pikir Valerie .

__ADS_1


" Manuel oh Manuel wanita yang di cari selama ini malah berada di wilayah mu sendiri kamu pun tak tahu " batin Robby .


saat jam makan siang


" Valerie , mau makan bareng ?" tawar Robby pada Valerie namun Valerie menolaknya , jelas karena dia tidak mau karyawan lainnya semakin mencibirnya .


" ya sudah saya duluan iya " pamit Robby, dia pun pergi dengan rekannya yang lain .


" tuh kan pak Robby kayaknya naksir sama kamu" goda Anita " apa an sih Nita , jangan mengada ngada " jawab Valerie ketus .


sepulang kerja ,


saat di pinggir jalan , hujan mulai turun Valerie masih menunggu taxi yang lewat namun tidak ada pada saat itu Robby menghentikan mobilnya dan memberikan tumpangan pada Valerie , awalnya Valerie menolak namun karena dia takut sendirian akhirnya dia memilih ikut Robby .


di jalan keduanya hanya diam namun setelah sekian lama akhirnya Robby membuka pertanyaan " val , aku boleh nanya sesuatu gak ? mungkin akan membuat mu tidak nyaman tapi aku hanya ingin tahu saja bukan bermaksud apa-apa" kata Robby .


" memangnya apa yang ingin bapak tanyakan ?" tanya Valerie lagi .


" oh itu karena saya ingin mencari suasana baru saja pak " jawab Valerie asal jelas itu tidak akan membuat Robby percaya .


" bodoh sekali kamu val " batin Valerie


" kamu tidak berbohong kan ?" tanya Robby lagi .


" tetap tenang Valerie " pikir Valerie


" maksud bapak bagaimana ?" tanya Valerie yang tidak mengerti arah pembicaraan mereka .


" aku tidak bermaksud apa-apa namun aku sarankan kamu lebih hati-hati kedepannya, karena aku tahu orang yang membuat mu datang kemari sedang berada di kota ini , cepat atau lambat kalian pasti bertemu " jawab Robby sambil terus mengemudikan mobil miliknya , Valerie kaget kenapa Robby. bisa mengetahui nya " bapak , sudah tahu semua nya ? bapak kenal dengan nya " tanya valerie sambil menahan rasa takutnya , valerie takut jika Robby akan membawanya pada Manuel , orang yang paling tidak ingin dia temui , ingin rasanya dia melompat dari mobil Robby segera , Robby melirik ke arah Valerie yang merasa takut dan gelisah ." Manuel sebenarnya apa yang sudah kamu perbuat pada wanita ini , hingga membuatnya begitu enggan padamu " batin Robby .


" iya aku sudah curiga padamu sejak lama karena wajahmu tidak asing bagiku namun saat kita bertemu di salon kemarin kamu yang tidak memakai kacamata jelas membuat ku ingat karena Manuel pernah memperlihatkan fotomu pada kami semua temannya, dan setelah aku melihat cv aku jadi semakin yakin " jelas Robby .

__ADS_1


" jadi bapak mau memberitahukan keberadaan saya pada nya ?" tanya Valerie begitu gelisah namun mencoba tetap tenang .


" jangan salah paham dulu, meski aku berteman dengannya namun aku juga masih waras dan tahu batasan aku tidak akan ikut campur dalam masalah kalian , jadi aku hanya mengingatkan kamu saja untuk lebih berhati-hati meski dari yang aku dengar dia sudah memiliki wanita lain tapi nyatanya dia seperti tak bisa melupakanmu Valerie " jawab Robby .


Valerie semakin lemas mendengar Robby berbicara seperti itu " tidak melupakanku ? itu berarti dia akan terus mencari ku ? dia tidak akan melepaskan ku " pikiran Valerie semakin kacau .


" terima kasih pak sudah mengingatkan saya " jawab Valerie lalu turun dari mobil Robby saat dia tiba di depan rumah sila .


" jadi dia tinggal di sini ?" batin Robby dia pun segera mengemudikan mobilnya pergi dari rumah Valerie .


Di dalam kamar Valerie dengan gemetar mengambil obat di lacinya , dia menelan beberapa obat dan meminum air putih di dalam botol yang ada di kamarnya .


Keringat membanjiri tubuhnya , Valerie terduduk di bawah ranjang dan menekuk kedua kakinya, Valerie kembali mengingat segala kenangan buruk di masa lalu , tiba- tiba Sila datang membuka kamar Valerie setelah sekian lama sila memanggil Valerie namun tidak ada jawaban .


kriett , suara pintu di buka .


" astaga Valerie kamu kenapa ? " tanya Sila melihat beberapa obat tercecer di lantai dan melihat keadaan Valerie yang tidak begitu baik , wajah pucat , penuh keringat dan gemetar .


" jangan bilang kamu masih mengonsumsinya " hardik Sila karena kesal dengan tindakan Valerie yang mengonsumsi obat-obatan terlarang demi menenangkan diri alih-alih menceritakan pada dirinya .


" val, lebih baik kamu konsultasi ke psikiater saja iya , kamu harus bisa melawan masa lalu mu itu val jangan kamu biarkan masa lalu menghantui mu terus dan jangan kamu alihkan dengan menggunakan barang semacam ini " membanting botol obat itu .


" tapi aku harus gimana sil ? aku sudah berusaha untuk melupakan semuanya tapi saat aku sudah lebih baik mengapa dia ada di sini sil, ada di kota ini " jawab Valerie sambil menangis .


" val , tolong ceritakan padaku semuanya! kenapa kamu sangat takut padanya dan menjadi seperti ini tidak mungkin hanya karena takut karena kamu kabur dari pernikahan saja kan ? ada apa sebenarnya val ? jangan kamu pendam sendiri " kata sila ikut merasa sedih dengan keadaan Valerie yang seperti orang gila .


" maaf sil, aku tidak bisa " jawab Valerie , Sila mendengus kesal .


" baiklah jika kamu tidak mau cerita tapi besok kamu harus ikut aku untuk berkonsultasi, aku punya kenalan dokter psikolog yang baru pindah ke sini , siapa tahu bisa membantu dirimu ! ingat val kamu harus berani menghadapi nya ,jika tidak masa lalu akan menghancurkan mu ! tidak ada penolakan valerie , jika kamu masih menganggap ku sebagai sahabatmu " tegas Sila


" baik lah " jawab Valerie pasrah karen saat ini hanya Sila yang ada di sisinya .

__ADS_1


__ADS_2