Toxic Relationship With My Ex Boyfriend

Toxic Relationship With My Ex Boyfriend
episode 30


__ADS_3

Saat di jalan mobil yang di kendarai Malvin dan Valerie tiba-tiba saja berhenti .


" kok berhenti di sini ?" tanya Valerie .


" bensin nya habis " jawab Malvin setelah mengecek indikator mesin.


" kok bisa ? " Valerie tak percaya jika Malvin sampai lupa mengisi bahan bakar .


" iya tadi aku buru-buru nyusul kamu jadi lupa isi bahan bakar dulu " jelas Malvin .


Valerie melihat jam di ponsel miliknya menunjukkan pukul dua belas lebih sepuluh menit , jalanan juga sepi dan tempat mereka bertiga jauh dari pom bensin .


" trus gimana ? masa kita harus tidur di sini " kata Valerie pada Malvin yang saat itu mencoba menghubungi seseorang .


" tenang iya, aku punya kenalan di daerah sini mungkin kita bisa meminta bantuannya , ayo ikut aku " jelas Malvin .


Dengan cemberut Valerie ikut Malvin turun dari mobil , di luar udara semakin dingin , jaket yang di berikan Malvin padanya hanya menutupi sebagian tubuhnya saja. Malvin berjalan ke sebuah perumahan yang tidak jauh dari sana sedangkan Valerie mengekorinya di belakang .


" kita mau kemana Vin? " tanya Valerie .


" ke rumah teman ku " jawab Malvin .


sekitar 500 meter mereka berjalan, sesampainya mereka di sebuah rumah dengan dua lantai , di sana Malvin menekan bel rumah itu beberapa kali tak lama seorang wanita membuka pintu .


" eh Malvin ? tumben sekali kamu ke sini" sapa wanita itu dengan pakaian yang terbuka, Valerie menatap wanita itu begitu juga sebaliknya .


" jadi ini yang di maksud teman ? seorang wanita?" batin Valerie .


" di mana Alson ?" tanya Malvin dengan dingin .


" oh ada di dalam, ayo masuk di sana juga ada yang lainnya " Malvin mengajak Valerie masuk ke dalam , saat berada di ruang tengah rumah itu terlihat beberapa pria dan wanita sedang berkumpul .

__ADS_1


wanita yang tadi membuka pintu memberitahu kepada temanya lain tentang keberadaan Malvin dan Valerie .


semua menatap kehadiran keduanya , beberapa pria juga memeluk Malvin saat bertemu, lalu saat teman pria Malvin mencoba mendekati Valerie , Malvin langsung berkata " dia kekasih ku , Valerie, oh iya di mana Alson ?" dengan merangkul Valerie .


teman yang lainnya pun tidak jadi mendekati Valerie ,


" Alson ada di atas " jawab wanita tadi .


Malvin mengajak Valerie untuk pergi ke lantai atas rumah itu . di atas ada seorang pria dan wanita yang sedang menonton tv . pria itu Alson dan di sebelahnya ada istri Alson .


Alson langsung menyambut Malvin dan Valerie .


" oh ternyata kamu Vin ? kamu juga di undang oleh Sonya ? " tanya Alson .


" tidak , aku kesini karena mobilku kehabisan bahan bakar jadi aku minta ijin untuk menginap di sini semalam " jelas Malvin , Alson memberi kode pada sang istri.


" boleh saja , tapi kamar yang tersisa hanya satu , kamu tidak keberatan kan?" tanya istri Alson .


" tidak masalah aku bisa tidur di luar , yang terpenting dia " sambil menatap Valerie .


Valerie menatap Malvin ,mendengar penjelasan Alson membuatnya takut jika tidur sendiri, namun Malvin diam saja membuat Valerie membuka mulutnya " Malvin , kita tidur sekamar iya , nanti kalau yang di katakan teman mu itu benar bagaimana? aku takut " kata Valerie pada Malvin .


" iya sudah " Malvin mengajak Valerie ke kamar yang telah di siapkan istri Alson untuk mereka berdua.


Di dalam kamar , Valerie melepas jaket Malvin dan menaruhnya di sofa, Valerie langsung menjatuhkan dirinya di atas kasur dan menarik selimutnya . matanya sudah mengantuk sedari tadi namun Malvin menyarankan untuk Valerie ganti baju dulu dengan pakaian tidur yang telah di sediakan istri Alson awalnya Valerie menolak namun Malvin menarik Valerie dan membawanya masuk ke kamar mandi serta memberikan baju pada Valerie . " jangan jadi wanita jorok " kata Malvin , beberapa menit Valerie di dalam kamar mandi dia memutuskan membersihkan wajah nya juga giginya, Setelah selesai valerie keluar dari kamar mandi , di sana Malvin sedang menutup tirai jendela. " sudah selesai" tanya Malvin , Valerie mengangguk, Malvin pun masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri nya karena setelah dari rumah sakit dia belum mandi sebab terlalu khawatir pada Valerie .


Setelah keluar kamar mandi Malvin melihat Valerie yang sudah terlelap , Malvin juga sudah lelah dan ingin beristirahat dia melihat ke arah sofa yang tidak akan muat menampung tubuhnya, jadi mau tidak mau dia harus tidur seranjang dengan Valerie .


Malvin nampak gugup juga sekaligus senang berada di sebelah Valerie , dengan pelan Malvin merebahkan tubuhnya di samping Valerie , memandang wajah Valerie yang tertidur pulas tanpa kewaspadaan sedikitpun " apa dia tidak takut tidur bersama ku ? bagaimanapun aku juga pria normal " pikir Malvin tapi Malvin juga bukan tipe orang yang akan memaksakan keinginan tanpa persetujuan Valerie . Semakin lama menatap Valerie semakin dia mengingat kembali peristiwa malam yang panas yang dilalui bersama Valerie beberapa waktu yang lalu.


Malvin segera membuang pikiran kotor itu dan memejamkan matanya untuk tidur , meski sekian lama dia mencoba namun tetap saja bayangan Valerie mengusiknya apalagi pola tidur Valerie yang sangat nakal, dimana saat ini Valerie menaruh kaki dan tangannya dia tas tubuh Malvin, memeluk tubuh Malvin bagaikan boneka beruang kesayangannya di rumah .

__ADS_1


pagi hari , Malvin segera membangunkan Valerie karena mereka harus segera pulang . Malvin juga sudah rapi , Valerie bangun namun matanya masih terpejam .


" cepat bangun Valerie " kata Malvin sambil merapikan tempat tidur .


Valerie berjalan ke kamar mandi dengan pelan karena masih mengantuk, dengan gemas Malvin segera menggendong Valerie dan memasukkan nya ke dalam kamar mandi menutup pintunya " Malvin , awas saja kamu " umpat Valerie di dalam kamar mandi , Malvin terkekeh mendengarnya " cepat mandi , aku tunggu di luar " teriak Malvin .


diluar kamar , istri Alson menyuruh Malvin menunggu sarapannya dulu sebelum pulang namun Malvin menolak " lain kali aja iya, aku buru-buru banget soalnya Valerie harus pergi ke kantor " jelas Malvin .


" sejak kapan kamu bersamanya Vin?" tanya istri Alson yang juga merupakan sahabat dari kekasihnya yang dulu meninggal.


" baru beberapa bulan " jawab Malvin meminum kopinya .


" baguslah akhirnya kamu bisa melupakan nya , aku harap kalian segera menyusul kami iya " kata istri Alson , Malvin hanya tersenyum tipis " aku juga inginnya begitu tapi apa Valerie mau menikah denganku ? " batin Malvin , Valerie sudah berada di sampingnya, istri Alson juga menawarkan sarapan namun Valerie menolaknya , Malvin dan Valerie pun berpamitan tak lupa mereka juga mengucapkan terima kasih karena sudah membantu mengatasi mobil Malvin dan juga mengijinkan mereka bermalam di rumah Alson .


jam masih menunjukkan pukul 6 ,masih ada waktu untuk pulang ke rumah Valerie dan berganti pakaian .


Malvin terkadang melirik Valerie " ck , tadi malam aku tidak begitu memperhatikan penampilannya karena cemas sekarang melihatnya memakai baju itu membuat ku ingin membungkus tubuhnya dengan selimut, berapa banyak mata yang sudah melihat nya ! " pikir Malvin kesal .


sesampainya di rumah sila Valerie segera masuk dan Malvin menunggunya di luar, Malvin tidak ada jadwal hari ini jadi dia bisa mengantar Valerie juga ke kantor , beberapa menit Valerie sudah keluar dari rumah dengan setelan kantornya , Valerie kembali masuk ke dalam mobil Malvin" ayo jalan" kata Valerie .


Malvin pun melakukan mobilnya menuju kantor , di dalam Valerie sibuk menata rambutnya dan memakai make up .


" tidak usah dandan pun kamu terlihat cantik " ujar Malvin .


" aku tahu " jawab Valerie percaya diri .


Malvin tertawa mendengarnya " kenapa?" tanya Valerie .


" aku baru tahu jika kamu terlalu percaya diri pada wajahmu" jawab Malvin .


" tentu saja, bukankah memang benar demikian? " kata Valerie , dan Malvin pun menyadari akan hal itu .

__ADS_1


akhirnya Valerie tiba di kantor dan Malvin pun pulang .


sedangkan untuk Anita hari ini dirinya tidak pergi bekerja , Valerie sebenarnya penasaran dengan alasan Anita mencelakainya namun karena Anita tidak datang dia pun tidak bisa menanyakan hal itu pada Anita .


__ADS_2