
ponsel Valerie berdering terus di meja kamarnya sedangkan valerie saat itu tengah melukis di halaman belakang rumahnya ,
" Kakak ponselmu berbunyi terus tuh " teriak sang adik bernama amanda itu terdengar nyaring .
Valerie menoleh sebentar namun dia kembali melanjutkan lukisan yang sedang dia buat , Valerie memang memiliki hobi unik di banding yang lain namun kadang hobinya itu harus ia pendam karena ayah dan ibunya , Valerie suka melukis namun ayah ibunya sering mengatakan jika itu membuang waktu ,
" sedang melukis apa ?" tanya sang adik membawakan ponsel miliknya , dia melihat layar ponselnya 29 kali panggilan dan lebih 50 pesan dari nomor Manuel .
Valerie meletakkan kembali ponsel itu di meja terdekat , dia lebih memilih menorehkan cat minyak pada kanvasnya itu daripada mendengar ocehan Manuel .
" kakak kenapa sih gak jawab pesan kak Manuel ? dia pasti cemas " tanya sang adik , Valerie melirik ke arah sang adik , adiknya merasakan jika Valerie telah berubah , sejak kembali ke rumah valerie sering berada di dalam kamar ataupun di halaman belakang rumah sendiri an jika ada orang yang mendekatinya dengan refleks dia menjauh dan gemetar .
selera makan Valerie juga menurun drastis , dan saat malam hari dia sering menangis di dalam kamar .
" kakak ada masalah ?" tanya sang adik .
" man, kamu pergi aja iya jangan ganggu kakak" jawab Valerie singkat , Amanda pun pergi meninggalkan Valerie .
tak lama ponselnya kembali berdering , karena merasa terganggu Valeri pun mengangkatnya dengan malas " Valerie kenapa kamu tak menjawab pesan huh ! begini cara bersikap !" oceh Manuel dari Sebrang sana .
" aku sedang sibuk " jawab Valerie singkat lalu kembali menutup panggilan Manuel .
__ADS_1
tak lama ada begitu banyak pesan yang masuk Valerie membuka isi pesan dari Manuel berupa ancaman yang di arahkan pada Valerie , Valerie gemetar tangannya seakan tidak ada daya menahan ponsel itu dan membuatnya jatuh .
" valerie " panggil sang ibu . Valerie langsung kaget dan memungut ponsel miliknya .
sebelum ibunya selesai bicara Valerie pun pergi masuk ke rumah dan mengunci pintu kamar miliknya .
Valerie kembali mengingat peristiwa 1 tahun yang lalu saat itu Valerie sedang libur semester dan kala itu Manuel belum bekerja di perusahaan di kota yang sama dengan valerie , saat ini nenek Valerie tiba-tiba datang berkunjung ke rumah orang tua valerie , namun karena merasa rumah nampak sepi tapi ada mobil terparkir di halaman , nenek Valerie pun masuk lewat pintu yang hanya di tutup sebagian , di ruang tamu juga tidak ada siapa - siapa tapi ada suara berisik dari dalam kamar cucu perempuannya itu nenek Valerie langsung membuka pintu dan mendapati pemandangan yang tidak pantas dilihat antara Valerie dan Manuel langsung memeluk tubuh valerie yang tanpa mengenakan apapun nenek Valerie syok melihat kelakuan cucu perempuannya itu , dia berniat menghubungi orang tua valerie namun saat menuruni tangga nenek Valerie terpeleset hingga jatuh dan meninggal dunia , Valerie takut jika orang tuanya tahu semua yang dia lakukan bersama Manuel orang tuanya akan sakit atau bernasib sama dengan sang nenek .
tekanan batin dia rasakan , membuatnya kehilangan nafsu makan, setiap hari dia merasa resah takut jika Manuel memberitahu orang tuanya , kekerasan yang dia terima dari Manuel juga membuatnya trauma untuk dekat dengan orang lain terutama laki-laki .
Valerie termasuk populer di lingkungan tempat tinggalnya , jadi banyak juga pemuda yang dengan sengaja datang ke rumah Valerie untuk mengajaknya jalan-jalan namun tak ada satupun yang berhasil membawa Valerie keluar dari lingkungan rumah , namun kadang kala Valerie merasa kesepian dia kadang menghubungi Adam yang berada di luar negeri namun karena perbedaan waktu membuatnya sulit sekali menghubungi adam hingga sampai saat Adam tidak pernah lagi membalas chat atau panggilannya nomornya juga sudah tidak aktif bahkan sosmednya juga . " siapa juga yang akan menunggu gadis kotor seperti diriku , aku sendiripun muak dengan diriku sendiri " pikir sambil menangis namun mau bagaimana lagi nasi sudah menjadi bubur dia tidak akan bisa membalikkan semuanya seperti dulu lagi, baik nenek dan janinnya yang telah tiada namun Valerie tidak akan membiarkan Manuel membuat dirinya kehilangan orang yang dia sayangi lagi .
akhirnya waktu yang di nantikan Manuel tiba, dia sudah berada di kota kelahirannya sekaligus Valerie , Manuel menunggu di cafe yang biasa dia datangi bersama Valeri , Manuel memesan tempat duduk yang dekat jendela karena Valerie sangat suka duduk di dekat jendela .
" sudah lama menunggu " sapa Valerie yang duduk di depan Manuel , api rindu terpancar dari mata Manuel namun tidak pada valerie entah mengapa kini dirinya tidak merasakan getaran apapun saat bersama Manuel .
Manuel menatap intens sekujur tubuh wanitanya , nampak kurus namun masih terlihat begitu memukau pandangan mata .
" mau pesan seperti biasa ?" tawar Manuel saat seorang pelayan datang pada mereka , Valerie hanya mengangguk .
"apa kamu sudah memutuskannya ?" tanya manuel serius , Valerie hanya diam ,
__ADS_1
" begini saja kita bicarakan nanti setelah selesai makan " beberapa saat makanan yang mereka pesan tiba , keduanya memakan makanan itu namun tidak ada sisi romantis pun .
setelah selesai makan , Manuel mengajak Valerie jalan-jalan di taman kota , hingga keduanya memutuskan duduk di sebuah bangku .
" Manuel aku ingin putus " kata Valerie .
Manuel yang mendengar itu semua langsung terkejut karena bukan ini yang ingin dia dengar dari Valerie .
" jangan bercanda Valerie , ini tidak lucu " jawab Manuel .
" aku tidak bercanda , aku sudah tidak mencintai mu lagi Manuel aku sudah tidak mempunyai perasaan apapun padamu , tolong jangan ganggu aku lagi " jelas Valerie .
Manuel tertawa " kamu tahu sebelum kemari aku bertemu dengan ayahmu aku sudah berbicara dengan nya tentang pernikahan kita dan aku juga sudah menjelaskan alasan ku menikahi mu karena kita sudah pernah melakukan itu " Valerie berdiri dan segera bergegas pulang , di jalan Valerie terus meyakinkan diri jika yang dikatakan Manuel pastilah tidak benar .
Namun saat dirinya tiba di rumah sebuah tamparan mendarat di pipi Valerie , Ayah Valerie begitu marah pada Valerie segala ucapan kasar keluar dari mulutnya . Valeria hanya bisa menangis , dia tidak bisa membantah karena memang itulah faktanya , ayah Valerie memutuskan untuk menerima lamaran Manuel , namun Valerie memohon pada sang ayah " pa aku mohon , aku tahu aku salah tapi aku tidak mau menikah dengannya , aku tidak mau " Sambil bersujud memohon pada sang ayah .
" ini karena kesalahan mu sendiri mau tidak mau kamu harus menikah dengannya agar nama baikmu terjaga tapi jika kamu tidak mau menikah dengannya lebih baik kamu keluar dari rumah ini pergilah sejauh mungkin dari pandangan kami dan jangan pernah kembali " jawab sang ayah lalu pergi di susul ibunya .
Meski berat Valerie akhirnya memilih memutuskan meninggalkan rumah nya , itu adalah pilihan yang dia ambil daripada harus terus hidup dengan lelaki seperti Manuel .
Valerie membawa koper menuruni tangga, tidak ada siapapun yang menghalau kepergiannya , di jalan dirinya tidak tahu akan pergi kemana namun suatu kebetulan sahabat waktu SMA nya melihat Valerie akhirnya Valerie menceritakan soal kepergiannya dari rumah , saat ini sahabat Valerie yang bernama Sila pun menawarkan Valerie untuk ikut bersamanya ke kota B untuk memulai kehidupannya dan akhirnya Valerie pun ikut .
__ADS_1