
Seorang wanita dengan gaun putih menghampiri Malvin, saat itu Malvin berada di sebuah padang rumput yang luas , wanita itu memeluk tubuh Malvin dari belakang, Malvin tersenyum dan menghadap ke arah wanita itu , dengan sedikit membungkuk karena wanita itu hanya memiliki tinggi se bahu Malvin .
wanita tersebut berjinjit dan mengalungkan tangannya pada leher Malvin .
" Malvin aku merindukan mu ? kamu tahu di tempat ku sekarang ini begitu sepi , aku tidak punya teman dan tidak ada dirimu Malvin , aku tahu dulu aku salah karena aku sudah berkali-kali mengkhianatimu , padahal yang selalu ada untuk ku hanya kamu, tapi aku malah huhuhuhu" curhat wanita itu sambil menangis .
Malvin memeluk tubuh wanita dihadapannya , memeluknya seraya berkata " aku yang seharusnya meminta maaf, sejak lama aku tahu kamu sudah tidak ada perasaan apapun padaku tapi aku malah terus berusaha menahan mu untuk tidak pergi meninggalkan ku , aku egois sungguh egois dulu aku berpikir jika aku tidak butuh balasan kamu mencintaiku cukup aku saja yang mencintaimu tapi malah membuatmu jadi semakin jauh dariku , seharusnya aku merelakan mu berbahagia dengan pria pilihanmu sendiri " kata Malvin menyesal.
Wanita itu melepaskan pelukan Malvin " jangan terus menyalahkan diri sendiri Vin, aku tahu kamu berbuat seperti itu karena tidak mau aku terluka karena kenyataan tentang dirinya , aku sudah tahu semuanya Vin tapi apa daya ku yang sudah tidak suci lagi aku terlalu malu untuk bersanding dengan mu Malvin , demi diriku aku mohon kamu harus bahagia Vin , aku akan merasa tenang jika kamu sudah bertemu dengan pasangan yang cocok untuk mu berjanjilah Malvin bahwa kamu akan hidup bahagia jangan menyalahkan dirimu sendiri, itu semua sudah takdir " kata wanita itu sambil mengangkat jari kelingkingnya , Malvin. pun melingkarkan jari kelingkingnya pada jari wanita itu " aku berjanji padamu " jawab Malvin sambil tersenyum , wanita itu pun perlahan menghilang hingga akhirnya Malvin terbangun dari tidurnya, keringat bercucuran mengalir di badannya .
" entah itu hanya mimpi biasa atau memang aku bertemu dengan mu lewat mimpi, aku akan berusaha menepati janjiku ,aku akan hidup bahagia seperti yang kamu inginkan bukan hanya demi dirimu tapi juga demi diriku dan aku tidak akan lagi menyalahkan diriku sendiri Sindy , aku harap kamu tenang di sana " batin Malvin .
pagi harinya Valerie diajak sila untuk pergi ke rumah calon suaminya yang juga teman Valerie , dia bernama Andre . Valerie sebenarnya tidak mau tapi karena Sila memaksa dan Valerie juga sedang libur dia tidak ada alasan lain untuk menolak, Kedua wanita itu pun pergi ke rumah Andre .
setibanya di rumah Andre , kedua wanita itu masuk dan ternyata di rumah itu ada tamu yang datang .
Andre langsung memperkenalkan Sila dan Valerie pada tamu tersebut , jelas Valerie familiar dengan pria paruh baya yang sedang duduk di depannya .
" bukannya ini orang tua Manuel ? apa sebenarnya hubungan nya dengan keluarga Andre " batin Valerie .
" jadi yang mana yang akan jadi calon istri mu ? tanya ayah Manuel pada Andre .
Andre pun memeluk pinggang Sila dan memberitahukan pada ayah Manuel . ayah Manuel pun memberikan beberapa pertanyaan pada Sila terlihat jelas ayah Manuel meremehkan sila yang seorang anak yatim , Valerie merasa tidak terima saat sahabatnya di permalukan di depannya dia menggenggam erat tangan yang ada di pangkuannya" apa yang membuat dirimu merasa pantas bersanding dengan keponakan saya ? sedangkan kamu tidak ada latar belakang yang apapun " Valerie ingin angkat bicara dia akan berdiri dan memaki pria tua itu namun di cegah oleh sila yang memegang tangan Valerie erat .
Valerie menatap Sila namun sekali lagi Sila menggelengkan kepalanya pelan memberi kode pada Valerie untuk diam saja.
suasana menjadi tidak nyaman pada pihak Sila dan Valerie tapi suasana berubah saat Aiden datang dan duduk di sebelah Valerie dan menyapanya " Valerie , kamu di sini juga ?" tanya Aiden .
Melihat Aiden dan Valerie membuat ayahnya sadar jika wanita itu lah yang berdansa dengan putra keduanya di acara perusahaan.
" jadi dia wanita yang di sukai Aiden " batin sang ayah .
__ADS_1
Andre menatap Aiden dan Valerie yang saat itu sedang mengobrol .
" kenalan Valerie ternyata banyak juga iya?" bisik Andre pada Sila, Sila hanya tersenyum mendengarnya .
ibu Andre mengajak Andre dan Sila untuk naik ke lantai atas rumah itu .
" yah di tinggalin " pikir Valerie menatap punggung Sila yang menjauh darinya .
tiba-tiba ayah Aiden bertanya " kamu wanita yang berdansa dengan Aiden di acara perusahaan itu kan ?" Valerie hanya mengangguk .
" jadi kamu karyawan di perusahaan saya" tanya pria tua itu lagi .
" iya pak " jawab Valerie .
" ini kan di luar kantor jadi panggil saja om " pinta pria tua itu.
" kok jadi ramah ? tadi kan seram banget " batin Valerie .
" kapan kalian akan menikah ?" tanya pria tua itu membuat Valerie yang saat itu meminum tehnya tersedak .
uhuk uhuk
Aiden menepuk punggung Valerie , Valerie menatap Aiden memberinya kode untuk menjelaskan kebenaran dari hubungan mereka berdua .
namun Aiden tidak peka membuat Valerie menjelaskan sendiri" maaf om sebenarnya saya dan Aiden hanya berteman , iya kan Aiden ? lagi pula saya sudah menganggapnya seperti adik saya sendiri " jelas Valerie .
membuat Aiden sedikit kecewa dan kembali mengingat pernyataan cinta nya di tolak Valerie tempo hari.
" ohh begitu " jawab pria tua itu .
suara langkah kaki mendekat ke arah mereka bertiga, ternyata Manuel juga berada di situ , Manuel duduk di kursi kosong dekat ayah nya sebelum dia sadar jika Valerie ada di hadapannya , Valerie semakin gugup "adakah orang yang mau membawaku pergi dari sini ?" batin nya pada diri sendiri, Saat itu Manuel masih sibuk dengan ponselnya lalu
__ADS_1
suara ponsel Valerie berdering , membuat mata semua orang tertuju padanya tak terkecuali Manuel , saat itu Manuel mencoba menghubungi nomor Valerie karena sejak pagi tadi Valerie tidak membalas pesannya.
Manuel langsung melihat ke arah Valerie ,Valerie hanya tersenyum tipis .
" Valerie " lirih Manuel ,
ayah dari kedua pria itu pun menatap Valerie lagi .
" kamu juga mengenalnya El ?" tanya sang ayah .
Manuel langsung mendekat ke arah Valerie dan berkata " dia wanita yang sering aku cerita kan pa ! akhirnya aku menemukannya ! ternyata selama ini dia bersembunyi di perusahaan papa " jelas Manuel sambil menatap Valerie penuh cinta , Valerie segera memalingkan wajahnya ke arah Aiden namun Aiden langsung berkata " jangan ganggu dia lagi El , sudah cukup kamu membuatnya menderita selama ini " lirih Aiden .
Manuel tersenyum lalu berkata " kamu baik sekali Aiden , kamu sangat mengkhawatirkan calon kakak ipar mu tapi tenang saja aku tidak akan menyakitinya lagi iya kan sayang " dengan nada yang sinis .
Ayah dari kedua pria itu sadar jika kedua putranya menyukai wanita yang sama dia menghela nafas .
memanggil Andre untuk membawa Sila turun .
Saat menuruni tangga Sila yang melihat Manuel berada di samping Valerie langsung berlari dan menarik Valerie agar menjauh dari Manuel .
Andre menegur Sila karena tindakannya sangat tidak sopan di hadapan keluarga dari ibu Andre .
" Sila , kamu apa-apa in sih !" tegur Andre .
" kamu yang apa-apa an Andre , sudah tahu kondisi Valerie tapi kamu malah mengundang pria bajingan itu " sambil menunjuk ke arah Manuel , sedangkan Valerie juga ikut menahan Sila agar tidak berbicara sembarangan .
" sudah Sil, jangan begini "lirih Valerie .
" Andre , jadi begini kelakuan calon istrimu , dia berani memaki Kakak sepupu mu ?" Sila langsung kaget mendengarnya .
" maaf om, mungkin Sila sedang tidak enak badan , ndre kami pulang dulu iya " pamit Valerie segera meninggalkan rumah Andre .
__ADS_1
sedangkan Manuel dan Andre ingin menyusul namun di larang oleh ayah Manuel .