
di kantor Anita sangat senang karena setelah pengaduannya pada ayah Manuel tentang sikap Valerie pada tamu perusahaan itu hingga saat ini Valerie tidak masuk kerja , Anita berharap Valerie di pecat dari perusahaan .
Robby tiba-tiba saja mengumpulkan semua karyawan dan mengatakan jika Valerie telah mengundurkan diri dari perusahaan dan sekarang posisi asisten manajer akan di gantikan oleh Anita , semua karyawan memberikan selamat pada Anita .
Di hari yang sama pula Manuel mulai bekerja di perusahaan sang ayah sebagai wakil Presdir , awalnya sang ayah menyuruh Manuel untuk bulan madu terlebih dahulu bersama Valerie tapi karena kondisi Valerie yang masih lemah dia memilih untuk menundanya lagi pula saat ini bukan waktu yang tepat untuk bulan madu mengingat Manuel telah menyiapkan tempat bulan madu impian sendiri untuk dirinya dan sang istri .
di saat jam makan siang Manuel menemui Robby untuk mengajaknya makan siang bersama. Anita tiba-tiba saja menggandeng tangan Manuel .
untung saja tidak ada orang yang melihat kelakuan Anita , Manuel segera melepaskan diri dari Anita
" sepertinya wanita mu ini sangat tidak sabar menikah denganmu " ledek Robby .
" wanita ku ? wanita ku hanya Valerie seorang , sedangkan dia hanya salah satu mainan ku "
Anita tidak terima dengan ucapan Manuel , Anita berusaha menampar Manuel namun dengan sigap Manuel menahan tangan Anita .
" jika kamu berani mendekat lagi padaku lihat saja nasib keluarga mu " Manuel memperingatkan Anita .
" El, dia itu tidak mencintai mu , dia hanya mempermainkan mu saja ! kamu tahu bahkan dia berani menggoda pak Robby dan Aiden di belakang mu , bukan cuma itu saja dia juga punya pria lain di luar sana yang selalu menjemputnya saat kerja dia bukan wanita baik-baik El dia tidak pantas untukmu " Anita berusaha memprovokasi Manuel agar membenci Valerie .
" jaga ucapan mu Anita , Valerie tidak pernah menggoda saya, ohh jangan-jangan kamu yang sengaja menyebar gosip diantara kami dasar wanita kejam" bela Robby , Manuel menahan Robby saat ingin memukul Anita .
" sudah lah tidak perlu pedulikan dia " Manuel mengajak Robby pergi .
karena tidak ingin diganggu oleh Anita , Manuel mengajak Robby pergi ke sebuah cafe yang letaknya sekitar 3 km dari kantor .
Mereka memesan beberapa menu, saat berbincang-bincang Robby melihat sebuah cincin melingkar di jari manis Manuel .
" ehem , sepertinya ada yang sedang menyembunyikan sesuatu nih " Robby mencoba memancing Manuel sambil melirik ke arah tangan Manuel yang sedang mengotak atik ponsel nya , sebenarnya Robby lebih penasaran dengan pengunduran diri Valerie apalagi sebelumnya dia Valerie membuat masalah dengan tamu penting perusahaan tapi tidak mungkin ayah Manuel langsung memecat Valerie dan baik Manuel dan Aiden tidak berbuat apapun untuk membela Valerie .
__ADS_1
Manuel terkekeh mendengar perkataan Robby " memang cuma kamu rob yang paling peka diantara temanku yang lain "
" jadi apa cincin yang melingkar di jari manis mu ada hubungannya dengan Valerie ?" tanya Robby langsung .
Manuel melihat cincin di jari manisnya lalu berkata " iya cincin ini memang berhubungan dengannya" Robby tidak menyangka jika tebakannya ternyata benar .
" jadi kalian sudah bertunangan ?" tanya Robby namun Manuel tertawa " kami sudah menikah rob " jelas Manuel dengan bangga .
" serius ? dengan cara apa kamu bisa membuatnya mau menikah dengan mu ?"
Robby tidak percaya dengan Manuel jelas saja Valerie masih membenci Manuel tapi tiba-tiba saja menikah dengan nya .
" oh itu sih berkat bantuan papa dan ayah Valerie " jawab Manuel .
" oh jadi om Rudy yang melakukannya ? tak heran jika Valerie mau menikah dengan Manuel jika yang turun tangan sendiri adalah ayah Manuel yang terkenal dengan sikap tegas dan kejamnya "
" apa orang tuamu memaksanya ?" tanya Robby masih penasaran dengan cara yang Rudy lakukan,
" rekan bisnis yang di hormati ? maksud mu tuan Wilson ?" Manuel mengangguk .
Robby tidak menyangka jika Valerie adalah putri dari seorang pengusaha sukses dan terkenal , tentu saja Robby berpikir jika Rudy tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu untuk membangun relasi yang lebih dekat dengan ayah Valerie dan pemikiran Robby memanglah benar.
Valerie saat ini sedang menonton tv bersama ibu mertuanya , saat itu ada sebuah berita yang mengabarkan tentang kondisi terkini pabrik ayah Malvin yang mengalami kebakaran , Valerie langsung berdiri melihat Malvin sedang di wawancarai terkait kejadian tersebut . " Malvin " gumamnya ,
" jadi ini alasan Malvin tidak menghubungiku" Valerie mengira jika Manuel telah melakukan kekerasan pada Malvin seperti yang sebelumnya dia lakukan pada Adam . ibu mertuanya langsung mematikan siaran di tv saat tahu menantunya menatap pria lain di layar tv dengan penuh cinta dan rindu. Valerie langsung menatap ibu mertua nya begitu sebaliknya.
" saya tahu kamu terpaksa menikah dengan anak saya tapi ingat Valerie sekarang kamu sudah menjadi seorang istri dari Manuel jadi kamu harus menjaga perasaan suamimu , mama harap kamu tidak lagi berhubungan dengan pria lain di luar sana, ingat kamu harus menjaga harga diri mu sebagai seorang istri " ibu Manuel berdiri dari tempatnya dan pergi meninggalkan Valerie sendiri an di ruang tv .
Valerie dan Manuel sejak pagi tadi telah tiba di rumah orang tua Manuel , ayah Manuel meminta keduanya untuk tinggal di rumah mereka agar Valerie lebih mengenal keluarga dari suaminya dan agar valerie tidak ada rencana untuk melarikan diri lagi .
__ADS_1
Valerie setuju saja karena jika Manuel dan Valerie tinggal sendiri , takutnya saat Valerie melakukan kesalahan Manuel akan memarahinya namun jika dia tinggal bersama mertuanya setidaknya Manuel akan lebih menahan emosi karena tidak mau ibunya marah pada dirinya .
Valerie tidak tersinggung dengan perkataan ibu Manuel, karena apa yang di katakan ibu Manuel memang benar dia tidak seharusnya memikirkan pria lain selain suaminya .
Aiden pulang lebih awal dari kantor , dia melihat Valerie sedang membaca buku di ruang tengah membuat Aiden berjalan ke arah Valerie .
" lagi baca apa bidadari cantik ?" goda Aiden .
" Aiden jangan selalu memanggil seperti itu, jika Manu tahu dia bisa marah padamu " Aiden duduk di samping Valerie , menyandarkan kepalanya di pundak Valerie " tenanglah lagipula kamu sudah menikah dengannya dan kamu sudah menjadi bagian dari keluarga kami apa salahnya jika aku memanggilmu seperti itu , itukan panggilan sayang ku untuk kakak ipar ku " sambil tersenyum getir .
" Aiden duduk yang benar " teriak ibunya membuat Valerie dan Aiden kaget .
" Aiden tolong kamu mengerti posisi Valerie nak , jika Manuel dan papa mu tahu mereka bisa salah paham pada mu dan Valerie " sang ibu menasehati Aiden .
Aiden hanya diam dan berjalan ke Arah kamarnya di lantai atas. Valerie menatap kepergian Aiden , Valerie tahu Aiden pasti juga merasa sakit hati sekarang karena setiap hari harus bertemu dengan Valerie yang saat ini menjadi istri dari kakaknya .
" maafkan sikap Aiden iya val " kata ibu mertua nya.
" tidak apa-apa ma lagipula Valerie sudah menganggap Aiden seperti adik sendiri " jawab Valerie .
ibu mertuanya mengajak Valerie untuk membantunya menyiapkan makanan untuk makan malam nanti , Valerie tidak begitu pandai memasak dia hanya membantu memotong bawang dan cabai saja.
" maaf iya ma Valerie bukan menantu idaman " ucap Valerie merasa malu akan kemampuannya dalam memasak .
" tidak apa-apa , Aiden bilang saat kamu kuliah kamu tinggal dengan El? apa kalian selalu memesan makanan?" tanya sang mertua .
" tidak juga , Manu sering memasak makanan untuk kami berdua dan aku hanya membantunya sedikit saja " jelas Valerie ,
ibunya tidak tahu jika anaknya yang dingin itu ternyata bisa memasak demi seorang wanita.
__ADS_1
" oh bagaimana rasa masakan El?" tanya mertuanya lagi pada Valerie , Valerie menjawab " em enak kok ma tapi gak seenak masakan mama " .
Keduanya tertawa bersama dan kembali melanjutkan kegiatan masak mereka dengan sesekali Valerie bercerita tentang kebiasaan Manuel dulu kepada sang mertua .