Toxic Relationship With My Ex Boyfriend

Toxic Relationship With My Ex Boyfriend
episode 22


__ADS_3

Valerie membuka matanya saat alarm berbunyi namun sebuah tangan kekar memeluk dirinya , dengan tubuh polos hanya berselimut saja . Valerie kemudian mengingat kejadian semalam yang menimpa dirinya .


" aishh pasti Malvin berpikir buruk tentang ku , masa aku yang mengajaknya duluan " Valerie sangat malu untuk menatap wajah pria yang sedang tertidur pulas di sebelahnya .


" jangan bergerak Valerie , atau kamu mau kita mengulangi nya lagi " ucap Malvin masih dengan mata terpejam merasakan Valerie yang ingin melepaskan diri dari dirinya . Valerie diam tak berkutik , lengan kekar itu masih saja memeluk tubuhnya erat , beberapa menit berlalu


" Vin ,aku ingin ke kamar mandi " lirihnya Malvin pun melepaskan pelukannya pada tubuh polos Valerie, Valerie segera bangun dengan tangannya menutupi sebagian tubuh atas lalu tangan sebelahnya mengambil baju yang ada di tepi ranjang lalu memakainya .


saat berdiri dan berjalan valerie merasakan sakit di bagian bawahnya namun dia masih tahan dan memasuki kamar mandi , sehabis mandi Valerie keluar dengan mengenakan kemeja Malvin yang dia pakai serta handuk di kepalanya .


Valerie berusaha membuat keadaan menjadi seperti biasa namun sebenarnya dirinya sangat malu. Malvin bangun dari tidurnya saat Valerie tepat ada di hadapannya sedang mengambil pakaian mereka yang berserakan , gaun yang di kenakan saat semalam pun koyak karena Malvin merobeknya .


" nanti aku belikan yang baru , yang lebih bagus dari yang dia berikan padamu" kata Malvin membuat Valerie langsung melepaskan gaun itu dari tangannya .


" ahh tidak perlu " jawab Valerie gugup , apalagi Malvin masih belum mengenakan apapun hanya berbalut selimut yang menutupi bagian bawah tubuhnya .


Valerie segera mengambil celana Malvin dan melemparnya pada Malvin .


" begini cara kamu memperlakukan pria yang sudah kamu tiduri " sindir Malvin .


" lalu aku harus bagaimana? tanya Valerie , Malvin menarik tubuh Valerie hingga menimpa tubuh Malvin lagi.


Malvin melepas handuk yang menutupi rambut Valerie membuatnya terurai bebas , memeluk pinggang nya erat .


Malvin merasa puas melihat ekspresi Valerie yang malu .


tok tok tok pintu kamar Valerie di ketuk , Valerie segera bangkit dan membuka pintu .


" ada apa sil " tanya Valerie namun dia sadar jika itu bukan hal bagus untuk saat ini.


" oh jadi begini iya kelakuan mu saat aku tinggal sebentar " ucap sila melihat tampilan Valerie yang memakai kemeja kebesaran milik pria , sila langsung menerobos masuk ke dalam kamar Valerie dan Sila kaget setengah mati melihat Malvin ada di tempat tidur Valerie .


" selamat pagi sila " sapa Malvin dengan entengnya .


" kalian berdua " sila pun segera keluar kamar . Valerie pun berniat mengejar sila


" kembalikan dulu pakaian ku " Valerie ingat jika dia memakai pakaian Malvin .


" Cih iya - iya " Valerie melepas satu bersatu kancing baju nya sebelum itu dia menyuruh Malvin menutup mata namun Malvin tidak melakukannya seperti arahan Valerie, di mana Malvin dengan jelas melihat keindahan tubuh Valerie meski semalam dia sudah melihatnya namun tetap saja terlihat begitu menggoda , setelah berganti baju Valerie melempar kemeja itu tepat di hadapan Malvin .


Valerie berusaha menjelaskannya pada sila, beberapa menit kemudian Malvin keluar kamar dengan wajah segar khas sehabis mandi .


" jadi bagaimana cara kamu bertanggung jawab padaku " bisik nya pada telinga Valerie .


" ehem " sela sila membuatnya keduanya menjaga jarak .

__ADS_1


" maaf tapi aku sudah ada janji dengan orang lain jadi tidak bisa bertanggung jawab padamu " sahut Valerie .


" jika dia tidak kembali apa kamu akan terus menunggunya ?" tanya Malvin .


Valerie diam sejenak " aku yakin dia kembali , dia selalu menepati janjinya padaku " ungkap Valerie meski dalam hatinya sendiri dia tidak yakin akan hal itu .


Malvin pun berpamitan pulang sedangkan Valerie seakan mengabaikan Malvin , bahkan Valerie tak mengantar Malvin saat keluar dari rumahnya .


karena hari ini hari Minggu Valerie menghabiskan waktunya untuk jalan-jalan di mall , dia pergi sendiri lantaran Sila sibuk mempersiapkan pernikahan nya dengan Andre , saat sedang asyik mencari baju dia tak sengaja bertemu dengan Anita teman kerja Valerie , Anita mengatakan jika dia datang bersama kekasihnya yang sudah tiga tahun berpacaran dengannya . Tak lama Anita memanggil kekasihnya itu untuk bertemu dengan Valerie .


" Manuel " batin Valerie sedikit syok mengingat jika hubungan Anita dan Manuel sudah berlangsung tiga tahun lalu berarti saat itu Manuel masih menjadi kekasih dirinya " ri , pasti kamu tahu kan dia ini siapa?" Valerie hanya mengangguk " sangat tahu malah " pikir Valerie .


Manuel hanya diam dia tidak habis pikir jika kekasihnya ini begitu dekat dengan Valerie " oh iya aku pergi dulu iya " pamit Valerie ,namun Anita malah memaksa Valerie untuk ikut jalan-jalan bersamanya .


" oh iya kamu bilang kalian sudah pacaran selama tiga tahun ? berarti dia termasuk pria yang setia iya nit" sindir Valerie .


" iya, El sangat setia bahkan meski kami berpisah jauh pun dia datang kemari untuk menemui ku " jawab Anita begitu membanggakan Manuel .


" aku tidak bisa membayangkan jika kamu mengetahui seperti apa dia sebenarnya " batin Valerie .


" sungguh beruntung kamu memilikinya tidak seperti diriku yang terus di sakiti oleh kekasihku dulu, untung saja aku dengan cepat mengetahui semuanya lalu pergi meninggalkannya " sindir Valerie lagi , kuping Manuel terasa begitu panas mendengar Valerie terus menerus menyindir dirinya .


ponsel Valerie berdering , Malvin sedang menghubunginya .


" aku ada di mall, ada apa Vin?" tanya Valerie .


" ah tidak apa-apa aku hanya khawatir dengan keadaan mu bukankah semalam kita" " cukup Malvin jangan bicarakan itu lagi " muka Valerie merona .


Valerie segera menutup panggilan Malvin .


Valerie pamit pada Manuel memegang tangan Valerie melarangnya pergi terlebih dahulu sebab Anita saat itu sedang pergi membayar makanan mereka .


" val, dengarkan penjelasan ku dulu, meski aku bersama dengannya yang selama ini aku cintai hanya dirimu "


Valerie tertawa mendengar nya " benarkah ? jika begitu kamu pasti bisa meninggalkan Anita demi diriku ?" Manuel berfikir sejenak .


" sudah , tidak perlu di jawab Manuel, lagipula hubungan kita sudah tidak bisa kembali seperti dulu , lebih baik kita jalani hidup kita dengan pasangan masing-masing " tambah Valerie .


" pasangan ? cuma aku yang berhak menjadi pasangan mu Valerie " pikir Manuel .


" kalian sedang membicarakan apa? kelihatannya serius " sahut Anita yang sudah kembali .


" bukan hal penting , aku pergi dulu iya " jawab Valerie kemudian pergi meninggalkan Manuel bersama Anita .


Setelah menjauh dari Manuel dirinya kini bisa bernafas lega namun Valerie memilih duduk sejenak di bangku pinggir jalan , kakinya terasa lemas dan tangannya juga gemetar sebab dia menahan rasa takutnya saat bertemu Manuel.

__ADS_1


" aku harus menemui Malvin , dia pasti senang melihat kemajuan ku , em apa aku langsung temui dia di rumah sakit saja iya " Valerie melihat jam tangan yang dia pakai .


" kayaknya dia sudah pulang , ya sudahlah lain kali saja " Valerie menunggu taxi lewat tapi sudah lama dia menunggu ternyata banyak taxi yang memiliki penumpang .


" sepertinya aku harus beli kendaraan sendiri " gerutu Valerie .


" lho Ri kamu masih di sini ?" Anita dan Manuel sudah ada di hadapannya .


" em iya " jawab Valerie singkat .


" kamu sedang menunggu taxi ?" tanya Anita , Valerie mengangguk .


" sayang , ajak teman aku sekalian iya , kasihan dia kalo sendiri an di sini apalagi dia perempuan " dengan manjanya Anita berbicara pada Manuel " terserah kamu saja " jawab Manuel .


" tidak perlu nit , kalian duluan saja " tolak Valerie " masa aku harus ikut dengannya ? tidak mungkin " batin Valerie .


Sayangnya penolakan Valerie gagal sebab Anita terus memaksa Valerie untuk ikut dengan mereka berdua, Valerie duduk di belakang , dia hanya menatap ke arah luar jendela , sedangkan Manuel sesekali melihat dari kaca depan mobil , melihat pergerakan Valerie .


" Ri , kamu masih tinggal di rumah temanmu itu kan ?" tanya Anita ,


" iya nit " jawab Valerie .


" sayang , kita anterin Valerie dulu , rumahnya dekat kok dari sini " pinta Anita pada Manuel .


" gawat, jangan sampai Manuel tahu tempat tinggal ku " pikir Valerie .


" tidak perlu, aku bisa turun di sini saja " tolak Valerie namun Manuel tetap saja tidak mau berhenti dan Anita terus meyakinkan Valerie untuk mengantar Valerie sampai rumah .


ingin rasanya dia melompat dari mobil Manuel tapi Anita pasti akan curiga , dia tak mau Anita mengetahui masa lalunya dengan Manuel .


Mobil Manuel berhenti di sebuah rumah berwarna putih dengan gaya minimalis itu .


" jadi dia tinggal di sini ? bersama temannya ? apa pria yang waktu itu ?" batin Manuel .


" makasih iya nit, sudah mengantar ku pulang " pamit Valerie sambil turun dari mobil ,


" eh RI, rumahmu kok sepi ? " tanya Anita .


" oh , teman ku sedang pergi bersama calon suaminya " jawab Valerie .


" oh, iya sudah kami pergi dulu iya , sampai jumpa besok " pamit Anita .


mobil Manuel mulai menjauhi tempat tinggal Valerie .


" sial sekali hari ini " keluhnya memasuki rumah .

__ADS_1


__ADS_2