
sampai di lantai dasar Valerie langsung berlari menuju area parkir tempat mobil suaminya berada sampai di tempat parkir dia berjumpa dengan Robby yang juga akan pulang sebelum masuk ke mobil Robby bertanya" apa kamu bahagia dengan pernikahanmu Valerie ?" tanya Robby serius .
" dalam sebuah pernikahan pasti akan ada saat bahagia atau sedih tapi karena sudah menikah tentu saya harus tetap menjalaninya bukan ? mungkin saja suatu hari nanti saya akan mendapatkan kebahagiaan itu " Robby paham akan maksud dari Valerie mau tidak mau dia sudah menikah jadi dia akan menjalani kehidupan pernikahannya saat ini .
" El begitu beruntung mempunyai istri seperti dirimu " sambil masuk ke dalam mobil miliknya dan tak lama Robby sudah pergi .
Manuel yang baru saja datang juga melihat Valerie yang berbicara dengan Robby " apa yang kalian bicarakan barusan ?" Manuel merasa penasaran dengan pembicaraan antara istrinya dan temannya itu.
" tidak apa-apa, dia hanya mengucapkan selamat saja padaku " jawab Valerie lalu dia masuk ke dalam mobil .
Sampai di rumah , hari sudah gelap Valerie dan Manuel segera masuk ke dalam kamar berniat membersihkan diri masing-masing .
" Valerie kamu tidak makan malam dulu?" tanya Manuel melihat Valerie yang sudah berbaring sambil memejamkan mata .
" aku tidak lapar Manu " jawab Valerie .
" tapi kata mama kamu cuma makan sedikit tadi pagi " sambil menghampiri Valerie .
" iya nanti kalau lapar aku pasti makan kok " imbuh Valerie , Manuel pergi keluar karena sang ibu sudah memanggilnya .
Valerie tidak begitu nafsu makan belakangan ini , dia juga lebih memilih makan buah atau hanya minum air putih saja sudah membuatnya begitu kenyang seharian .
malam hari Sila menghubungi Valerie dan meminta untuk bisa bertemu .
" iya masak kamu setelah menikah tidak mau menemui sahabatmu ini ?"
__ADS_1
" em aku juga ingin bertemu dengan mu Sil tapi aku sekarang sudah menikah aku tidak bisa bebas seperti dulu lagi , aku akan meminta ijin Manu dulu iya besok aku kabari bye " Valerie menutup panggilan Sila, dia menatap Manuel yang sedang menonton acara bola .
" Manu , kamu dengar kan apa yang aku bicarakan dengan Sila ?" tanya Valerie .
" tentu saja dengar " jawab Manuel masih fokus melihat acara bola .
" terus kamu ijinin aku pergi kan ?" tanya Valerie lagi tapi Manuel memilih diam tidak menjawab pertanyaan dari istrinya " bertemu dengan Sila ? Sila juga teman pria itu kan? pasti itu hanya rencana mereka saja , tentu aku tidak akan mengijinkan Valerie bertemu pria lain " batin Manuel .
Valerie mencabut kabel tv .
" kamu dengar tidak aku ngomong " oceh Valerie " dengar tapi aku tidak akan mengijinkan kamu menemuinya " jawab Manuel yang saat ini memilih memainkan ponselnya .
" please iya ijinkan aku bertemu dengan Sila aku sangat rindu padanya " mohon Valerie pada sang suami.
" rindu Sila atau rindu pria itu " kata Manuel dingin .
Manuel menatap Valerie " karena aku yakin dia juga ada di sana" jawab Manuel .
" oke jika kamu tidak percaya padaku kamu bisa ikut dengan ku besok " Valerie masih bersikeras untuk menemui Sila " aku tidak tertarik " jawaban Manuel membuat Valerie jadi semakin kesal akhirnya dia mengambil langkah terakhir untuk membujuk suaminya itu .
" please ijinkan aku menemuinya , kalau kamu ijinkan aku mau melakukan apa pun yang kamu suruh " Manuel menatap Valerie " serius ?" Valerie mengangguk .
" baiklah aku akan mengijinkan mu pergi menemui Sila tapi kamu harus janji akan menuruti semua yang ku mau " Valerie sangat senang namun dia tidak memikirkan dampak dari perkataannya sampai dia sadar " hah semua yang dia mau ? bodoh sekali aku ini seharusnya aku batasi saja tadi " batinnya mulai menyesal .
" oke sekarang kemarilah " sambil mengisyaratkan pada Valerie untuk tidur di sampingnya
__ADS_1
" kamu sudah berjanji kan tadi ?" ingat Manuel , Valerie pun tidur di sebelah Manuel .
" sekarang tidur lah " ujar Manuel .
" hah cuma itu saja ! syukurlah dia tidak meminta hal yang macam - macam " pikir Valerie mulai tenang tapi itu hanya berjalan beberapa jam saja pada akhirnya Manuel meminta Valerie untuk melayani dirinya lagi bahkan membuat Valerie harus bangun terlambat lagi .
" lagi-lagi aku bangun kesiangan " gerutunya sambil melihat jam di dinding kamar yang menunjukkan pukul 10 pagi .
Pintu kamar mandi terbuka , ternyata Manuel baru saja mandi , dia juga bangun kesiangan .
" cepat mandi , katanya mau pergi menemui Sila " Manuel membuka selimut yang menutupi tubuh Valerie , Valerie segera bangun dan memasuki kamar mandi di saat itulah Manuel mencoba mengecek ponsel Valerie , ternyata Valerie tidak pernah membuka pesan ataupun panggilan dari Malvin , Manuel merasa lega mengetahuinya.
Manuel memilih turun ke bawah , saat itu sang ibu bertanya " bangun kesiangan lagi ? " Manuel hanya mengangguk dan meminum segelas air putih , " mau mama buatkan sarapan ? soalnya yang lain tadi sudah sarapan " Imbuh ibunya.
" buatkan Valerie saja ma , Manuel sudah makan ini" sambil memakan buah pisang yang ada di atas meja.
Valerie juga sudah rapi dia pun menghampiri Manuel dan ibu mertuanya " duh menantu mama ini sudah rapi begini mau pergi kemana ? " tanya ibu Manuel .
" oh ini Valerie ada janji sama Sila ma teman Valerie " Valerie mengambil sepotong roti namun ibu Manuel yang bernama Lina menyuruhnya untuk mengembalikan roti itu ke tempatnya " mama sudah buatkan sarapan buat kamu , mbak Sarti tolong bawakan makanannya kemari " tak lama Sarti membawa semangkuk sup daging sapi dan beberapa potongan sayur .
" ma Valerie makan roti saya iya " saat menatap sup yang ada di depannya " nyonya tadi udah belain masak buat non masa sekarang tidak di makan lagi pula ini bagus buat tambah stamina kayak non Valerie ini biar cepat pulih tenaga iya benarkan nyonya " Valerie yang mendengar perkataan Sarti membuat dirinya merasa malu sedangkan manuel mengambil secentong nasi untuk Valerie " sudah cepat makan " titah Manuel pada sang istri , mau tidak mau Valerie harus makan makanan itu tapi lama-lama Valerie ketagihan karena masakan sang mertua sangat lezat hingga dia menghabiskan sendiri semangkuk sup daging itu .
" makasih ma " saat suapan terakhir , akhirnya setelah selesai makan Valerie berangkat ke rumah Sila sedangkan Manuel memilih tidak ikut dan diam di rumah .
saking senangnya Valerie untuk bertemu sahabatnya dirinya tidak sadar jika di depan rumah Sila ada mobil yang terparkir di sana.
__ADS_1
" Sila , Valerie mu datang " teriak Valerie begitu bahagia sambil membuka pintu rumah yang tidak terkunci namun Valerie langsung menghentikan langkahnya saat di depannya ada sosok yang sangat dia hindari sekaligus dia rindukan, ingin rasanya memeluk tubuh pria di hadapannya untuk melepas rindu tapi Valerie segera menyadarkan dirinya yang saat ini sudah berstatus istri orang lain .