Toxic Relationship With My Ex Boyfriend

Toxic Relationship With My Ex Boyfriend
episode 41


__ADS_3

hari ini di kediaman Rudy sudah begitu ramai akibat ulah dari keluarga Anita yang tiba-tiba datang dan meminta pertanggung jawaban Manuel untuk segera menikahi putrinya .


Valerie yang mendengar keributan di bawah dia jadi terbangun meski tubuhnya sangat lelah karena harus melayani suami nya , sedangkan manuel sudah pergi berangkat ke kantor sejak 3 jam yang lalu.


Valerie segera membersihkan diri dan setelahnya turun ke bawah untuk melihat keadaan di bawah .


" eh non Valerie baru bangun iya " sapa Sarti , Valerie pun bertanya pada Sarti "iya mbak , eh mbak ada apa sih di luar kok rame banget " Valerie begitu penasaran ingin melihat namun di larang oleh Sarti , semakin di larang semakin besar rasa penasarannya, akhirnya Valerie menghampiri ibu mertua yang nampaknya begitu kuwalahan menghadapi keluarga Anita .


" keluarga kami memang tidak sebanding dengan keluarga anda tapi saya tidak terima jika anak anda mempermainkan perasaan putri saya , dia sudah mengencani anak saya selama tiga tahun dia juga sudah mengenalkan putri saya pada keluarga anda tapi apa ? dia malah meninggalkan anak saya dan lebih memilih pelakor itu , apa kurangnya anak saya hah ! pokoknya saya ingin anak anda menikahi putri saya " hardik sang ibu Anita .


" saya tahu kalian pasti kecewa tapi iya mau bagaimana lagi mungkin Anita memang bukan orang yang di cintai oleh anak saya " jelas ibu Manuel sehalus mungkin agar tidak menyinggung Anita dan ibunya


" saya tahu pasti gara-gara wanita penggoda itu yang menghasut Manuel meninggalkan Anita jika tidak ada dia pasti Manuel akan menikah i anak saya dan dia pasti membuat rencana licik untuk membuat Manuel lebih memilih dirinya di banding Anita " Valerie yang mendengar nya pun langsung ikut keluar menemui ibu dan anak yang membuat keributan di kediaman Manuel .


Anita begitu syok melihat Valerie tiba-tiba keluar dengan santai dia sekarang berada di samping ibu Manuel .


" ma ada apa sih ! tadi Valerie dengar dari kamar kok ribut banget !" tanya Valerie pada mertuanya." ah maaf iya Valerie pasti kamu terbangun gara-gara mendengar nya "


" mengapa Valerie ada di sini?" batin Anita , karena kesal Anita memberitahu semua orang jika Valerie lah wanita yang merebut manuel darinya .


" ma itu dia ma , dia wanita pelakor itu ma dia yang sudah membuat Manuel meninggalkan Nita ma" sontak sang ibu langsung memaki Valeri dengan segala perkataan kotor dia ucapkan , Valerie hanya diam saja membiarkan ibu Anita selesai berbicara , Valerie akan berbicara namun di cegah oleh ibu Manuel " maaf iya sebelumnya saya tahu anak saya salah karena tiba-tiba saja meninggalkan putri Anda tapi kita harus tahu alasan di balik itu semua bukan ? oh iya Anita kamu bilang kalian sudah tiga tahun berpacaran ? " Anita mengangguk " Valerie sejak kapan kamu berpacaran dengan anak saya " tanya ibu Manuel pada Valerie " saya mulai berpacaran dengan Manuel saat SMA tapi saya pergi meninggalkannya dua tahun yang lalu " jawab Valerie .


" jadi sudah tahu kan siapa sebenarnya pelakor di sini ? oh iya satu hal lagi saya perkenalkan ini adalah menantu keluarga kami namanya Valerie dia adalah istri sah dari Manuel, anak saya " sambil memeluk Valerie " Valerie hanya tersenyum saja dia juga puas melihat ekspresi Anita yang sangat syok .

__ADS_1


tapi Anita tidak percaya begitu saja jika Valerie telah menjadi istri dari Manuel " gak mungkin ! dia tidak pantas bersama Manuel Tante ! dia itu wanita ****** dia sudah banyak menggoda lelaki di luar sana mana bisa dia menikah dengan Manuel , aku gak terima " teriak Anita secara histeris , ibu Anita berusaha menenangkan anaknya .


" aku gak terima Tante ! dia punya apa sampai bisa menikah di keluarga kalian hah ! hanya seorang wanita yang tidak jelas asal usulnya kalian berani menerima nya sebagai menantu ? kalian memilih menantu yang salah " imbuh Anita ,


" siapa bilang dia tidak memiliki asal usul yang jelas " Arnold tiba di waktu yang tepat .


" ayah " Valerie menghampiri sang ayah dan memeluknya.


" kenapa ayah tidak bilang jika akan datang kemari ?" tanya Valerie dengan manja . " jika ayah bilang ayah tidak akan melihat kamu di tindas sampai seperti ini " jawab Arnold .


" jadi dia ayah Valerie ?" gumam Anita masih tidak percaya dengan kenyataan apa yang ada di hadapannya.


" oh ternyata kamu yang menghina putri ku, kamu bilang dia tidak ada asal usul yang jelas ? maksud kamu saya ini tidak jelas ? " Anita hanya diam dia tidak bisa melawan orang yang ada di hadapannya, Arnold menyuruh bawahannya menyeret ibu dan anak itu keluar dari rumah .


" oh iya sayang hari ini ayah akan kembali jadi kamu harus baik-baik iya selama di sini ingat kamu sudah menikah jadi kamu harus menjalankan kewajiban kamu sebagai seorang istri dan jangan melawan suami kamu , bulan depan sesuai janji ayah akan datang di acara pernikahan Sila, oh iya ayah harap ayah segera mendapat kabar gembira dari kalian berdua " sambil menatap perut Valerie . Valerie sadar jika ayahnya juga mengharapkan Valerie untuk segera hamil


" iya yah " jawab Valerie singkat .


Arnold mencium kening putrinya sebelum dia masuk kedalam mobil dan meninggalkan Valerie .


ibu mertuanya yang bernama Lidya mengajak Valerie untuk masuk ke dalam rumah ,


" oh iya sayang , kamu mau kan bantu mama antar makanan untuk suamimu dan ayah mertua kamu di kantor " tanya sang mertua

__ADS_1


Valerie sebenarnya enggan namun dia tak bisa menolak begitu saja apalagi ini permintaan dari sang mertua" iya ma , tapi Valerie siap-siap dulu iya " Valerie kembali ke dalam kamarnya ,tak lama dia telah keluar dengan memakai dress berwarna krem, Valerie juga memakai kacamata hitam dan masker untuk menutupi wajahnya " kenapa kamu berdandan seperti itu nak?" tanya sang mertua .


" iya Valerie gak mau orang kantor tahu Valerie kesana ma, apalagi Manuel sudah membuat surat pengunduran diri buat Valerie padahal Valerie belum sempat berpamitan dengan rekan kerja Valerie " jawab Valerie .


" oh begitu iya, iya sudah hati-hati di jalan iya sayang " Valerie segera menyetir mobil milik Manuel ke kantor .


sesampainya di kantor Valerie diam-diam mengantar makanan itu kepada Aiden dan ayah mertuanya lewat asistennya dan terakhir dia pergi menemui Manuel karena tadi dia tidak melihat Manuel di dalam ruangannya,


di dalam ruang kerja Manuel , Valerie segera melepas kacamata dan masker yang dia pakai , dia juga duduk di kursi milik Manuel sambil sesekali melihat komputer yang masih menyala .


Valerie menghela nafas , dia jadi ingin kembali bekerja .


" haish Manu sialan gara-gara dia aku jadi tidak bisa bekerja lagi " omelnya kesal sambil melihat foto Manuel yang ada di hadapannya .


" kamu bilang apa barusan ?" Manuel saat itu juga memasuki ruangannya dan mendengar istrinya yang sedang mengatai dirinya.


Valerie langsung berdiri dari tempat duduk Manuel , dan menaruh kembali foto Manuel ke tempat asalnya .


Manuel melihat sebuah kotak makan berada di atas mejanya " kamu yang membuatnya ? atau mama ?" selidik Manuel " tentu saja mama, sejak kapan aku pandai memasak " jawab Valerie ketus.


" tidak masalah jika kamu tidak bisa memasak yang penting kamu mau mengantarkan makanan untukku saja aku sudah senang " jawab Manuel membuka kotak makan miliknya , Manuel duduk di kursinya sambil menikmati makan siang buatan sang mama sedangkan Valerie mengamati isi ruangan Manuel ternyata di dalam ruangan Manuel ada kamar tidur nya juga .


setelah keluar dari kamar Valerie merasa canggung saat Robby berada di dalam ruangan Manuel " hai Valerie " sapa Robby pada Valerie hanya tersenyum pada mantan atasannya itu .

__ADS_1


__ADS_2