Toxic Relationship With My Ex Boyfriend

Toxic Relationship With My Ex Boyfriend
episode 14


__ADS_3

Valerie menggeliat , dirinya perlahan membuka matanya dan perlahan bangun, dan menatapku tanda tidak suka. , pasti dia marah padaku .


" valeri ku sudah bangun ternyata " sambil menarik tubuhnya ke arahku hingga aku merasakan kedua gundukan lembut itu menempel di dadaku .


" Manu, lepas " Valerie meronta namun dengan suara seraknya , akhirnya aku melepaskan Valerie hingga dia bangun dan berjalan ke arah kamar mandi dengan tertatih, ku lihat ada cairan putih kental yang meleleh di sela kedua kakinya , iya itu adalah ****** ***** kami yang menjadi satu ,


Valerie yang lemas tak bertenaga , memilih tidur kembali , seluruh tubuhnya merasa sakit apalagi pinggang dan bagian bawahnya , sedangkan Manuel malah terlihat senang akan hal itu. sayangnya Valerie menyuruh Manuel berada di luar kamar karena Valerie tidak ingin di ganggu tidurnya , Manuel memainkan ponselnya sesekali dia melihat kedalam kamar Valerie , melihat Valerie tertidur pulas .


Manuel berinisiatif membuatkan makanan untuk Valerie ternyata isi lemari pendingin Valerie kosong, Manuel mengambil dompetnya bergegas keluar untuk berbelanja .


saat membuka pintu , di hadapannya ada Adam , ekspresi Adam begitu marah ,dan Manuel menyeringai puas .


" dimana Valerie " tanya Adam sambil berusaha masuk ke dalam , Manuel tidak melarangnya malah dengan ramah dia mempersilahkan Adam untuk masuk ke dalam , Adam semakin kesal saat Manuel dengan sengaja memanas-manasi dirinya dengan menceritakan kegiatan Manuel dan Valerie semalam .


" bughh " Adam memukul wajah Manuel dan begitu sebaliknya , kedua orang itu berkelahi , ruang yang sempit dan tenaga manuel yang belum pulih membuatnya tersudut " dasar bangsat " Adam akan memukul wajah Manuel namun dengan cepat Manuel mengambil sebuah hiasan dan memukulnya ke kepala Adam dengan keras .


Adam pun tersungkur di lantai , sekarang Manuel yang memukul tubuh Adam , dan Adam hanya bisa pasrah karena kepalanya yang terasa pusing , valerie yang mendengar keributan pun bergegas keluar meski harus menahan sakit di bagian bawah .


" Manu hentikan " teriak Valerie sambil menarik tubuh Manuel menjauhi Adam , tentu saja tidak berhasil .


" Manuel aku mohon hentikan " sambil mengeluarkan air matanya dia tak tega melihat kondisi Adam yang babak belur .


namun semakin Valerie memohon padanya membuat Manuel semakin keras memukuli Adam .


hingga Valeri memukul tubuh Manuel dengan tongkat baseball.


Manuel merasakan sakit namun hatinya lebih sakit saat Valerie tega memukul dirinya demi pria lain ,Valerie segera menjatuhkan tongkat baseball itu dan melihat keadaan Adam , untung saja Adam masih sadar .


manuel langsung bangun dan menyeret tubuh Valerie menjauhi Adam ,bahkan Manuel tidak peduli lagi akan keadaan Valerie yang kesakitan .

__ADS_1


" kamu berani membela nya terang-terangan di depanku " bentak Manuel pada Valerie .


plakk sebuah tamparan mendarat pada pipi mulus Valerie membuat Valerie terjatuh di lantai yang dingin .


" jangan terus menguji kesabaran ku valerie, atau kamu mau aku mengirimkan semua foto hubungan kita pada orang tuamu , kita lihat bagaimana reaksi mereka saat tahu putri tercinta nya yang mereka bangga-bangga kan itu telah tidur dengan pria yang bukan suaminya " seru Manuel .


Valerie menggelengkan kepalanya " jangan lakukan itu Manu, aku mohon , aku bersedia melakukan apa pun tapi jangan beritahu mereka " sambil terisak valerie memohon pada Manuel . Manuel terkekeh mendengarnya . manuel menyuruh Valerie berdiri . " cium aku sekarang juga " titah Manuel tentu saja membuat Adam dan valerie terkejut , bagaimana bisa dia mencium pria lain di depan Adam " cepat sayang atau aku akan berubah pikiran " membuat Valeri berjinjit dan mencium bibir Manuel singkat Manuel menahan tubuh Valerie dan ******* bibir nya , Valerie berlinang air mata dia merasa begitu di rendahkan oleh Manuel , sedangkan Adam memilih menutup matanya , tak sanggup dia melihat Valerie dengan pria lain nya . setelah puas mempermainkan Adam dan Valerie , Manuel menyuruh Valerie meminta Adam keluar dari tempat itu .


di depan pintu , Adam yang babak belur menghapus air mata Valerie " val, aku janji akan memikirkan cara supaya kamu bisa bebas dari nya " kata Adam lirih . " lebih baik kamu pulang saja dam " ucap Valerie , Manuel masih memperhatikan Keduanya merasa kesal segera menarik Valerie menjauh dan menutup pintu lalu menguncinya.


Valerie kini duduk di kursi sambil terus menangis juga merasa takut apalagi Manuel berada di sampingnya .


" ada hubungan apa kamu dengannya " tanya Manuel .


Valerie hanya diam " jawab Valerie " kata Manuel membuat Valerie semakin ketakutan " ka kami hanya berteman " jawab Valerie masih berbohong " teman? apa kamu pikir aku bodoh ?" gertak Manuel .


" Valeri ! kamu sadar dengan yang kamu katakan barusan huh ! kamu itu perempuan apa kamu mau belajar jadi seorang ja***g " bentak Manuel .


" apa saja yang sudah kalian lakukan di belakangku ! atau kalian sudah melakukannya ? berapa kali? apa milikku masih belum membuat mu puas ?" sindir Manuel


plakk Valerie menampar pipi Manuel


" sungguh begitu buruk kah pemikiran mu padaku Manu ?apa kamu pikir semua lelaki sama bajingan seperti dirimu? "Tanya Valerie .


" dengar Valerie aku tidak bermaksud begitu aku cemburu val dan aku berbicara begitu karena peduli dan mencintaimu , aku juga tidak ingin kamu meninggalkanku " jelas Manuel . Valerie tertawa " mencintai ku ? ini bukan cinta Manuel ini obsesi mu saja ! silahkan kamu pergi dari rumahku " hardik Valerie , Manuel pun pergi dari tempat itu .


beberapa hari setelahnya , hari kelulusan tiba, namun valerie tidak bertemu Adam sedangkan untuk Manuel saat itu sedang dinas keluar kota , orang tua valerie menjemput Valerie dan mengajaknya merayakan kelulusan putri pertamanya itu ke sebuah restoran China " val , sekarang kamu kan sudah lulus kuliah Papa sama Mama tidak akan menghalangi hubungan kamu dengan Manuel , jika memang kalian berdua sudah serius untuk menikah kami sebagai orang tua setuju-setuju saja " jelas sang ayah .


Valerie terbatuk saat mendengar semuanya " pa ma , Valerie mau berkarir dulu , Valerie tidak ingin menikah " jawab Valerie .

__ADS_1


" apa Manuel mau menunggu mu lagi ?" tanya sang ibu .


Valerie hanya diam .


"Manuel kemarin menghubungi papa , sepertinya dia ingin segera melamar kamu katanya kalian sudah sepakat kalau akan menikah secepatnya kenapa sekarang kamu berkata begitu ? " tutur sang ayah.


" kamu ada masalah dengan nya ?" tanya sang ibu .


" Valerie tidak mau menikah dengan Manu " lirihnya .


ayah valerie menghela nafas berat,


" iya sudah jika kamu tidak mau menikah dengan Manuel , kamu bicarakan semuanya dengan baik-baik " Saran sang ayah .


Valerie mengangguk pelan.


Setelah selesai makan malam bersama mereka pun menginap di tempat Valerie , keesokan hari Valerie memilih ikut pulang bersama kedua orang tuanya , Valerie ingin segera pergi dari Manuel .


sebelum masuk ke dalam mobil, teriak seorang pria menghentikan Valerie " Valerie " Adam berlari dengan sekuat tenaga mendekati Valeri, lukanya sudah berangsur pulih. Valerie melihat Adam ada di hadapan dia merasa senang .


" val , kamu mau pergi ? " Valerie hanya menganggukkan kepalanya saja .


" oh iya aku juga ingin berpamitan padamu, aku harus melanjutkan S2 ku keluar Negeri , aku harap kita masih bisa saling menghubungi dan aku harap kamu mau menungguku " keduanya saling memandang , Valeri memeluk tubuh Adam sebentar , Lalu berkata " aku harap kamu juga begitu" Valerie pun masuk ke dalam mobil ayahnya tak lama mereka pun pergi .


" siapa dia val?" tanya sang ibu .


" dia teman kuliah Valerie ma, dia pamit mau kuliah di luar negeri " jelas Valerie.


" oh jadi ini alasan kamu menolak menikah dengan Manuel " ujar sang ayah sambil menyetir mobilnya , Valerie tak menjawab namun mukanya memerah " apa aku mulai menyukai nya ?" batin Valerie .

__ADS_1


__ADS_2