
Sementara itu, Ratu baru keluar dari kamar mandi dengan gaun tidur tanpa lengan dan pendek hingga di atas lutut berwarna biru muda. Lalu ia melirik jam yang berada di dinding kamar.
"Baru jam setengah 9," gumam Ratu. Berjalan menuju ke meja rias untuk melakukan ritual skincare di malam hari. Saat Ratu akan mengoleskan hand body pada kulit kakinya, tiba-tiba suara pintu kamar terbuka dengan keras membuat Ratu menghentikan sejenak kegiatannya.
BRAKKK!
"Jean!" pekik Ratu melihat Jean yang berjalan sempoyongan. Dengan segera ia menghampiri suaminya.
"K-kamu kenapa, Jean?" tanya Ratu lirih melihat wajah Jean yang memerah seperti menahan sesuatu. Jean menegakkan tubuhnya dan menatap Ratu dengan mata sayu nya.
"Please bantu aku, Ratu," pinta Jean dengan keringat dingin yang terus mengucur keluar dari keningnya.
"Hah bantu buat apa, Jean?" tanya Ratu bingung sembari menutup pintu kamar mereka, lalu ia pun memapah Jean menuju ke ranjang. Ratu membaringkan tubuh Jean dan melepaskan sepatunya.
BRUKKK!
Tiba-tiba saja Jean menarik tangan Ratu dengan kasar, sehingga Ratu jatuh di atas tubuhnya.
"Jean," ujar Ratu ketakutan saat Jean membalikkan tubuhnya, hingga ia sekarang di bawah kungkungan Jean.
"Bantu aku malam ini, aku sangat membutuhkan ini," ujar Jean parau. Tanpa berlama-lama lagi karena tak tahan, Jean pun langsung membungkam bibir Ratu dengan kasar dan rakus, membuat Ratu terkejut dengan serangan tiba-tiba seperti itu.
"Mmmhhh Jean lepas, mmmhh ..." Ratu terus memberontak, tapi semakin Ratu memberontak semakin kuat pula Jean mengungkung dibawahnya.
"Jean lepasin akuhh akhh ..." Ciuman Jean turun ke leher Ratu, menjilat dan menggigit leher wanita itu. Hingga meninggalkan banyak tanda merah keunguan disana.
Jean tidak mempedulikan perkataan Ratu, ia terus menjelajahi seluruh tubuh Ratu dengan bibir dan tangannya. Dalam satu sentakan gaun tidur yang Ratu kenakan langsung terbuka termasuk Jean yang juga membuka semua pakaiannya. Kini mereka berdua sudah polos tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuh mereka.
Ratu hanya bisa menangis, untuk memberontak pun akan percuma karena tenaganya tidak sebanding dengan kekuatan Jean. Kemudian, malam yang panjang dan bergairah pun terjadi lagi di antara mereka berdua.
Pagi ini Ratu sudah rapi untuk berangkat kuliah, terlihat dari matanya yang sembab akibat menangis semalam. Jean yang baru bangun tersentak melihat tubuhnya yang hanya berbalut bed cover saja.
"Astaga kenapa aku tidak pakai baju seperti ini?" tanya Jean begitu heran.
"Ratu," panggil Jean. Ratu hanya diam seraya merapikan rambutnya di depan cermin meja rias. Lalu pelan-pelan Jean mengingat kejadian semalam.
"Ck, dasar bodoh kamu, Jean!" decak Jean sambil mengusap wajahnya kasar, ia memakai celana boxer nya yang tergeletak di lantai, lalu beranjak dari ranjangnya dan menghampiri Ratu di meja rias.
__ADS_1
"Ratu maaf, dengarkan penjelasan aku dulu please," ujar Jean memohon sambil memegang tangan Ratu.
"Lepas!" Ratu menepis tangan Jean dengan kasar.
"Kamu marah sama aku?" tanya Jean. Rasanya Ratu ingin mengumpat pria di depannya ini saat mendengar pertanyaan bodoh yang membuatnya bertambah emosi.
"Kamu pikir saja sendiri!" ujar Ratu ketus dan ingin berjalan keluar dari kamar. Namun dengan cepat Jean menahan tangannya.
"Salah ya kalau aku menyentuh istri aku sendiri?" Jean berucap sedikit menekan kata istri diakhir ucapannya.
"Tidak! Kamu tidak salah kok!" balas Ratu menatap Jean.
"Lalu kenapa kamu marah?" tanya Jean. Ratu kembali menghempaskan tangan Jean.
"Kamu boleh menyentuh aku, Jean! Tapi aku tidak suka kamu melakukan itu dengan cara paksa dan kasar! Kalau terjadi sesuatu dengan kandunganku, aku tidak akan memaafkan mu, Jean!" sentak Ratu lalu keluar dari kamar.
"Aarrgghhh! Ini gara-gara obat sialan itu!" teriak Jean frustrasi seraya mengacak rambutnya.
Ratu tengah berjalan sendiri di koridor kampus yang cukup sepi. Ia baru saja dari toilet dan berniat untuk pergi ke kantin menghampiri Vina.
"Ikut kita." Tiba-tiba saja dua orang gadis menarik tangan Ratu cukup kencang.
"Sudah kamu diam saja deh!" sentak Elsa yang terus menarik Ratu menuju ke gudang kampus yang jarang dikunjungi oleh mahasiswa.
"Awwww …" rintih Ratu saat Elsa dan Franda menghempaskan tangannya saat sudah berada di dalam gudang, dengan cepat Franda menutup dan mengunci pintu gudang tersebut. Bukan hanya mereka bertiga yang berada di dalam gudang tersebut, ternyata juga ada dua lelaki disana.
"Berani ya kamu rebut Jean dari aku!" Elsa menunjuk wajah Ratu dengan tatapan sinis.
"Aku tidak pernah ya rebut Jean dari kamu!" jawab Ratu ketus.
"Terus kenapa kamu bisa nikah sama dia hah?! Dasar wanita munafik ya kamu! Ngakunya tidak ingin berpacaran, tapi Jean diambil juga heh!" maki Elsa ke Ratu.
"Aku bukan wanita munafik ya! Jaga omongan kamu, Elsa!" geram Ratu menekan ucapannya.
"Oh bukan wanita munafik ya, terus wanita apaan dong? Oh i know, kamu itu wanita ja.lang yang suka tebar pesona ke para lelaki," sinis Elsa dan ia maju mendekati Ratu.
"Mau apa kamu?" tanya Ratu seraya mundur.
__ADS_1
"Mau bikin kamu malu, biar Jean segera menceraikan kamu dan dia bisa bersama aku," ujar Elsa tersenyum sinis, dia menjadi sangat terobsesi pada Jean, bukan hanya pada lelaki itu, tapi ia juga terobsesi pada harta kekayaan Jean. Padahal seperti diketahui, Jean selalu menghindar atau menghiraukan Elsa ketika gadis itu mendekatinya.
"Maksud kamu apa, Elsa?!" teriak Ratu.
"Em... Maksud aku ya?" Elsa mengetuk-ngetuk kan jarinya di dagu seperti orang tengah berpikir.
"Kamu akan diperkosa oleh dua laki-laki itu dan aku yakin Jean bakal menyesal menjadikan kamu sebagai istrinya, terus pasti ia langsung menceraikan kamu," sambung Elsa. Dua laki-laki yang berada didalam gudang itu bernama Dino dan Farel, mereka berdua juga mahasiswa disana.
"Jangan berani macam-macam kamu, Elsa!" bentak Ratu.
Elsa menghiraukan ucapan Ratu. "Guys laksanakan tugas kalian!" perintah Elsa pada Dino dan Farel.
Tentu saja dengan senang hati dua laki-laki itu mengikuti perintah Elsa. Siapa sih yang tak ingin mencicipi tubuh seorang Ratu Reyfa Wang, wanita paling populer di kampus, pikir mereka. Sedangkan Franda sudah siap dengan ponselnya, bertugas mengabadikan kejadian itu untuk di sebar luaskan dan membuat Ratu malu.
"Kalian jangan berani mendekat!" teriak Ratu sambil memegang perutnya, ia terus mundur karena Dino dan Farel terus mendekatinya. Ratu berharap ada seseorang yang menolongnya disini, ia juga tak ingin terjadi sesuatu pada kandungannya.
"Hei tidak usah menjauh gitu baby, kita akan bermain lembut kok," ujar Farel tersenyum miring.
"Please jangan." Ratu ketakutan hingga terisak, badannya kini sudah mentok di tembok.
"Salah sendiri berani mengambil Jean dari Elsa Wijaya!" Elsa menyeringai puas seperti orang kesetanan saat melihat wajah Ratu yang sangat ketakutan itu. Franda pun ikut senang melihatnya.
"Makanya jangan berani macam-macam dengan Elsa," ejek Franda.
"Tolong!" teriak Ratu.
"Teriak saja sampai kamu mati, tidak akan ada orang yang akan menolong kamu!" Elsa tersenyum puas karena gudang ini sangat jarang orang mengunjunginya.
Dino dan Farel sudah duduk di hadapan Ratu, karena tubuh Ratu meluruh ke lantai.
SREKKK!
Dino merobek baju yang Ratu kenakan, hingga bra berwarna hitam terlihat. Dino dan Farel sampai susah menelan air liurnya melihat dua gundukan gunung yang cukup besar milik Ratu.
"Sial! Tubuhnya sangat seksi!" Ratu langsung menutup dadanya, namun Farel segera menarik tangan Ratu.
"Hiks, jangan!" Ratu mulai terisak.
__ADS_1
BRAKKK!
...----------------...