
Selesai dari Mall membeli beberapa perlengkapan bayi, dress serta makan siang, Ratu mengajak Jean pergi ke supermarket untuk membeli susu khusus ibu hamil serta stok bahan makanan yang sudah habis di dapur. Oh ya, setelah 1 bulan bekerja, Jean membeli sebuah rumah mewah dan kini ia dan Ratu menempati rumah tersebut. Walau harus melewati drama mommy Zia yang tak ingin jauh dari menantu kesayangannya.
"Sini aku dorong trolinya," ucap Jean. Ratu pun memberikan troli tersebut ke suaminya.
"Jean, tolong ambilkan susunya dong," pinta Ratu menyuruh Jean untuk mengambil susu khusus ibu hamil yang terletak di rak lemari paling atas dan Ratu susah untuk menggapainya.
"Dasar pendek!" cibir Jean.
Ratu mendengus, "Awas saja, aku tidak akan beri kamu jatah selama sebulan!" ancam Ratu membuat Jean langsung ketar-ketir mendengar ancaman istrinya, satu minggu saja tidak menyentuh Ratu rasanya begitu frustrasi, bagaimana kalau sebulan?
"Eh iya maaf sayang, tadi aku hanya bercanda," ucap Jean memelas. Ratu ingin meledakkan tawanya saat melihat raut wajah Jean, tapi ia harus menahannya dan pura-pura seperti orang yang terlihat marah.
"Dorong trolinya!" perintah Ratu ketus, tapi di dalam hatinya ia terkikik geli. Jean hanya mengangguk mengikuti kemanapun istrinya melangkah.
Dirasa keperluan dapurnya cukup, Ratu dan Jean berjalan menuju kasir untuk membayar belanjaan mereka.
Pegawai kasir mulai menghitung belanjaan mereka, pegawai itu terus melirik kearah Jean yang memasang wajah tanpa ekspresi. Ratu mengetahui kalau suaminya sedang dilirik pegawai itupun sangat tak suka.
"Gatal banget sih jadi orang! Rasanya pengen banget garuk matanya!" batin Ratu sinis.
"Aduh kok badan aku gatal-gatal ya sayang," sindir Ratu menatap tajam pegawai itu.
"Gatal? Mau beli obat, sayang?" tanya Jean khawatir.
"Iya obatnya harus obat haus kasih sayang," sinis Ratu masih menatap pegawai itu.
Merasa disindir pegawai itu menunduk dan cepat-cepat menyelesaikan menghitung belanjaan Ratu .
"Semuanya dua juta tiga ratus empat puluh tiga rupiah," ucap Pegawai itu mengatakan harga belanjaan mereka.
Jean mengeluarkan black card miliknya lalu memberikannya kepada kasir. Pegawai kasir itu salah tingkah ketika ditatap Jean. Hati Ratu mulai panas, meskipun Jean tak membalas senyuman untuk si gatal itu tapi tetap saja Ratu tak suka.
Pegawai itu buta atau gimana, masa pria yang jelas-jelas datang belanja bersama istrinya, apalagi istrinya sedang hamil besar, begitu terang-terangan menatap suami orang di depan istrinya! Dasar tidak sopan! Ratu terus saja menggerutu di dalam hatinya.
__ADS_1
Semenjak kejadian di supermarket tadi Ratu menjadi pendiam, ia tak membuka suara sama sekali setelah ia dan Jean berada di dalam mobil. Jean sampai bingung biasanya istrinya ini tak bisa diam.
"Kenapa?" tanya Jean fokusnya menyetir menatap ke depan tak menatap Ratu.
Ratu tak menjawab hatinya masih panas dan dongkol dengan kejadian tadi.
"Ratu, jawab!" desak Jean namun masih belum mendapat respon dari Ratu.
"Ratu Reyfa Alexander!!" teriak Jean marah ketika Ratu mengacuhkan, ia paling tidak sika diacuhkan.
Ratu tersentak mendapat teriakan itu dan kaget ketika Jean memanggil namanya dengan embel-embel Alexander di belakang namanya.
"Tidak apa-apa," jawab Ratu singkat.
Mereka sampai di rumah dengan aura menyeramkan, jawaban Ratu tadi adalah percakapan terakhir keduanya setelah kembali hening. Mereka meletakan barang belanjaan ke dapur, Ratu hendak beranjak menuju kamar namun lengannya ditarik oleh Jean kasar.
"Aawsshh Jean sakitttt... lepas!" ringis Ratu.
Jean melepaskan cengkraman tangannya karna mendengar ringisan wanita itu "Kenapa?"
"Kenapa dari tadi kamu cuekin aku?" tanya Jean datar.
"Tidak tuh!" singkat Ratu.
"Jangan buat aku marah Ratu," geram Jean menatap tajam Ratu.
"Tadi di supermarket kamu diliatin terus sama pegawainya, aku tidak suka, Jean!" jujur Ratu tak mau Jean sampai memarahinya.
"Terus salah aku dimana?" Jean bingung ia saja tak tau kalau ia dilirik pegawai tadi.
"Ish kamu itu terlalu tampan! Aku tidak suka wajah tampan kamu dilihat orang banyak seperti tadi!" teriak Ratu meluapkan kemarahannya. Efek hormon kehamilannya yang membuat Ratu semakin sensitif.
Senyum Jean mengembang ketika Ratu memujinya, "Tidak usah teriak-teriak seperti itu. Memangnya kamu tidak suka melihat suamimu ini tampan?" tanya Jean.
__ADS_1
"Tidak! Soalnya nanti kamu diliatin terus. Kamu harus operasi plastik mirip gembel, aku tidak mau tau!" ucap Ratu bahkan ia sampai mengatakan seperti itu.
"Operasi plastik itu dosa kalau kamu lupa, sayang." Permintaan Ratu langsung ditolak Jean, gila saja ya kali dirinya harus operasi plastik sedangkan wajahnya sangat di idam-idamkan oleh semua pria di dunia ini.
Ratu nampak berfikir "Aaaaaa tidak mau tau, pokoknya kamu harus jelek, suami aku tidak boleh dilirik perempuan gatal!" rengek Ratu menghentakkan kakinya seperti anak kecil membuat Jean sedikit ngilu melihat perut istrinya yang bergerak naik-turun akibat tingkah laku sang empu.
Jean mencubit gemas pipi istrinya itu "Tapi aku kan tidak ngelirik mereka, sayang," gemas Jean.
Bibir Ratu melengkung kebawah "Bener?"
"Iya sayang, ngapain aku harus lirik yang lain, sedangkan istri aku saja sangat cantik seperti ini," ucap Jean meyakinkan Ratu. Rasa kesal Ratu seketika lenyap begitu saja.
"Jangan khianati aku," ucap Ratu lirih, matanya sampai berkaca-kaca.
Jean menggeleng sambil menangkup kedua pipi Ratu, "Aku adalah pria terbodoh, jika sampai mengkhianati kamu," ucapnya serius, mata mereka saling bertatapan penuh dengan cinta.
Jean segara menempelkan bibir mereka. Ia memasukan lidahnya mengabsen dalam mulut, menghis*p lidah yang begitu manis menurutnya, sampai terdengar bunyi decakan bibir keduanya. Ratu membalas luma.tan Jean namun tak sejago Jean ia hanya mengikuti luma.tan yang diberikan suaminya.
Ratu memukul dada Jean karena ia kehabisan oksigen, sebenarnya Jean belum puas namun ia harus melepaskan pagutannya Jean menyatukan dahi keduanya, dengan nafas yang memburu ia menatap mata hitam milik Ratu yang saat itu juga sedang menatapnya sedikit mengecup hidung mancung milik Ratu perlakuan Jean itu membuat perut Ratu seperti mengeluarkan ribuan kupu-kupu.
"Jangan ragukan cintaku sayang," ucap Jean.
Ratu tersenyum dan menganggukkan kepalanya, "Aku percaya padamu."
Tanpa aba-aba Jean mengangkat tubuh Ratu ala bridal seketika Ratu refleks mengalungkan tangannya ke leher Jean. Lalu Jean menggendong Ratu menuju kamar dan menaruhnya dengan pelan ke ranjang.
"Mau ngapain?" tanya Ratu sedikit was-was, apalagi saat melihat ada kabut gairah di mata Jean.
"Tidak ada sayang, kita hanya akan tidur siang." Jean merebahkan tubuhnya di samping Ratu.
"Jangan bilang kamu berpikiran kalau kita akan melakukan hubungan itu?" goda Jean membuat wajah Ratu langsung memerah.
"Hah, tidak kok," ucap Ratu gugup. Jean terkekeh, tangannya menarik pinggang Ratu untuk lebih dekat dengannya.
__ADS_1
"Lebih baik sekarang kita tidur siang," ucap Jean dan di angguki oleh Ratu.
...----------------...