
Pukul 5 subuh dini hari Ratu mulai merasakan keram di area perutnya. Sampai rasanya tidak bisa dikatakan lagi karena saking sakitnya. Dengan sigap dan cekatan Jean langsung membawa Ratu ke rumah sakit. Sebelum itu, lelaki itu sudah menghubungi kedua orang tuanya dan keluarga Ratu.
Sampai di rumah sakit, Ratu sudah ditangani oleh Dokter spesialis kandungan. Ratu sudah direbahkan di brankar. Dokter bilang Ratu masih dalam fase keram dan tinggal menunggu saatnya pembukaan. Ratu tak kuasa menahan sakit, perutnya seperti diaduk-aduk dan rasanya seperti ada yang melilit.
Jean pun mengelus-elus perut istrinya agar mengurangkan rasa sakit, badan Ratu sudah dipenuhi oleh keringat, napasnya pun terengah-engah.
"Dikasih minum dulu Tuan, agar istrinya tidak gugup," ujar sang suster sembari menyodorkan air minum.
"Ayo minum dulu sayang," Jean mengangkat sedikit leher istrinya agar memudahkan untuk minum.
"S-sakit..." lirih Ratu sampai menitikkan air matanya. Wajahnya pun sampai memerah dengan menimbulkan urat yang menonjol di kulit kepalanya.
Tangan besar Jean masih setia mengelus perut serta punggung Ratu. Posisi Ratu sekarang menjadi miring agar memudahkan Jean untuk mengelus.
"Rileks... Tarik napas terus buang, ulangi terus." Melihat Ratu yang kesakitan, sebagai suami dan sebentar lagi menjadi sosok Daddy, Jean tentu ikutan gugup dan sedih melihat. Ratu yang kesakitan. Andai saja ia bisa menggantikan Ratu untuk melahirkan sudah dilakukan semenjak tadi.
Dokter datang untuk memeriksa. Kemudian berucap, "Sudah pembukaan pertama. Saya akan memindahkan Ibu ke ruang bersalin."
Dua suster datang untuk mendorong brankar yang ditempati Ratu. Dan membawa Ratu ke ruang bersalin. Jean pun turut ikut serta dalam proses Ratu melahirkan, walau hanya melihat saja dan mendoakan.
Pembukaan pertama adalah kondisi di mana mulut rahim mengalami pembukaan sebesar 1 cm. Tahap ini adalah tahap pertama yang dilewati perempuan yang akan melahirkan. Biasanya pembukaan satu ini berlangsung beberapa hari, tanpa kontraksi. Meski begitu, pada sebagian perempuan, kontraksi ini bisa berlangsung 2-6 jam.
Selepas dipindahkan ke ruang bersalin. Jean berdiri sembari mengelus rambut istrinya. Tak lupa bibir lelaki itu terus melantunkan doa untuk kelancaran proses istrinya melahirkan.
Sekitar beberapa jam dokter kembali memeriksa pembukaan. Dan pembukaan menunjukkan pada pembukaan 2. Pembukaan dua pada persalinan berarti mulut rahim sudah membuka 2 cm. Hal ini masih memasuki tahap awal dari persalinan yang dapat terjadi dalam waktu berjam-jam. Wanita hamil yang mengalami momen ini akan merasakan kontraksi yang lebih sering disertai perut mulas dan kram.
Pembukaan persalinan tiga menjelaskan jika mulut rahim sudah membuka sebesar 3 cm. Kontraksi semakin intens dengan hanya berselang setengah jam. Janin sudah mulai aktif berusaha menuju mulut rahim agar kelahiran dapat lancar.
__ADS_1
Pada pembukaan empat persalinan ini, ibu hamil akan merasakan jika mulut rahimnya semakin terbuka, yaitu sekitar 4 cm. Momen ini dapat menyebabkan ibu hamil mengalami pecah ketuban dan posisi janin semakin mendekati jalan lahir menuju mulut rahim.
Pada pembukaan kelima. Durasi kontraksi semakin lama bisa 1-5 menit, adapun rentangnya tetap mulai setengah hingga satu jam. Kepala janin berada dalam posisi yang melintang di salah satu pinggul Mama, kemudian kepala janin berangsur menuju ke rongga panggul.
Pembukaan terus terjadi sampai tiba ke pembukaan terakhir. Tenaga Ratu rasanya sudah habis ketika tadi terus saja kontraksi dibeberapa pembukaan.
Pembukaan ke sepuluh, artinya rahim telah terbuka sebesar 10 cm. Ciri-ciri yang terjadi saat pembukaan 10 : Kontraksi kuat, cepat, dan lama. Kepala janin sudah masuk rongga panggul dan mulai terlihat.
"Pembukaan sudah selesai. Mari ikuti instruksi saya, ketika saya bilang tarik napas Ibu langsung tarik napas, dan ketika saya bilang hembuskan napas Ibu langsung lakukan. Lalu ketika saya bilang mengejan sekuat-kuatnya langsung Ibu lakukan juga. Paham ya?"
"Tarik napas... buang. Oke mengejan kepala bayi sudah terlihat," ujar sang dokter.
Ratu terus melakukan apa yang dokter katakan. Rasa sakit itu lebih bertambah sakit daripada awalnya. Milik Ratu seperti disobek dengan kuat namun setelahnya Ratu berucap syukur ketika mendengar tangisan bayinya. Rasa sakit tadi seperti hilang kala bayinya sudah keluar dengan selamat.
Perjuangannya tidak sia-sia. Ratu maupun Jean menangis penuh haru. Menatap bayi merah yang beberapa menit sudah keluar.
Ratu sudah dipindahkan ke ruang inap VIP, Wanita itu tertidur kembali karena masih merasa lelah. Jean memaklumi, karena memang kenyataannya seperti itu.
Bayinya juga tengah tertidur di samping sang Mommy. Setelah 2 jam kemudian, selesai menyusui, bayi itu kembali terlelap. Jean menatap sang anak dengan mata berbinar. Tak menyangka akhirnya ia mempunyai anak juga.
Jean memajukan tubuhnya untuk mengecup kening sang anak. "Jadi anak yang baik ya sayang. Daddy akan selalu bimbing kamu."
Hari sudah malam. Kedua pihak keluarga mendatangi ruang inap Ratu. Wajah berseri-seri dari mommy Zia dan mama Hani terlihat jelas kala melihat cucunya sudah lahir. Pun begitu sama dengan daddy Marvin dan papa Arkana, mereka sama-sama senang dan bersyukur cucunya sudah lahir.
Bayinya tengah digendong oleh Neneknya, mommy Zia. Mama Hani, papa Arkana dan daddy Marvin tengah duduk di sofa. Sedangkan Rivaldo, istri dan anaknya tengah perjalanan ke rumah sakit.
Kini, di ruangan itu memperlihatkan bagaimana kebahagiaan orang tuanya setelah mendapati seorang cucu. Jean dan Ratu turut bahagia melihatnya.
__ADS_1
Cup!
"Terima kasih untuk perjuangan kamu sayang," ucap Jean sambil mencium kening sang istri.
"Iya sama-sama. Ini semua perjuangan kamu juga. Terima kasih sudah mau aku repot kan diawal kehamilan, aku yang marah-marah, mau ini-itulah, kamu selalu sabar hadapi aku yang kayak gitu. Terima kasih ya sudah sabar ..."
Jean tersenyum, "Itu sudah kewajiban aku memperlakukan kamu dengan layak, apalagi kamu tengah mengandung. Aku sangat bersyukur di umurku yang masih muda ini sudah menjadi seorang ayah. Semoga anak kita menjadi anak yang sholeh-sholehah, baik, menurut ke kedua orang tuanya, kakek neneknya, pokoknya doa terbaik untuk anak kita menjadi yang utama," ucap Jean dengan tulus.
Ratu tersenyum, mengecup pipi suaminya. "Terima kasih, my husband."
Ratu beserta bayinya sudan berada di rumah dua hari yang lalu. Masih banyak kerabat yang menjenguk Ratu di rumah, bahkan sampai ada yang menginap.
Siang hari ini, Vina, Abimana dan Putra menyempatkan waktu untuk melihat anak dari Jean dan Ratu sambil membawa banyak hadiah dan mereka juga turut mendoakan untuk anak Jean supaya jadi anak yang baik dan sholeh.
"Masya Allah kamu tampan sekali nak," ucap Vina heboh saat melihat wajah anak dari Ratu dan Jean.
Ratu tersenyum, "Iya Alhamdulillah Vin, tapi kebanyakan mirip ke Daddy-nya," ucapnya. Ratu merasa iri karena sang buah hati lebih banyak ikut gen dari Jean. Hidung, bibir, bahkan mata sang anak mirip dengan Jean, hanya saja rambut sang anak berwarna hitam dan itu mengikuti warna rambut Ratu, sedangkan Jean memiliki rambut berwarna cokelat.
"Iya benar, mungkin hanya rambutnya saja yang ikut kamu," balas Vina terkekeh.
Ratu mengangguk, "Tidak adil bukan?"
"Adil dong sayang, dia kan anak aku, jadi wajar lah ikutin gen Daddy-nya," sahut Jean. membuat Ratu berdecak sebal.
"Oh ya, nama anak kalian siapa?" tanya Abimana.
"RAVINDRA ALEXANDER."
__ADS_1
...----------------...