
Saat sudah berada di luar restoran, Jean langsung mendorong Ratu masuk ke dalam mobil tanpa mengatakan apa-apa. Setelah itu Jean pun ikut masuk ke dalam mobil dan mengendarai mobilnya meninggalkan restoran tersebut.
Ketika sudah berada jauh dari restoran, Jean menancap gas mobilnya dengan lebih cepat membuat Ratu semakin takut apalagi Jean hanya diam saja dengan ekspresi wajah dinginnya.
"Jean, please tenang. Kalau kamu begini nanti kita bisa kecelakaan."
Jean seakan menulikan pendengarannya, ia tidak menanggapi ucapan Ratu dan malah menambah laju mobilnya.
Hanya beberapa menit mereka pun sama di mansion Jean yang ada disini. Jean menghentikan mobilnya tepat di depan mansion nya, lalu ia turun dari mobil dan berjalan cepat ke arah pintu mobil Ratu dengan raut wajah yang masih terlihat masih marah.
Jean membuka pintu mobil Ratu dan langsung menarik tangan Ratu dengan kasar masuk ke dalam mansion nya tanpa peduli dengan beberapa pelayan dan bodyguard yang menyambutnya.
Jean berjalan cepat sambil menarik tangan Ratu menaiki tangga menuju ke kamarnya.
Ketika sudah sampai di kamar, Jean membawa Ratu ke dalam kamar mandi. Ia langsung mengangkat tubuh Ratu dan menurunkannya ke bathub. Jean melipat lengan kemejanya secara bergantian sambil melihat istrinya yang kini tengah berdiri di bathtub itu.
"Apa yang akan kamu lakukan sekarang Jean?" tanya Ratu ketakutan.
Lagi-lagi Jean tidak menanggapi ucapan istrinya itu, ia hanya mengeluarkan wajah dinginnya. Tangan kirinya terulur meraih selang shower yang ada di dekatnya dan tangan kanannya menekan bahu Ratu ke bawah sampai istrinya itu terduduk di bathtub.
Ketika Ratu sudah duduk di dalam bak mandi, Jean langsung menyiram seluruh tubuh istrinya menggunakan selang shower tersebut.
"Jean, kamu sudah gila ya!" teriak Ratu sambil menyeka seluruh air yang mengalir di wajahnya.
Jean masih tidak menanggapi ucapan istrinya, ia masih terus menyiram tubuh Ratu menggunakan shower sampai sekujur tubuh sang istri basah sambil menggosok lengan sampai ke kaki sang istri.
"Please aku mohon berhenti, Jean," ujar Ratu memohon sambil terus menyeka air yang terus mengalir ke wajahnya.
"Diam! Aku sedang membersihkan bau pria itu dari tubuhmu!" sentak Jean.
Saat Jean melihat tubuh Ratu yang sudah menggigil, seketika ia menghentikan aksinya itu lalu melempar selang shower itu dan keluar dari kamar mandi.
Setelah keluar, Jean melempar semua barang-barang yang ia lihat di dalam kamarnya.
"Aarrgghh brengsek!" teriak Jean frustasi dan terus melempar barang-barangnya.
Ratu yang mendengar kegaduhan dan teriakan suaminya itu langsung keluar dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
Ratu sangat syok saat melihat barang-barang yang ada di kamar itu habis berantakan. Banyak pecahan kaca yang berserakan di lantai, ia sampai menutup mulut dengan kedua tangannya dengan wajah terkejut ketika melihat Jean mengamuk di depannya.
"Aku mohon tenang, Jean. Tolong jangan marah seperti ini," bujuk Ratu.
Jean menengok ke belakang melihat Ratu dengan wajah marahnya.
"Kamu pikir aku bisa tenang, saat melihatmu dengan pria lain di depan mataku. Bahkan kamu sedang di lamar olehnya. Wah Ratu, kamu sungguh hebat!"
"Aku benar-benar tidak tau jika kita masih suami istri, Jean."
"Kamu benar-benar jahat, Ratu!"
“Kenapa kamu tidak mengatakan padaku jika kita masih suami istri?”
“Apa kamu lupa saat kita di toilet restoran waktu itu, aku pernah mengatakannya kalau dirimu itu masih istriku, tapi kamu malah tidak percaya dengan perkataanku. Di matamu aku hanyalah pria kasar, tak setia dan pria ambisius yang selalu memaksakan apapun kemauanku.”
“Jangan katakan seperti itu, Jean.”
“Diam! Aku belum selesai bicara!” sentak Jean dengan tegas.
Ratu langsung terdiam sentakan Jean. Kemudian Jean menunjukkan cincin kawin polos yang ada di jari manis tangan kanannya.
“Dan ah… Seharusnya aku marah padamu, bagaimana bisa kamu menipuku selama lebih dari hampir 4 tahun ini, kamu sudah memanipulasi tentang keguguran mu. Kamu telah memisahkan ku dengan anak-anakku. Kamu memang wanita yang sangat kejam, Ratu!”
DEG!
Jantung Ratu mulai berdegup kencang mendengar perkataan Jean, terbongkar lah rahasia yang ia sembunyikan selama hampir 4 tahun ini.
“Kamu tau, saat Dokter Hanum mengatakan jika kamu keguguran, duniaku seperti goyah di tambah kamu yang menginginkan untuk kita berpisah dan kamu pergi kabur begitu saja entah kemana. Itu membuat duniaku hancur seketika. Setelah kepergianmu dan Ravin kehidupan aku langsung berubah, mungkin orang yang melihat keadaanku waktu itu akan beranggapan aku seperti mayat hidup. Hampir setiap hari Mommy menangis karena melihat aku seperti orang gila, bahkan aku harus konsultasi kejiwaanku pada psikolog selama 2 tahun lamanya dan beruntungnya aku tidak gila beneran.” Jika mengingat itu hati Jean kembali sakit.
Ratu semakin menangis histeris, ia terkejut dengan perkataan Jean tadi. Sungguh ia tidak tau dampak dari perbuatannya selama hampir 4 tahun itu membuat Jean menjadi menderita gangguan pada jiwanya. Ratu menjadi semakin merasa bersalah dengan Jean.
“Mungkin itu adalah hukuman yang diberikan Tuhan karena kelakukan ku di masa lalu. Tuhan memberikan karmanya padaku sampai dia membuatku menderita karena cinta. Tuhan membuat istriku sendiri pergi meninggalkanku.”
Seketika tangis Jean pecah saat setelah mengeluarkan amarahnya yang selama ini ia pendam, ia langsung bersandar di dinding tembok lalu merosot ke lantai. Disana ia duduk sambil menundukkan kepalanya.
Pria pemarah, kasar dan dingin itu akhirnya tumbang hanya karena tidak tahan dengan perlakuan wanita yang sangat cintai itu kepada dirinya selama ini. Hatinya begitu sakit sampai air matanya pun tak bisa ia tahan.
__ADS_1
Ratu yang melihat itu langsung menghampiri Jean, ia berjongkok didepan suaminya, kedua tangannya terulur memegang kepala Jean. Ratu mengangkat kepala Jean sehingga wajah mereka berhadapan. Ia melihat wajah suaminya sudah di penuhi air mata, Ratu pun kembali menangis melihat Jean seperti itu.
“Maaf, maaf, maafkan aku, Jean. Aku tidak tau perbuatan aku ini akan membuatmu seperti itu. Sungguh aku minta maaf hiks… maaf,” lirih Ratu sambil terisak. Kata maaf yang terus terlontar dari bibir Ratu dengan air mata yang turun dengan derasnya.
“Apa kata maaf itu berarti sekarang? Kenyataannya kamu sudah tidak mencintaiku lagi.”
“Tidak Jean,” bantah Ratu menggelengkan kepalanya.
“Kamu salah, sampai sekarang aku masih mencintaimu,” sambung Ratu dengan nada bergetar.
“Lalu kenapa kamu pergi begitu saja tanpa memberikanku kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita. Kenapa hah?!” bentak Jean.
“Aku minta maaf. Aku terlalu dibutakan oleh amarah dan kecewa waktu itu, tanpa berpikir apa imbas dari perbuatan aku waktu itu bahkan harus memalsukan keguguran ku. Maaf Jean maaf," ucap Ratu lirih sambil menunduk dan menangis sesenggukan, bahkan tangannya yang berada di pipi Jean langsung luruh ke bawah.
Jean memejamkan matanya sejenak, mungkin ia harus memaafkan Ratu dan mulai melupakan kejadian di masa lalu, itu juga karena kesalahannya.
Jean kembali membuka matanya, lalu mengulurkan tangannya untuk mengangkat kedua pipi Ratu agar menatapnya. "Apa benar kamu masih mencintaiku? Atau kamu mengatakan itu hanya karena kasihan denganku?"
Ratu menggeleng cepat. "Tidak Jean, sungguh aku masih mencintaimu. Selama bertahun-tahun hanya kamu yang aku cintai bukan orang lain."
Jean langsung membawa Ratu ke dalam dekapannya, pelukan hangat ini yang sangat mereka rindukan.
"Kamu sungguh-sungguh masih mencintaiku kan?" tanya Jean untuk meyakinkan dirinya.
"Iya aku sungguh Jean," balas Ratu yang masih menangis. Jean semakin erat memeluk istrinya sambil meletakkan wajahnya di bahu Ratu.
Setelah cukup lama berpelukan, Jean pun melepas pelukannya dan memegang kedua bahu Ratu.
"Apa kamu tidak akan pergi meninggalkanku lagi?"
"Tidak akan, aku janji," jawab Ratu tersenyum.
"Kalau kamu marah padaku atau ada sesuatu yang tidak kamu sukai dariku. Katakan saja langsung padaku, mengerti?"
"Iya aku mengerti."
Jean kembali memeluk Ratu. Mereka pun saling berpelukan untuk melepaskan kerinduan yang selama ini terpendam. Tangan Jean mengelus rambut Ratu dengan lembut dan terus menghujani kepala Ratu dengan ciumannya.
__ADS_1
...----------------...