
Di Hotel, Ratu sedang bersiap untuk ke kantor Jean bersama kedua putranya.Ravindra dan Kendrick sudah terlihat sangat tampan hari ini, mereka juga sangat ceria saat Ratu mengatakan jika mereka akan bertemu dengan sang Daddy.
"Uhhh anak Mommy tampan-tampan sekali," ucap Ratu gemas menciumi pipi kedua putranya.
"Mom, ayo kita ke Daddy!" ajak Kendrick.
"Iya sayang." Ratu mengambil tas jinjing nya lalu keluar dari kamar hotel.
Jam 10 Ratu telah tiba di Kantor Alexander's Group. ia menarik nafas menghilangkan inconvenience pada dirinya.
Ratu keluar dari mobil mengandeng Ravindra dan Kendrick memasuki gedung tersebut .
Sampai di depan resepsionis ia berhenti ternyata resepsionis nya masih sama dan pikir Ratu.
Zakia namanya, ia begitu terkejut melihat istri bosnya itu yang selama hampir 4 tahun ini tak pernah nampak dan kesini membawa dua orang anak. Zakia mengenal Ravindra tapi tidak dengan Kendrick. Mungkin nyonya Ratu tak pernah nampak karena hamil dan dilarang tuan Jean bepergian pikirnya.
Karyawan lama tak ada yang tau jika Ratu pergi dari rumah. Mereka kira Ratu tak pernah kesini karena sibuk. Sedangkan karyawan baru tak mengetahui siapa Ratu .
"Nyonya Ratu, apa kabar?"tanya Zakia.
"Baik, apa tuan Jean ada di ruangannya?" tanya balik Ratu.
"Tuan Jean sedang rapat, Nyonya. Mungkin 1 jam lagi baru selesai," jawab Zakia.
"Oh begitu. Apa saya boleh tunggu di ruangannya?" tanya Ratu lagi.
"Silahkan, Nyonya. Apa perlu saya antar?" tawar Zakia.
"Tidak perlu repot-repot, saya kesana sendiri saja. Lanjut kan saja pekerjaan mu," ucap Ratu tersenyum ramah pada Zakia.
Ratu berjalan menuju lift khusus CEO. Sedangkan 2 teman Zakia langsung melontarkan berbagai pertanyaan pada Zakia tentang Ratu karena mereka baru di perusahaan itu.
"Kia, siapa mbak cantik tadi itu?" tanya Cici penasaran.
"Itu nyonya Ratu, istrinya pak bos," jawab Zakia santai.
"Apa?" pekik Cici dan Dara.
"Iya, dia istri bos. Sudah hampir 4 tahun belakangan ini beliau tidak pernah kesini, mungkin karena sibuk kerja atau hamil, jadi tak di perbolehkan bepergian oleh bos. Bos itu sangat posesif dan over protektif pada nyonya Ratu," jelas Zakia yang memang dia dari awal sangat mengidolakan Ratu yang baik dan ramah.
__ADS_1
"Benarkah? Ini luar biasa. Walaupun nyonya Ratu sudah memiliki dua anak, tapi beliau masih sangat cantik dan seksi serasi sekali dengan pak bos Jean," ucap Dara.
"Iya kamu benar, dan apakah kamu tak lihat tadi kedua putranya sungguh tampan. Sangat mirip dengan tuan Jean, bagai pinang di belah dua. Uuhhh gemasnya!" ucap Zakia gemas melihat Ravindra dan Kendrick tadi.
Mereka tak sadar dari tadi ada seseorang yang mendengar pembicaraan mereka. Orang itu mengepalkan tangannya penuh amarah.
Ratu sampai dilantai ruangan Jean, jantung nya berdetak kencang. ia menarik nafas menetralkan jantungnya. Dilihatnya meja sekertaris kosong. Mungkin di ruang rapat pikirnya.
CEKLEK!
Ratu melangkahkan kakinya masuk ruangan. Lalu menutup pintu itu. ia berjalan perlahan masih tetap berdiri dengan Ravindra dan Kendrick yang sudah duluan duduk di sofa. Ratu menatap setiap inci ruangan suami nya itu banyak yang berubah. Ruangan ini terasa sangat hampa.
"Apa dia begitu menderita?" gumam Ratu menyeka air matanya.
Tanpa ia sadari seseorang masuk kedalam ruangan itu.
"Sayang!" ucap Jean. Ratu dan kedua putra mereka langsung melihat ke arah Jean.
"Jean!"
"Daddy!" Ravindra dan Kendrick langsung berlari menghampiri Jean. Jean segera menggendong kedua putra tampannya itu dan membawanya ke sofa. Diikuti Ratu yang duduk di samping Jean.
"Kalian kapan sampai disini? Kok tidak kasih tau Daddy sih?" tanya Jean.
"Nakal ya kamu!" ucap Jean.
"Maafkan kami Daddy," imbuh Ratu dengan senyum menggoda.
Jean kembali mendekatkan wajahnya ke telinga Ratu, lalu berbisik. "Awas saja nanti malam."
Tubuh Ratu langsung menegang saat mendengar bisikan Jean. Jantungnya berdegup kencang, sudah 3 tahun lebih ini ia dan Jean tidak pernah melakukan hubungan intim. Hal itu yang membuat Ratu menjadi sedikit nervous.
"Kenapa diam? Ada sesuatu yang menganggu pikiranmu?" tanya Jean.
Ratu menggeleng cepat, "Tidak ada, Jean. Oh ya, tadi kamu sudah sarapan?" tanyanya mengalihkan topik pembicaraan.
"Sudah. Tadi aku sarapan disini, tidak sempat sarapan di rumah karena buru-buru," jawab Jean.
Saat mereka sedang asyik melepas rindu pintu ruangan Jean diketuk oleh seseorang.
__ADS_1
"Masuk!" Jean tersenyum bahagia, ia tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya itu.
Laura masuk keruangan Jean karena waktu nya makan siang mereka akan ke restoran x ada pertemuan dengan perusahaan Smith Company. Padahal Jean sudah membatalkannya, tapi Victory terus memaksanya. Laura merupakan sekretaris Jean yang bekerja sejak Ravindra masih di dalam kandungan Ratu.
Laura sangat terkejut disuguhkan pemandangan yang indah di depannya itu. Sepi wanita yang selama ini dicari bos itu saat ini ada disini bersama bos nya.
Tapi tunggu siapa anak selain Ravindra yang di gendong Jean pikir Laura.
"Nyonya Ratu! Apa kabar?" ucap Laura.
"Saya baik, Laura," jawab Ratu.
"Syukurlah. Halo Ravindra. Masih ingat dengan Tante?" tanya Laura.
"Hai Tante Laura, Ravin masih ingat dengan Tante," jawab Ravindra. Daya ingat bocah tampan itu memang cukup kuat.
"Ah senangnya masih diingat!" girang Laura. Ia menatap ke arah anak laki-laki satunya lagi. "Dan ini..."
"Kenalkan dia anak kedua saya dan Ratu, namanya Kendrick Alexander." Jean memperkenalkan putra keduanya pada Laura.
"Astaga tampan sekali. Hai Kendrick kenalkan nama Tante, Laura," ucap Laura antusias.
"Aku Kendrick, Tante."
"Anak-anak tuan Jean ganteng-ganteng banget. Tapi semoga saja mereka berdua tidak mengikuti sifat tuan Jean yang galak, ups!" Laura langsung menutup mulutnya setelah tak sengaja mengatakan hal itu. Bibir ceplas-ceplos nya memang tidak bisa di kontrol.
"Diam kau! Sudah sana kau pergi, dan pesankan makan siang untuk kami!" perintah Jean dengan nada kesal.
"Tapi undangan makan siangnya dengan--"
"Batalkan!" cetus Jean memotong ucapan Laura.
"Baik pak bos."
Jean pun kembali berbincang-bincang dengan Ratu dan kedua putranya setelah Laura keluar. Tak terasa mereka berbincang hingga jam sudah menunjukkan waktu untuk makan siang.
"Sayang, kemana ya Laura? Kenapa makanannya belum datang?" tanya Ratu.
"Entah lah. Bagaimana kalau kita pulang aja? Aku sangat rindu denganmu, ayo kita menghabiskan waktu dirumah. Mbok Inah dan Elin juga sangat merindukan mu dan Ravindra. Mereka pasti akan sangat senang lagi saat melihat Kendrick," ucap Jean.
__ADS_1
"Baiklah ayo." Mereka berjalan keluar ruangan. Ratu menggandeng lengan Ravindra dan Jean menggendong Kendrick. Banyak pasang mata yang melihat kearah mereka dengan tatapan kagum. Benar benar keluarga bahagia pikir orang yang melihat.
...----------------...