Tragedi Satu Malam Dengan Sahabat

Tragedi Satu Malam Dengan Sahabat
Episode 57


__ADS_3

Sampai di rumah Jean turun dan bergegas membuka kan pintu mobil untuk Ratu.


Ratu tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Tak lupa ia juga membuka pintu mobil belakang, Jean tersenyum melihat putra sulungnya itu tertidur sama halnya juga dengan putra keduanya. Mereka berdua sama-sama tertidur selama diperjalanan tadi.


Jean menggendong Ravindra, sementara itu Ratu menggendong Kendrick. Mereka berjalan beriringan masuk kedalam rumah dan di sambut oleh mbok Inah dan Ayu. Sedangkan Aira sudah lama mengundurkan diri menjadi asisten rumah tangga Jean, dikarenakan suaminya tidak mengizinkan untuk bekerja lagi.


Betapa bahagianya mereka berdua melihat Ratu telah kembali, karena mereka tau bagaimana keadaan tuan nya saat di tinggal pergi oleh istrinya. Tapi mereka berdua juga tidak menyalahkan Ratu karena mereka juga tau bagaimana menderitanya Ratu saat kesalahpahaman menerpa rumah tangga kedua majikannya itu.


"Selamat datang Tuan dan Nyonya. Eh tuan muda Ravindra sudah tertidur," ucap mbok Inah.


"Tuan muda Ravindra sudah besar dan semakin tampan ya, Bu?" Sahut Ayu menatap Ravindra.


"Iya kamu benar sekali, nak. Dan ini ..." Mbok Inah tak bisa berkata apapun matanya sudah berkaca-kaca melihat balita tampan yang sedang terlelap itu mirip sekali dengan tuan nya. Apa majikannya itu memiliki 3 kembaran?


"Kendrick, mbok. Kendrick Alexander anak kedua kami. Kami tau kalian berdua pasti bingung dengan adanya Kendrick, kalau kami jelaskan akan panjang ceritanya," jelas Jean.


"Kami mengerti, Tuan. Syukur Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah, Nyonya dan anak-anak sudah kembali. Tuan dan nyonya besar pasti akan sangat bahagia mendengar kabar ini," ucap mbok Inah.


"Iya mbok benar, kami akan buat kejutan untuk Mommy Daddy nanti. Mbok tolong siapkan makan siang untuk kami ya dan Ayu, siapkan juga kamar untuk Ravindra ya," perintah Jean dan di angguki mbok Inah serta Ayu.


Jean pergi menidurkan Ravindra di kamar yang telah disiapkan. Sedangkan Ratu berjalan ke kamar utama bersama Kendrick yang ada di gendongannya.


"Sayang," lirih Jean tiba-tiba masuk ke dalam kamar dan memeluk Ratu dari belakang setelah Ratu meletakkan Kendrick yang sedang tertidur di atas ranjang.


"Hmm?"


"Aku sangat merindukan mu," bisik Jean di telinga Ratu yang membuat wanita itu menahan geli.


"Aku juga sangat merindukan mu, suamiku," kata Ratu membalikan badannya menghadap Jean wajah mereka sangat dekat hingga terasa hembusan napas dari keduanya. Tangan Jean meraih tengkuk leher Ratu, ia memiringkan wajahnya menempel kan bibirnya ke bibir Ratu.


Jean mencium Ratu sekilas dan menatap wajah sang istri yang sangat cantik bahkan setelah hampir 4 tahun tidak bertemu Ratu tampak semakin berisi mungkin juga karena faktor habis melahirkannya dulu. Tapi dimata Jean, Ratu terlihat sexy. Mereka saling tatap, tatapan mereka sangat dalam menahan kerinduan, walaupun baru tidak bertemu satu minggu.

__ADS_1


Jean kembali menempelkan bibirnya di bibir Ratu dan melumal*tnya lembut penuh perasaan, bibir lembut menjadi candu untuknya. la mengakses setiap inci mulut Ratu mereka saling menautkan lidah yang bermain di dalamnya.


Ratu mengalungkan tangannya di leher Jean. Tangan Jean mulai menyusup kedalam baju yang dikenakan istrinya. Ratu mengelus punggung Jean dengan lembut, puas dengan bibir Ratu kini ia berpindah ke leher jenjang milik istri cantiknya itu memberi sensasi panas dalam dirinya.


Jean merem*s lembut dua benda kenyal dibalik baju Ratu hingga membuat Ratu mengeluarkan suara ******* yang semakin membangkitkan gairah Jean. Ia mengangkat kepalanya dan menatap istrinya seolah mengatakan bolehkah lebih dari ini? Ratu yang mengerti tatapan suaminya itu hanya mengangguk. Jean tersenyum girang mendapatkan izin sang istri.


Jean kembali ******* bibir Ratu dengan lembut menyusuri leher Ratu hingga ia beralih kepada dua benda kenyal yang masih terbungkus baju dan bra. Jean membuka kancing baju satu persatu. Ia juga melepaskan pengait bra Ratu hingga menampakkan tubuh putih mulus sang istri yang masih setengah telanj*ng itu. Ia memulai aksinya kembali sampai saat ini mereka sama-sama tak memakai sehelai benang pun.


Junior Jean yang sudah siap tempur segera ia arahkan kedalam milik Ratu.


Tok! Tok! Tok!


Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar.


"Oh shitt!" umpat Jean kesal.


"Siapa?!" teriaknya hingga membuat Kendrick menangis karena terganggu tidurnya.


"Makan siangnya sudah siap tuan," ucap


Ayu dari luar kamar.


"Ah sial! Kenapa ada yang mengganggu sih! Maafkan Daddy sayang, kamu jadi terbangun," ucap Jean berlalu ke kamar mandi menenangkan juniornya dibawah guyuran air dingin.


"Cup! Cup! Cup! Anak Mommy marah ya tidurnya ke ganggu," ucap Ratu menenangkan anaknya. Tapi bukannya tidur, Kendrick malah terbangun dan bermain-main di atas ranjang ditemani dengan mainannya.


CEKLEK!


Pintu kamar mandi terbuka tampak Jean keluar sudah lengkap memakai pakaian santai dengan wajah cemberutnya. Ratu yang melihat itu hanya terkekeh ia tau benar suaminya itu sedang sangat kesal. Jean berjalan menghampiri anak dan istrinya .


"Jean... kenapa muka kamu cemberut gitu, jelek tau," goda Ratu.

__ADS_1


"Biarin!" sungut Jean.


"Udah nggak usah ngambek gitu. Malu dong sama anak," ujar Ratu tersenyum lembut pada Jean.


"Kenapa malu, dia juga kan belum ngerti!" ucap Jean lagi.


"Iya tapi dia udah bisa merekam apa yang dilihat dan di dengar. Apalagi umur 3 tahun ini merupakan masa golden age nya. Ya udah ah, aku mau mandi dulu. Kendrick di jagain dulu," ucap Ratu memberikan perintah ke Jean untuk menjaga Kendrick dan berjalan ke kamar mandi.


"Oke sayang. Anak Daddy lagi main apan nih?" tanya Jean.


"Robot, Dad."


Jean pun menemani putranya bermain hingga Ratu selesai dari kamar mandi dan mereka turun bersama untuk makan siang.


"Tuan, Nyonya. Silahkan makan siang nya, biar tuan muda Kendrick mbok yang urus " ucap bi Lastri


"iya, tolong ya, mbok. Sekalian juga siapkan makan siang untuk Kendrick," ucap Jean menurunkan Kendrick dari gendongannya.


"Tidak perlu sungkan, Tuan. Mbok akan siapkan makan siang untuk tuan muda," ujar mbok Inah sambil menggandeng Kendrick lalu membawanya ke ruang tv membiarkan tuan dan nyonya Alexander makan siang bersama di mansion itu setelah sekian lama.


"Sayang, bagaimana kalau besok kita ke mansion Daddy?" Usul Ratu setelah mereka selesai makan.


"Iya, mereka pasti seneng banget liat kamu sudah kembali apalagi membawa anak-anak," ucap Jean antusias.


"Iya terus lusanya kita ke mansion Papa," ujar Ratu menggenggam tangan Jean.


"Iya sayang. Aku juga mau minta maaf sama Mama dan Papa, karena sudah memutuskan hubungan dengan mereka. Aku sangat bersalah pada mereka," ucap Jean.


Ratu memeluk Jean dari samping menyandar kan kepalanya pada bahu Jean.


"Sayang terima kasih sudah kembali. Terima kasih telah hadir di hidup ku. Terima kasih telah melahirkan malaikat-malaikat kecil untuk ku. Terima kasih untuk segalanya dan maaf untuk semua penderitaan yang kamu alami selama ini," kata Jean mengelus lembut kepala Ratu. Matanya sudah berkaca-kaca membayangkan apa yang telah dialami Ratu akibat kebodohannya waktu itu.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2